Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Istrimu, Bukan Babu Mu

Aku Istrimu, Bukan Babu Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Wirly Pena

perkenalkan namaku Jasmine. Usiaku 34 tahun. aku sudah menikah dan mempunyai dua orang anak yang berusia 7 tahun dan 4 tahun. Kegiatanku hanya seorang Ibu rumah tangga.
Suamiku bekerja sebagai PNS di kelurahan desa.
Simak kisahku yang begitu berat aku jalani . Hanya karena ingin mendapatkan surga dari ridho suamiku.
Tapi ternyata aku tak lebih hanya dijadikan seorang babu berkedok istri.
Simak kisah lengkapku ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wirly Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

berjuang untuk anak-anak ku

Pukul 9 pagi, aku meninggalkan rumah setelah Aldi dan Aira aku titipkan lagi di rumah Mbak Rima. Karena hari ini aku akan pergi ke kantor Mas Rama untuk menemui atasannya. Aku ingin mengajukan permohonan untuk pembekuan pembayaran gaji Mas Rama. Aku ingin memperjuangkan hak anak-anak ku. Aku tidak ingin uang gaji Mas Rama terus menerus mengalir ke wanita jalang itu.

Aku tahu, langkah ini mungkin akan membuat Mas Rama semakin membenciku. Namun, aku sudah tidak peduli. Aku mungkin sudah hancur, tapi aku tidak akan membiarkan masa depan anak-anakku ikut hancur.

Setelah menempuh perjalanan sekitar dua puluh menit, akhirnya aku tiba di depan gedung kantor Mas Rama. Aku tidak langsung masuk, pandanganku menyapu area parkir karyawan terlebih dahulu. Aku mencari mobil Mas Rama, satu persatu kendaraan aku perhatikan. Tidak ada mobil Mas Rama. Aku menghembuskan napas lega.

Kemudian aku melangkahkan kaki menuju pintu masuk. Begitu masuk, aku langsung berjalan menuju meja resepsionis.

" Permisi, Mbak." Ucap ku.

" Iya, Bu.. Ada yang bisa saya bantu?" Tanya resepsionis itu dengan senyum ramah.

" Saya ingin bertemu dengan seseorang. saya tidak tau namanya. Yang saya tahu, beliau adalah atasan di kantor ini." Jawabku.

" Atasan di kantor ini bernama Pak Cahyo. Ibu ingin bertemu dengan beliau?"

"Iya, Mbak." Ujar ku sambil menganggukkan kepala.

" Mari saya antarkan ke ruangan Pak Cahyo." Ucap resepsionis itu.

Aku pun kemudian mengikuti resepsionis tersebut dari belakang, mengikuti langkahnya melewati lorong kantor.

Resepsionis itu akhirnya berhenti di depan sebuah pintu ruangan.

" Disini ruangan Pak Cahyo, Bu." Ucap resepsionis itu sopan.

" Iya, terimakasih, Mbak."

Resepsionis itu tersenyum ramah, lalu membungkukkan badan sebelum pergi meninggalkanku.

Setelah itu dengan ragu-ragu aku mengetuk pintu ruangan. Beberapa detik kemudian terdengar suara dari dalam.

" Masuk.!" Ucapnya dari dalam, terdengar suara seorang wanita.

Aku membukan handel pintu perlahan. Aku melihat seorang wanita duduk di balik meja yang bertuliskan sekretaris. Wajahnya tersenyum ramah kepadaku.

" Mari silahkan duduk, Bu. Maaf sebelumnya Ibu dari mana dan ada keperluan apa?" Tanya sekretaris itu dengan ramah.

" Perkenalkan nama saya Jasmine. Saya istri Pak Rama. Dan kedatangan saya kesini ingin bertemu dengan Pak Cahyo." Jawab ku.

" Oh, istri Pak Rama. Kok tumben sekali, Bu? Biasanya Pak Rama sendiri yang menemui Pak Cahyo. Apakah Ibu ingin mengajukan pinjaman lagi? " Tanya sekretaris itu yang langsung membuatku terkejut. Aku berusaha bersikap tenang.

" I-iya, Mbak. Ada keperluan yang sedikit mendesak." Jawabmu berbohong.

" Padahal gaji Pak Rama hanya tinggal beberapa ratus ribu saja, lho Bu setiap bulan nya, karena sudah terpotong secara otomatis dari perusahaan untuk mencicil pinjaman yang selama ini sudah di ajukan Pak Rama."

Aku tercekat. sekretaris itu bilang gaji Mas Rama hanya tinggal beberapa ratus ribu. Astaghfirullah, ternyata Mas Rama memiliki pinjaman yang jumlahnya mungkin tidak sedikit.

" Tapi, kalau Bu Jasmine ingin mencoba mengajukan pinjaman lagi, silahkan saja. Ibu bisa menemui Pak Cahyo langsung. Silahkan Ibu masuk melalui pintu itu." Ucap sekretaris itu lagi sambil menjukkan arah pintu ruangan Pak Cahyo.

" Iya, Mbak. Terimakasih banyak." jawabku.

Kemudian aku berdiri dan melangkah ke arah pintu yang di tunjukkan sekretaris tadi. Sesampainya di depan pintu, aku mengetuk pintu perlahan. Hanya beberapa ketukan, langsung terdengar sahutan dari dalam ruangan.

" Masuk.!" Terdengar suara seorang pria dari dalam. Lalu aku pun membuka pintu dengan perlahan. Terlihat seorang pria berusia sekitar 40 tahun sedang duduk di balik meja kerjanya.

" Permisi, Pak." Ucapku pelan.

" Silahkan duduk."

Aku pun berjalan mendekat, kemudian duduk di kursi yang berada di hadapannya.

" Maaf, dengan siapa? Dan apakah ada yang bisa saya bantu?" Tanya Pak Cahyo.

" Saya Jasmine, Pak. Istri dari Pak Rama." Jawabku pelan.

" Oh, istri Pak Rama. Baru pertama kali saya bertemu dengan Ibu. Biasanya setiap ada acra kantor, Ibu tidak pernah hadir."

" Iya, Pak. Maklum, saya dirumah punya anak yang masih kecil. Jadi agak repot kalau harus meninggalkan mereka."

" Iya, Bu saya bisa mengerti. Jadi, apa yang bisa saya bantu? Tapi maaf sebelumnya, kalau untuk masalah pinjaman, saya tidak bisa memberikannya lagi. Di karenakan pinjaman Pak Rama sudah menumpuk." Ujar Pak Cahyo.

" Sebelumnya saya minta maaf jika suami saya sudah merepotkan Bapak. Tapi, kedatangan saya kemari bukan karena masalah pinjaman.

" Oh, , maaf kalau begitu. Saya sebenarnya juga sedikit heran, karena tumben bukan Pak Rama sendiri yang langsung menemui saya. Jadi, ada keperluan apa Bu Jasmine datang kesini?" Tanya Pak Cahyo.

" jadi begini, Pak. Maksud kedatangan saya kesini dan menemui Bapak karena saya ingin mengajukan permohonan untuk pembekuan pembayaran gaji suami saya. Apakah bisa, Pak ?" Jawab ku sekaligus bertanya.

" Pembekuan gaji? Kenapa Bu Jasmine ingin melakukan itu? Apakah sedang ada masalah?" Tanya Pak Cahyo menyelidik.

" Sejujurnya, saya tidak ingin melakukan hal ini, Pak. Tapi ada tujuan yang harus saya lakukan demi menjaga kelangsungan hidup saya dan juga anak-anak saya di masa depan. Dan , kalau memungkinkan, saya ingin gaji suami saya, langsung saya yang terima, jangan melewati suami saya." Jawab ku menjelaskan kepada Pak Cahyo.

" Bu Jasmine. Jujur, permintaan Ibu sangat berat sekali bagi saya. Tapi kalau boleh saya tahu, apa tujuan Ibu melakukan itu?"

Aku terdiam sejenak. Aku bingung harus mengatakan yang sejujurnya atau tidak kepada Pak Cahyo. Aku yakin, Pak Cahyo pasti sudah tau tentang Mas Rama , apa saja yang dia lakukan. Tapi aku tidak ingin mengatakan aib suamiku dari mulutku sendiri.

...****************...

Terimakasih sudah membaca..

Jangan lupa follow, yaa 😘

1
partini
habis masuk lobang si jalang masuk lobang istri,,apa ga takut jas banyak penyakit takut kena penyakit kelamin
Wirly Pena: Ikuti terus episode selanjutnya ya kak 😄
total 1 replies
Anonim
Lemah banget jadi cewe ,
Wirly Pena: jangan lupa, ikutin terus ceritanya, ya kak ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!