Indonesia
NovelToon NovelToon
SISTEM FLASH SALE Rp1

SISTEM FLASH SALE Rp1

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:24.5k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Ardi, seorang pemuda miskin yang tulus, tiba-tiba dicampakkan oleh Siska, kekasihnya selama lima tahun, demi Bagas, sahabat Ardi yang baru saja naik jabatan menjadi manajer yang kaya raya. Di tengah keputusasaan dan hinaan brutal, Ardi secara tak terduga membangkitkan [Sistem Flash Sale Rp1], sebuah antarmuka misterius yang memungkinkannya membeli barang apa pun—dari mobil sport mewah, penthouse, hingga seluruh perusahaan—hanya dengan satu rupiah. Dengan kekayaan instan yang tak terbayangkan ini, Ardi mulai membalas dendam secara face-slapping kepada mereka yang meremehkannya, sembari menjelajahi kehidupan barunya sebagai miliarder muda yang paling berkuasa di negeri ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18

Sinar matahari pagi yang hangat menembus masuk melalui kaca raksasa Penthouse A Mega Tower.

Ardi membuka matanya perlahan dan meregangkan otot-otot tubuhnya yang kini terasa sangat ringan dan bertenaga.

Tidur di atas kasur seharga ratusan juta rupiah benar-benar memberikan kualitas istirahat yang tidak pernah dia rasakan seumur hidupnya.

"Pagi yang sangat cerah untuk menghancurkan sebuah dinasti sombong," gumam Ardi sambil tersenyum menatap langit biru Jakarta.

Dia beranjak dari kasurnya dan mandi menggunakan shower air hangat yang dilengkapi pijatan otomatis.

Setelah berpakaian rapi dengan setelan jas abu-abu kasual, Ardi berjalan menuju brankas di ruang kerjanya.

Dia mengambil map tebal berisi bukti kejahatan penggelapan pajak milik Grup Rajawali dan membawanya.

Ardi turun ke area parkir VVIP dan langsung masuk ke dalam Ferrari SF90 hitam kesayangannya.

Vroom!

Raungan mesin V8 itu kembali menggema, memecah kesunyian pagi saat Ardi memacu mobilnya menuju Klub Olympus.

Jalanan ibu kota pagi ini cukup lancar, membuat Ardi tiba di depan kelab malam miliknya hanya dalam waktu lima belas menit.

Klub Olympus tentu saja belum beroperasi untuk umum di jam sepuluh pagi ini.

Namun, pintu utama kelab itu langsung terbuka lebar saat mobil Ardi memasuki pelataran parkir.

Lidya, yang kini mengenakan setelan blazer hitam profesional khas manajer eksekutif, sudah berdiri menunggu di sana bersama beberapa staf keamanan.

"Selamat pagi Tuan Ardi, ruangan VVIP yang Anda minta sudah kami siapkan dengan sempurna," sapa Lidya sambil membungkuk sangat hormat.

"Kerja bagus Lidya, apakah tamu undanganku sudah datang?" tanya Ardi sambil menyerahkan kunci mobilnya pada petugas valet.

"Tuan Bramantyo dan putranya baru saja tiba lima menit yang lalu Tuan," jawab Lidya dengan suara sedikit bergetar.

"Mereka berdua terlihat sangat kacau dan ketakutan saat menunggu Anda di dalam," lanjut Lidya memberikan laporan.

Ardi tersenyum sinis mendengar laporan itu, membuktikan bahwa rencananya semalam berjalan sangat sempurna.

"Bawakan aku secangkir kopi hitam ke ruangan itu, aku butuh tontonan yang bagus pagi ini," perintah Ardi melangkah santai memasuki kelab.

Ardi berjalan menyusuri lorong kelab yang sepi menuju ruangan VVIP paling eksklusif di ujung lantai dua.

Dua orang penjaga keamanan membukakan pintu ganda berbahan kayu jati itu untuk bos besar mereka.

Cklek!

Suara pintu terbuka itu seketika membuat dua pria yang sedang duduk gelisah di dalam ruangan langsung melompat berdiri.

Itu adalah Bastian dan ayahnya, Tuan Bramantyo, sang mantan penguasa Grup Rajawali.

Bastian masih terlihat menggunakan perban di beberapa bagian wajahnya akibat lemparan petugas keamanan semalam.

Sedangkan Bramantyo, pria paruh baya yang biasanya tampil angkuh itu, kini wajahnya sepucat mayat dengan kantung mata yang sangat hitam.

Ardi berjalan masuk dengan sangat tenang dan langsung duduk di kursi kebesaran yang berada di tengah ruangan.

Dia menyilangkan kakinya dengan santai dan menatap kedua ayah dan anak itu dengan pandangan merendahkan.

"Ayah! Kenapa kita harus datang ke sini menemui bajingan miskin ini!" teriak Bastian yang masih belum sadar akan situasi sebenarnya.

"Dia pasti menggunakan trik kotor untuk menipu manajer kelab ini semalam!" tambah Bastian dengan wajah memerah karena amarah.

Plak!

Sebuah tamparan luar biasa keras tiba-tiba mendarat telak di pipi Bastian.

Namun yang menamparnya bukanlah Ardi, melainkan Bramantyo, ayah kandungnya sendiri.

Bastian terhuyung ke belakang sambil memegangi pipinya yang memanas dengan tatapan syok luar biasa.

"Tutup mulut busukmu itu anak haram tidak berguna!" bentak Bramantyo dengan suara menggelegar dan urat leher yang menyembul.

"Gara-gara kesombonganmu yang bodoh itu, seluruh keluarga kita hancur lebur pagi ini!" lanjut Bramantyo dengan air mata keputusasaan.

Bastian mematung kaku, dia sama sekali tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan oleh ayahnya.

Bruk!

Tanpa disangka-sangka, Bramantyo langsung menjatuhkan kedua lututnya ke lantai dan bersujud tepat di depan kaki Ardi.

"Tuan Ardi yang terhormat, saya mohon ampun beribu ampun atas kelancangan putra saya yang cacat mental ini," tangis Bramantyo memelas.

"Saya buta, saya sungguh tidak tahu bahwa Anda adalah dewa kekayaan yang sesungguhnya Tuan!" lanjutnya memukul-mukul lantai dengan keras.

Ardi hanya tersenyum tipis dan mengambil cangkir kopi yang baru saja diletakkan oleh Lidya di atas mejanya.

Dia menyeruput kopi hitam itu dengan pelan, membiarkan keheningan mencekam menyiksa mental kedua musuhnya itu.

"Ayah! Apa yang ayah lakukan! Bangun yah, dia itu cuma pemuda gembel!" teriak Bastian mencoba menarik lengan ayahnya.

"Lepaskan tanganmu bodoh! Berlutut sekarang juga sebelum aku membunuhmu dengan tanganku sendiri!" bentak Bramantyo menepis kasar tangan Bastian.

"Pemuda yang kau sebut gembel ini baru saja mengambil alih lima puluh satu persen saham mayoritas perusahaan kita pagi ini!" teriak Bramantyo membongkar fakta yang mengerikan.

Mata Bastian seketika terbelalak sempurna, bola matanya seakan mau melompat keluar dari rongganya.

"D-diambil alih? I-itu tidak mungkin, perusahaan kita bernilai triliunan rupiah ayah!" gumam Bastian dengan lutut yang mulai gemetar hebat.

"Bukan hanya itu, pemimpin pembunuh bayaran yang kuutus semalam kembali dengan tubuh hancur lebur pagi buta tadi," rintih Bramantyo menatap ngeri pada Ardi.

"Dia bilang pemuda di depan kita ini adalah monster bela diri yang membantai lima anak buah elitku sendirian dalam sepuluh detik!"

Mendengar fakta itu, sisa-sisa keberanian dan arogansi di dalam tubuh Bastian seketika menguap tanpa sisa.

Lutut Bastian menjadi lemas tak bertulang dan dia langsung jatuh terduduk di sebelah ayahnya dengan tatapan kosong.

1
clara
😶‍🌫️😶‍🌫️😶‍🌫️
pricilia
🥰🤩
Antoni gergio
saya suka cerita ini kak🥰🌹
sasa
🤗🥰😍🤩💘💟
nurul khusna
🥰🌹🌟⭐
Anton barly
baik dan bagus novel nya😍🤩
yani
💫🌟🌟
fitri
⭐⭐⭐⭐
yudi permana
seru kak🥰
Angel
keren kak Cherly🥳😘😘
setiawan
/Good//Good//Moon//Heart/
gofur
baik🥰😍🤩
Äï
dia terlalu mudah menguasai dunia fana co aku curiga ntar dia bakal ke dunia lain seperti abad pertengahan, alam kultivator, dunia pedang dan sihir atau kek lou feng yg menjelajah di luar angkasa dan membangun kerajaan di semesta
Shinta geol
💟🥰💋
Cherlly
baca judul nya kaka dia memliki sistem flash sale Rp1 jdi dia bisa beli apa saja dgn Rp 1
Äï
loh uang dari mana dia? saldo nya kan 10M terus pake belanja 800jt kok malah nambah jadi 50M
Cherlly
itu di gas keras kalo ferari/lambo pasti keluar api dan asap kaka,..
Äï
masa mobil baru berasap
samuel df
🌹🥰
Äï
plot klise ini sudah lama aku tidak melihat nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!