Indonesia
NovelToon NovelToon
Azmira Yang Tak Pernah Diinginkan

Azmira Yang Tak Pernah Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Anak Genius
Popularitas:18.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Azmira, gadis kecil berusia sepuluh tahun, tumbuh dalam keterbatasan bersama ibunya.
Meski hidup serba kekurangan, Mira tidak pernah mau dikasihani. Ia memilih bekerja demi membantu ibunya, selalu ceria, dan berusaha menjadi anak yang kuat.
Namun, Mira tidak pernah tahu bahwa sejak kelahirannya, ada seseorang yang menganggap kehadirannya sebagai sebuah kesalahan.
Siapa yang tidak menginginkan Mira? Dan mengapa?

Nantikan kelanjutannya hanya di Manga Toon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Keesokan paginya, Miranda sudah berada di ruang makan ketika Dika turun dari lantai atas. Wanita itu memperhatikan suaminya yang berjalan santai menuju meja makan.

Tidak ada percakapan mengenai Rina semalam. Dika pun terlihat seperti biasa. Namun justru sikap itulah yang membuat Miranda semakin waspada.

Ia mengenal Dika. Jika lelaki itu benar-benar tidak memikirkan sesuatu, ia tidak akan menyembunyikan apa pun.

Miranda mengambil cangkir kopinya. "Semalam kamu pulang dari kantor membawa banyak berkas?"

Dika yang sedang mengambil roti berhenti sejenak. "Kenapa?"

"Entahlah. Aku hanya melihatmu membawa map."

Dika menatapnya singkat. "Urusan perusahaan."

Jawaban yang sama. Miranda tersenyum tipis. "Baiklah."

Ia tidak bertanya lagi tapi di dalam kepalanya, percakapan mereka semalam masih berputar.

Azmira.

Nama itu tidak mungkin muncul begitu saja. Dika menyelesaikan sarapannya tanpa banyak bicara. Setelah meletakkan cangkir, ia mengambil ponsel yang berada di samping piring.

"Aku berangkat."

Miranda mengangguk. "Hati-hati."

Dika hanya membalas dengan anggukan sebelum meninggalkan rumah. Miranda masih memandang pintu yang baru saja tertutup. Ada sesuatu yang disembunyikan lelaki itu. Dan Miranda tidak suka ketika sesuatu terjadi di belakangnya.

☘️☘️☘️☘️☘️

Di kantor, Dika baru saja memasuki ruangannya ketika asistennya datang.

"Pak."

Dika menoleh. "Ada kabar?"

Asistennya menyerahkan sebuah amplop.

"Untuk data keluarga dokter Azmira, kami masih melakukan penelusuran. Tapi ada informasi tambahan yang mungkin perlu Bapak lihat."

Dika mengambil amplop tersebut. "Apa?"

"Dokter Azmira sejak kecil hanya tinggal bersama ibunya."

Dika terdiam. "Dan?"

"Ibunya tidak pernah menikah lagi."

Dika membuka amplop itu. Ada beberapa dokumen di dalamnya. Riwayat pendidikan Azmira, beberapa penghargaan, hingga catatan mengenai tempat tinggalnya.

Tidak ada yang aneh. Sampai sebuah keterangan membuat pandangan Dika berhenti. Biaya pendidikan ditanggung oleh wali bernama Rina.

Dika membaca kalimat itu sekali lagi. Nama itu kembali muncul di hadapannya, kali ini bukan dari mulut perempuan tersebut, melainkan dari dokumen tentang putrinya.

Dika menggeser lembar berikutnya. Di sana tercatat perjalanan pendidikan Azmira sejak sekolah hingga berhasil menyelesaikan pendidikan kedokteran.

Tidak ada nama keluarga Wiratama. Tidak ada catatan mengenai bantuan dari pihak ayah. Hanya Rina yang tercantum sebagai wali.

Dika terdiam cukup lama. Dua puluh lima tahun lalu, ia memang tahu Rina pergi dalam keadaan mengandung. Ia tahu usia kandungannya sudah tujuh bulan. Ia bahkan tahu anak yang dikandung perempuan itu adalah seorang bayi perempuan.

Hanya saja saat itu Dika memilih untuk tidak memedulikannya. Ia sudah memiliki Shiren.

Anak perempuan dari Miranda, perempuan yang ketika itu menjadi tempat pelariannya dari rumah tangganya bersama Rina.

Bagi Dika saat itu, keberadaan bayi yang dikandung Rina justru menjadi pengingat akan kehidupan yang sudah tidak ingin ia pertahankan.

Karena itulah ketika Rina pergi, Dika tidak pernah mengejarnya. Ia membiarkan perempuan itu membawa kandungannya pergi.

Dan sekarang, setelah dua puluh lima tahun berlalu, sebuah dokumen sederhana membuat keputusan itu terasa berbeda.

Dika menutup map tersebut. "Sudah."

Asistennya masih berdiri. "Pak, ada satu hal lagi."

Dika mengangkat wajah. "Kami menemukan alamat lama tempat Azmira dibesarkan. Alamatnya berbeda dengan tempat tinggalnya sekarang."

Dika diam. "Di mana?"

Asisten menyebutkan sebuah daerah yang tidak asing bagi Dika. Tempat yang bahkan pernah ia datangi puluhan tahun lalu.

Dika tidak langsung menjawab. "Berikan alamat lengkapnya."

"Baik, Pak."

Asisten menyerahkan selembar kertas berisi alamat tersebut. Dika menerimanya, kemudian membaca tulisan di sana.

Ada sesuatu yang terasa ganjil. Alamat itu bukan milik keluarga Wiratama.Tidak pernah menjadi bagian dari kehidupan yang ia bangun bersama Miranda.

Tempat itu sepenuhnya berada di kehidupan Rina. Kehidupan yang selama ini tidak pernah ia sentuh lagi.

"Sejak kapan mereka tinggal di sana?"

Asistennya membuka catatan. "Sejak Azmira masih kecil, Pak. Informasi yang kami dapat, Rina membesarkannya sendiri di sana."

Dika menatap lembar tersebut. "Sendiri..."

Satu kata itu keluar lirih. Ia sudah mengetahui Rina pergi membawa kandungannya.

Tetapi selama ini Dika tidak pernah benar-benar memikirkan apa yang terjadi setelah itu.

Bagaimana Rina melahirkan. Bagaimana perempuan itu memenuhi kebutuhan anaknya. Bagaimana ia membayar sekolah.

Bagaimana seorang anak yang dulu bahkan tidak ia inginkan sebagai pewaris keluarga Wiratama bisa tumbuh hingga menjadi dokter, bahkan saat usia Azmira menginjak sepuluh tahun ia pernah tak sengaja bertemu, dan bodohnya pria itu justru mengabaikannya.

Semua itu terjadi tanpa dirinya. Dika mengusap wajahnya. Bukan rasa iba yang membuatnya diam. Ada sesuatu yang jauh lebih sulit ia terima.

Selama ini ia menganggap Rina pergi karena keras kepala. Ia mengira perempuan itu memilih hidup sendiri karena tidak ingin lagi berada di sisinya.

Tetapi dari beberapa lembar dokumen itu, Dika melihat sisi lain yang tidak pernah ingin ia akui. Rina benar-benar membesarkan anak mereka seorang diri.

Dan anak yang dahulu ia abaikan itu ternyata tumbuh dengan baik. Dika kembali melihat foto Azmira yang terlampir di dalam berkas.

Kali ini ia tidak segera mengalihkan pandangan. "Teruskan penelusurannya."

Asisten mengangguk. "Baik, Pak."

"Dan jangan beri tahu siapa pun."

"Baik."

Setelah asistennya pergi, Dika masih berdiri di balik meja. Kertas berisi alamat lama Rina masih berada di tangannya. Dan kali ini ia mulai bertanya-tanya tentang kehidupan seorang anak yang dulu sengaja tidak ingin ia kenal.

Namun Dika belum siap menyebut anak itu sebagai putrinya. Belum. Ia membutuhkan kepastian. Dan untuk mendapatkannya, ia harus membuka satu per satu bagian masa lalu yang selama ini sengaja ia tinggalkan.

Bersambung ....

1
Nancy Nurwezia
penyesalanmu mulai mendrkati mu dika
Nar Sih
lanjut kakk👍🥰
Tengku Nafisa
Terasa lamban semuanyaa. Dika banyak duit spt jalan di tempat sementara Dedemit Miranda dan anaknya sdh spt detektif yg sdh maju selangkah. Dan yg di cari tau kehidupannya ada di sekitar mereka. Adegannya seperti main kucing kucingan. Gaskan thor.. jgn keduluan dedemit yg mencelakai Azmira dan ibunya. Oh Wiliam lindungilah Azmira.
Nar Sih
kak ayu jdi gk sabar nunggu kebusukan miranda kebongkar dan penyesalan dika yg telah melupakan azmira
Sri Widiyarti
eh ga taunya Sherin bukan anak kandungnya 🤦🤦🤦
Nar Sih
kesalah mu sendiri dika ,yg sdh piara ular di rmh mu 🤣🤣
ceuceu
Ga sabar liat kehancuran dika pas tau kebusukan miranda wanita yg dia pilih,sampai rela membuang putri kandung
Tengku Nafisa
jgn lama2 thor membuka kedok miranda di dpn keluarga.
Nar Sih
semoga sgra terbongkar kejhtn miranda biar dika menyeslll🤣🤣🤣
ros
🙏
Suanti
setelah terungkap shiren bukan kandung dika
dika bakal menyesal seumur hidup 🤭
Nar Sih
kasihan kmu dika ,klau ternyata ank yg kau anggap ank kandung mu eh...ternyata ank sekingkuhan pelakor mu ,sedang ank kandung mu tak kau anggap🤣🤣
Tengku Nafisa
ketahuan... sdh terlambat utk sadar. terlanjur terlena dgn duniamu Dika. rasakan itu penyesalan yg tak bisa kembali
Marini Suhendar
anak orang lain d urus..anak sendiri d d usir..
ceuceu
sepertinya shiren bukan anak dika,sukurin deh dika biar tau rasa,ngurus anak orang lain,anak sendiri di telantarkan
Heni Fitoria
intinya anakku bukan anakku...
🤣🤣🤣🤣
itulah karma Dika...
sakit tak berdarah ketika tau kenyataan yang sebenarnya 😆😆😆
Nar Sih
satu demi satu rahasia miranda sgra terungkap dan saat dika tau tinggal lah penyesalan yg terlambat
Tengku Nafisa
Dika akan sadar ketika dirinya selama ini telah tertipu dan yg menipunya adalah wanita yg dipeliharanya dirmhnya sendiri.
Nar Sih: bnr banget kak ,dan saat kbnran itu tiba tinggal lan penyesalan
total 1 replies
ceuceu
Dika egois menelantarkan anak selama 25 tahun,ngapain sekarang baru cari tau
Nar Sih
seperti nya shiren bkn ank kandung mu dika ,dan bila kbnran rahasia istri perebut suami org terbongkar saat itu lah karma penyesalan mu tiba🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!