Indonesia
NovelToon NovelToon
Princess In The Novel

Princess In The Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / TimeTravel / Misteri / Isekai / Chicklit
Popularitas:745k
Nilai: 4.9
Nama Author: Elhery_

Sanaya Oktavia Pradifta terlahir di keluarga Pradifta. Mempunyai papa, mama, dan seorang adik tiri perempuan. Hari-harinya dipenuhi luka dan tangisan oleh keluarganya. Hingga suatu hari saat dirinya tertabrak mobil dan meninggal ia malah terbangun dengan situasi, kondisi, dan dunia yang berbeda.

Yah dirinya TERJEBAK DI DUNIA NOVEL yang pernah ia baca di kamar lama mamanya. Dan bagaimana caranya ia menghindari ending tragis di novel ini?

Tapi dibalik itu semua Sanaya akan mengetahui siapa jati dirinya yang sebenarnya. Semua rahasia didunia novel ini akan terungkap serta kedatangan dirinya yang dinantikan oleh bangsa fairy.

Penasaran? Yuk buruan baca ceritanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elhery_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Ramalan Kerajaan Ainsley

Keesokan harinya, semua orang hadir ke istana. Para pejabat, penasehat, bangsawan, duke, prajurit, anggota kerajaan, bahkan rakyat biasa pun ikut diundang untuk menghadiri acara ini. Hari ini semua orang berkumpul di aula istana yang luas. Ruangan ini mampu menampung semua orang yang hadir.

Semua orang saling berbisik satu sama lain. Tidak ada yang tau alasan mereka semua dikumpulkan dalam ruangan ini. Ada yang menebak alasan raja Edward mengumpulkan mereka semua ke sini dan ada yang hanya diam, memilih untuk menunggu.

Pintu besar ruangan dibuka lebar oleh prajurit yang berdiri di samping pintu. Raja Edward, Edgar, Aland, dan Roselie masuk ke dalam ruangan. Ruangan yang tadinya penuh dengan suara bisikan sekarang mendadak hening setelah kedatangan raja Edward.

Raja Edward seperti memberikan aura dingin yang ingin membunuh seseorang. Membuat leher semua orang yang ada dalam ruangan berdiri tegak. Tatapan yang menyorot tajam dan penuh kilatan mengerikan tergambar di wajah raja Edward saat ini. Raja Edward berjalan dengan wibawa yang tegas sebagai seorang raja.

Di samping raja Edward berdiri kedua pangeran kerajaan Ainsley yang terkenal akan sifat dingin dan pemberaninya. Tatapan mereka tidak jauh berbeda dengan raja Edward. Sama-sama menyorot tajam. Padahal mereka bertiga hanya menatap ke depan tapi seolah ketiga sosok itu menatap ke arah mereka semua.

Berbeda dengan ketiga sosok itu yang mengeluarkan aura dingin dan tidak tersentuh. Roselie justru sebaliknya. Wajahnya yang cantik dan juga imut tersenyum lembut kepada semua orang. Membuat semua orang yang tadinya ketakutan bisa bernapas lega karena senyumannya. Cara berjalannya begitu anggun layaknya seorang bangsawan. Mahkota diatas kepalanya menegaskan statusnya dihadapan semua orang.

Orang-orang dalam ruangan sibuk membandingkan ketiga sosok itu dengan Roselie. Mereka sangat jauh berbeda jika dilihat dari segi sifatnya. Yang satu membuat semua takut hanya dengan menatap matanya dan yang satunya membuat semua orang tersenyum saat melihat dirinya. Mungkin jika Roselie tidak berdiri di samping ketiga sosok itu, semua orang akan menganggap dirinya bukan anak dari raja Edward dan adik dari kedua pangeran.

Edgar dan Aland duduk di kursi mereka masing-masing. Saat Roselie ingin duduk dikursi yang sudah disiapkan, raja Edward tiba-tiba menggendongnya dan membawanya duduk dipangkuan raja Edward.

Semua orang terkejut melihat hal tersebut. Tidak ada yang berani duduk disinggasana sang raja. Tapi hari ini mereka melihat secara langsung Roselie duduk dipangkuan raja Edward. Dengan tindakan ini raja Edward secara tidak langsung mengumumkan bahwa ia sangat menyayangi putrinya, Roselie.

Raja Edward mendudukkan Roselie disinggasananya dan berdiri untuk memberikan sambutan.

"Selamat datang di istana kerajaan Ainsley. Hari ini aku mengundang kalian semua untuk sama-sama menyaksikan ramalan tentang masa depan kerajaan Ainsley. Hari ini aku sudah mengundang seorang peramal untuk datang ke sini dan meramalkan masa depan kerajaan Ainsley. Semoga peramal itu meramalkan masa depan yang cerah untuk kerajaan Ainsley." Ucap raja Edward dengan tegas dan penuh wibawa.

Setelah selesai mengatakan beberapa kalimat dalam pidatonya, raja Edward kembali duduk. Dari arah belakang, seorang peramal yang diperkirakan berusia 50 tahun masuk ke dalam ruangan. Peramal itu membawa sebuah tongkat dan sebuah bola sakti dikedua tangannya.

Peramal itu memberi salam pada raja Edward dan beberapa orang penting dalam ruangan.

"Saya berterima kasih kepada yang mulia raja karena telah mengundang saya datang ke istana ini. Sebuah kehormatan bagi saya karena diundang untuk meramalkan masa depan kerajaan Ainsley." Ucap peramal itu mengatakan kalimat-kalimat pujian dan tersenyum pada raja Edward.

Setelah selesai bicara, peramal itu berdiri di tengah-tengah ruangan. Peramal itu akan memulai ramalannya sekarang. Peramal itu mengangkat bola saktinya dan bola itu pun melayang diudara. Ini adalah dunia sihir, semua bisa dilakukan hanya dengan menggunakan sihir.

Bola sakti tersebut bersinar terang dalam ruangan. Cahaya putih yang terang bersinar di dalam ruangan. Roselie bahkan menutup kedua matanya karena sinarnya yang terlalu terang. Bibir peramal tua itu berkomat-kamit mengucapkan sebuah mantra yang begitu panjang. Tongkat yang dipegangnya dihentakkan ke lantai, menimbulkan sebuah suara yang menggelegar dalam ruangan. Tak lama kemudian dalam bola sakti tersebut terlihat sebuah kerajaan yang sangat besar dan megah. Itu adalah kerajaan Ainsley. Tiba-tiba kerajaan Ainsley diselimuti oleh kabut hitam yang pekat. Kabut tersebut mengelilingi kerajaan Ainsley dari berbagai sisi. Dalam hitungan detik kerajaan Ainsley berubah menjadi debu yang berwarna hitam.

Semua orang yang berada dalam ruangan tersebut terkejut menyaksikan hal itu. Mulut mereka terbuka lebar dan mata mereka melotot karena terkejut. Beberapa dari mereka seperti ketakutan dan ingin keluar dari ruangan tersebut.

Belum hilang rasa terkejut mereka. Mereka kembali dikejutkan dengan penampakan seorang gadis yang dibalut dengan baju seorang putri dan mahkota diatas kepalanya. Gadis tersebut membakar kota-kota di kerajaan Ainsley dengan sihir apinya. Sebuah api yang besar keluar dari tangannya dan membakar bangunan-bangunan yang berdiri kokoh tersebut. Bukan hanya rumah dan bangunan yang ikut terbakar tapi semua orang juga terbakar dalam kobaran api tersebut. Anak-anak menangis di jalan sambil menghindari api tersebut. Para ibu terpisah dari anaknya dalam kebakaran tersebut. Ini adalah pemandangan yang sangat menyedihkan untuk dilihat.

Gadis yang membakar bangunan dan rumah rakyat itu tidak terlihat karena posisinya yang membelakangi semua orang. Lalu gadis tersebut berbalik ke belakang dan terlihat dengan jelas rupa dari wajah gadis tersebut. Gadis tersebut adalah Roselie!

Wajah Roselie pucat pasi melihat peristiwa itu. Itu adalah dirinya sendiri! Tubuhnya bergetar ketakutan. Ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang. Ia membunuh semua orang? Dialah yang membuat kerajaan Ainsley hancur?!

Tiba-tiba bola sakti tersebut hancur berkeping-keping. Peramal itu membelalakkan matanya kaget. Peramal tua itu mundur ke belakang. Matanya melihat ke arah Roselie yang ketakutan.

Peramal itu menunjuk Roselie. "Di..... dia.... dia yang akan menghancurkan kerajaan Ainsley!!!"

"DIA YANG AKAN MENGHANCURKAN KITA SEMUA. DIA ADALAH IBLIS." Teriak peramal itu mengagetkan semua orang. Termasuk raja Edward dan kedua pangeran.

"Tutup mulutmu itu! Pengawal seret peramal itu keluar dari ruangan ini!" Raja Edward memeluk Roselie dengan erat. Ini semua diluar dugaannya. Sebelum acara ini dimulai ia sudah mengatur semuanya agar tidak ada yang mengaitkan Roselie dengan kehancuran kerajaan Ainsley. Tapi tiba-tiba peramal itu malah berbuat yang sebaliknya.

"Yang mulia, peramal itu pengkhianat!" Tukas Edgar kepada raja Edward. Wajahnya mengeras dan tangannya terkepal kuat. Peramal itu berhasil membuat rasa marahnya muncul ke permukaan.

"Apa yang kalian tunggu lagi, cepat seret peramal itu!" Aland berteriak marah ke arah prajurit-prajurit istana. Ia menoleh ke arah Roselie dan melihat tubuh adiknya yang bergetar ketakutan.

"Kalian berdua bawak Roselie pergi dari sini." Perintah raja Edward menyerahkan Roselie kepada Aland.

Edgar dan Aland mengangguk dan membawa Roselie pergi dari ruangan ini melewati pintu samping ruangan. Setelah mereka bertiga pergi dari sini raja Edward menghela napas lega. Saatnya ia mengurus semua kekacauan diruangan ini karena ulah peramal itu.

..........................

Edgar dan Aland membawa Roselie ke kamarnya. Tangan Roselie bergetar ketakutan. Wajahnya pucat karena terkejut dan ketakutan. Air yang ada dipelupuk matanya jatuh membasahi pipinya.

Edgar dan Aland terkejut melihat cairan bening itu keluar. Aland dengan hati-hati menghapus air mata adiknya yang turun. Mengusapnya dengan lembut seakan-akan jika disentuh dengan tidak hati-hati maka itu akan menyakiti adiknya.

"Hikssss...... hiksss.... " Roselie menangis terisak-isak. Membuat Edgar dan Aland yang melihatnya merasa sedih. Tangisan Roselie begitu menyayat hati mereka.

Jari-jari Aland kembali menghapus air mata Roselie yang turun. Sedangkan Edgar hanya diam, tidak tau harus berbuat apa. Ia tidak pernah dihadapkan dengan situasi seperti ini. Adik kecilnya menangis dihadapannya tapi ia tidak tau bagaimana harus menenangkan adiknya.

Karena tidak tahan melihat adiknya yang menangis, akhirnya kalimat itu keluar dari mulutnya. "Jangan menangis," ucapnya lirih.

Roselie seakan tuli untuk mendengar kata-kata penenang yang ditujukan padanya. Ia hanya ingin menangis sekarang. Kejadian tadi benar-benar membuatnya kaget sekaligus takut. Kaget karena melihat dirinya yang menghancurkan kerajaan Ainsley. Dan takut jika raja Edward, Edgar, dan Aland menjauhinya karena ramalan itu. Atau bagaimana setelah ini sikap mereka akan berubah padanya. Mereka akan seperti dulu, membencinya.

Rasanya ia tidak percaya jika dia sendirilah yang akan menghancurkan kerajaan Ainsley. Ia yang akan membakar semua orang dengan sihirnya. Dirinya tidak ingin percaya dengan apa yang dilihatnya tapi melihat ramalan itu hatinya mulai goyah. Apa benar itu dirinya?

Tanpa sadar ia menggenggam tangan Edgar dengan kuat. Menyalurkan semua rasa takutnya kepada Edgar. Genggaman tangan Roselie yang kuat membuat Edgar meringis kesakitan. Tapi dia tidak melepaskan tangannya dari genggaman adik kecilnya. Baginya tidak papa jika ia harus merasa sakit seperti ini. Setidaknya hal inilah yang bisa ia lakukan.

Karena lelah menangis beberapa menit akhirnya Roselie menyandarkan tubuhnya ke bahu Aland. Matanya mengerjab beberapa kali sampai akhirnya matanya tertutup sempurna dengan tangan yang masih menggenggam tangan Edgar. Melihat Roselie yang sudah tertidur Edgar dan Aland membaringkan adiknya dikasur dan menyelimutinya.

BRAK

Pintu kamar Roselie dibuka dengan kuat. Raja Edward masuk ke kamar Roselie dan mendapati putrinya yang sudah tertidur. Ia mendekati kasur Roselie dan duduk di sana. Tangannya menggenggam tangan kanan Roselie dengan lembut. Matanya menatap sendu ke arah Roselie yang tertidur pulas.

"Dia menangis terlalu banyak hingga akhirnya tertidur." Ujar Aland membuka suara.

Raja Edward diam dan tetap memperhatikan wajah Roselie yang tertidur. Ia tau ini pasti berat untuk putrinya. Kejadian tadi pasti sangat membuatnya terkejut.

"Kenapa peramal itu berani melakukan hal ini? Dia jelas sudah tau konsekuensinya jika berani melanggar perintah raja." Aland menoleh ke arah raja Edward, meminta penjelasannya.

"Peramal itu jelas tidak akan berani melakukan hal ini jika tidak ada sesuatu yang membuatnya takut. Pasti ada sesuatu yang membuatnya tidak ragu untuk melanggar perintah raja." Jawab Edgar merasa ada yang aneh. Seseorang tidak mungkin berani melanggar perintah raja begitu saja. Kecuali jika orang itu ingin mati.

"Kau benar. Raja sudah memerintahkan peramal itu untuk tidak mengaitkan Roselie dengan kehancuran kerajaan Ainsley. Walaupun itu benar adanya peramal itu harus tutup mulut. Dan dia sudah menyetujuinya. Lalu, kenapa tiba-tiba dia melakukan hal ini?" Tanya Aland mulai berpikir.

"Di mana peramal itu sekarang?" Lanjutnya bertanya.

Edgar menjawab. "Mungkin sekarang dia sudah di penjara."

"Aku harus memberi pelajaran pada peramal itu! Gara-gara dia Roselie menangis sampai seperti ini." Aland beranjak ingin pergi dari kamar ini. Tapi langkahnya terhenti mendengar suara Raja Edward.

"Jangan lakukan hal yang bodoh." Tukas raja Edward melepaskan genggaman tangannya.

Aland berbalik dan menyorot raja Edward dengan tatapan tidak terima. "Jadi yang mulia akan diam saja setelah apa yang terjadi."

"Tentu saja tidak. Orang yang telah membuat putriku menangis harus merasakan penderitaan yang menyakitkan." Balas raja Edward dengan nada dingin. Sorot matanya menajam mengatakan hal itu.

"Apa yang mulia tau dalang dibalik semua ini? Tidak mungkin jika peramal itu melakukan hal yang mempertaruhkan nyawanya" Tanya Edgar merasa bahwa raja Edward mengetahui sesuatu.

Raja Edward berdiri dan menyeringai. "Penasehat itu. Dia yang memberi ide untuk memanggil seorang peramal, kan? Dan dia juga yang mencarikan peramal itu."

Jangan remehkan raja Edward dalam menebak dan menganalisis sesuatu. Ia dengan cepat menebak siapa pelakunya dan menyimpulkan semuanya berdasarkan kronologi yang ada. Dimulai dari masalah rumor itu, penasehat yang mengusulkan memanggil seorang peramal, dan kejadian di ruangan tadi. Gelar raja dari kerajaan Ainsley yang disandangnya bukanlah main-main. Gelar itu didapatnya karena kemampuan yang ia miliki.

"Tapi sepertinya bukan dia saja yang berkompromi untuk melakukan hal ini. Pasti ada seseorang yang membantunya." Lanjutnya.

"Cih, tidak akan ada yang menyadari jika penasehat itu yang melakukan semua ini. Walaupun dia yang memberikan ide itu tapi tidak akan ada yang berani menuduhnya. Dia sudah menjadi penasehat istana selama bertahun-tahun dan dia sudah membuktikan kesetiannya pada kerajaan ini. Tidak akan ada yang meraguinya di istana ini." Sahut Edgar sinis.

"Tapi kita harus mengumpulkan bukti kejahatannya. Orang tua licik itu pasti tidak akan mudah untuk tangkap." Ujar Aland.

"Masalah penasehat itu aku akan menyerahkannya pada Axton. Tapi untuk masalah rumor ini aku tidak yakin dia yang melakukannya." Ucap raja Edward.

Edgar dan Aland sama-sama menoleh. "Jadi siapa?" Tanya mereka serentak.

Raja Edward tersenyum tipis. Ia keluar dari kamar Roselie tanpa mengatakan sepatah katapun. Meninggalkan Edgar dan Aland yang masih berpikir siapa pelakunya.

.

.

.

.

.

.

.

Ayo dong vote karya author. Capek lo ngetik panjang² nggak ada yang vote😪 Tinggalkan jejak kalian dengan menekan tombol like ya. Dan komen disetiap partnya😉

See u 💙💙💙

1
Hasmawati Bayzit
dikit dikit nangis terlalu lebay
sahabat pena
part awal byk taburan bawang bombay😭😭😭😭😭
Hikam Sairi
baca
Cahayani
hai kak makasih udah menghibur kami, smoga kakaknya sehat selalu dan sukses kedepannya ❤️❤️
Narimah Ahmad
klu udah keputusan mu ya terserah cuma doa ain aja semoga tetap semangat 💪💪💪 dn sukses selalu 😘
Narimah Ahmad
ya emang sayang tapi klu udah buat keputusannya Thor semoga sukses dn Mandiri kedepan lgi
Narimah Ahmad
kenapa part yg ini ku baca psedih bangat 😭😭😭😭😭jadi nangis lagi ni
Narimah Ahmad
seru 👍👍👍
Narimah Ahmad
sedih bangatt 😭😭😭😭😭
Narimah Ahmad
mula aje aku udah nangis ni sedih bangat 😭😭😭
Wanda Wanda i
kasihan...
Siti Nurain
👍👍👍
Siti Nurain
💖💖💖💖
Nuzlie🎭eiLzun
lanjut upnya thorrr... ♥️💜♥️❤️❤️
Nuzlie🎭eiLzun
ga pa pa kok thor.. bukan karya ini aja malahan ada author lain yang karyanya lebih banyak kosong dan lebih pendek dari ini jadi teruskan berkarya.. fighting thorr💪💪
Ida Blado
masa ratu peri jahat,, ,apa apaan loe thor,bikin karakter seorang peri sosok yg jahat.merusak identitas kisah peri saja
v
ceritanya bagus bgt😍😘🙂
Depong
lgi3
Fina Tanjung
semoga cerita ini bisa berlanjut
Fina Tanjung
kakak ceritanya lanjutin dong....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!