Indonesia
NovelToon NovelToon
Bidadari Pak Letnan Minta Bercerai

Bidadari Pak Letnan Minta Bercerai

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Raja Tentara/Dewa Perang / Perjodohan / Tamat
Popularitas:522.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ibah Ibah

"Rin mau kemana? kenapa diam-diam membawa koper begitu?" Tanya Aga merasa curiga pada istrinya, mendadak istrinya pamit pergi, padahal dia baru saja pulang dari pasar. Arin diam saja dan tetap memasukkan kopernya ke dalam bagasi mobil. "Rin aku nanya sama kamu? Kalau mau pergi, aku antar" "Tidak perlu mas, di dalam masih ada tamu" "Tamu Istimewa" Imbuh Arin dalam hati. Arin menyerah. Sejak kecil dia sudah mengabdi di keluarga suaminya karena mereka telah di jodohkan sejak kecil. Arin kira pengorbanan dan kesabarannya akan membuat suaminya luluh, namun dia salah. Suaminya bahkan membawa wanita idamannya ke dalam rumah. Arin sudah tidak tahu apa yang ingin dia pertahankan di rumah ini, bahkan setelah satu tahun menikah, tak sekalipun dia di sentuh. "Tunggu aku sebentar, keluarkan kopermu. Masukkan ke mobil ku, aku akan mengantarmu" Pinta Aga, namun Arin sudah mati rasa, dia langsung meminta supir melajukan mobilnya.Arin tak memperdulikan Aga yang berteriak sambil berlari mengejarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibah Ibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28

Ini terakhir POV Aga ya guys....

Aku dan Dewa hampir saja adu tinju, untung Pak Amin datang tepat waktu. Kami akhirnya pura-pura berdamai. Pak Amin menyuguhi kami makanan khas desa, ada singkong kukus dan juga ketela rebus. Di sela mengobrol kami, aku mengirim pesan untuk Arin.

Aku bilang jika aku akan segera pulang. Sebelum itu aku juga akan menjelaskan semuanya pada Arin tentang hubungan ku dengan Rahma, aku ingin memulai semuanya lagi dari awal, aku akan melamar dan mengatakan cinta padanya malam ini, jadi aku juga mengirimkan pesan untuk Rahma agar dia datang ke rumah. Aku tidak akan membiarkan Dewa merebut Arin dari ku. Aku akan membuat dia bahagia, kami akan punya banyak anak dan hidup bahagia bersama,membayangkan itu aku jadi senyum-senyum sendiri.

Begitu waktunya tepat, aku langsung berpamitan pada Pak Amin. Sebelum itu aku akan mampir di toko emas membeli cincin untuk Arin.

*****

POV Arin

Hati ku begitu senang, aku sampai tidak konsen saat membeli bahan untuk membuat kue saat Mas Aga mengirimkan pesan untuk ku. Akhir-akhir ini dia berubah, dia perhatian, dia sering memeluk ku, bahkan kemarin sempat meminta hak nya, namun aku tidak bersedia begitu saja, aku ingin tahu apa sebenarnya gerangan yang membuat dia berubah.

Ibu juga bilang padaku kalau tatapan mas Aga sudah tidak seperti biasanya, sepertinya dia memang benar-benar berubah.

'Rin Mas sudah pulang, Mas nunggu kamu di rumah'

Pesan itu terus ku pandangi,sikap lembutnya semalam, membuat ku tahu kalau dia juga ingin memulai hubungan baru, dia memintaku tidur di ranjang nya,mungkin dia memang benar-benar ingin menjadi suami yang sesungguhnya. Aku sempat kesal dengan dia saat dia bilang mau ke Bogor lagi, tapi saat dia menjelaskan maksud tujuannya kesana. Dia benar-benar berubah. Rasanya aku sudah tidak sabar ingin bertemu. Sampai di toko aku buru-buru menurunkan barang yang tadi aku beli, harusnya aku masih punya tugas menulis pesanan besok, namun karena tidak sabar ingin bertemu mas Aga, aku meminta Nana untuk merekapnya.

Aku bahkan sedikit berdandan sebelum menemui mas Aga, aku ingin tampil cantik di depannya. Namun saat aku membuka pintu rumah, aku tertegun melihat Rahma ada di sana.

Aku terpaku melihat wanita yang selama ini menjadi penghalang ku untuk menyatu dengan mas Aga. Ya meski sudah satu tahun menikah, nyatanya aku masih suci, Mas Aga belum mau menyentuhku, atau mungkin tidak akan pernah mau.

Rin tolong buatkan minuman untuk Rahma ya? Kamu tahu tidak, ternyata Rahma ini penghafal Al-Quran lho"

Hati ini bak di sayat-sayat kala ibu mertuaku memuji wanita itu, apalagi di depan mas Aga,tahukah Ibu dia adalah wanita pujaan Mas Aga. Mereka selalu bertukar pesan bahkan menelfon saat tengah malam, membuat malam ku terasa amat sunyi dan menyakitkan. Hatiku benar-benar hancur berkeping-keping.

"Kog diam saja Rin? Cepat gih ,kasihan nak Rahma belum minum dari tadi"

"Iya Bu"

Hati ini hancur melihat mereka begitu dekat, aku tidak langsung ke dapur, aku bersembunyi di kamar Mas Aga, ya ini kamar mas Aga bukan kamar ku.

Aku sudah tidak kuat lagi, ku putuskan untuk pergi dari ini, untuk apa aku tetap di sini? Toh sudah ada Rahma wanita dambaan Mas Aga.

Aku kemasi baju ku ke koper, karena tidak mau ibu hawatir, aku menaruh koper itu di luar jendela, aku akan mengambilnya nanti, aku kembali berdandan tipis, kali ini bukan karena ingin terlihat cantik di depan mas Aga, tapi untuk menutupi air mata ku yang sedari tadi jatuh tak mau berhenti.

Aku segera ke dapur membuatkan Rahma minum, di saat itu pula aku pamit pada ibu, untuk menjenguk ibuku di kampung.

Mas Aga terus menatapku, tapi aku memalingkan pandangan ku, biarlah dia bahagia dengan wanita pujaan hatinya, lagi pula ibu juga terlihat akrab dengan Rahma. Aku tidak mau jadi penghambat hubungan mereka lagi.

"Kalau begitu Arin pamit Bu"

Aku segera ke depan, mobil yang aku pesan sepertinya sudah datang. Aku sengaja menutup pintu lagi, agar mereka tidak tahu kalau aku membawa serta koper ku.

"Rin mau kemana? kenapa diam-diam membawa koper begitu?" Tanya Mas Aga padaku, aku tak menyangka dia akan menyusul ku, dia bahkan melihat ku membawa koper,

Aku diam saja dan tetap memasukkan kopernya ke dalam bagasi mobil.

"Rin aku nanya sama kamu? Kalau mau pergi, aku antar"

"Tidak perlu mas, di dalam masih ada tamu"

"Tamu Istimewa" Imbuh ku dalam hati.

Aku menyerah.

"Tunggu aku sebentar, keluarkan kopermu. Masukkan ke mobil ku, aku akan mengantarmu" Pinta Mas Aga, Aku sempat terkejut namun Aku sudah mati rasa, Aku langsung meminta supir melajukan mobilnya.Aku tak memperdulikan teriakan mas Aga yang terus mengejar ku.

Di perjalanan aku terus menangis, begitu mudahnya aku terlena hanya karena perubahan sikapnya dalam semalam. Aku sekarang tahu posisi ku, aku tahu apa artinya diri ku di dalam hatinya. Aku bukanlah siapa-siapa, Rahma lah pemegang tertinggi di hati mas Aga.

Aku menelfon Dewa, aku mau dia membawaku pergi sejauh mungkin dari Aga. Aku tidak mau bertemu lagi dengannya, aku sudah lelah, aku menyerah.

"Bisa jemput aku di sini?"

Ku kirimkan Sherlock lokasi ku ke Dewa.

"Tunggu aku"

Aku meminta supir berhenti di taman kota, aku tidak mau jejak ku terbaca olehnya, jadi aku meminta ibu agar merahasiakan lokasi ku saat ini. Aku bilang ke ibu kalau aku ingin berpisah dari Aga. Aku tidak mau ibu bertanya banyak, aku akan ceritakan semuanya jika kami bertemu nanti.

"Nak pertimbangkan dulu keputihan kamu"

"Arin sudah lelah Bu, Mas Aga bahkan tidak mau...." Aku tidak sanggup melanjutkan ucapan ku, kami tengah melakukan video call, aku hanya bisa menangis di depan ibu.

"Ibu tidak akan memaksa, tenang kan dulu hati kamu, apapun keputusan kamu, ibu setuju. Yang penting kamu bahagia nak"

Aku langsung mematikan ponsel, menunggu kedatangan Dewa. Aku hapus semua pesan dari mas Aga, aku blokir kontaknya agar tidak bisa menghubungi ku lagi.

Aku menundukkan wajahku, menyembunyikan nya di balik telapak tangan, aku terus menangis mengingat kebersamaan ku dengan Bu Tina.

"Maafkan Arin Bu, Arin tidak bisa bertahan lebih lama di sana, Rahma lebih pantas jadi menantu Ibu" Bahu ku berguncang kencang, aku terus menangis tertahan hingga seseorang memegangi bahu ku.

"Rin?"

Aku mengangkat kepalaku, Dewa berjongkok di depan ku, membuat wajah kami sejajar.

"Ayo kita pergi"

Aku mengagguk pelan, meski berat, aku sudah memutuskan akan membuka lembaran baru dalam hidupku tanpa mas Aga.

1
Dwi Vella
ini ceritanya arin pergi trus 3 bulan sebelumnya udah off blm yaa😇
Diny Julianti (Dy)
aga kan saudara an sama dewa, masa dia bangkrut hancur ngga dibantuin sama tante ny sendiri, aneh niy cerita
Diny Julianti (Dy)
kenapa jadi ceritain dewa siy
Diny Julianti (Dy)
hamil sama siapa? kan belum pernah dsentuh sama aga, gimana siy ceritanya
Diny Julianti (Dy)
nana apa sita yg nemenin ke dufan
Ibah Ibah: Nana kakak 🙏
total 1 replies
Diny Julianti (Dy)
ngeselin sama arin
Diny Julianti (Dy)
males bgt liat sikap arin
Diny Julianti (Dy)
kenapa sih masih perhatian, diemin aja napa
Diny Julianti (Dy)
amit2 punya suami kek gtu, ngga tau diri
Diny Julianti (Dy)
percuma penghapal alquran klo jadi pelakor apalagi mlm2 diem2 tlp an ma suami org
Alfarisyi
taikkk emang
Dokkan Battle
benar benar cerita sakit
Dokkan Battle
cerita konyol abad ini
echa purin
👍👍👍
Luna
semakin tambah episode semakin berkurang like nya, ibu Kartini bersusah payah agar wanita bisa sejajar dengan laki laki,kamu merendahkan dirimu mengemis cinta atas dasar sebagai istri ,kalo dipedulikan GK apa apa ,kamu GK dianggap loh 😑😑😑 bodohnya,
DIFAN2: novel 'SULUNG' maha karya bintang lima telah hadir, yuk mampir kak
total 1 replies
Luna
ini kayak flashback gitukah,,,? kok bingung yh aku
Rumiyati 6790
ceritanya membingungkan,,,,,
Memyr 67
siapa sih danu? kok muncul terus?
Tamirah
Thor lakon inti jadi samar yg ada lakon pendamping jadi lakon inti wesss angelllll.
Ibah Ibah: 😁😁 🙏🙏
total 1 replies
Memyr 67
plotnya seperti novel dgn judul lain
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!