Indonesia
NovelToon NovelToon
Satu Imam Dua Makmum

Satu Imam Dua Makmum

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Adiba Aza hra

Bagi Azam, satu-satunya wanita yang berhak bersandar di bahunya hanyalah Aira Humaira, istri sekaligus sahabat sejatinya.Namun, sebuah kesalahan yang tak di sengaja.kini berubah menjadi hantu yang menuntut penebusan. Safira kini hidup sebatang kara dan hidup menderita akibat kelalaian Azam. Ketika uang tak lagi mampu membasuh rasa bersalah, Aira justru menyodorkan madu pernikahan sebagai jalan keluar."Aku ikhlas, Mas..." kata-kata Aira terdengar tegas, meski hatinya sendiri hancur.Terjebak di antara tuntutan istri yang dicintainya dan penolakan hatinya untuk mendua, keputusan apa yang akan diambil Azam? Siapkah Aira menyaksikan suaminya bersanding dengan wanita lain, ketika ego dan rasa bersalah bertabrakan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adiba Aza hra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 Batas Kesabaran (

Tiga hari sudah berlalu. Hari ini Aira, Kinan, Hanum, dan Safira berencana jalan-jalan ke luar kota dan menginap di hotel.

"Wah, Mbak Safira cantik banget!" kata Aira kagum.

Hari ini, seperti biasa, Aira menggelung rambutnya menjadi dua bagian, kanan dan kiri. Ia memakai kaos kuning bergambar kecil Momo dan Coco, serta celana jins pendek. Sedangkan Kinan, gadis itu tetap sama seperti dulu, memakai baju yang elegan dan tidak terlalu mencolok. Sementara Hanum dan Safira, mereka mengenakan gamis yang berbeda.

Azam tidak menyia-nyiakan waktunya saat Aira dan yang lain sudah berangkat.

"Bos, Vito sudah kami bawa ke markas. Sedangkan Nyonya Fina masih ditangani karena mendapatkan perlakuan biadab dari Vito hingga mengalami depresi berat," kata orang kepercayaan Azam.

"Jangan sentuh laki-laki itu sebelum saya sampai di sana," kata Azam datar, lalu bergegas mematikan sambungan teleponnya.

Hari ini Azam sengaja membelikan mereka tiket pesawat dan memesan dua kamar di hotel termewah di Jogja karena Vito sudah ditangkap oleh anak buahnya. Sedangkan Fina, perempuan malang itu mengalami depresi akut karena ulah biadab Vito dan anak buahnya.

Ayah Fikri menangis tersedu-sedu saat melihat istrinya dalam kondisi seperti ini. Digilir oleh banyak lelaki selama dua puluh empat jam membuatnya kehilangan kewarasannya. Ayah Fikri tidak diizinkan untuk masuk karena Fina akan mual dan menangis histeris ketakutan saat berada di dekat laki-laki.

Dengan jelas Ayah Fikri melihat wanitanya sedang duduk memeluk lututnya sendiri di atas tempat tidur rumah sakit.

"Pak Fikri, ya?" tanya seorang perawat yang sudah berdiri di belakang Ayah Fikri.

Ayah Fikri menoleh lalu mengangguk cepat. "Ada apa, Sus?" tanya Ayah Fikri yang langsung menghapus air matanya.

Perawat itu tersenyum ramah. "Maaf Pak, di sini saya mau tanyakan, apa Bapak Fikri akan membawa Bu Fina pulang? Atau ingin tetap di sini agar tim medis bisa memantau perkembangan Bu Fina?" tanya perawat tersebut.

Ayah Fikri menghela napas dalam, lalu mengembuskannya pelan.

"Biarkan istri saya tetap di sini. Beri fasilitas yang paling mewah, lengkap, terutama untuk keamanan dan pelayanan dokter yang lebih profesional," kata Ayah Fikri tegas.

"Baik, Pak. Nanti jam dua siang Bapak harap ke ruang Dokter Leyla, ya, Pak, karena saat ini beliau belum datang," kata perawat tersebut.

"Baik, Sus," jawab Ayah Fikri. Perawat tersebut kemudian masuk kembali ke dalam kamar inap Fina.

Di kediaman Niko Xavier, Ibu Nilta sedang disibukkan pekerjaan di dapur dengan beberapa adonan kue dan bronis untuk dibagikan kepada Aira, Kinan, dan Safira. Tentu saja ini adalah permintaan Hanum yang terus merengek.

"Kamu lagi buat apa, Sayang?" tanya Tuan Niko yang baru datang.

Ibu Nilta tersenyum. "Ini loh, Mas, aku mau buat beberapa aneka macam kue sama bronis. Biasa, si bungsu minta buatin, katanya sih mau dikasih ke Aira, Kinan, sama Safira," jawab Ibu Nilta lembut.

"Memang si bungsu di mana, Sayang? Hari ini aku tidak ada melihatnya," tanya Tuan Niko yang sudah memeluk Ibu Nilta dari belakang.

"Dia ke Jogja, katanya sih Masnya beliin dia tiket pesawat, Mas," jawab Ibu Nilta.

Tuan Niko mengangguk mengerti. Tiba-tiba, ponsel di saku celananya berdering pertanda ada panggilan masuk.

"Rizki," gumam Tuan Niko lalu menerima panggilan tersebut.

"Ada apa, Ki?" tanya Tuan Niko.

"Tuan Muda Azam sedang menghabisi Vito, Bos. Kami sudah mencoba menenangkan Tuan Azam, tetapi tidak dihiraukan," lapor anak buahnya.

"Kirim alamatnya, saya ke sana sekarang juga," kata Ayah Niko lalu mematikan sambungan telepon.

"Ada apa, Mas?" tanya Ibu Nilta menghentikan pekerjaannya sejenak.

"Tidak apa-apa, Sayang. Oh ya, aku keluar sebentar, ya," pamit Tuan Niko yang langsung diiyakan oleh Ibu Nilta.

***

Di sebuah gudang bawah tanah, Azam Xavier yang sebelumnya tidak pernah memberi pelajaran musuhnya seberat ini, kini laki-laki muda itu benar-benar akan menghabisi nyawa Vito dengan tangannya sendiri.

Dengan bengis, Azam menyiramkan air es ke tubuh Vito yang sudah penuh dengan luka. Ia memberinya satu botol pil berdosis tinggi yang akan membuat laki-laki biadab itu selalu teringat bayang-bayang kenikmatan.

Vito merasakan tubuhnya begitu panas karena obat pemberian Azam, hingga membuat Vito hampir kehilangan kewarasannya.

"Ini akibatnya lo berani usik ketenangan perempuan gue, Vito," kekeh Azam.

Semua orang yang ada di sana bergidik ngeri melihat penampilan Azam yang sudah berantakan dengan kemeja yang berlumuran darah.

"Dia bisa mati, Zam." Suara berat khas Tuan Niko membuat Azam menoleh ke belakang.

"Itu bagus, Yah. Biar dia merasakan apa yang Aira rasakan. Biar dia merasakan apa yang Kinan dan Ibu Nilta rasakan," jawab Azam datar.

Tuan Niko menghela napas dalam. Benar juga apa yang dikatakan putranya.

"Pindahkan dia ke ruangan pendingin tanpa memakai baju!" perintah Azam yang langsung dilakukan oleh anak buahnya.

1
Adiba Azahra
waaaah makasih kakak semoga makin suka nih yha sama cerita nya 🌸
Adiba Azahra
Halooo 😍
Saddam Husein
👍
Mimin Ridwan
Kaakkkkkk aku mampir lagi nih 😍👍
mey
Meoowww🐱
Adiba Azahra: 😂 😂 😂 🌸🌸🌸😁😁😁😍😍😍😊😊😊🙏🙏🙏
total 1 replies
Mimin Ridwan
Ceritanya Bagus dan penuh kejutan 😁😘🥰 terus lanjut kak 👍🌸❤️
Adiba Azahra: Siap kaka 🙏😊😍🌸👍😁 😍😍😍
total 1 replies
Mimin Ridwan
Maaf kak jadi jarang baca sampe sampe udah bab 74 aja 🙏😍👍 terus semangat kak setiap ada waktu pasti aku sempatkan buah simak bagus banget soalnya 😍👍
Adiba Azahra: Makasih banyak kaka udah suka sama cerita aku gak papa yaa kak kalau baca pas ada waktu luang aja 😊 makasih banget karena kaka suka itu aja udah bikin aku makin semangat loh 😊🙏😍🌸
total 1 replies
Nadia Hendriana
Vito kampret
Adiba Azahra: 👍😁😍🌸😊 halo kaka
total 1 replies
Nadia Hendriana
Wowwww lanjutkan thor
Nadia Hendriana
🤣🤣🤣🙏
Nadia Hendriana
Nah nah kok udah naruh bawang aja thor
Nadia Hendriana
Plis bikin romantis plus bucin tingkat akut Thor 👍😍🤭
Nadia Hendriana
Pengen dong punya suami kyk azam haha🤣🤣🤣🤣
Nadia Hendriana
Pengantin baru mah bebas 🤣
Nadia Hendriana
👍😍
Redmi
Lanjut kan boskuu👍😎
mey
kak, jangan lupa mampir ya di karya aku, si dingin jatuh cinta
Adiba Azahra: Siap kaka aku makasih ya udah mampir 🙏😍🌸
total 1 replies
mey
uwaaa😍, Azam nya ga mau bilang dia lagi cemburu kah itu? 😍🤭
Adiba Azahra: Makasih yha kaka udah mampir semoga suka sama ceritanya semangat terus juga buat kakaknya 🙏😍🌸
total 1 replies
mey
halo kak aku mampir nih😍
Adiba Azahra: Halo kaka Makasih yaaa 🙏🌸😍
total 1 replies
Redmi
Kalau sampe perempuan kyk Aira dendam berarti emng udh kelewatan jahat bener sh pdhl. dia jg perempuan 😡
Redmi: Lagi seru seru nya nih kak 👍😎 lanjut terus pokoknya kak 👍😎
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!