Diana melihat suaminya mencium atasannya di mobil, kala hujan deras di depan rumah. Alih-alih minta maaf, Geo malah menceraikan Diana saat istrinya itu minta penjelasan. Bahkan kedua orang tua Geo menghina dan mengusir Diana dari rumah itu.
Tak hanya itu, Sandra wanita selingkuhan suaminya, yang ternyata adalah salah satu putri orang terpandang di kota itu, membayar orang untuk membakar toko orang tua Diana. Memaksa Diana mempercepat perceraian dan menyerahkan hak asuh anak mereka pada Geo.
Saat Diana merasa sangat putus asa dan terpuruk, karena tak punya sepeser pun untuk membayar biaya rumah sakit ibunya dan operasi ayahnya. Seorang pria datang mendekat dan berkata,
"Kamu Diana kan? mau menikah denganku? aku akan bayar semua pengobatan ayah dan ibumu. Juga mengambil kembali hak asuh putrimu!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Di perusahaan, beberapa karyawan tampak keluar dari lift dengan cepat. Mereka saling berbincang dan merapikan pakaian mereka. Hanya karyawan tingkat tiga ke atas saja yang di perintahkan untuk berkumpul di lobby perusahaan oleh Alvin, asisten pribadi John. Karena memang ada hal ingin disampaikan oleh CEO perusahaan pada mereka semua.
Di ruangannya, Sandra masih enggan pergi. Dia bahkan meminta bantuan ayahnya yang punya 20 persen saham di perusahaan ini untuk bicara pada John, supaya dia tidak perlu turun ke lobby.
"Ayah, aku tidak mau turun ke sana..."
[Yang memberi perintah kan Tuan Wiratama langsung, kenapa kamu menyulitkan ayah, Sandra. Belum puas kamu membuat ulah selama ini. Asal kamu tahu ya, banyak proyek ayah yang ditunda, dipertimbangkan oleh para klien gara-gara beberapa masalah yang kamu timbulkan beberapa waktu ini. Orang yang kamu ganggu kemarin saja kita belum tahu siapa. Sekarang cuma turun ke lobby saja kamu tidak mau, kalau sampai ada yang mengadukan ini pada tuan Wiratama, menurutmu apa posisi suami kamu yang tidak berguna itu masih bisa dipertahankan?]
Suara tuan Hartawan terdengar sangat tegas. Dia memang punya uang dan kuasa, tapi dia juga sudah keluar uang banyak beberapa waktu ini. Pemasukan berkurang sementara pengeluaran terus bertambah besar, dia juga bisa pusing kan?
"Ayah, sebenarnya ada apa sih? siapa yang mau datang? pengumuman apa? bukannya ayah punya 20 persen saham? itu belum cukup membuat ayah tahu segalanya tentang perusahaan?" tanya Sandra.
[Ayah dengar tuan Wiratama akan datang, setelah akuisisi perusahaan itu. Dia kan memang belum pernah datang ke tempat itu. Ayah masih banyak urusan Sandra, perusahaan lain tempat ayah investasi juga banyak diakuisisi, entah orang kaya darimana lagi yang buang-buang uang untuk membeli saham dengan harga besar. Sudahlah, turun saja ke lobby. Apa susahnya!]
"Tapi ayah..."
Tut Tut Tut
Sandra melebarkan matanya. Bahkan ponsel yang dia pegang di lempar begitu saja di atas meja.
Brakk
Sandra selama ini memang bersikap seenaknya saja, 20 persen saham ayahnya di perusahaan ini tadinya adalah saham perseorangan yang paling besar. Dia sangat dihormati karena ayahnya. Apa yang dia katakan siapa yang berani membantah.
Dan sekarang, tiba-tiba saja perusahaan ini diakuisisi. Bukan karena bangkrut, bukan karena terlilit hutang perusahaan atau karena defisit. Tapi karena beberapa pemegang saham menjual saham mereka pada seseorang dengan harga tiga kali lipat. Tidak tanggung-tanggung, bahkan saham yang dimiliki orang itu adalah penggabungan saham dari 12 orang pemilik sebelumnya, sebanyak 52 persen saham. Dengan memiliki separuh lebih saham, tentu saja dia menjadi pemimpin perusahaan. Bahkan beberapa anak cabang sudah dibeli, anggap saja kalau yang lain jual saham perusahaan itu sama saja jadi milik orang itu.
Sandra kesal sekali, tapi karena memang tidak ingin membuat ayahnya marah lagi, dia juga pada akhirnya harus turun ke lobby.
Sementara itu Geo dan yang lain sudah berada di lobby perusahaan. Begitu pintu lift terbuka, Geo melihat Sandra yang berjalan dengan kesal ke arahnya.
"Aku pikir kamu tidak akan turun?" tanya Geo.
Geo memang sengaja tidak menunggu atau menghampiri Sandra. Karena dia pikir istrinya itu tidak akan mungkin mau turun ke lobby. Meski direktur divisi lain bahkan tak segan berada di barisan paling depan. Tapi Sandra kan memang orangnya sangat arogan.
Mat Sandra melotot, beberapa hari ini dia bahkan merasa Geo itu sama sekali tidak seperti dulu, sebelum mereka menikah. Sekarang, Geo lebih sering membuatnya kesal.
"Ini semua karena kamu gak becus. Kalau kamu becus kerja. aku gak usah capek-capek turun ke bawah!"
Geo merasa tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Sandra.
"Apa maksudmu? apa hubungannya dengan aku?" tanya Geo dengan suara pelan.
Beberapa orang mulai memperhatikan mereka. Dulu pasangan itu adalah pasangan paling romantis. Kemana ada Geo, Sandra akan terus menempel. Sekarang di depan semua orang, keduanya kerap bertengkar. Karyawan lain sering sekali bergosip tentang mereka.
Sandra mengernyitkan alisnya.
"Masih gak sadar juga? gara-gara kamu terus melakukan kesalahan dan gak bisa buat klien kita kasih proyek. Ayahmu mengancam akan mencopot posisi mu!"
Geo terkejut, agak kesal juga. Tampaknya pria itu juga belum sadar kalau dia sama sekali tidak berada di posisi itu karena kemampuannya. Tapi karena bantuan dari Sandra dan ayahnya.
"Aku sudah susah payah merekomendasikan kamu di depan ayah. Ayah juga sudah membuat banyak orang menentangnya, untuk posisi kamu ini. Kalau sampai kamu di demosi terus jadi manager lagi, mau ditaruh dimana muka ku. Masa iya aku punya suami manager!"
Sandra membuang muka ke arah lain setelah mengatakan kalimat yang cukup menohokk Geo itu.
Rumah tangga yang dipikirkan akan bahagia, dan istri yang dia pikirkan akan membawanya pada kesejahteraan dan posisi tinggi. Intinya Geo menceraikan Diana dan menikah dengan Sandra berharap dia mendapatkan status yang lebih baik dan hidup yang lebih terjamin. Nyatanya, apa yang dia dapatkan sama sekali tidak seperti yang dia angankan dan harapkan.
Bukan rumah tangga damai dan bahagia seperti yang dia kira. Dia kira menikahi wanita kaya, hidupnya akan terjamin. Di hormati, di turuti dan hidupnya benar-benar akan menjadi lebih baik. Geo salah, dia salah besar.
Rumah tangganya kali ini, setiap hari hanya ada pertengkaran. Dan pertengkaran itu selalu menyudutkannya. Sandra tak pernah menghormatinya. Kata-kata manis saat mereka selingkuh dulu sudah tak ada lagi sejak mereka menikah. Sikap Sandra yang agresif padanya, memanjakannya dan kerap menempel padanya. Sekarang Geo sungguh tak pernah merasakan semua itu lagi.
Cukup lama Geo menatap Sandra, dia sungguh tak lagi melihat Sandra yang dulu membuatnya tak berpikir dua kali meninggalkan Diana. Benar-benar sudah berubah.
Para karyawan melihat itu, tapi mereka juga tak berkomentar. Hanya melihat lalu memutar bola matanya jengah. Beberapa beranggapan, sesuatu yang didapat dengan cara tidak benar. Maka akan cepat juga hilangnya. Seperti perasaan mereka berdua itu.
"Tuan Wiratama sudah datang!" kata Alvin yang langsung membuat semua orang merapikan pakaian mereka, termasuk Geo.
Sandra hanya mendengus kesal. Dia benar-benar tidak senang berdiri di tempat yang sama dengan karyawan rendahan seperti ini.
Sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan lobby. Seorang pria tampan berjas mahal turun. Ketika John ingin membuka pintu mobil di sisi lain, Ravi mengangkat tangan. Mengisyaratkan kalau dia saja yang akan membukanya.
Dari dalam sekertaris direktur pemasaran melihat itu.
"Wah, beruntung sekali nyonya Wiratama. Sampai pintu mobil, tuan Wiratama sendiri yang membuka untuknya!"
"Iya, jadi penasaran. Siapa wanita beruntung itu!" sahut sekertaris direktur produksi.
Sandra memutar bola matanya malas.
'Penasaran? kalian juga tidak mungkin kenal. Istri konglomerat, pasti juga putri konglomerat. Siapa kalian berpikir mengenal istri tuan Wiratama!' batin Sandra.
***
Bersambung...
mana pemilik nya lagi🤣
karyawan aja pada sok ngehina pemilik 🫣
ni orang kepalanya kepentok kali ya
Trus amnesia
eh liat kita sangkanya kita orang yg paling dicintainya 🤣🤣
lah kalau tetibaan dia inget lagi,gimana donk😔
pasti bingung..
ini orang ,mesti gimana ya balesnya?
pandai ny cuma mengeluh aj dy
hitung2 pembalasan dari diana
dia aja bisa seenaknya ngerebut ank lu dengan ga tau malu nya
bisa ngapain lagi ntar nya..
tebak aja
seruu kan hidup lo🤣🤣
marah?
lah emang fakta,gimana donk
udah mokondo ga tau malu lagi🫣🤣
apa yg kau harapkan ketika dia harus Jadi pemimpin banyak orang
ya...ga bakalan mampu lah