menceritakan perjalanan hubungan rumit antara Nadin, William (kakak iparnya), dan Jason (sahabatnya di Belanda), serta pengungkapan identitas ganda Nadin yang mengejutkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Smarrr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Pria Tampan
Nadin berlari secepat mungkin menuju lift yang berada di ruangan William dengan perasaan campur aduk, hingga tanpa sadar air mata Nadin menetes deras saat melihat kejadian di ruangan William tadi
"*S*it" teriak William saat ini dan langsung bergegas menjatuhkan wanita tersebut ke lantai, kemudian mengejar Nadin saat ini*
Sesampai nya di lantai bawah, William langsung mencari Nadin, namun Nadin sama sekali tak terlihat lagi di sana
"Ada apa Pak?" tanya sekuriti menghampiri William saat ini
"Ada liat Adik Ipar ku gak?" tanya William
"Sudah pergi Pak, baru saja" sahut Sekuriti tersebut
William pun langsung mencari mobil nya dan masuk ke dalam, kemudian William memutuskan untuk pulang ke Mansion nya karena yakin jika Nadin pasti saat ini berada di Mansion milik nya
Sesampainya di Mansion, Nadin langsung berlari masuk ke kamar nya dan Sang Ibu yang melihat Nadin tiba-tiba berlari, langsung menyusul nya
"Din, kamu kenapa?" tanya Mami yang ingin masuk ke dalam kamar Nadin, namun di tutup pintu dan di kunci kamar nya saat ini
"Mi, Aku lagi gak mau di ganggu, Aku kelelahan Mi, mau tidur dulu" teriak Nadin dari dalam
"Ya, Oke Din, tapi kamu baik-baik aja kan Nak?" tanya Mami lagi
"Ya Mi, Aku baik-baik aja kok, tenang aja Mi" teriak Nadin lagi
Lalu Mami pun melanjutkan pekerjaan nya yang tertunda tadi, yaitu menyiram tanaman yang berada di halaman samping Mansion William
Nadin yang duduk saat ini di tempat tidur mulai mengingat kejadian tadi, saat dia membuka pintu tersebut, Nadin melihat jika Sekretaris William sedang duduk di pangkvan William dan memeluk William sangat erat, William yang sedang memejamkan mata, merasakan pelukkan yang begitu di nikmatin nya hingga Nadin mengeluarkan suara nya dan William membuka mata nya saat itu juga, lalu Nadin langsung pergi begitu saja ketika kata yang ingin dia ucapkan telah dia sampaikan saat itu
Saat itu William yang sedang kelelahan bekerja karena beberapa hari tidur tak teratur karena memikirkan Nadin, membuat nya merasakan kantuk yang begitu berat, kemudian William pun mulai tertidur di kursi kebesaran nya saat ini hingga suara Nadin yang sangat dia kenal di hadapan nya, membuat nya langsung membuka mata dan terkejut ketika melihat Sang Sekretaris telah berada duduk di pangkvannya dan tangan nya memeluk erat tubvh William saat ini
William yang melihat Nadin bergegas pergi begitu saja, langsung mengejar nya dan mendorong Sekretaris nya ke lantai, tanpa perduli apa pun
Sesampainya William di Mansion, William langsung masuk dan menghampiri kamar Nadin saat ini
"Din..Din..buka pintu nya" ucap William sambil mengetuk pintu kamar Nadin
"Din, Kakak bisa jelasin semua nya, buka dulu pintu nya" ucap nya lagi, namun Nadin sama sekali tak membuka pintu atau pun membalas perkataan William sama sekali
"Will, ada apa? Kenapa kamu ketuk-ketuk pintu Nadin dengan keras?" tanya Mami khawatir sekaligus penasaran
"Gak apa Mi, hanya tadi William ada salah bicara pada Nadin saat di kantor" ucap William berbohong
"Nadin saat ini sedang tidur Will, dia kelelahan sepulang dari Kantor mu, dia langsung masuk kamar" ucap Mami
"Oh begitu, nanti kalau udah bangun, kasih tau William ya Mi, ada yang ingin Aku jelaskan pada nya" sahut William dan Mami mengangguk pelan
Kemudian William pun pergi ke Kamar nya dan masuk ke ruang kerja nya saat ini
Tak lama Nadin pun keluar dari kamar nya dan mulai mencari keberadaan Sang Mami
"Mi, bisa ke kamar ku dulu" pinta Nadin
nya "Ada apa Din?" tanya Mami yang menghampiri
"Mi, Aku mau ke Belanda malam sekarang, teman ku ada yang ngirimkan pesawat pribadi nya ke Bandara dan sekarang sudah sampai" ungkap Nadin saat berada di kamarnya
"Jadi kamu mau langsung berangkat sekarang Din? Gak nunggu Stevanie kembali dari Paris dulu?" tanya Mami heran
"Gak Mi, mumpung ada teman ku yang pinjamin Aku pesawat nya Mi, jadi sekalian Aku ikut dia berangkat, boleh ya Mi? Please" mohon Nadin
"Apa urusan di Kampus mu sudah selesai?" tanya Mami lagi
"Sudah Mi, beres semua, Ada salah satu teman dekat ku yang akan ngurus ini semua jika ada yang tertinggal, jadi boleh kan Mi, Aku pergi?" tanya Nadin
"Ya deh Din, kenapa sih buru-buru banget ke Belanda nya" omel Mami
"Kan mumpung ada yang bisa Aku ikuti Mi, Pesawat Pribadi lho Mi, kapan lagi di cobain kalau gak punya teman" ucap Nadin terkekeh
"Kamu pamit juga sama William, tadi dia cariin Kamu waktu Kamu tidur" ucap Mami
"Ya Mi, gampang aja tu, Oh ya Mi, Aku gak usah di antar ke Bandara, supir aja yang ngantar ya, ntar Mami kelelahan lagi" sahut Nadin tersenyum
"Ya udah kalau gitu, Mami ikuti aja saran mu, nanti kalau sudah sampai di Belanda kabarin Mami" sahut nya
"Siap Mi" ucap Nadin tersenyum sambil memeluk Mami dan Nadin mulai bersiap membereskan semua barang, sedangkan Mami sedang bersiap-siap menyiapkan semua bekal yang bisa di bawa oleh Nadin ke Belanda
Malam Hari nya
Saat ini Mami sedang makan malam di Mansion sambil menunggu kedatangan William di meja makan
"Lho Mi, mana Nadin?" tanya William penasaran karena saat ini hanya dia dan Ibu mertua saja di sana
"Nadin ke Belanda, Will, tadi dia mau pamit sama kamu tapi kata dia, Kamu gak bukain pintu nya, mungkin sedang kelelahan dan langsung ketiduran" ucap Mami
Mana mungkin Nadin ngetuk kamar ku, dia aja sedang marah besar sama Aku, pastilah dia ngindarin Aku saat ini
"Berapa hari Nadin ke Belanda, Mi?" tanya William penasaran
"Nadin sudah kembali ke Belanda Will dan dia akan menetap di sana selama nya" ucap Mami tersenyum
"Apa? Beneran Mi?" tanya William tak percaya
"Iya kata nya dia gak betah tinggal di sini, suasana Indonesia terlalu tak nyaman, jadi dia memilih untuk kembali ke Belanda tinggal bersama Adik Mami di sana" ucap Mami lagi dan William hanya mengangguk pelan
"Mi, Aku duluan selesai ya, kerjaan ku masih sangat banyak di ruang kerja" pamit William dengan nada teramat sedih sekaligus menyesal
"Ya Will, jangan lupa istirahat" sahut Mami lembut dan William hanya mengangguk pelan, kemudian William langsung bergegas masuk ke dalam kamar pribadi nya sendiri
Sesampainya di Kamar nya, William hanya bisa terduduk di pinggiran tepi tempat tidurnya saat ini, William berpikir apa kepergian Nadin ke Belanda karena dia faktor nya sehingga Nadin secara tegas untuk menjauh dari nya selama nya
pertama novel "SENTUHAN KAKA IPAR" Novel ini akan diperbarui secara berkala di aplikasi ini. Aku Post bab baru setiap malem jam 12 malem ya. Selamat datang di halaman
tolong berikan dukungan kalian dengan cara memasukkan novel ini ke dalam rak buku(library), memberikan tanda suka (like), dan membagikan komentar hangat kalian! SetSetiap komentar dan dukungan dari kalian adalah kekuatan terbesar bagi saya untuk terus melanjutkan kisah ini sampai tuntas
tolong berikan dukungan kalian dengan cara memasukkan novel ini ke dalam rak buku(library), memberikan tanda suka (like), dan membagikan komentar hangat kalian! SetSetiap komentar dan dukungan dari kalian adalah kekuatan terbesar bagi saya untuk terus melanjutkan kisah ini sampai tuntas