Indonesia
NovelToon NovelToon
SANGKAR PERNIKAHAN

SANGKAR PERNIKAHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Ketika cinta berubah menjadi sebuah penjara.

Menikah adalah impian setiap wanita, pernikahan yang bahagia penuh keharmonisan adalah harapan. Namun, bagaimana jika cinta hanya membawanya dalam sebuah Sangkar Pernikahan?

Seruni menikahi Tuan Muda pertama dari keluarga Danuel. Tentu pernikahan dalam sebuah keuntungan bagi orang tuanya. Namun, sial ketika Seruni jatuh cinta pada sosok ramah dan hangat itu. Yang dalam sekejap mata berubah, nyatanya Tuan Muda pertama keluarga Danuel ini adalah sosok pria arogan yang dingin.

Seruni menjalani pernikahan yang bagaikan sebuah penjara. Dia harus melepas karir sebagai model yang saat itu sedang begitu naik. Lalu, semua hal yang dia lakukan harus atas persetujuan suaminya. Hingga, Seruni mulai jengah dan memberanikan diri mengajukan Perceraian. Tapi, apakah suaminya akan menyetujui Perceraian itu?

"Ceraikan aku, Mas. Pernikahan ini tidak akan bisa di lanjutkan lagi. Wanita dari masa lalumu sudah kembali sekarang"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengecek Ponsel

Seruni baru saja selesai mandi, dia mencari suaminya namun tidak ada di dalam kamar, hanya melihat ponsel milik Raifan yang tergeletak di atas meja. Tidak biasanya dia meninggalkan ponselnya disana. Seruni duduk di sofa dan mengambil ponsel suaminya itu. Meski cukup gugup karena takut Raifan kembali dengan tiba-tiba.

"Duh, apa sandinya ya"

Seruni mencoba mengetik beberapa angka, tapi ponsel itu tetap tidak terbuka. Berpikir sebelum dia kembali mengetikan angka di layar ponsel, karena ada batas berapa kali salah memasukan sandi, maka tidak akan bisa lagi. Harus menunggu waktu sampai bisa di gunakan lagi.

"Tidak mungkin tanggal pernikahan kami 'kan? Dia tidak pernah ingin dengan pernikahan ini"

Dia yang berkata, tapi tetap mencobanya dengan tanggal pernikahan mereka. Klik... layar ponsel terbuka, Seruni sampai diam beberapa saat karena terkejut dengan ini. Raifan menggunakan tanggal pernikahan mereka untuk sandi ponselnya? Apa maksudnya ini, atau dia sengaja sedang menjebak Seruni sekarang? Entahlah.. Seruni membuka bagian pesan, mencari nama Mawar dan ada beberapa pesan singkat dan telepon masuk dari nomor itu.

Aku sudah lelah terus berada di sini, aku ingin pulang. Kamu juga tidak ingin menemaniku.

Janji kamu dulu untuk menikahiku, hanya sebuah kebohongan. Sekarang saja kamu malah tetap mempertahankan pernikahanmu dengan istrimu.

Aku tidak bisa terus disini, aku akan pergi kalau kau tidak datang segera.

Tidak ada pesan yang di balas oleh Raifan, hanya beberapa panggilan masuk dari Mawar yang diterima. Seruni menatap foto profil nomor Mawar ini, hanya sebuah foto tangan yang di pasang infus.

"Apa dia sedang sakit ya? Kalau iya, berarti dia berada di rumah sakit"

Seruni melihat pesan lain dari Albyan, adiknya Raifan. Pesan terakhir membuat Seruni berpikir keras.

Aku sudah menemukannya, biarkan saja dia tetap bersamaku. Sekarang aku tidak perlu memohon restu Papa lagi.

Seruni diam, beberapa kali membaca pesan itu. Dia tersenyum miris, dari kalimatnya Seruni bisa tahu siapa yang di maksud oleh Raifan.

"Ternyata, dia tetap ingin bersama Mawar dan aku mengerti kenapa tidak mau menceraikan aku, karena dengan Mas Rai masih menikah denganku, maka Papa dan Mama tidak akan pernah curiga tentang kedekatannya dengan Mawar yang dulu tidak mereka restui"

Dengan pemikirannya sendiri, Seruni mulai merasa lelah. Dia menyandarkan kepalanya di sandaran sofa, ponsel Raifan sudah di simpan kembali di atas meja. Semakin Seruni mencari tahu, semakin dia merasa lelah dan terluka dengan semuanya.

Pintu kamar terbuk, Seruni langsung memejamkan mata, berniat berpura-pura tidur tapi dia salah tempat karena malah tidur di sofa. Sebenarnya Seruni yang masih tidak ingin bicara banyak dengan suaminya, semua hal yang ada dalam diri Raifan, terlalu membingungkan baginya.

Raifan berdiri di depan meja, menatap Seruni yang tertidur di sofa. Lalu Raifan menatap ponselnya, berdering dengan tiba-tiba, segera dia mengambil ponsel dan pergi ke balkon. Seruni membuka mata ketika sadar suaminya sudah pergi dari hadapannya.

"Telepon dari Mawar lagi kah? Sampai terburu-buru menerimanya"

Di balkon kamar, Raifan berdiri dengan ponsel menempel di telinganya. "Ada apa? Kau benar-benar mengganggu, istriku sedang tidur tadi, telepon darimu ini bisa membangunkannya"

"Haha... Mulai peduli pada istrimu sekarang? Bukannya dulu sangat tidak suka padanya?"

Suara tawa adiknya benar-benar menjengkelkan bagi Raifan, membuatnya mendengus kesal. "Ada apa kau menggangu malam-malam begini. Sudah saatnya aku tidur"

"Aku ingin kau dan istrimu hadir, harus hadir! Tidak ada alasan apapun, kalian harus hadir di acara pernikahanku. Akhirnya aku bisa menikahi wanita yang aku cintai"

"Iya-iya, aku akan hadir. Sudah meluangkan waktu, meski sebenarnya jadwal kerjaku sangat padat sekali disini"

"Aku paham Tuan Muda pertama, tapi kau tetap harus hadir di acara pernikahan adikmu ini"

"Ya"

Selesai mengobrol beberapa hal, Raifan kembali ke dalam kamar. Seruni masih berada di sofa dengan posisi yang sama. Kali ini dia benar-benar tertidur, bukan seperti tadi yang berpura-pura. Raifan menatap wajah teduh istrinya, merapikan rambut yang berantakan dan sedikit menutupi wajahnya.

"Kenapa tidak pindah ke tempat tidur? Punggungmu bisa patah jika terus tidur seperti ini"

Raifan menggendong tubuh Seruni dan membawanya ke tempat tidur. Membaringkan tubuh istrinya dengan perlahan, mengecup keningnya dan menarik selimut sampai ke pinggang Seruni.

"Sepertinya aku salah membiarkan dia bekerja"

Raifan pergi kembali keluar kamar, menghubungi Asistennya Justin. Duduk di sofa yang ada di luar kamar, dengan meja kecil dekat pagar pembatas lantai atas.

"Bagaimana? Kau sudah menemukan informasinya?"

"Benar dugaan anda, Tuan. Yang bekerja dengan Nona adalah Riko yang sama"

Raifan terdiam, hanya sekali dia mendengar nama Riko di sebut oleh istrinya. Membuat dia langsung meminta Justin mencari tahu, dan sekarang Raifan tahu jika dugaannya benar adanya.

"Carikan pengawal untuk istriku, dia tidak akan bisa jika aku larang dengan tiba-tiba. Setidaknya sediakan keamanan dulu"

"Baik Tuan"

Setelah sambungan telepon terputus, Raifan mengusap wajah kasar. "Ternyata dia masih mencari celah untuk membalasku"

*

Pagi hari Seruni bangun sedikit terlambat, melihat suaminya bahkan sudah selesai bersiap untuk bekerja. Entah apa yang membuatnya tidur terlalu lelap semalam.

"Cepat mandi, ada seseorang yang ingin aku kenalkan denganmu"

Seruni menatap suaminya, dia merasa matanya masih perih, ingin mengucek dengan tangannya, tapi Raifan langsung menahannya.

"Jangan mengucek matamu, itu bisa iritasi"

Seruni menghela napas pelan, dia menggerakkan kepalanya ke kanan dan kiri untuk meregangkan otot leher yang terasa kaku.

"Mas, siapa yang ingin kamu kenalkan denganku?"

"Seseorang yang akan menjagamu, cepat mandi dan temui aku di ruang kerja"

Seruni masih menatap bingung pada suaminya, tapi Raifan sudah lebih dulu keluar kamar sebelum Seruni sempat bertanya lagi.

Seruni turun dari tempat tidur, berjalan ke ruang ganti dengan langkah gontai. Detik jam terdengar seperti mengejar waktu. Hari ini tidak ada pekerjaan untuk Seruni, dia akan berdiam di rumah.

Setelah mandi, Seruni pergi ke ruang kerja, hanya menggunakan kaos polos dan celana pendek di atas lutut. Hari santai dan pakaian santai.

"Mas" Panggilnya pelan, melihat Raifan yang sedang berbicara dengan pria tinggi tegap di depannya.

Saat melihat Seruni datang, Raifan langsung berdiri dan menatapnya tajam. "Apa yang kau pakai ini? Diam di situ dan jangan berbalik!"

"Ba-baik Tuan" Pria yang hampir menoleh itu, langsung diam dan kembali meluruskan pandangannya.

"Ikut aku sekarang!" Raifan menarik tangan Seruni keluar ruangan, menutup pintu dengan kasar. "Kau benar-benar menguji kesabaranku ya!"

"Mas, lepas"

Seruni masih bingung dengan kemarahan Raifan yang tidak tahu alasannya. Hanya melangkah dengan terseok-seok, mengikuti langkah kaki panjang Raifan.

Bersambung

1
Fera Susanti
ah raifan mh misterius ga jelas..pantes seruni prasangka buruk terus
nayla tsaqif
Kabur aja lahhh,, kaburrrrr,, 😌
Mia Camelia
ywdh sih raifan jujur aja klo cinta sama seruni🤭
dyah EkaPratiwi
pergi runi
dyah EkaPratiwi
raifan bener2 ya
dyah EkaPratiwi
🤣🤣🤣 menyesal kan sekarang
Oma Gavin
tolong segera dibongkar rahasia seruni menurut raifan itu hrs di jaga bener" penasaran
edelweis🌻
bikin seruni pergi biar gk berbelit2
Rarik Srihastuty
lanjut thor, makin penasaran nih.
dyah EkaPratiwi
tapi sekali kali gpp run bikin suamimu tantrum
dyah EkaPratiwi
jahat banget kamu raifan😭
dyah EkaPratiwi
bener2 gak waras ini raifan
dyah EkaPratiwi
gila raifa
dyah EkaPratiwi
semangat runi💪
Mia Camelia
seruni bertahan lah💪💪🤭
Hani
bagus
Rarik Srihastuty
ceritanya seru
Yani Suryani
aku yakin Raifan itu sebenarnya sudah suka sama seruni tapi masih belum sadar
Yani Suryani
jangan lupa like nya 👍
MamDeyh
Aku malah selalu menunggu update an mu lohhh kak Nitaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!