Indonesia
NovelToon NovelToon
Gadis Manis Anak Tuan Adrian

Gadis Manis Anak Tuan Adrian

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Reyanza Rayyan Fahlevy

Keluarga Adrian dikenal sebagai salah satu keluarga paling terpandang dan kaya.
Di mata publik, mereka adalah keluarga sempurna.
Kaya.
Terhormat.
Bahagia.
Namun di balik rumah besar itu, tersimpan banyak rahasia.
Persaingan bisnis, pengkhianatan, iri hati, dan orang-orang yang ingin menghancurkan keluarga Adrian mulai bermunculan.
Semuanya berubah ketika lahir seorang gadis kecil bernama Adeline Adrian Wijaya.
Sejak kecil, Adeline memiliki kemampuan aneh:
dia dapat mendengar suara hati manusia.
Dia bisa mendengar kebohongan yang tidak pernah terucapkan.
Dia bisa mengetahui seseorang yang tersenyum tetapi sebenarnya membenci.
Dia bisa mendengar rasa sakit yang disembunyikan seseorang.
Awalnya keluarga menganggap itu hanya imajinasi anak kecil.
Namun perlahan, kemampuan Adeline menyelamatkan keluarganya.
Ketika seseorang berpura-pura baik.
Ketika ada anggota keluarga yang diam-diam berkhianat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyanza Rayyan Fahlevy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28

Rumah besar Wijaya mulai merasakan angin segar setelah penemuan amplop oleh Lucas. Daniel bekerja tanpa henti mengumpulkan bukti-bukti baru, dan Adrian mulai merasa bahwa keadilan akan segera datang. Namun di tengah optimisme itu, Adeline mendengar sesuatu yang mengganggu pikirannya setiap malam.

Suara hati Daniel mulai berubah. Awalnya tenang dan profesional, kini terdengar gelisah dan penuh konflik. Seolah ada pertempuran batin yang sedang terjadi di dalam diri pengacara keluarga itu. Adeline mencoba mengabaikannya, berpikir bahwa Daniel mungkin hanya lelah karena pekerjaan yang menumpuk. Tetapi firasatnya terus berkata bahwa ada sesuatu yang salah.

Suatu sore, Daniel datang ke rumah dengan wajah pucat dan langkah gontai. Dia meminta berbicara dengan Adrian berdua saja di ruang kerja. Adeline yang sedang bermain di ruang tamu, tidak bisa menahan rasa ingin tahunya. Gadis kecil itu diam-diam mendekati pintu ruang kerja dan mendengarkan.

"Adrian, ada sesuatu yang harus aku katakan," suara Daniel terdengar berat dan penuh penyesalan. "Tentang bukti-bukti yang kita kumpulkan."

"Apa maksudmu?" suara Adrian terdengar bingung.

Daniel menghela napas panjang. "Aku ... aku telah mengkhianatimu, Adrian. Aku bekerja untuk Victor."

Keheningan yang mematikan menyelimuti ruangan. Adeline merasakan jantungnya berdegup kencang. Dia tidak percaya apa yang baru saja dia dengar. Daniel, orang kepercayaan keluarga, pengacara yang selalu ada di sisi mereka, ternyata adalah pengkhianat.

"Kamu bercanda," suara Adrian akhirnya keluar, bergetar dan tidak percaya.

"Aku tidak bercanda," jawab Daniel dengan suara patah. "Victor mendekatiku tiga tahun lalu. Aku sedang dalam masalah keuangan saat itu. Anakku sakit dan aku tidak punya cukup uang untuk pengobatannya. Victor menawarkan bantuan, dengan imbalan informasi tentang perusahaan."

Adeline mendengar suara langkah ayahnya mondar-mandir di dalam ruangan. "Kamu bisa datang padaku, Daniel! Aku akan membantumu! Kenapa kamu memilih Victor?"

"Karena aku malu," jawab Daniel dengan suara hampir menangis. "Aku tidak mau terlihat lemah di matamu. Aku pikir aku bisa mengendalikan semuanya, bahwa aku bisa memberi Victor informasi kecil tanpa merusak perusahaan. Tapi Victor terus meminta lebih banyak dan aku tidak bisa berhenti."

Adeline merasakan air mata mengalir di pipinya. Dia mendengar penyesalan yang begitu dalam dari suara hati Daniel. Pria itu benar-benar menyesal, tetapi penyesalan tidak bisa mengubah apa yang telah terjadi.

"Kamu sudah menghancurkan kepercayaanku, Daniel," suara Adrian terdengar hancur. "Kamu seperti saudara bagiku. Bagaimana bisa kamu melakukan ini?"

"Aku tahu aku tidak pantas dimaafkan," jawab Daniel pelan. "Tapi aku datang hari ini untuk mengakui semuanya. Aku akan memberikan semua bukti yang aku miliki tentang Victor. Aku akan membantumu menghancurkannya. Dan setelah itu, aku akan menyerahkan diri pada polisi."

Adrian terdiam lama. Adeline bisa mendengar pergulatan batin ayahnya. Di satu sisi, dia ingin marah dan membenci Daniel. Di sisi lain, dia mengerti bahwa Daniel adalah korban dari situasi yang sulit.

"Apa yang membuatmu berubah pikiran?" tanya Adrian akhirnya.

"Adeline," jawab Daniel dengan suara lembut. "Melihat gadis kecil itu berjuang melindungi keluarganya, mendengar semua pengorbanannya, aku sadar bahwa aku tidak bisa terus menjadi orang jahat. Dia mengajariku bahwa kejujuran dan keberanian lebih berharga dari uang."

Adeline terkejut mendengar namanya disebut. Dia tidak pernah menyangka bahwa dia bisa mempengaruhi Daniel dengan cara seperti itu.

Adrian membuka pintu ruang kerja dan menemukan Adeline berdiri di luar dengan air mata di pipinya. Dia memeluk putrinya erat dan membawanya masuk ke dalam ruangan. Daniel menatap Adeline dengan tatapan penuh penyesalan.

"Maafkan aku, Adeline," kata Daniel pelan. "Aku telah mengecewakanmu dan keluargamu. Aku tahu kata maaf tidak cukup, tapi aku berjanji akan memperbaiki semua kesalahanku."

Adeline menatap Daniel dengan mata jernih. Dia mendengar suara hati pria itu, penuh dengan penyesalan yang tulus dan tekad untuk berubah. "Aku memaafkan Paman Daniel," katanya pelan. "Karena Paman Daniel menyesal dan Paman Daniel ingin berubah. Itu yang penting."

Daniel menangis mendengar kata-kata Adeline. Dia tidak pernah menyangka bahwa seorang anak kecil akan memberinya pengampunan yang tidak dia layak dapatkan.

Malam itu, Daniel memberikan semua bukti yang dia miliki tentang konspirasi Victor. Dia menjelaskan setiap detail, setiap transaksi, setiap rencana jahat yang telah dia bantu jalankan. Adrian mendengarkan dengan seksama, mencatat semua informasi yang dia butuhkan untuk menghancurkan Victor sekali dan untuk selamanya.

Sebelum pergi, Daniel menatap Adeline dan berkata, "Kamu adalah gadis kecil yang luar biasa, Adeline. Kamu mengajariku bahwa kebenaran selalu lebih berharga dari kekayaan. Terima kasih telah memaafkanku."

Adeline tersenyum dan melambaikan tangan pada Daniel yang pergi ditemani polisi. Dia merasa sedih karena kehilangan seseorang yang dia anggap keluarga, tetapi dia juga merasa lega karena kebenaran akhirnya terungkap.

Adrian memeluk putrinya erat. "Ayah sangat bangga padamu, Sayang. Kamu berhasil membuat Daniel sadar akan kesalahannya. Tanpamu, mungkin kita tidak akan pernah tahu kebenaran."

Adeline menempelkan kepalanya di dada ayahnya. "Aku hanya melakukan apa yang benar, Ayah. Dan aku percaya bahwa setiap orang bisa berubah jika mereka mau."

Malam itu, ketika semua orang sudah tidur, Adeline duduk di dekat jendela kamarnya dan merenungkan semua yang terjadi. Dia belajar bahwa suara hati manusia bisa berubah ketika seseorang memilih keserakahan. Tetapi dia juga belajar bahwa penyesalan dan keinginan untuk berubah bisa membawa seseorang kembali ke jalan yang benar.

"Kadang orang melakukan hal buruk karena mereka takut atau terdesak," bisik Adeline pada boneka beruangnya. "Tapi selama mereka masih mau berubah, masih ada harapan."

Di luar jendela, bintang-bintang bersinar terang. Rumah besar Wijaya terasa sedikit lebih damai. Pengkhianatan Daniel telah terungkap, tetapi bersama dengan pengungkapan itu datang juga pengampunan dan harapan bahwa keadilan akan segera ditegakkan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!