Indonesia
NovelToon NovelToon
Bukan Pilihan Tapi Garis Takdir Yang Telah Ditetapkan

Bukan Pilihan Tapi Garis Takdir Yang Telah Ditetapkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Nikahmuda
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yuli Zarti

sebuah kisah yang sangat menyentuh namun juga menyakitkan tapi tetap dijalani dengan cara yang kadang sulit untuk di terima. Akankah antara Aira dan Ridwan sanggup menjalani? dan bagaimana dengan Zaki. Apakah yang terjadi selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli Zarti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 28 Zaki kritis

Hari - hari berlalu terasa begitu cepat. Sudah hampir dua bulan Zaki koma dirumah sakit. Sampai saat ini masih belum ada tanda-tanda ia akan sadar.

Setiap hari Aira selalu menemani suaminya yang terbaring di ranjang rumah sakit. Setiap hari Aira datang menjenguk suaminya dan ia juga mengelap badan suami dengan penuh kelembutan.

Hari ini Adrian mengecek keadaan Zaki. Ia melihat Aira yang tak pernah putus asa menunggu Zaki sadar kembali.

 Adrian membuka pintu ruang rawat Zaki. Ia melihat Aira sedang duduk seorang diri.

Maaf Aira, hari ini aku akan memeriksa kondisi Zaki. Silahkan dok .

Saat Adrian memeriksa Zaki dan Aira selalu ada disampingnya .

"Bro, Lo harus bangun atau gak gue siap gantiin posisi Lo" , ucap Adrian membisikkan ke telinga Zaki.

Namun Zaki masih tetap memejamkan matanya. Aira pun bertanya pada Adrian.

Jadi bagaimana keadaan mas Zaki saat ini Adrian ?

Dia masih koma tapi coba kamu katakan sesuatu padanya . Dan katakan padanya sesuatu yang bisa membuat berkesan di hatinya.

"Baiklah Adrian aku akan coba . Kalau gitu aku keluar dulu nanti kalau ada sesuatu ada dokter jaga di depan kamu segera hubungi dokter" .

Terimakasih Adrian.

Adrian pun meninggalkan ruangan Zaki.

Aira un membelai rambut suaminya.

"Mas, sampai kapan kamu akan seperti ini. Kenapa kamu tega biarin aku sendiri. Apakah begini caramu mencintaiku. Setelah kau miliki aku tapi tak kau nikmati apa gunanya diriku ini" .

Aira menangis sesenggukan di tapi ranjang Zaki yang masih memejamkan matanya. Setiap hari Aira selalu dirumah sakit . Siang dan malam Aira tidak pernah meninggalkan Zaki.

Aira terus memandangi wajah Zaki yang begitu tampan .

" Mas, andaikan kamu sehat kembali pasti anak - anak kita akan sangat tampan dan gagah seperti dirimu" .

"Aku akan terus menunggumu. Sampai kamu bangun . Aku tinggal sebentar ya mas, aku mau shalat Zuhur dulu".

Aira pun pergi ke toilet di ruangan Zaki. Dengan segera ia berwudhu. Tak menunggu lama Aira pun keluar dari kamar mandi.

Aira pun meraih mukenanya dan melaksanakan shalat Zuhur sendirian.

Dengan sangat khusyuk ia menunaikan shalat. Setelah shalat ia pun berdoa.

"Ya Allah, jika memang takdir yang telah kau gariskan untuk hamba memilikinya sadarkan lah dia untuk hamba. Jika memang hanya sampai disini hamba ikhlaskan ya Allah. Hamba sudah siap menerima apapun yang kau takdirkan untuk hamba" .

Setelah selesai terdengar suara monitor detak jantung Zaki berbunyi kencang.

Biiiiiiiip....... !

Aira pun bangun dari shalatnya . Aira pun berteriak memanggil dokter.

"Dokteeeeeeeeerrrrr !, tolong dokterrr... "

Dengan langkah yang berlarian dokter Adrian pun melihat kondisi Zaki.

Air mata Aira mengalir membasahi pipinya yang basah.

"Aira , saat ini Zaki menunjukkan bahwa kondisinya semakin lemah. Apapun yang terjadi kamu harus siap ya ? "

"Bai dan buruknya kamu terima dengan ikhlas. Ya dok , aku akan menghubungi ayah dan ibunya mas Zaki" .

Alat-alat medis masih terpasang di tubuh Zaki. Aira masih berharap Zaki akan tetap sadar .

Aira pun meraih ponsel miliknya dan segera menghubungi mertuanya.

Panggilan pun tersambung.

"Assalamualaikum Bu,,,," suara Aira terdengar seperti sedang menangis.

"Walaikumsalam nak, kenapa nak ? Ibu mas Zaki Bu" ,

"Iya kenapa dengan Zaki. Mas Zaki kondisinya semakin buruk Bu, tadi monitor detak jantungnya berbunyi kencang dan saat ini mas Zaki semakin buruk Bu" .

"Ya udah ibu kerumah sakit sekarang sama ayah ya" .

"Iya Bu" , panggilan pun terputus.

Aira kembali keruangan Zaki.

" Mas, kenapa kamu tinggalkan aku sendirian mas. Aku mohon tetaplah bersamaku. Aku ingin menua bersamamu" .

"Kalau kamu mau menua bersamaku maka bangunlah mas. Katanya kamu cinta sama aku maka bangunlah" .

Aira masih menangis di tapi ranjang rumah sakit milik Zaki.

1
Rev
👍🏻
Adiba Azahra
Halo kak izin mampir yha 🙏😊🌸😍
Adiba Azahra: 👍🙏😊🌸😍
total 3 replies
Kayla Rane
aku mampir k.. cerita ya 😭 juga♥️

salam DUA SAHABAT DAN BAYI MISTERIUS 🙏🏻🤭
Yuli Zarti: oke terimakasih sudah mampir😍😍😍
total 1 replies
aku
jangan smpe aira jd istri second ya!! 😌🙏🙏
Yuli Zarti: 😊😊😊😊 terimakasih sarannya kak,
total 1 replies
Yuli Zarti
terimakasih 😍😍😍😍
Adiba Azahra
Terus semangat kak bagus loh ceritanya 👍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!