Vony gadis lugu dari pedesaan, muda dan cantik. ia di jual oleh bibinya dan menikah dengan pria duda bernama Hades Prawira yang menderita impoten.
Setelah menikah Vony justru iba dan berjanji akan membantu Hades untuk sembuh. di tengah pernikahan Vony tahu jika yang membuat Hades impoten adalah mantan istrinya sendiri Kasandra. Wanita itu sengaja menyuntikan obat khusus berdosis tinggi pada Hades hingga menyebabkan ia menderita impoten.
Mampukan Vony mengembalikan keperkasaan Hades serta meluluhkan hati pria yang sedingin salju itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nur danovar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14 Kericuhan
Karena marah Hades langsung pergi ke kantor dengan mobilnya sendiri tanpa menunggu Aldo datang. Vony merasa bersalah karena gurauannya dengan Juan suaminya jadi marah padanya.
"Sudahlah jangan di pikirkan, kakak ku memang tempramental tapi dia baik. nanti juga dia akan melupakan amarah nya pada mu" Juan menghibur Vony yang langsung diam saja.
Vony punya ide ia meminta bi Sum menyiapkan bekal untuk Hades. Vony akan mengantar sendiri ke kantor.
"Biasanya kalau bekal makan pagi, tuan paling senang di buatkan sandwich mentimun non"
"Apa komposisinya bi? biar aku yang buat" Vony terlihat mencuci bersih tangannya sementara Sumi menyiapkan bahan untuk membuat sandwich isi bacon, keju, mayones dan mentimun. tidak ada selada karena Hades tidak suka selada.
Selesai menyiapkan bekal, Vony bergegas pergi ke kantor Hades dengan naik taksi online yang ia pesan.
Setibanya di depan gedung perusahaan disana terlihat ramai sekali. kerumunan orang berteriak memanggil nama Hades Perwira, Vony yang baru turun dari taksi bergegas melangkah mendekati kerumunan.
"Ada apa ini?" tanya Vony pada salah seorang yang ikut berteriak sembari memegang spanduk bertuliskan, "Tidak setuju dengan pembebasan lahan"
"Kami protes pada Hades Perwira karena dengan seenaknya mendirikan perusahaan di lahan perkampungan! dia membeli tanah warga dengan paksa dan ancaman!" kata salah seorang pria dengan berapi-api dan emosi.
Vony mengerti sekarang kenapa di depan gedung perusahaan milik Hades ramai sekali di datangi masa. Terlihat Hades dan Aldo keluar di hadapan masa untuk meredam keributan. Vony meringsek mencari celah di kerumunan orang-orang berdemo itu untuk mendekati Hades.
Saat menoleh ke belakang, Vony melihat seorang pria bersiap mengayunkan pecahan batu bata ke arah Hades. mata Vony terbelalak, ia panik dan segera mendesak membuka jalan.
"Hades!!" Vony berlari mendorong tubuh tegap Hades hingga terjatuh disaat bersamaan pecahan batu bata melayang mengenai pelipis Vony. ujung batu bata yang lancip berhasil membuat pelipis Vony robek dan berdarah. tas bekal yang Vony genggam merosot jatuh ke tanah. karena hantaman batu bata yang keras Vony jatuh pingsan,
"Vony?!" Hades segera bangkit dan menolong istrinya. ia mengusap darah segar di pelipis Vony yang mengalir ke pipi gadis itu.
"Cepat ke rumah sakit!" kata Hades pada Aldo. ia membopong tubuh Vony berlari menuju mobil.
Aldo segera mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit terdekat. wajah Hades terlihat panik, ia meraih saputangan di saku jasnya dan menutup sementara luka di pelipis Vony agar darah berhenti mengalir.
"Vony ayo buka mata mu..." Hades menggenggam tangan Vony.
Aldo melihat dari spion di kursi belakang Hades mencoba untuk menyadarkan Vony. ia cemas takut terjadi sesuatu yang fatal pada Vony.
"Cepat Aldo!"
"Iya tuan, ini kita sudah tiba" Aldo menghentikan mobilnya tepat di depan lobi rumah sakit.
Hades mengangkat tubuh Vony keluar dari mobil meminta bantuan medis. petugas medis segera berlari untuk memberi pertolongan. tubuh Vony di naikan ke atas Brankar dan di dorong menuju ruang ICU, dokter dan dua orang petugas medis memasuki ruangan untuk memberi pertolongan pada Vony.
"Maaf tuan anda tidak boleh masuk" kata perawat pada Hades yang hampir melangkah ikut masuk kedalam ruang ICU.
Aldo juga cemas melihat kondisi Vony. ia berharap Vony tidak terluka parah.
"Tenang tuan saya yakin nona akan baik-baik saja. dia gadis yang hebat dan juga baik hati" kata Aldo yang berdiri di samping Hades.
"Dia pikir dengan badan kecilnya itu, dia bisa melindungi ku Aldo? kenapa dia bodoh sekali?! apa dia tidak bisa berpikir?" Hades mengusap wajah tampannya yang terlihat begitu cemas.
Aldo terdiam, kejadiannya cukup cepat. ia sendiri tidak tahu jika pagi ini Vony datang ke perusahaan.
"Tapi untuk apa nona datang ke kantor pagi ini?" gumam Aldo.
Hades hanya diam, ia mengingat tadi pagi sebelum berangkat ke kantor ia sempat memarahi dan membentak Vony. gadis itu pasti ketakutan, mungkin ia datang ke kantor mencari Hades untuk meminta maaf.