" PLAAKK " Ester memegang pipinya yang terasa sakit karena tamparan dari seseorang yang ia sebut sebagai ibunya. " Anak tidak tahu diri, kau mirip dengan ibumu, wanita murahan " . " Setidaknya ibuku mendapatkan kasih sayang dari ayahku " Ucap Aster. . " Berani kau mengeluarkan suara lagi aku tidak segan-segan mengambil semua jatah bulananmu " Teriak Maria keras. Tetapi Ester tak perduli dengan apa yang diucapkan oleh wanita paruh baya itu. . Ester Castello putri dari Amir Castello dengan istri keduanya, ibu Ester awalnya selingkuhan dari ayahnya karena sedang hamil terpaksa harus menikah dan menjadi istri kedua ayahnya. Tentu hidupnya benar-benar seperti dalam neraka setelah kematian ibunya, karena sudah tidak ada lagi yang melindunginya dari kekejaman istri pertama ayahnya. Takdir mempertemukan dirinya dengan seorang pewaris dari keluarga Moretti, hingga membuat dirinya bisa melihat dunia yang selama ini belum pernah ia lihat sebelumnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mylavender, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sadar
Ester membuka matanya secara perlahan ia mulai merasakan ada sebuah cahaya memasuki matanya, ia merasa pusing dan merasakan sakit di beberapa tubuhnya lalu ia membuka matanya lebih lebar lagi dan tetapannya bertemu pada seseorang yang sedang duduk di sampingnya.
Ester memejamkan matanya lagi lalu membuka matanya perlahan.
" kamu sudah sadar?" ucap Tommy pada Ester Ester tidak menjawab ia masih mengingat apa yang terjadi pada dirinya.
" Kamu mengalami kecelakaan " ucap Tommy seperti memberikan jawaban pada pikiran Ester.
" Apakah parah ? " tanya Ester tanpa menatap ke arah Tommy,
" Untuk yang berbahaya tidak ada yang serius, dokter sudah melakukan pemeriksaan ulang lagi tentang kondisimu, hanya luka-luka yang perlu dijahit dan diobati, tidak ada luka dalam yang berbahaya " ucap Tommy dan Ester menganggukkan kepalanya pelan, ia merasa sedikit pusing lalu ia melirik ke arah Tommy yang sedang menatapnya.
" Mulai sekarang kau dilarang untuk keluar sendirian, ".
" Aku akan kembali ke tempatku, "Ucap Ester.
" dimana? " tanya Tommy merasa curiga.
" Aku akan kembali ke negara dimana aku merasa nyaman" ucap Ester.
" Tetap di negara ini, " jawab Tommy.
" Aku tidak ingin, untuk apa aku berada di sini? terlalu banyak hal yang membuat aku sakit hati dan merasa ingin marah " ucap Ester menatap ke arah lain.
" lebih baik di sini, untuk apa pindah? aku merasa banyak orang yang ingin mengincarmu " ucap Tommy menatap Ester.
" Aku tahu siapa saja orang yang ingin melukaiku "
" Sepertinya musuh bukan cuma aku saja " ucap Tommy.
" Masih tetap orang di sekelilingmu, salah satunya adalah calon istrimu. Karena dia sudah terlihat dengan sangat jelas jika dia benar-benar membenciku "
Tommy menghela nafasnya dan bersandar pada kursi, Ia bersedekap lalu menatap ke arah Ester.
" Sepertinya ada yang janggal darimu dan dari Monica " tanya Tommy.
" Sebenarnya aku yang membuat masalah dari awal karena aku sengaja mendekatimu dan menarik perhatianmu waktu kau datang ke Mansion orang tuaku "
Tommy menaikkan kedua alisnya ketika mendengar hal itu dari Ester.
" Maksudmu? " tanya Tommu.
" Aku dengar dan aku tahu jika kamu akan dijodohkan dengan Monika, jadi aku memanfaatkan hal itu untuk menarik perhatianmu"
" Kenapa kau ingin sekali melihat Monika tidak bahagia "
" tentu itu adalah keinginan terbesarku, selama ini hidupku berada dalam kesulitan dan selalu mendapat tindasan dari mereka, aku melakukan hal itu untuk menyelamatkan diriku sendiri, jika aku menikah denganmu pada saat itu aku akan keluar dari rumah itu dan hidupku akan jauh lebih terjamin, tentu menikah denganmu membuat dia dan ibunya tidak akan bisa semena-mena lagi padaku" jelas Ester panjang lebar.
Tommy tertawa mendengar hal itu.
" Hahaha..., jadi singkat cerita kamu juga memanfaatkanku hanya demi keinginanmu itu? "
" Tentu.. itu kesempatan besarku, aku dulu ingin memanfaatkanmu tetapi semuanya tidak jadi dan hancur karena insiden di Mensionku, entah bagaimana ceritanya malah kau yang telah menyelamatkanku di saat itu, padahal aku sudah merasa bebas dari kedua orang tua yang menurutku tidak beres, sialnya aku malah terjebak olehmu...."
" Aku baru kali ini sedikit ikut ke jebakanmu '" ucap Tommy.
" kau memiliki rencana untuk menjebakku, padahal kau tahu aku memiliki satu kelemahan yaitu diperlakukan dengan baik, ketika aku diperlakukan dengan baik oleh seseorang dan kau juga mengajariku banyak hal tentang hidup, kau juga mengajakku berkeliling untuk melihat keindahan luar. Itu seperti ada sebuah rasa tersendiri dalam hatiku, Aku tidak mengerti kenapa kau tega sampai melukai perasaanku sebegitunya padahal engkaulah orang yang aku percaya satu-satunya saat itu "'
Dia mendengar ucapan dari Ester, ia mengakui bahwa dirinya memang tidak layak untuk dimaafkan karena kesalahannya fatal telah menambah luka hati bahkan dia mau menginginkan perlakuan baik dari orang sekitarnya tetapi ketika ia merasa nyaman dan merasa bahagia karena ada orang yang peduli padanya malah kami membuat yang merasa kecewa dan menghianatinya.
" aku salah pada saat itu aku merasa menyesal dengan apa yang telah aku buat waktu itu,"
" Entahlah ini ucapanmu benar-benar menyesal atau hanya sebuah tong kosong yang sengaja kau ucapkan untuk membela dirimu sendiri ".