Indonesia
NovelToon NovelToon
Bukan Takdir Yang Kupilih

Bukan Takdir Yang Kupilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:321
Nilai: 5
Nama Author: Alisha Chanel

Mawar tak pernah meminta hidup penuh luka. Dikhianati, dipisahkan dari orang terkasih, hingga nyawanya sendiri terancam.

Namun Mawar tak mau menyerah begitu saja, ia berjuang keras menembus segala rintangan, berusaha mengubah jalannya nasib yang seolah begitu kejam padanya.

Di antara cinta, pengorbanan dan kehilangan, apakah Mawar akhirnya bisa menulis akhir ceritanya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alisha Chanel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diam Selamanya

Keesokan harinya...

Matahari baru saja mengintip di ufuk timur, namun udara pagi di desa itu terasa jauh lebih dingin dari biasanya, seakan alam pun ikut merasakan ketegangan yang melayang di udara. Langkah kaki Gala terdengar berat namun cepat, memecah keheningan pagi, menuju rumah yang kini tampak begitu asing baginya. Pintu depan tidak tertutup rapat, dan Gala melangkah masuk tanpa mengetuk, membawa serta badai kemarahan yang sejak semalam tak pernah mereda di dadanya.

Di ruang tengah, Bima duduk bersandar di kursi jati yang kokoh, cangkir teh di tangannya masih mengepul tipis. Wajahnya tampak lelah, kusut, matanya cemas menatap lantai seakan ada sesuatu yang terus menghantuinya. Namun saat melihat sosok Gala berdiri di ambang pintu dengan tatapan yang menyiratkan kemarahan tak terperi, cangkir di tangannya nyaris terlepas.

"Kau kembali lagi?" Bima meletakkan cangkir itu perlahan di meja, bunyi dentingnya terdengar nyaring di ruangan yang sepi. Ia berdiri perlahan, menyadari sepenuhnya bahwa pemuda di hadapannya tak datang untuk sekadar bertanya.

"Bukankah sudah kubilang agar kau berhenti mencari masalah di sini?"

"Masalah?" Gala tertawa getir, tangannya meremas selendang biru yang kini kusam, kotor, selendang yang menjadi satu-satunya jejak Mawar yang ia temukan.

"Kalian menyebut kehilangan wanita yang paling kucintai sekadar 'masalah'? Kalian mendorongnya lari ke hutan dalam keadaan terluka! Kalian yang bertanggung jawab atas semua ini!"

"Jangan menuduh sembarangan tanpa bukti!" Bima melangkah maju, dadanya membusung, menonjolkan perawakannya yang jauh lebih tegap.

"Dia pergi sendiri! Kami tidak mengusirnya!"

"Kau berbohong!" Gala mendekat, jarak mereka kini hanya beberapa jengkal. Matanya menatap tajam lurus ke manik mata Bima.

"Aku tahu apa yang kau lakukan padanya malam itu. Aku tahu kaulah yang menghamili Mawar, dan aku tahu Jingga yang memukulinya sampai berdarah! Karena takut ketahuan, kalian membiarkannya lari sendirian ke hutan yang mengerikan itu!"

Bima terdiam sejenak, keterkejutan menyusup ke wajahnya, namun seketika berubah menjadi amarah yang membara. Rahasianya terbongkar, dan baginya, satu-satunya cara untuk melindungi dirinya adalah dengan membungkam mulut pemuda ini selamanya.

"Kau terlalu banyak tahu, Gala. Dan itu adalah kesalahan terbesarmu," ancam Bima, suaranya rendah namun penuh ancaman yang nyata.

"Aku tidak akan membiarkan kalian hidup tenang setelah semua kejahatan ini! Aku akan menceritakan semuanya pada seluruh desa. Kebenaran harus terungkap!" Gala berbalik hendak keluar, namun Bima lebih cepat. Ia meraih sebilah tongkat kayu keras yang tersandar di dinding, lalu mengayunkannya dengan kekuatan penuh ke arah punggung Gala.

Buk!

Gala terhuyung ke depan, tubuhnya hampir tersungkur. Rasa nyeri yang tajam dan menyengat menjalar cepat dari punggung ke seluruh tubuh. Ia berbalik perlahan, menatap Bima yang kini berdiri tegak memegang tongkat, wajahnya dingin, mengerikan, tanpa belas kasihan sedikit pun.

"Kau pikir orang akan percaya pada pemuda tak dikenal sepertimu?" Bima tertawa sinis.

"Kau tidak punya bukti, Gala. Dan kau tidak punya kekuasaan apa pun di sini. Pergilah, dan jangan pernah kembali lagi. Atau kau akan menyesal telah dilahirkan ke dunia ini."

"Aku tidak akan pergi ke mana pun sampai keadilan ditegakkan!" Gala berteriak, lalu melompat maju, menubruk tubuh Bima hingga keduanya jatuh berguling di lantai kayu yang kasar.

Pertarungan itu pecah seketika. Pukulan, dorongan, cengkeraman, semuanya terjadi begitu cepat. Namun ketidakseimbangan kekuatan terlihat jelas. Bima lebih tinggi, lebih besar, lebih kuat. Sementara Gala, meski didorong oleh kemarahan dan keteguhan hati, tubuhnya lebih kurus, kurang terlatih, dan kelelahan menyisir hutan selama berhari-hari.

Mereka berguling, memukul, saling menjatuhkan. Jingga yang mendengar keributan berlari keluar dari kamar, berdiri terpaku di ambang pintu, berteriak histeris namun tak berani mendekat. "Cukup! Berhenti! Kalian akan saling membunuh!"

Namun tak ada yang mendengarnya. Amarah membuat Gala bertahan lebih lama dari yang seharusnya, namun perlahan tenaganya mulai terkuras. Bima berhasil mendominasi, menindih tubuh Gala di bawah berat badannya, lalu mengepalkan tangannya berulang kali ke wajah pemuda itu.

"Berhenti! Kau tidak tahu siapa yang sedang kau hadapi!" bentak Bima di sela pukulannya.

Gala yang wajahnya sudah berdarah-darah tersenyum tipis di sela rasa sakit. "Kau pengecut... kau hanya berani menyakiti wanita lemah dan orang yang lebih lemah darimu..."

Kata-kata itu menyalakan api kemarahan yang tak terkendali di dada Bima. Matanya melirik ke samping, sepotong pecahan vas keramik yang jatuh dan tergeletak di lantai, tajam, berkilau samar. Tanpa berpikir panjang, Bima meraihnya, lalu dengan mata yang menyala penuh amarah, ia mengayunkannya ke arah Gala yang mendongak menatapnya.

Srak!

Darah segar seketika menyembur keluar, membasahi pakaian pemuda itu. Gala berteriak kesakitan yang luar biasa, tangannya spontan menekan dada kirinya yang kini terasa perih.

Rintihan Gala terdengar lemah, tubuhnya terkulai di lantai, rasa sakit yang ia rasakan melebihi apa pun yang pernah dialaminya seumur hidup.

Bima terengah-engah, napasnya memburu. Ia menatap tangan yang berlumuran darah, lalu ke arah wajah Gala. Ngeri menyergap hatinya melihat apa yang baru saja ia perbuat. Namun rasa takut segera mendorongnya untuk tidak berhenti di sini, jika Gala hidup, ia akan menjadi ancaman terus-menerus.

"Kau sendiri yang memaksaku..." gumam Bima, suaranya gemetar namun berusaha terdengar tegas. Ia mundur selangkah, seakan ingin menjauh dari pemandangan mengerikan di hadapannya.

"Siapa pun yang tahu rahasia itu... harus diam selamanya."

Jingga berdiri mematung di ambang pintu, kakinya tak mampu melangkah maju maupun mundur. Wajahnya pucat seperti kain kafan, matanya terbelalak menatap darah yang mengalir di lantai, bersumber dari arah tubuh Gala yang terkulai lemah.

"Mas... apa yang kau lakukan..." suara Jingga berbisik, nyaris tak terdengar, penuh ketakutan yang mencekam. "Dia... dia bisa mati..."

"Biarkan!" Bima membentak, berbalik menatap sang istri dengan pandangan tajam yang menyembunyikan kepanikan.

"Kalau dia hidup, kita semua hancur! Kau mau seluruh desa tahu apa yang kau lakukan pada adikmu sendiri? Kau mau mereka tahu siapa yang sebenarnya mendorong Mawar lari ke hutan?!"

Jingga terdiam, bibirnya terkatup rapat. Kata-kata itu menghantamnya lebih keras daripada pukulan apa pun. Ia menatap tubuh Gala yang terbaring tak berdaya, lalu teringat wajah Mawar, adik kandungnya sendiri yang kini entah di mana, mungkin menderita sendirian di tengah kegelapan hutan. Rasa bersalah yang sedari tadi ia coba sembunyikan kini meledak sepenuhnya.

"Aku... aku tidak bermaksud..." isak Jingga, air mata kembali mengalir deras.

"Kita harus membawa Gala ke rumah sakit, Mas... tolong... jangan biarkan dia mati..." mohon Jingga.

"Kau gila?!" Bima mendekat, mencengkeram bahu istrinya kuat. "Kalau dia hidup, dia akan menceritakan semuanya! Kau mau dihina, dan dianggap penjahat oleh semua orang?!"

"Tapi kalau kita diam saja, kita menjadi penjahat sungguhan!" Jingga melepaskan diri dari cengkeraman sang suami, melangkah mendekati tubuh Gala yang masih bergetar lemah. Ia berlutut di samping pemuda itu, tangannya gemetar menyentuh bahu Gala yang dingin.

Bersambung…

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!