Indonesia
NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Menjadi Istri Kedua Yang Tak Diinginkan

Transmigrasi: Menjadi Istri Kedua Yang Tak Diinginkan

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / Mengubah Takdir / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:470.8k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Jeslyn tidak percaya jika dirinya masuk kedalam cerita novel dan parahnya menjadi istri kedua yang tidak diceritakan dalam novel, ibu tiri dari pria yang diceritakan akan meninggal karena memperebutkan seorang wanita.

Jeslyn istri tidak diinginkan suaminya serta anak tirinya berniat mengubah takdir Lucian anak tirinya, siapa sangka niatnya hanya ingin menyelamatkan tokoh Lucian saja malah mendapatkan bonus jika suaminya malah jatuh cinta padanya dan juga Lucian yang bucin pada ibu tirinya.

Mampukah Jeslyn menyelamatkan Lucian dan mengubah takdir Lucian? Selamat Membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Transmigrasi Jadi Ibu Lucian?

"Ugh... aduh, kepalaku..."

​Jeslyn mengerang pelan. Sisa rasa perih di tenggorokannya masih terasa samar, seperti bekas tersedak keripik singkong yang banyak.

"Tunggu dulu, keripik?"

​Matanya terbuka perlahan, menyesuaikan dengan cahaya lampu kamar yang terasa lebih temaram dan... mewah? Bukan kosan sempitnya yang penuh tumpukan baju kotor. Ruangan ini luas, bernuansa klasik dengan gorden beludru yang menjuntai anggun.

​"Ini di mana? Gue diculik?" Jeslyn hendak bangkit, tapi sebuah sensasi aneh menahannya. Perutnya terasa berat. Sangat berat.

​Saat ia mencoba duduk, tangannya refleks menyentuh bagian tengah tubuhnya yang membuncit secara drastis. Mata Jeslyn membelalak lebar. Jantungnya seolah berhenti berdetak selama beberapa detik sebelum memompa darah dengan kecepatan dua kali lipat.

​"Hah?! Apa-apaan ini?!" teriak Jeslyn histeris. Ia meraba perutnya yang keras dan membulat sempurna itu dengan gemetar.

"Gue makan apa sampai buncit begini?! Kista? Tumor? Atau ada orang gila yang masukin balon ke dalam perut gue pas gue pingsan?!"

​Jeslyn memukul-mukul perutnya sendiri dengan panik.

"Woi! Keluar lo! Siapa yang naruh gundukan ini di sini? Gue nggak hamil! Gue aja pacar nggak punya, apalagi suami! Jangan bilang gue kena kutukan tidur seribu tahun terus bangun-bangun langsung dapet bayi? Ini nggak masuk akal!"

​Ia bangkit berdiri dengan susah payah, berjalan mondar-mandir di kamar yang asing itu sambil terus meracau.

"Gila, gila, gila! Kalau orang lihat gue begini, mereka pasti mikir gue hamil di luar nikah! Habis reputasi gue! Nggak, nggak, ini pasti mimpi. Iya, mimpi buruk gara-gara kebanyakan makan keripik tadi."

​Jeslyn mencubit lengannya sendiri dengan keras sampai memerah. "Aduh! Sakit! Jadi ini nyata?"

​Ia terus melangkah dengan panik, kakinya yang sedikit bengkak terasa berat. Napasnya terengah-engah hingga langkahnya terhenti tepat di depan cermin besar berbingkai emas yang menempel di dinding.

​"Cermin... oke, gue cuma perlu lihat siapa yang lagi ada di dalam tubuh gue," gumamnya dengan nada yang mencoba tenang, padahal tangannya masih gemetar hebat.

​Namun, saat ia menatap pantulan di kaca, Jeslyn justru mematung. Ia melotot hingga matanya terasa perih. Sosok di dalam cermin itu memiliki paras yang sangat cantik, elegan, dan jauh lebih dewasa dibandingkan dirinya yang asli. Wajahnya pucat dengan riasan yang sudah berantakan, menunjukkan bekas tangisan yang dalam.

​Jeslyn mengangkat tangan kanannya, sosok di cermin pun mengangkat tangan kanan. Jeslyn memiringkan kepalanya, sosok di cermin pun melakukan hal yang sama.

​"Gue... gue pindah tubuh?" bisiknya pelan, suaranya terdengar lebih berwibawa namun rapuh.

​Ia mundur satu langkah, lalu maju lagi. "Bukan tubuh gue. Ini bukan tubuh gue yang bar-bar, kurus, dan hobi pakai kaos oblong. Ini tubuh... wanita lain?"

​Ia meraba wajahnya sendiri, menyentuh pipinya yang halus, lalu turun ke perutnya yang buncit. Sebuah ingatan asing tiba-tiba menghantam kepalanya. Bukan ingatan miliknya, tapi ingatan pemilik tubuh ini. Tentang seorang istri yang diabaikan suaminya yang dingin dan acuh, tentang seorang wanita yang hanya menginginkan uangnya, dan tentang...

​"Lucian?" desis Jeslyn.

​Matanya membulat sempurna. Ingatan tentang novel yang baru saja ia baca tadi malam novel tentang Lucian yang menderita, Lucian yang diabaikan, Lucian yang mati sendirian seketika berputar di otaknya seperti potongan film.

​"Tunggu... jangan bilang..." Jeslyn menempelkan tangannya ke cermin, menatap pantulan dirinya dengan tatapan yang kini berubah drastis.

"Gue ada di dalam tubuh ibunya Lucian? Istri dari bapak yang brengsek itu?"

​Senyum aneh lebih tepatnya senyum sinting terulas di bibirnya. Ia tertawa kecil, yang kemudian berubah menjadi tawa lepas yang menggema di dalam kamar besar itu.

​"Hah! Jadi ini plot twist-nya? Gue masuk ke tubuh antagonis paling menyebalkan yang bikin hidup Lucian hancur?" Jeslyn berkacak pinggang, mengabaikan perutnya yang masih terasa berat.

​"Oke, kalau Tuhan ngasih gue kesempatan buat masuk ke sini, berarti gue punya tugas suci." Ia menunjuk pantulan dirinya di cermin dengan telunjuk yang tegas.

"Dengar ya, Nyonya Besar. Lo boleh jadi sampah di cerita aslinya, tapi sekarang gue yang pegang kendali. Gue nggak akan biarin Lucian kesepian lagi. Gue nggak akan biarin dia mati jadi kerangka di gang sempit itu!"

​Jeslyn memutar tubuhnya di depan cermin, mengamati gaun tidur sutra mewah yang ia kenakan.

"Hamil ya? Hamil anak Lucian... eh, maksud gue, adik Lucian? Atau jangan-jangan ini Lucian-nya sendiri yang masih di dalam? Astaga, kalau ini Lucian yang masih di kandungan, berarti gue punya kesempatan buat benerin semuanya dari nol!"

​Ia kembali tertawa, kali ini dengan mata yang berbinar penuh semangat.

"Bapaknya mau mati? Silakan! Gue bakal cerai juga deh nanti, gue bakal ambil hartanya, dan gue bakal kasih kehidupan yang layak buat Lucian. Nggak ada lagi penderitaan, nggak ada lagi adegan sedih di novel sialan itu!"

​Jeslyn berjalan ke arah jendela, menyingkap gorden dengan satu sentakan. Cahaya pagi yang terik menerpa wajahnya. Ia menarik napas panjang, menikmati kebebasan dalam peran baru ini.

​"Sori ya, Penulis Novel, lo salah pilih target buat jadi antagonis. Karena Jeslyn yang sekarang nggak bakal main drama tragis lagi." Ia mengelus perutnya dengan lembut, tatapannya melembut.

"Tenang aja, jagoan kecil. Mama baru lo ini bakal jadi pelindung paling bar-bar yang pernah ada. Siapa pun yang berani nyakitin Lucian, bakal gue bikin hidupnya lebih sengsara dari karakter manapun di novel ini!"

​Ia memutar tubuhnya lagi, melakukan gerakan menari-nari kecil yang konyol di tengah ruangan.

"Wah, jadi ini rasanya jadi kaya? Hidup di rumah mewah, tapi punya misi penyelamatan dunia fiksi? Seru banget!"

​Jeslyn kembali menatap cermin, kali ini dengan seringai penuh tekad. "Siap-siap aja, Lucian. Mama lagi otw buat jadi ibu paling keren sedunia. Dan untuk Bapak Lucian yang nggak tahu diri itu... persiapkan diri lo buat kena amukan dari seorang Jeslyn!"

​Ia tertawa puas, menatap bayangannya sendiri yang kini tampak jauh lebih berwibawa dan penuh ambisi.

"Sekarang, mending gue cari tahu di mana letak dompet atau brankas di rumah ini. Perjuangan menyelamatkan masa depan Lucian dimulai hari ini!"

Bersambung...

Semoga kalian suka ya, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian.

1
ara lianna
kita sepemikiran ternyata 🤣🤣🤣
ara lianna
jodoh masa depanmu bukan ya dan? 🤭
aryuu
makan tuh... masa sih keadaan belum aman udah berani jalan2 🤣🤣🤣 mampus
aryuu
benar Daniel, kalo didunia nyata ada anak kandung didekati ulet Keket pasti buru buru dibasmi, ini mah dunia halu jadi nunggu kejadian baru dibahas🤭 Keith sama bininya wedus
Aprillia Syafitri Delhis
dapet bgt ini ceritaa. ikuttt nangissss bacanyaaaa 😭
Erna Masliana
semoga ibu dan bayi nya sehat...aku suka terharu kalo ada cerita yang akhirnya hamil setelah sekian lama apalagi kalo udah ada vonis susah hamil tapi akhirnya bisa hamil berasa ikut senang
Tijanud Darori Tiara
Masya Allah cerita nya bagusss sekaliii,
aku lanjut baca cerita kk yg lain
sehat selalu buat kk author nya
Erna Masliana
heh keguguran
Erna Masliana
akhirnya damai... bahagialah kalian semua
Erna Masliana
ngeselin banget s Jhon ini.. gak gitu caranya langsung bersimpuh di umum..mau menjelekan nama Lucian hah
Erna Masliana
emang udah atletis?? perasaan yang hot itu bapaknya..body nya beuh bikin mimisan Mami
Erna Masliana
Vivian ini playing victim dia yang buang anak dia yang seolah korban.. padahal itu karmanya dirundung rasa bersalah penyesalan sampe gila
Erna Masliana
kirain pengawal Lucian yg muncul nendang pisau..eh Alina menyerahkan diri untuk ditusuk
Erna Masliana
Daniel mulutmu 👍
Erna Masliana
jambak ampe rontok Lin💪
Erna Masliana
pengecut pecundang sejati
Erna Masliana
dih bilang aja ketagihan
Erna Masliana
lebay nya Lucian/Facepalm/.. bener kata Keith kayak anak perawan kehilangan Lucian ini
ara lianna
skip bab ini... ngga kuat.. sadis banget sepertinya
It's me Ri🥕: T...tapi minta ya sadis2 kakk🙏😭
total 1 replies
Erna Masliana
puas banget ih ✌️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!