Indonesia
NovelToon NovelToon
Salman Prakarsa

Salman Prakarsa

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kanji Wara

"Aku lulus, Bu... Karsa juara satu."

Bagi Karsa, selembar kertas kelulusan di tangannya adalah tiket untuk membawa ibunya keluar dari jerat kemiskinan desa. Ia berlari membelah terik siang dengan dada membuncah oleh bahagia, tak sabar ingin memeluk satu-satunya alasan mengapa ia bertahan menghadapi kerasnya hidup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kanji Wara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

hari pertama

Jam 8 pagi ... raungan suara kompresor udara yang bising dan dentuman palu besi bertalu-talu langsung memecah keheningan area workshop bengkel utama. Debu-debu tipis yang bercampur aroma solar, bau karat, dan oli bekas tampak menari-nari di bawah sorotan lampu neon gudang yang menggantung tinggi. Hari pertama kerja yang sesungguhnya telah tiba bagi Salman. Mereka memulai aktivitas di bengkel itu dengan semangat baru yang membara di dada, mengikat erat tali sepatu kerja masing-masing, dan mengenakan seragam wearpack biru yang kainnya masih terasa kaku karena baru keluar dari plastik pembungkus.

Tantangan pertama langsung terpampang nyata di depan mata tanpa memberikan waktu untuk bersantai. Kali ini mereka bertiga ditugaskan untuk mengerjakan 1 unit hino 500.. Truk jungkit raksasa berwarna hijau itu terparkir kokoh di atas lantai semen yang penuh bercak hitam oli, seolah menjadi monster besi yang menunggu sentuhan tangan para mekanik untuk diperbaiki agar bisa kembali mengaspal.

Agus yang sedang mempersiapkan selang dan tabung gas blender potong menoleh ke arah Salman, mencoba mengukur sejauh mana kemampuan anak baru yang berdiri di sampingnya itu.

"Man.. kamu bisa ngelas?" tanya agus..

"Bisa dikit dikit.." jawab Salman rendah hati, walau sebenarnya selama menempuh pendidikan di SMK Otomotif dulu, dia adalah salah satu siswa terbaik dalam urusan teknik fabrikasi logam dan pengelasan tingkat lanjut.

Agus mengangguk paham, lalu menunjuk ke arah deretan kotak kawat las berbagai merek yang tersusun rapi di rak perkakas besi.

"Kamu biasa pake kawat apa man? LB 52, LB 52U, RB26, atau RD?" tanya Agus, sengaja menggunakan istilah-istilah kode kawat las standar industri untuk menguji kedalaman pengetahuan teknis rekan barunya tersebut.

Salman tersenyum tipis, matanya melirik sekilas dengan tenang ke arah bagian bodi truk yang hendak dikerjakan. "Bisa aja sih," kata salman..

"Emang apa 'an yg dilas?"

"Tuh tulangan vessel," kata agus.. tangannya bergerak menunjuk ke arah bak besi raksasa bagian belakang Hino 500 tersebut.

"Kita kasih doble buat tulangannya yg sudah mulai keropos.."

Melihat objek yang dimaksud, insting mekanik dalam diri Salman langsung bekerja dengan sangat cepat. Dia melangkah mendekati bak truk besar itu, lalu mengetuk-ngetuk bagian plat besi yang telah menipis dan berkarat akibat sering dimakan usia dan muatan berat. Logika kerjanya langsung berjalan tangkas, merumuskan solusi perbaikan yang paling efisien dan rapi.

"Owh kalo ini kita harus potong dulu..." ujar Salman, mengambil sebatang kapur penanda dari kantong wearpack-nya. Salman pun mulai maju mendekati plat besi dan menggambar pola pemotongan di tulangan vessel itu.. Garis-garis putih yang lurus dan sangat presisi kini terbentuk rapi di atas permukaan besi yang rusak.

"Nah nanti aku potong sini dulu untuk membuang yg keropos. Lalu carikan UNP nya, buat seukuran yg kita potong," urai Salman dengan gamblang menjelaskan langkah taktisnya. "Dan untuk pengelasan, terserah kalian mau pake kawat apa.. Tapi saran saya sih klo mau cepat pake RB 26 aja.." lanjutnya, memberikan rekomendasi kawat las yang memiliki daya penetrasi sedang namun sangat cepat mencair, sehingga sangat cocok untuk mengejar target jam kerja bengkel yang selalu padat setiap harinya.

Agus tertegun sesaat, menatap pola garis kapur buatan Salman yang sangat rapi serta perhitungan teknisnya yang sangat matang untuk ukuran seorang pendatang baru. "Hehe kamu lumayan jago," kata agus.. diam-diam merasa kagum dengan ketangkasan anak baru dari desa itu.

Salman dengan cepat melambaikan tangannya ke udara, sama sekali tidak ingin terkesan sombong atau pamer keahlian di hari pertamanya masuk kerja. "Haha g lah, kan kalian yg senior disini. Aku cuma anak baru," kata salman.. mencoba menempatkan diri dengan sopan di lingkungan sosial barunya.

Mendengar percakapan itu, Jono yang sejak tadi sibuk menyetel arus mesin las langsung menyahut dari balik topeng las hitamnya sambil terkekeh lepas. "Haha disini g ada senior junior," kata jono.. "Yg penting skill," kata jono menimpali.. dengan nada tegas, sekaligus menegaskan aturan main utama di dunia kota yang keras dan kompetitif: siapa yang punya kemampuan nyata, dialah yang akan dihargai tinggi.

Siang itu, di bawah atap bengkel

Salman Prakarsa resmi membuktikan bahwa ijazah SMK Otomotif miliknya bukan sekadar kertas kosong tak berguna. Di sini, di atas lantai bengkel yang kotor oleh cipratan oli, dia mulai mantap meletakkan pondasi masa depannya yang baru sebagai seorang Salman.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!