Indonesia
NovelToon NovelToon
Janji Cerai Di Malam Pertama

Janji Cerai Di Malam Pertama

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Single Mom
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Tina Mehna 2

"Satu tahun lagi kita cerai. Hati aku cuma buat Rosa"
Di malam pertama, Fitri dibuang demi wanita lain. Ia pergi membawa luka... dan rahasia besar di rahimnya. Tiga tahun kemudian, pernikahan Adam hancur oleh pilihan hatinya sendiri. Saat penyesalan datang, ia justru bertemu kembali dengan Fitri yang kini menjadi 'Dokter Cantik' sukses bersama seorang anak yang sangat mirip dengannya.
"Fitri... anak siapa yang kamu pangku itu?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina Mehna 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16. Bayang-Bayang yang Mengutuk

Suara AC di ruang rapat kantor berdesing halus, tapi jidat Adam udah basah kuyup sama keringat dingin. Di depannya, jajaran direksi lagi nungguin dia memaparkan laporan keuangan proyek semesteran.

Tapi pikiran Adam malah melayang jauh. Dia cuma bisa kepikiran buku di laci mejanya—diari biru tua milik Fitri yang tiap halamannya udah di luar kepala.

"Pak Adam? Bisa kita mulai presentasinya?" tegur Direktur Utama sambil mengernyitkan dahi.

Adam tersentak kaget sampai pulpen di tangannya jatuh ke lantai. "Ah, ya... mohon maaf, Pak. Mari kita mulai."

Suara Adam terdengar terbata-bata. Angka-angka di layar proyektor mendadak kelihatan buram di matanya. Sepanjang presentasi, bayangan ucapan Fitri pas hari perceraian mereka terus muter di kepalanya.

‘Perasaan itu udah habis, Mas.’

Kata-kata pelan Fitri waktu itu sekarang malah kerasa kayak kutukan paling menyiksa buat Adam. Fokusnya hancur total, sampai rapat penting itu berakhir dengan teguran keras dari bosnya.

Pas balik ke ruang kerja, Adam langsung nyandarin punggung sambil narik napas memburu. Kertas laporan di tangannya remuk dia remas.

"Kenapa, kenapa aku seperti ini? Kenapa aku sekarang aku baru sadar.." Gumam nya meremas-remas kertas lain.

Tiba-tiba HP Adam yang ada di meja bergetar. Notifikasi pesan dari bank masuk, nanyain tunggakan kartu kredit yang belum dibayar. Tepat di bawahnya, ada rentetan chat dari Rosa yang cuma nuntut dikirimin uang buat bayar belanjaan online.

"Hari-hari seperti ini.. belanja mulu.. astagaa.. " Gumam Adam kesal.

Membaca pesan-pesan itu, emosi Adam langsung mendidih. Dia menyambar HP-nya dan langsung menelepon Rosa.

"Ya ampun... Rosa! Kamu bisa nggak sih berhenti meras aku sehari aja?!" sembur Adam tanpa basa-basi pas telepon diangkat. "Aku baru aja disemprot bos di kantor gara-gara nggak fokus! Pekerjaanku berantakan, tapi otakmu cuma isi belanjaan!"

Di seberang sana, Rosa sama sekali nggak merasa bersalah. Tawa sinis nya malah terdengar nyaring. "Loh, kok malah menyalahkan aku? Itu salahmu sendiri yang nggak becus atur stres! Aku ini istrimu, Adam! Kalau kamu nggak sanggup membiayai aku, bilang! Jangan jadiin aku pemicu kegagalan kerjamu!"

"Kamu yang bikin hidupku berantakan!" tegas Adam. Suaranya naik drastis, walau masih disetir biar nggak kedengaran teman kantor. "Dulu rumahku tenang! Dulu ada cewek yang ngurusin aku tanpa minta dibayar puluhan juta! Sekarang aku cuma dapet cewek parasit yang tahu nya cuma menguras hartaku!"

"Oh, jadi sekarang kamu terang-terangan nyebut aku parasit?!" jerit Rosa melengking dari balik telepon. "Ya udah! Kalau kamu merasa mantan istri udikmu itu jauh lebih sempurna, cari dia! Pergi sana, suruh dia ngelayanin kamu lagi! Tapi jangan harap aku mau ngurus rumah kotor itu!"

TUT! TUT!

Sambungan telepon diputus sepihak. Adam meremas HP-nya kuat-kuat sampai buku-buku jarinya memutih. Napasnya memburu, matanya memerah menahan panas.

"Haaaa...Brengs*k!" Ucap Adam yang sangat kesal.

Tapi kata-kata Rosa barusan justru memicu satu keinginan nekat di kepalanya.

'Cari dia.'

Ya, Adam harus menemukan Fitri. Bukan cuma buat minta maaf, tapi dia butuh memastikan kalau wanita yang dulu selalu mendoakannya itu masih ada. Dia cuma ingin melihat wajah tenang itu sekali lagi, mengobati hatinya yang hancur karena kepalsuan Rosa.

Adam membuka aplikasi chat di HP-nya, ngubrak-ngabrik riwayat kontak lama sampai nemuin nama mantan adik kelas Fitri pas kuliah. Dengan tangan gemetar, Adam mengetik pesan singkat:

'Halo, maaf mengganggu. Apa kamu tahu kabar Fitri sekarang? Dia dinas di rumah sakit mana ya?'

Pesan terkirim dengan tanda centang dua. Adam menyandarkan kepala ke kursi lalu memejamkan mata rapat-rapat. Untuk pertama kalinya, Adam sadar kalau pencarian ini bukan lagi soal kabur dari Rosa, tapi keputusasaan seorang pria yang lagi nyari jalan balik ke rumah yang udah dia hancurkan sendiri.

Selanjut nya dia kembali menghubungi teman Fitri lainnya.,

"Permisi.. maaf saya mau tanya. Apa anda tau sekarang Fitri ada di mana?" Kirim adam kepada salah satu teman Fitri. Namun tidak kunjung ada balasan.

Dinding kaca kedai kopi di seberang rumah sakit, tempat Fitri dulu pernah kuliah koas kelihatan berembun kena sisa hujan sore. Adam duduk menyendiri di sudut ruangan, ngeliatin layar HP yang nggak kunjung dapet balasan berarti.

Pesan yang dia kirim ke beberapa teman angkatan Fitri kebanyakan cuma di-Read doang. Sisanya cuma membalas singkat dan dingin banget. Nggak ada satu pun yang sudi ngasih tahu di mana Fitri sekarang. Semua orang di sekitar Fitri seolah bikin benteng rapat buat melindungi cewek itu dari Adam.

Adam mendesah berat, lalu meminum sisa kopi hitamnya yang udah dingin. Rasa pahit di lidahnya nggak seberapa dibanding rasa pahit di dadanya. Adam berdiri, merapikan jasnya, lalu jalan melintasi jalanan basah menuju gedung fakultas kedokteran tempat dia dulu suka jemput Fitri.

Di koridor kampus yang mulai sepi, langkah Adam mendadak terhenti. Dia melihat seorang dosen senior yang dulu dekat banget sama almarhumah ibunya dan Fitri. Dengan sisa keberanian yang ada, Adam melangkah mendekat.

"Selamat sore, Dokter Maya," sapa Adam ragu. Suaranya serak menahan canggung.

Wanita berkacamata itu menoleh. Dia mengamati wajah Adam sebentar, sebelum raut mukanya berubah dingin. "Oh, Adam. Ada perlu apa kamu ke sini?"

Adam menelan ludah, memegang kedua telapak tangannya sendiri. "Saya... saya ingin menanyakan kabar Fitri, Dok. Saya kehilangan kontak sama dia setelah cerai. Apakah Dokter tahu dia sekarang ambil internship atau tugas di mana?"

Dokter Maya menyilangkan tangan di dada. Matanya menatap Adam tajam banget, diselingi senyum miring yang sinis.

"Untuk apa kamu mencari tahu keberadaan Fitri lagi, Adam?" tanya Dokter Maya tanpa basa-basi. "Bukannya kamu sendiri yang memilih membuang dia demi wanita pilihanmu itu? Saat Fitri berjuang keras menyelesaikan studi sambil ngerawat almarhumah ibumu, kamu ada di mana?"

Kata-kata itu menohok dada Adam. Dia cuma bisa tertunduk kaku, nggak sanggup menatap mata dosen mantan istrinya itu.

"Saya tahu saya salah, Dok..." bisik Adam pelan. "Saya cuma ingin minta maaf dan memastikan keadaan dia baik-baik saja."

"Fitri sudah melangkah jauh ke depan, Adam," pangkas Dokter Maya tegas sambil menggelengkan kepala. "Dia wanita hebat dan tangguh. Kepergiannya dari hidupmu itu keputusan terbaik yang pernah dia ambil. Sebagai orang yang kenal almarhumah ibumu, saya sarankan kamu nggak usah mengganggu hidupnya lagi. Biarkan dia bahagia tanpa bayang-bayang masa lalunya yang buruk."

"Tapi dok, saya hanya ingin tahu kabar Fitri aja"

"Pak Adam, kira-kira kalau pak Adam dipukul sampai bonyok dan sampai di tusuk sama orang lain, pak Adam benci tidak dengan orang itu?"

Adam hanya terdiam tanpa bisa menjawab. Pertanyaan tajam dari dokter maya membuat nya sangat merasa bersalah.

1
sunaryati jarum
Rasain Adam,kau kan sudah diberi kenikmatan selangkah Rosa jadi nikmati 😂😂
sunaryati jarum
Makin tidak tahu malu, Adam.Lihat dulu kelakuan kamu gimana pada Fitri, Adam,? Sekarang kau mengemis padanya.Segera resmikan kalian dr Danu dan dr Fitri agar dr Danu punya hak dan kewajiban melindungi kamu dan Aiden dengan penuh.Sepertinya Adam mulai tidak waras, kalian harus waspada, jangan sampai Adam berbuat nekat.
sunaryati jarum
Tidak sadar diri Adam,itu hanya akan menggali kuburan kamu sendiri.Kamu lihat dari jauh saja.Apa yang kau rasakan itu dulu juga dirasakan oleh Fitri.Ingat saat kamu selalu memberikan perhatian pada Rosa.Bagaimana kabar Rosa,ya.
Jika Adam berharap pada Fitri ,itu berarti Adam sudah putus urat malunya.
sunaryati jarum
Tidak akan menang, sampai uangmu habis Adam.Selembar tes DNA yang kau gunakan sebagai senjata tidak akan mempan.Anak di bawah umur akan ada di bawah hak asuhnya apalagi riwayat Aiden dari kandungan sampai dua tahun ini tidak ada andil dari kamu, apalagi pekerjaan kami yang tidak akan mungkin bisa merawat Aiden.Sadar diri Adam!!
sunaryati jarum
Silahkan tes DNA toh tidak merubah apapun, seharusnya kamu terima kenyataan itu akibat kesombongan dan pengabaian,serta pengkhianatan kamu pada Fitri dan mendiang ibumu
sunaryati jarum
Adam tingkahmu menunjukkan rasa tidak bersalah, malah merasa jadi korban,lebih dewasa' dari dr Fitri tapi malah labil dan plin-plan
sunaryati jarum
Sekali , Fitri kamu jangan mau diajak balikan / rujuk sama Adam.Dia ingat kamu karena ekspektasinya pada Roda tidak sesuai harapan.Jika dia bahagia sama tidak akan ingat kamu.Kamu wanita berharga bukan barang,jika mau dipakai dicari sudah tidak dipakai dibuang.Emak suka cerita ini,tapi jika kamu rujuk sama Adam,emak berhenti mengikuti kisahmu
sunaryati jarum
Jangan sampai balikan ke Adam, berikan jodoh lain, jika Adam tahu ada anaknya jangan sampai ada perebutan hak asuh anak yang dimenangkan Adam
sunaryati jarum
Makan tuh Penyedalan, itulah jika mengabaikan amanah ALMH ibumu
sunaryati jarum
Ternyata banyak yang melindunginya ,Adam
sunaryati jarum
syukurin tuh makan sampah
sunaryati jarum
Baru mampir
Lee Mba Young
aku suka Fitri teges banget. 👍. keren
Lee Mba Young
bagus Fitri. jng smp kalah.
jng mau balikan nnti apa lagi demi anak. jijik banget.
sekarang ngemis ngemis dulu sombong.
aku
aq salah baca ato apa. ahr bab sbelumnya bukane udh diusir, rosa bw koper gt ya 🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!