Alexa Lily, gadis yang di Adopsi oleh salah satu ketua klan mafia sejak usia enam bulan. Alexa hidup di dalam kemewahan dan di kelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.
Tapi dibalik itu, Alexa tidak pernah tahu siapa orang tua kandungnya. Hingga suatu hari Alexa mendapatkan misi dari ayah angkatnya, dan misi itu berhasil ia selesaikan dengan mulus. Terlepas dari itu, Alexa mendapatkan sebuah informasi tentang siapa ayah kandungnya.
Berawal dari Informasi yang ia dapatkan, Alexa mendatangi kediaman ayah kandungnya itu.
Apakah ayah kandungnya itu akan menerima dan mengakui Alexa sebagai anak kandungnya? Atau justru ayahnya hanya menjadikannya sebagai pion untuk keuntungan pribadinya sendiri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5 : Keluarga Asli
Alexa berbalik ke arah Theodore. "Ayah, Alexa akan kembali ke keluarga kandung Alexa."
Theodore dan ketiga putranya itu membulatkan matanya. "Apa?" ucap ketiga kakak angkatnya itu.
"Tapi, Nak,," ucap Theodore. Suaranya berat. "Apa kamu beneran yakin? Kami semua sayang sama kamu. Kamu sudah seperti darah daging ayah." jelas Theodore.
Alexa menunduk. Matanya berkaca-kaca tapi ia tahan. "Aku juga sayang Ayah dan Kakak semua. Tapi... aku harus tau siapa aku sebenarnya. Siapa orang tua kandungku."
Alexa memegang kalung giok di lehernya. Kalung yang sama yang masih ia pakai sekarang.
Theodore menarik napas panjang. Ia berjalan ke arah Alexa, dan memeluk anak angkatnya itu erat. "Baik. Kalau itu keputusanmu. Ayah akan suruh pengawal mengantarmu."
Ketiga kakak angkatnya saling menatap. Akhirnya mereka ikut berdiri. "Kamu jaga diri baik-baik ya. Kalau keluarga mu jahat sama kamu, kamu bilang saja pada kakak-kakak mu ini. Kami akan memberinya pelajaran."
Alexa segera bersiap untuk kembali ke keluarga kandungnya dengan di antar oleh pengawal pribadi ayah angkatnya.
Di jalan, suasana kota London ini begitu sangat damai. Udaranya sangat sejuk, lingkungannya juga sangat bersih. Mobil BMW hitam itu melaju dengan cepat.
Di dalam mobil, hening. Cuma ada suara GPS.
Alexa duduk di kursi belakang. Ia memakai kaca mata hitam dan Blazer hitamnya. Kulitnya tampak begitu cerah dan sangat kontras dengan warna pakaian yang ia pakai.
Tidak perlu menunggu lama, akhirnya mereka sampai di kediaman keluarga Zayn.
Gerbang besi tinggi terbuka. Halaman luas dengan air mancur. Puluhan pelayan berbaris. Alexa turun dari dalam mobil BMW hitam itu, ia berjalan dan melepas kacamatanya.
Semua pelayan menyambutnya dengan hormat.
"Selamat datang Nona Muda!" ucap Seorang pelayanan wanita dan mengantar Alexa masuk ke rumah besar itu.
Di dalam rumah itu, Harry Zayn bersama kedua anaknya itu sudah menunggu kepulangan Alexa. Alexa berjalan mendekat ke arah mereka.
Harry Zayn berdiri dan menghampiri putri kandungnya itu. Ia melihat kalung giok yang di kenakan Alexa. Harry Zayn mengeluarkan kalung giok miliknya dari dalam saku celananya dan mencocokkannya dengan kalung giok yang di kenakan Alexa.
Mata Harry Zayn berkaca-kaca. "Kamu beneran putri kandungku." ucapnya dengan wajah haru. "Kalung ini, ibumu yang memakaikannya dengan tangannya sendiri waktu kamu masih bayi. 18 tahun,,, kamu pasti sangat menderita, Nak." jelas Harry Zayn sambil memegang kedua pundak Alexa.
Alexa masih berdiri dan terdiam. "Ayahku ini, ucapannya tulus untukku atau,,," ucap Alexa dalam hati.
Di belakang Harry Zayn, berdiri seorang wanita yang seumuran dengan Alexa. Wanita itu adalah Anya Zayn, saudari angkat Alexa.
"Ayah, kakak sudah kembali. Kalau begitu aku pergi. Aku tidak akan ganggu keluarga kalian lagi." ucap Anya dengan raut wajah sedih.
Seorang pria berjas hitam, bertubuh tinggi dan berambut hitam kecoklatan berdiri.
"Anya, kamu tidak boleh pergi dari rumah ini. Rumah ini, rumah kamu juga. Kamu adalah bagian dari keluarga Zayn." ucap Harry Zayn yang tidak merelakan putri angkatnya itu pergi.
"Iya Anya. Apa kamu tidak sayang kakak dan ayah lagi?" ucap Zionathan Zayn.
Alexa masih berdiri dengan kedua tangan ia lipat di depan dadanya. "Oh, rupanya di rumah ini ada wanita licik. Sepertinya bakalan seruh." batin Alexa.
"Kalau wanita ular ini mau pergi, biarkan saja. Untuk apa menahannya?" ucap Alexa dengan wajah datar dan tatapan tajam ke arah Anya.
Anya yang mendengar ucapan Alex itu berdecak kesal dan membulatkan matanya.
"Alexa,," Harry menatap Alexa. "Anya sudah tinggal disini selama 18 tahun. Kalau dia pergi dari sini, dia mau tinggal dimana? Dia akan terlantar di luar sana." jelas Harry Zayn.
Alexa berjalan beberapa langkah di depan Harry Zayn dan Zionathan. "Lalu, sejak 18 tahun aku terlantar di panti asuhan,,, kalian kemana saja? Kalian malah mengadopsi wanita ular ini." Alexa menatap tajam ke arah Anya.
Anya semakin kesal akibat dirinya selalu di samakan dengan ular oleh Alexa.
Ruangan besar itu mendadak hening. Cuma suara jam dinding yang terdengar.
Zionathan, kakak kandung Alexa itu pun menatap tajam ke arah Alexa dengan tatapan tidak senang melihat gadis itu kembali. "Tapi kan kamu sudah kembali ke keluarga ini."
"Kakak, sudah. Biarkan saja aku pergi dari sini." ucap Anya lagi dengan wajah yang berpura-pura sedih. Air matanya jatuh tepat waktu. "Aku nggak mau jadi penyebab kalian bertengkar."
"Wanita ular ini sudah merebut semuanya dariku selama 18 tahun ini. Kalau dia mau pergi, biarkan saja. Lagian aku punya hak mengusirnya." jelas Alexa yang berhasil membuat Anya semakin kesal.
"Alexa!! Jaga bicaramu. Jangan pikir kamu sudah balik ke rumah ini, kamu bisa berbuat seenaknya." bentak Zionathan.
"DIAM!!" bentak Harry Zayn kepada Zionathan.
Alexa berdiri dengan badan tegap di depan mereka. Aura labraknya terlihat begitu kuat.
"Alexa, biarkan Anya tinggal di rumah ini bersama kita semua. Kita kan satu keluarga." Bujuk Harry Zayn.
Alexa melangkah beberapa langkah dengan posisi tangan yang masih sama. "Baik. Tapi ada syaratnya."
"Haa? Syarat? Apa maksudmu?" bentak Zionathan dengan tatapan tajam.
"ZIONATHAN!!" bentak Harry Zayn lagi. Zionathan berdecak kesal.
"Coba katakan apa syaratnya?" ucap Harry Zayn kepada putri kandungnya itu.
"Ayah harus mengumumkan kalau aku Alexa Zayn adalah satu-satunya pewaris asli Perusahaan Zayn." ucap Alexa dengan wajah datar. Tidak ada senyum sama sekali di wajahnya.
Zionathan yang mendengar itu sontak kaget. Ia membulatkan matanya. "TIDAK!! Anya dirawat oleh keluarga Zayn sejak dari kecil. Jadi dia yang harus jadi pewaris Perusahaan Zayn." jelas Zionathan tidak terima.
Harry Zayn tidak menghiraukan perkataan putranya itu. "Baik, bulan depan ayah akan mengadakan Konferensi Pers. Ayah akan mengumumkannya di depan semua orang." ucap Harry Zayn.
"Satu bulan? Ini cukup lama. Tapi sudahlah, yang penting aku sudah lepas dari keluarga yang menyesatkan itu, keluarga geng." batin Alexa sambil menghela nafas.
"Baik." Balas Alexa.
Anya masih menunjukkan wajah kesalnya, begitupun dengan Zionathan. Kedua orang itu tidak terima kehadiran Alexa di keluarga Zayn.
"Sudah-sudah. Ayo sekarang kita potong kuenya. Waktu baik akan segera berlalu." ucap Harry Zayn dan mengajak anak-anaknya itu menuju ke meja panjang itu. Di meja itu sudah ada satu buah kue ulang tahun yang berukuran cukup besar.
Alexa tersenyum bahagia melihat kue ulang tahun itu. "Ternyata ayah masih ingat ulang tahunku." batin Alexa.
Anya dan Zionathan pun ikut berjalan di belakang mereka. Harry Zayn membuka kotak kue ulang tahun itu. Di atas kue itu jelas tertulis "Happy Birthday Putriku". Alexa kembali tersenyum dengan wajah bahagia.
Anya berdiri di samping Alexa dengan wajah yang masih cemberut.
Harry Zayn mengeluarkan sebuah pisau pemotong kue. Alexa mengulurkan tangannya. Tapi semua itu tidak sesuai dengan ekspektasi Alexa. Ayahnya menyerahkan pisau itu kepada Anya.
"Anya, ayo potong kuenya." Harry Zayn tersenyum ke arah putri angkatnya.
Raut wajah Alexa langsung berubah. Ia mengepalkan tangannya. Tatapannya kembali tajam penuh kebencian.
***
anak angkat di sayang anak kandung dibenci alur cerita begini udah basi..... aku kira menarik cih...