Indonesia
NovelToon NovelToon
Dinikahi Anak Juragan

Dinikahi Anak Juragan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Romantis / Dijodohkan Orang Tua / Cinta setelah menikah
Popularitas:30.6k
Nilai: 5
Nama Author: ntaamelia

Selama lima tahun Diyah Melati percaya bahwa cintanya akan berakhir di pelaminan. Namun, ketika sang kekasih pulang dari perantauan, harapan yang selama ini dia rajut justru hancur dalam sekejap. Alih-alih membawa cincin lamaran, pria itu justru memilih mengakhiri hubungan.

Di usianya yang telah menginjak kepala tiga, Diyah tak hanya harus menanggung patah hati, tetapi juga menghadapi cibiran sebagai "Perawan Tua" yang terus menghantuinya. Meski terluka, Diyah bertekad bangkit dan menyembuhkan hatinya tanpa bergantung pada siapa pun.

Namun, saat Diyah mulai menata kembali hidupnya, sebuah lamaran tak terduga datang dari seorang juragan terpandang di desanya. Tawaran perjodohan itu sontak mengusik ketenangan yang baru saja ia bangun. Di balik niat baik tersebut, tersimpan sosok yang sama sekali tak pernah ia bayangkan.

Akankah Diyah membuka kembali pintu hatinya dan menerima perjodohan itu? Ataukah luka masa lalu membuatnya memilih berjalan sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35. Kejadian Di Posyandu

"Belum hamil, Mbak? Bukannya nikahnya kamu dulu ya?" celetuk Rani saat berdiri di hadapan Diyah. Wajahnya terlihat mengejek, karena merasa menjadi wanita yang lebih beruntung dari mantan kekasih suaminya.

"Lingkar tanganmu terlalu kecil, sebaiknya cukupi gizi harianmu selama hamil supaya bayimu juga sehat," balas Diyah memberi nasihat, tanpa memedulikan ucapan Rani yang tengah menyinggungnya.

Dia justru melihat hasil pemeriksaan Rani yang ternyata masih kurang bagus, tapi sombongnya sudah selangit.

Senyum di bibir Rani langsung menghilang seketika. Rani segera merebut buku hamil dari tangan Diyah.

"Tahu apa kamu, Mbak? Mas Cakra sangat perhatian padaku selama hamil. Jadi sudah pasti gizi aku dan anakku terpenuhi!" tandasnya tak ingin harga dirinya jatuh di depan banyak orang. Karena kini mereka jadi pusat perhatian.

Diyah menyunggingkan senyum tipis. "Ini kan tugasku. Sudah pasti aku lebih tahu dari pada kamu."

"Tapi kamu belum hamil!" sentak Rani dengan begitu keras. Dia tidak suka sikap tenang Diyah. "Orang yang belum berpengalaman mana boleh bicara seperti itu. Hamil dulu baru menasihatiku." lanjutnya tanpa perasaan. Dia ingin melihat Diyah yang lemah, sampai menangis tak berdaya.

Namun, lagi-lagi Diyah tidak terpancing, apalagi sampai sakit hati berlebihan mendengar perkataan Rani. Dia justru mengeluarkan jurus pamungkas untuk membuat ibu hamil di depannya ini kicep.

"Kita tidak perlu memegang api terlebih dulu untuk mengetahui bahwa benda itu panas. Ah aku lupa kamu tidak mungkin berpikir sampai ke sana, karena sebelumnya kamu pun tahu Mas Cakra sudah punya calon istri, tapi kamu masih mau berhubungan dengannya. Aku bisa memakluminya," ujar Diyah, kalo ini biarkan dia egois karena memikirkan dirinya sendiri. Karena dia memang tidak pernah memulai, sekarang saat dia diusik maka dia akan melawan.

Rani mengepalkan tangannya dengan kuat. Ingin rasanya menampar wajah Diyah dan merobeek mulutnya. Namun, kini semua mata benar-benar mengarah pada mereka.

'Awas saja kamu, Diyah. Aku sumpahi hidupmu menderita!' batin Rani mendengus dan membalik badan untuk segera pergi dari sana.

Setelah itu Anjani langsung menghampiri Diyah yang tampak menghela napas panjang.

"Diyah, kamu nggak apa-apa?" tanya Anjani, dia yang ikut sakit hati mendengar ucapan Rani tadi.

"Aman, Jan, ini cuma masalah kecil. Lihat, aku bisa mengatasinya 'kan?" jawab Diyah sambil tersenyum. Anjani pun ikut lega, dia senang melihat perubahan Diyah yang signifikan, tidak lagi mudah tertindas seperti dulu.

****

"Bagaimana pemeriksaannya, Ran? Bagus nggak?" tanya ibu Cakra yang melihat menantunya datang. Namun, Rani tak menjawab, dia justru melenggang masuk dengan wajah yang tertekuk.

Sontak ibu Cakra pun menyusul karena merasa aneh dengan sikap Rani. Dia yakin pasti ada sesuatu yang terjadi.

"Ada apa, Ran?" tanyanya lagi saat wanita hamil itu sudah di kamar dan duduk di tepi ranjang. Rani mendengus kasar sambil melipat kedua tangannya.

"Diyah, Bu, berani-beraninya dia permalukan aku di depan banyak orang. Dia menyebutku merebut Mas Cakra. Kan orang-orang jadi ngira aku ini pelakor," jawab Rani memaparkan apa yang baru saja terjadi. Namun, dengan cerita yang dia karang sendiri, padahal dia yang menyulut api.

Mendengar itu tentu saja ibu Cakra jadi ikut kesal.

"Dia bilang begitu?"

"Iya, Bu, padahal aku nanya baik-baik, udah hamil belum? Dia malah responnya begitu, aku kan sedih jadinya, pake ngomongin aku kurang gizi juga lah," cerocos Rani sambil memasang wajah menyedihkan supaya ibu mertuanya iba.

"Kurang ajar sekali si Diyah. Mentang-mentang jadi menantu juragan apa? Jadi sok berkuasa, lihat saja nanti biar ibu yang balas. Sekarang kamu tenangin diri dulu ya," balas ibu Cakra, yang tentunya membela Rani. Dia mengelus-elus kepala wanita itu supaya Rani tidak lagi bersedih.

Di samping itu Diyah sudah janjian dengan Anjani untuk pergi ke warung seblak setelah selesai posyandu. Dengan mengendarai motor, mereka mendatangi warung depan Polsek Desa Sumber Makmur tersebut.

"Diyah, suamimu nggak marah kan kamu aku ajak main?" tanya Anjani saat mereka sedang memilih topping seblak.

"Aku sudah mengabarinya di WA, Jan, katanya nggak apa-apa. Lagian dia lagi sibuk ngurus padi yang dimakanin burung. Sebentar lagi kan panen raya," jawab Diyah apa adanya, karena tadinya dia memang ingin langsung ke sawah.

"Wah habis ini Bu Juragan pasti sibuk ngitung hasil panen nih," kekeh Anjani. Diyah ikut tertawa kecil.

"Do'akan biar panen suamiku dapat banyak, nanti aku gantian traktir seblak," balas Diyah yang membuat si amang tukang seblak ikut tersenyum sambil geleng-geleng kepala.

Bukan hanya anak muda, makanan tersebut memang sangat digemari semua kalangan sehingga tempatnya sangat ramai. Di sebelahnya ada warung kopi yang juga menjual gorengan. Tak disangka, tiba-tiba ada sosok yang menghampiri Diyah yang tengah menunggu pesanannya.

"Diyah," panggilnya yang membuat Diyah reflek menoleh. Wanita itu tertegun, karena di hadapannya berdiri seorang pria yang cukup lama menghuni hatinya. Namun, itu semua dulu. Sekarang dia yakinkan bahwa hanya ada Biyakta saja.

Diyah langsung buang muka. Berbeda dengan Anjani yang bangkit dari duduknya.

"Mau apa kamu, Cakra?" tanya Anjani dengan nada jutek. Dia tidak ingin pria ini mengganggu Diyah lagi, terlebih tadi istrinya pun sudah habis mengata-ngatai.

"Aku hanya ingin bicara dengan Diyah sebentar. Aku belum mengucapkan selamat padanya saat menikah," jawab Cakra mencari alasan untuk bisa bertatap muka dengan mantan kekasihnya—yang kini terlihat hidup lebih baik darinya.

Diyah tak menggubris, membuat Anjani yakin bahwa sang sahabat sudah sangat muak pada Cakra.

"Diyah tidak butuh itu! Jadi sebaiknya kamu pergi sebelum ada gosip yang tidak enak didengar!" cetus Anjani menggebu-gebu.

"Aku tidak punya urusan denganmu Anjani, minggir!" balas Cakra yang juga teguh pendirian. Dia menbrak tubuh Anjani hingga wanita itu hampir limbung, untuk bisa duduk di dekat Diyah.

"KAMU!" Akhirnya Diyah bereaksi karena melihat Cakra yang mulai keterlaluan.

1
Margaretha Indrayani
ini keluarga cakra kok gak tahu malu ya, rani, ibunya cakra dan sekarang cakra, ada saja niatnya ingin diyah tidak bahagia😡😡😡😡😡😡
Radya Arynda
thooor dobel l up
Radya Arynda
haduh manusia tukang ngadu ,,,di katai kurang gizi malah marah adu dombah sama nenek sihir...
Semogah biyan datang sebelum ada gosib,,,
Threeanie
Ran,,dirumah ga ada kaca coba atu ngaca 🙈🤭
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
hajarrr Diyahh! Dasar mantan tak tahu diri, sudah nyakitin masih saja menampakkan diri dan bikin masalah 😤
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
wehhh cing eleng! kamu lagi hamill lho Ran...jangan smapai apa yang kamu ucapkan, malah berbalik ke diri kamu sendiri. lagian kamu juga cari gara2, kalau enggak mau di rendahkan, jangan merendahkan orang lain. ingatt! kamu pendatang lhoo. Dan kamu sama cakra bermasalah sama emak kamu.
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ: Diajakin nyolong di rumah mertua 😭 di ajakin pinjol 😭 habis ini di kejar2 mertua sama pinjol 😭🤣🤣 kurma tak semanis karma ...ngata2in Diyah, enggak tahu nya hidup nya lebih parahh 🤦‍♀️
total 4 replies
Dien Elvina
laporin aja k Biyakta Dyah s Cakra sdh keterlaluan..tadi istrinya yg menghina kamu eh laki nya msh aja ganjen dng istri orang ..kyk nya s Cakra blm move on 😏
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
mantappp Diyah! kalau harga dirimu di injak, injak balik. kalau kamu di rendahkan tampaar langsung dengan kenyataan. jangan lagi diam hanya karena kamu merasa tak enakan, pokoknya siapapun yang sekiranya macam2 langsung saja gampolll 🤭🤣🤣🤣
Radya Arynda
semogah kamu berubah lebih baik sarimi,,jangan sirik lagi sama diyah yang selalu baik meskipun kamu sakiti.
sabar diyah,,semogah cepat hamidun ,,,biar mereka yang selalu mengolok mu malu...
Margaretha Indrayani
aduh rani, kamu hamil duluan kok bangga ya🤭🤭🤭🤭🤭.
Dien Elvina
s Rumi emang ibu gak punya akhlak,😏bukan nya sadar ini malah tambah menjadi - jadi kelakuan nya ..udah Diva kamu ikut kakak mu Dyah aja daripada hidup dgn ortu mu yg gila 😫
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
wess angell angell kalau ketemu tetangga bermulut julid gini, di jelasin pun percuma. lebih baik senyumin saja, langsung tinggal pergi...bodo mamat dengan omongan orang lain.
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
astagfirulloh 😭 sudah salah bukannya sadar dengan kesalahan, intropeksi diri gitu kek, ini malah marah2 sama Diva, bener2 ibu Durjanoo. enggak ada penyesalan sama sekali atas apa yang dia lakukan 🤦‍♀️
Ny Rudi Harianto
memang si emak ni ya....luar biasa pembuatan masalah
nuraeinieni
mending kamu bawa saja dua adikmu diah,ibumu tdk becus.
Septi
good . bawa aja Diva
Margaretha Indrayani
bawa saja diva ya diyah, kasihan jadi korban ibu dan ayahnya😡😡😡😡😡😡
Radya Arynda
up lagi thoooor
si pecudang arumi semogah cepat dapat karma,,,,
Dien Elvina
sdh bawa aja adik mu Dyah kasian dia dgn s Rumi berasa hidup d neraka .. apalagi suaminya yg kasar n suka mabok ..ibu mu biarkan saja bahaya klo dia d bawa bisa jadi bumerang buat rmh tangga mu Dyah
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
sudah bawa saja adik mu ikut pulang ke rumah kamu Diyah. tapi ..jangan smapai ajak ibumu. daripada nanti malah jadi bumerang dalam kehidupan rumah tangga kamu. mengingat ibu kamu yang serakahh dan jahatt. Dan jangan mau menjadi ATM ibu kamu. ibu kamu masih muda dan dia juga punya suami. biarkan ibu kamu kerja, jangan terlalu di kasih hati malah kamu sendiri yang menderita.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!