Jangan lupa baca novel Sihir Tafriq dan Misteri Desa Getih, biar gak bingung.
Kasih adalah seorang gadis cantik dan juga baik hati. namun di balik kecantikannya, ia memikul sebuah kutukan. dimana siapapun yang menikahinya, maka tidak akan pernah selamat.
Semua pria akan mati sebelum dapat merasakan malam pertama mereka...
Siapakah Kasih... dan kutukan apa.yang sedang di pikulnya.
ikuti kisah selanjutnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Riko
Riko mencoba menghentikan mobilnya. Tetapi semua sia-sia. Ia seperti terjebak dalam situasi yang sangat tak lazin.
Mobil terus melaju dan tak dapat di hentikan.
"Apa-apaan ini?" ia sangat panik, dan mobil seperti dikendalikan oleh sesuatu, dan tanpa Riko.sadari, ekor Kalajengking sudah mengendalikan kemudia.
Tak berselang lama, terlihat mess Kasih yang tak jauh dari kantor dengan lampu teras yang meredup.
Mobil berhenti, dan pintu terbuka dengan sendirinya.
Wuuuussh!
Mbah Jati meniupkan ajian asmara yang dapat membuat Riko mendadak merasakan bagian rudalnya naik dengan tiba-tiba.
Trrrt!
Riko memejamkan kedua matanya. Ia merasakan getaran hatinya semakin menariknya untuk menemui Kasih.
Saat ia membuka mata, matanya merah menyala, dan perlahan memudar, lalu tersenyum menyeringai.
Ia melangkah menghampiri pintu mess. Lalu berhenti sejenak, dan mengetuknya.
Tok!
Tok!
Tok!
Suara ketukannya membuat Kasih yang baru saja selesai memasak mie instan, dan ingin menyuapnya.
"Siapa?" tanya Kasih. Dan meletakkan suapannya.
"Farhan...." suara di luar sangat meyakinkannya. Lalu ia menuju pintu dan membukanya.
"Hah!" ia tersentak kaget. "Pak Riko? Ada perlu apa-apa malam-malam begini?" tanyanya dengan rasa takut serta penasaran.
"Saya ingin bertamu malam ini." Rico mendorong Kasih yang menghalangi jalan, dan menutup pintu dengan cepat.
"Apa yang bapak inginkan?" tanyanya dengan rasa takut.
Braaaak!
Rico mendorong Kasih hingga mentok le dinding. "Kamu jangan banyak tanya. Saya ingin menikahimu," ucapnya dengan tatapan tajam, seperti belati yang siap menusuk jantungnya.
Kasih memucat. Ia sudah berusaha untuk tidak lagi terjebak pada pria.
Tetapi kenyataannya, kisah ini terus saja berulang.
"Aku sudah menelpon pak penghulu, dan ia bersedia menikahkan kita secara agama," ucapnya dengan rasa berkuasa.
Kasih menggelengkan kepalanya. "Tidak... Jangan... Lu mohon lepaskan aku.. Aku tidak ingin bapak mati sia-sia..." ucapnya dengan nada bergetar.
Di sisi lain, Farhan mendapatkan signal yang terhubung ke instingnya, jika Kasih sedang dalam bahaya.
"Apa yang terjadi.padanya? Mengapa aku merasa jika ia sedang membutuhkan pertolongan?" gumamnya dengan pelan.
Sedangkan Rico sendiri sudah menguasai tubuh Kasih. Ia mencengkram rahang Kasih, lalu memaksanya untuk mencium bibir sang gadis.
Kasih memalingkan wajahnya, dan memberontak.
Akan tetapi, Rico semakin liar.
Hingga tiba-tiba...
Buuuugh!
Sebuah tinju berhasil menghantam pelipis Rico.
"Eeeerrgh!" erangnya kesakitan. Tubuhnya tersurut mundur, dan membuat ia sempoyongan.
Cairan pekat darah mengalir dari sudut bibirnya.
"Pak Bos?" ucap Rico dengan senyum menyeringai.
Farhan tak menjawab. Hanya saja, ia melihat sesuatu yang sedang bersemayam di dalam.tubuh Rico, dan saat ini sedang mengendalikan pemuda itu.
Farhan langsung membawa Kasih keluar dari meaa, dan ia berdiri tegak, sembari menyingsingkan pengan pakaiannya. Ia menatap Rico bukan sekedar bawahan saja, tetapi ia juga ingin mencari cara, bagaimana agar pemuda itu terlepas dari sang Iblis.
"Kasih, masuk ke dalam mobil saya," titahnya. Sedangkan ia masih berdiri dan berkacak pinggang menatap Rico yang sudah berdiri tegak menantangnya.
"Apa, Lu? Di fikir karena lu bos, bisa seenaknya ngatur aku?" tantangnya.
Wuuussh!
Tiba-tiba, Buto Ijo muncul di hadapan keduanya.
"Hah!" Farhan tersentak kaget. "Lu ngagetin aja... " omeo Farhan.
"Sorry, Tuan... Kita emang begitu. Semoga Tuan terbiasa," jawab Buto Ijo dengan nada santai.
"Lu mau ngapain?" tanya Farhan.
"Ya bantui, Tuan-lah... Masa iya mau kadi suporter," balasnya dengan cepat.
"Ya, sudah... Kamu urus dia..." Farhan menyerahkan Rico pada Buto Ijo.
"Beres, Tuan... Sekarang bawa Kasih kerumah, ada hal yang ingin di bicarakan oleh Nawang Wulan." ucap Pocong, yang tiba-tiba muncul dari arah belakang.
"Hah!" Farhan kembali kaget, dan memegangi dadanya.
"Kalian emang keterlaluan!" umpatnya dengan kesal.
"Tuan, harus terbiasa,"
Terbiasa jantungan?!" sahut Farhan cepat.
"Sudahlah, Tuan... Buruan pulang, agar cepat terselesaikan! Nawang Wulan menunggu." Pocong mengingatkan.
"Nawang Wulan? Siapa?" tanya Farhan dengan bingung.
Pocong dan Buto Ijo saling pandang.
"Oh, maksudnya...." ucapannya terpotong oleh Rico yang kerasukan.
"Hahaha... Ternyata kau tak tahu kalau ibumu adalah..."
Buuugh!
Sebuah tendangan mendarat dari arah belakangnya, dan itu di lakukan oleh Sundel Bolong.
Sedangkan Siluman Ular membelit tubuh Farhan, dan langsung membawanya masuk ke dalam mobil, sebelum Rico membongkar siapa jati diri Nawang Wulan—mamanya Farhan yang merupakan transmigrasi dari jiwa sosok ghaib.
"Tuan... Pulanglah, saya akan bantu antar, jangan banyak tanya. Mama Clara sedang menunggu di rumah," Siluman Ular mengingatkan.
Farhan yang masih kebingungan tak dapat menolak, dan memilih untuk mengemudi.
Sedangkan Kasih masih bersandar di sandaran jok mobil bagian tengah, sembari menangis sesenggukkan.
"Sudah, jangan nangis... Saya akan bawa kamu ke rumah orangtua saya." ucap Farhan mencoba menenangkannya.
Kasih membeliakkan kedua matanya. "Maksudnya?"
"Mama saya pengen ketemu kamu..."
"Jamgan.. Turunkan saya di sini saja, Pak. Saya gak mau nantinya keluarga bapak kena sial karena saya." tolak Kasih dengan wajah pucat.
"Udah, diam saja... Kalaupun saya kena sial, mungkin emang lagi apes saja," sahut Farhan, yang mana dalam kondisi bingung sendiri, sebab tidak tahu dengan tunuan sang Mama yang memintanya untuk membawa Kasih ke rumah.
"Sebenarnya, mama mau apa?" gumamnya dalam hati. Sedangkan Kasih berharap Farhan mengabaikan dirinya, dan tidak nekad untuk membawanya ke rumah orangtuanya.
Di tempat lain, Nawang Wulan dan Rayyan sedang berada di dalam kamar, dan terlibat diskusi yang menegangkan.
"Apa kamu serius? Ingin menikahkan Farhan dengan gadis itu? Kamu tahu sendiri, jika Kasih pembawa sial, dan bagaimana jika Farhan tidak dapat memutus kutukannya? Atau bahkan mereka tidak saling cinta," ucap Rayyan, dengan rasa cemas yang cukup besar.
"Ada caranya, dan aku yakin jika Farhan akan sanggup untuk melakukannya," jawab Nawang Wulan dengan sangat yakin.
"Bagaimana caranya?" tanya Rayyan dengan tak sabar, disertai rasa penasaran.
"Ruwatan sengkolo, tirakat, dan penyucian diri... Ketiganya harus di lakukan bersama, dan tidak ada yang noleh batal," Nawang Wulan menjelaskan.
"Kalau gagal?"
"Maka ia harus menikah hingga tujuh kali, dengan menumbalkan empat suaminya lagi,"
Rayyan terdiam beberapa waktu. Ia menghela nafasnya dengan berat. Bagaimana mungkin mereka tega menumbalkan nyawa empat pria yang tidak bersalah?
Tetapi, apakah putera mereka mencintai Kasih? Mereka juga tidak bisa egois, menumbalkan perasaan sang anak, demi menyelamatkan nyawa orang lain.
Rayyan menoleh ke arah sang istri. "Sebaiknya kita tanya dulu bagaimana perasaan Farhan pada gadis itu. Kita tidak boleh mengabaikannya. Jangan sampai, Farhan menikah hanya karena patuh dan tidak ingin di sebut anak durhaka," ia mencoba mengingatkan tentang ide sang istri.
"Aku akan bertanya padanya nanti..." ucap Nawang Wulan. Meskipun nantinya ia harus menggunakan ancaman.
Semoga mereka bisa menemukan Kasih yah.. ☺
Sekalian tuh ajak Roro Penguk, biar dia nggak gangguin keluarganya Rayyan lagi.. 🧐
Tubuhnya sebesar rumah pihak pengembang? 🤭
Ohya Kak.. si Gita dan suaminya, orang yang pertama kali bawa Kasih ke panti asuhan ketika Kasih masih bayi, kok nggak di munculin sih..
Apa dia mereka beda kota dengan tempat tinggal Kasih.. 😌