Indonesia
NovelToon NovelToon
Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Ruang Ajaib / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:876.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Queen Fitria

Li Zie seorang dokter dari abad 21 justru mengalami kecelakaan, dan jiwanya justru berteransmigrasi ke tubuh seorang wanita lemah di jaman kuno.

Li Zie pun berniat membalas penderitaan wanita yang namanya juga sama, Li Zie. Ia pun menjadi tabib di sana dan fokusnya hanya mengumpulkan harta, ia juga memiliki ruang dimensi, Li Zie menyembunyikan identitasnya dengan sangat rapi.

Tapi bagai mana jadinya jika ketenangan itu hanya sesaat, karena pria yang berkuasa di dinasti Xuan. Yaitu Kaisar Xuan Long justru mengetahui identitas aslinya.

Seperti apa kelanjutannya? yuk mampir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22

Feng melongo, tidak percaya dengan keberanian tabib agung di hadapannya, seumur hidup selain Kaisar tidak pernah ada yang berani kurang ajar padanya, para menteri juga menghormatinya. Tapi tidak dengan tabib agung di hadapan.

"Kau mau jubah ku juga?! " suara Feng sangat tidak bersahabat.

"Ya! Dan bawakan satu keranjang bakpao lagi untuk dibawa pulang!" oceh Li Zie kembali galak, "Cepat! Sebelum aku berubah pikiran dan membiarkan energi 'resonansi' perutku meledakkan tempat ini!"

Li Zie benar-benar tidak ada habisnya. Sambil menunggu perak dan jubahnya, ia kembali duduk di lantai, melanjutkan makannya seolah paviliun itu adalah miliknya sendiri.

 Sang Pangeran dan kedua pengawalnya hanya bisa saling pandang, menyadari bahwa Tabib Agung ini adalah orang paling aneh sekaligus paling berani yang pernah mereka temui.

Feng hanya bisa berdiri kaku seperti patung saat Li Zie dengan santainya merampas jubah bulu rubah mahalnya. Feng menatap Yan seolah bertanya, “Kau yakin kakek eh, gadis cemong ini benar-benar tabib sakti?” namun Yan hanya membalas dengan tatapan pasrah.

Li Zie menyendawa kecil suara kepuasan yang sangat tidak feminin. Ia mengelap tangannya yang berminyak ke kain saku yang dibawa Ji Yu, lalu menatap sisa-sisa tulang ayam di nampan dengan tatapan kemenangan.

"Ah... sekarang barulah jiwaku kembali ke raga," gumam Li Zie.

Tiba-tiba, ia menyadari Feng dan Pangeran sedang menatap wajahnya yang tanpa janggut dengan penuh selidik. Li Zie langsung teringat perannya. Dengan gerakan kilat yang membuat Feng hampir menghunus pedangnya karena kaget, Li Zie menyambar janggut dan kumis kuda palsunya yang tergeletak.

 Li Zie menempelkannya kembali dengan bantuan sedikit sisa lem gaib dari ruang dimensinya. Dalam hitungan detik, sosok gadis rakus tadi menghilang, berganti menjadi kakek tua yang punggungnya sedikit membungkuk dan tatapannya sedalam sumur tua.

Li Zie berdeham berat, suaranya kembali serak dan berwibawa.

"Ehem! Anak muda yang baru datang ini..." Li Zie menunjuk Feng dengan tongkat kayunya.

"Aura pedangmu terlalu tajam. Tapi hatimu terlalu kaku, itu tidak baik untuk kesehatan ginjalmu. Jangan terlalu sering melotot, atau matamu akan copot sebelum kau menikah." ujar tabib Agung memperingati dengan penuh wibawa.

Feng melongo, dan berkata, "Apa?! Kau-"

"Diam!" potong Li Zie dengan nada kakek-kakek galak. Dan kembali berkata dengan begitu berwibawa, "Waktuku sangat berharga. Emas sudah aku terima, jubah rubah ini akan aku jadikan jimat pelindung, dan perak tambahannya... masukkan ke dalam kantung Ji Yu."

Li Zie berdiri tegak, memakai jubah bulu rubah milik Feng di atas Hanfu hitamnya yang kebesaran. Penampilannya sekarang benar-benar absurd kakek-kakek cemong berbaju pengawal, memakai jubah mewah yang terlalu panjang hingga menyapu lantai, tapi entah kenapa auranya terasa sangat menekan dan kuat.

Li Zie mendekat ke ranjang sang Pangeran satu kali lagi. Mata Dewanya berkilat tajam di balik kumis palsunya yang sedikit miring.

"Pangeran," suara Li Zie merendah, memberi kesan rahasia. "Jangan percayai bau teh yang terlalu harum, dan jangan percayai orang yang terlalu banyak bersujud di depanmu. Musuhmu tidak berada di luar hutan bambu ini, tapi dia mungkin sedang menyiapkan teh untukmu besok pagi."

Pangeran itu menatap Li Zie dengan serius, senyum gelinya hilang berganti rasa hormat, lalu berkata, "Nasihat Anda akan saya ingat, Tabib Agung."

"Bagus. Ji Yu, angkut semua harta itu! Kita pergi sebelum matahari tahu kalau aku baru saja merampok pengawal!" perintah Li Zie.

Dengan gerakan qinggong yang elegan, Li Zie melesat keluar jendela paviliun disusul Ji Yu yang keberatan beban emas dan perak.

Feng hanya bisa menggerutu sambil memegangi bahunya yang kedinginan tanpa jubah, dan berkata, "Yan, dia benar-benar tabib atau perampok profesional?"

Pangeran itu masih patuh berbaring di ranjangnya, menghirup aroma obat yang ditinggalkan tabib agung dan berkata, "Dia adalah orang yang akan membuat hidupku jauh lebih menarik, Feng. Cari tahu siapa dia... Tapi jangan sampai dia tahu kau mencarinya."

...****************...

Malam semakin larut saat Li Zie dan Ji Yu melesat di atas atap perumahan warga menuju arah kediaman Menteri Li.

Li Zie merasa sangat lincah karena perutnya penuh, ditambah jubah bulu rubah milik Feng yang membuatnya merasa seperti bos besar.

Suasana gang menuju pinggiran kota itu sangat sepi, hanya ada suara langkah kaki Li Zie dan Ji Yu yang terburu-buru. Tiba-tiba, insting Li Zie yang tajam, warisan dari kitab arus langit, merasakan getaran udara yang tidak beres.

Li Zie mengaktifkan mata dewa dan dapat melihat segerombolan orang yang pasti akan menyerangnya, ia dapat melihat sosok di balik persembunyian itu menjadi sekumpulan daging merah.

1
Ramla Utina
tidak jadi mati kedua kalinya
Ramla Utina
aku suka ceritanya💪
Fitria: thanks sudah mampir, kk
total 1 replies
Mera
Keren sih, lengkap komedi. Kultivasi. percintaan 😍😍😍
Rubiyata Gimba
knapa tidak menyediakan makanan terlebih dahulu lalu taruh di dimensinya supaya klau lapar tingal ambilnya
Fitria: Kan ada komedinya kakak. Jadi harus ada adegan yang amburadul nya😄
total 1 replies
Maryana Fiqa
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Mera
orang penting mah gitu, nyawanya selalu dalam bahaya
Mera
walopun kadang gila. Tapi orangnya bener🤣🤣🤣
Mera
Thor, kelakuan Lizi inspirasi dari mana😭😭😭😭😭
Mera
Lizi menggila🤣🤣
Mera
Aku selalu kebayang gimana suara serak kakek pertapa😭😭😭
si Lizi ini emang kurang asem
Fitria: nah hebat bisa bayangin😁
total 1 replies
May Dwi
luar biasa
Erni andi arifuddin
padahal dia bisa makan apel sementara
Andrea
3 gunung emas🤑🤑
Erni andi arifuddin
guru hentikan guru😂😂😂
Erni andi arifuddin
bisa ngak le zie nya agak bijak dlm berkata kok perasaan karakter seorang dokter jd hilang di ganti dgn kerakusan dan kesombongan, maunya sih MC nya di bikin agak bijak dan berpendidikan atau mmg karakter dia sewaktu masih di dunia masa depan sdh kasar🙏
Erni andi arifuddin
kenapa mesti tinggal terus di situ
Sfarlett Alexana
Ceritanya bagus💪
Andrea
abu gosok🤣🤣🤣
Andrea
sungguh terlalu Shen Zie gx puas2 koin dah bnyk juga🤣🤣
Andrea
jgn pelit2 lah Shen Zie🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!