Indonesia
NovelToon NovelToon
Kehidupan Kedua: Pengantin Pengganti Sang Mafia

Kehidupan Kedua: Pengantin Pengganti Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Pengantin Pengganti / Penyesalan Keluarga
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Serena mati tersambar petir saat bermain hujan di tengah malam karena bosan, Serena berpikir dia akan ke alam baka. Siapa sangka jiwa Serena malah masuk ke tubuh seorang gadis bernama Serena juga, seorang gadis malang yang dikorbankan keluarganya sebagai pengganti kakaknya untuk menikahi seorang mafia kejam untuk melunasi hutang.

Sebagai seorang pecinta dunia mafia, Serena sangat menikmati hidupnya didunia baru ini. Serena berencana akan memikat hati mafia kejam itu hingga jatuh ke pelukannya.

Bagaimana kehidupan Serena di dunia ini, apakah Serena mampu meluluhkan hati sang mafia? Ataukah Serena malah menjadi mainan mafia itu sendiri?. Stay tune!.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menggoda Sergio

Layar ponsel pintar berwarna hitam legam itu menampilkan panggilan masuk dari Sergio. Serena menatap layar sejenak dengan senyuman penuh kemenangan sebelum akhirnya ia menggeser tombol hijau untuk menerima panggilan tersebut.

​Begitu sambungan terhubung, layar ponsel itu mendadak berubah menjadi panggilan video. Di seberang sana, wajah tampan Sergio Maximilian Ziegler langsung terekam jelas. Pria berdarah dingin itu tampak sedang duduk di sebuah ruangan kerja bernuansa gelap dengan latar belakang arsitektur modern yang asing. Wajahnya tetap datar, kaku, dan tanpa ekspresi, namun aura dominannya tetap terasa menembus layar ponsel.

​"Ada apa?" tanya Serena singkat dengan nada santai, sengaja menunjukkan sikap acuh tak acuh untuk memancing reaksi suaminya.

​Mendengar sapaan singkat dan nada bicara istrinya yang tidak biasa itu, Sergio langsung menyipitkan mata birunya tajam di seberang sana. Garis rahang pria itu mengeras dalam hitungan detik.

​"Apa yang sedang kamu lakukan di sana?" tanya Sergio dengan suara baritonnya yang berat dan dingin, menyelidik setiap gerak-gerik Serena lewat kamera.

​Serena melirik sekilas ke arah Anna dan instruktur panahan yang berdiri tidak jauh darinya, lalu kembali menatap layar ponsel dengan senyuman jail yang mengembang di bibirnya.

​"Entahlah... Mungkin aku sedang berkencan sekarang," jawab Serena santai, sengaja melontarkan kalimat provokatif untuk memancing emosi suaminya yang sedang berada jauh di luar kota.

​Di seberang sana, mata Sergio menyipit semakin tajam. Suhu di sekitar pria itu seolah langsung membeku.

"Berkencan? Ulangi kalimatmu, Serena," ujar Sergio dengan nada rendah yang penuh ancaman terselubung.

​Serena tersenyum semakin licik. Di dalam hatinya, ia merasa di atas angin. Jarak ratusan kilometer antara dirinya dan suaminya saat ini adalah perisai terbaik. Ia tahu betul, sejauh apa pun amarah Sergio, pria itu tidak bisa langsung mencengkram atau menghukumnya detik ini juga karena sedang terjebak urusan luar kota. Ini adalah kesempatan emas untuk membalas kekesalannya beberapa hari lalu!

​"Kenapa kaget begitu, Max?" cibir Serena riang.

"Aku bilang aku sedang berkencan. Suasana di sini menyenangkan sekali, ada pria tampan yang menemaniku berlatih dengan dekat..." pancing Serena sengaja memperjelas kata-katanya.

​"Serena!" panggil Sergio dengan suara bariton meninggi, sebuah peringatan keras yang mutlak.

​Mendengar bentakan tertahan dari suaminya, tawa kecil lolos dari bibir Serena. Ia sama sekali tidak merasa gentar.

"Ada apa sih, Tuan Besar? Jangan ganggu aku dulu, dong! Kekasih baruku ini sudah menunggu untuk mengajariku cara memegang senjata dengan benar," balas Serena dengan nada manja yang dibuat-buat, sengaja semakin mengompori emosi pria dominan itu.

​Di layar ponsel, rahang Sergio terkatup rapat. Urat-urat di pelipis pria itu tampak sedikit menonjol, menahan amarah yang sudah berada di ambang batas kewajaran. Seorang pemimpin mafia berdarah dingin yang terbiasa ditakuti banyak orang kini justru dipermainkan secara terang-terangan oleh istrinya sendiri lewat layar ponsel.

​"Jangan membuatku kehilangan kesabaran, Serena!" geram Sergio penuh penekanan, suaranya terdengar sangat berbahaya.

"Lihat saja pembalasanku setelah aku pulang ke mansion nanti! Jangan harap kamu bisa turun dari tempat tidur selama seminggu penuh!"

​Ancaman vulgar dan telak itu sukses membuat bulu kuduk Serena merinding seketika. Jantungnya berdegup kencang, membayangkan hukuman apa yang akan diberikan suaminya jika ia kembali nanti. Namun, sifat keras kepala dan rasa penasarannya untuk menjahili Sergio jauh lebih dominan daripada rasa takutnya. Ia sudah kadung basah, jadi ia harus menyelam sekalian!

​Serena bergidik ngeri sejenak, namun ia tetap memasang senyuman mengejek di bibirnya. "Benarkah? Wah, aku jadi ngeri mendengarnya..." ejek Serena terang-terangan, matanya berbinar jenaka.

"Tapi sayangnya aku tidak percaya! Lagipula, aku justru sedang menunggu hukuman dari Tuan yang suka kabur ke luar kota saat istrinya sedang butuh ditemani!"

​"Serena Amaryllis!" panggil Sergio murka, nama lengkap istrinya disebut dengan nada penuh penekanan mutlak.

​"Sudah dulu ya, Max! Instruktur gantengku sudah memanggil itu, aku mau lanjut latihan memanah lagi. Bye-bye, suamiku tersayang!" pamit Serena riang tanpa dosa.

​Sebelum Sergio sempat mengeluarkan kata-kata ancaman atau makian lagi dari seberang sana, Serena dengan cepat langsung menekan tombol merah untuk mematikan panggilan video tersebut.

​Tit. Panggilan terputus seketika.

​Di tempat latihan indoor itu, Serena langsung menghembuskan napas lega sambil tertawa kecil. Meskipun layar ponselnya sudah gelap, ia bisa membayangkan dengan sangat jelas bagaimana rupa wajah Sergio di seberang sana yang pasti sudah merah padam menahan amarah luar biasa karena panggilannya diputus begitu saja oleh sang istri.

​Anna yang berdiri di dekatnya hanya bisa menggelengkan kepala pelan sambil tersenyum geli. Sebagai mantan pasukan elit, Anna sangat tahu konsekuensi mengerikan jika ada orang lain yang berani berbicara dengan nada seperti itu kepada Tuan Sergio. Namun melihat bagaimana Nyonya mudanya justru dengan sengaja memancing singa lapar yang sedang berada di kandang lain, Anna tidak bisa menahan rasa kagum sekaligus ngeri pada keberanian Serena.

​"Nyonya..." panggil Anna hati-hati dengan senyuman tertahan.

"Apakah Anda tidak takut Tuan Sergio akan langsung pulang hari ini juga demi memberi Anda pelajaran di kamar?"

​Serena mendengus ringan, menyerahkan ponsel hitam itu kembali ke atas meja kecil di sebelah peralatan memanahnya. Ia melipat kedua tangan di dada dengan gaya menantang.

​"Biar saja dia pulang!" balas Serena dengan dagu terangkat percaya diri, meskipun dalam hatinya sedikit bergidik ngeri membayangkan amukan suaminya nanti.

"Biar dia tahu rasanya digantung dalam ketidakpastian seperti waktu itu! Enak saja, dia pikir dia bisa bersikap seenaknya, pergi ke luar kota tanpa penjelasan, lalu berharap aku akan diam manis menunggu di mansion sambil meratap? Tidak akan!"

​Anna tertawa renyah mendengar jawaban blak-blakan dari majikannya itu. "Anda benar-benar istri yang paling berani di dunia bawah tanah ini, Nyonya. Belum pernah ada satu pun orang yang berani menutup telepon Tuan Sergio di tengah kemarahannya, apalagi mengejeknya suka kabur."

​"Biarin! Biar dia kapok!" seru Serena ceria, kembali mengambil busur panahnya dengan semangat baru yang membara.

​Kejadian kecil barusan berhasil mengusir sisa-sisa bayangan kelam dan rasa trauma akibat insiden di hutan beberapa hari lalu. Serena merasa hidupnya kembali berwarna, meski warna itu dipenuhi oleh ketegangan, adu argumen, dan kejar-kejaran emosi dengan sang suami mafia. Setidaknya, untuk saat ini, ia berhasil membuat seorang Sergio Maximilian Ziegler kehilangan ketenangannya dari jarak jauh, dan itu adalah sebuah kemenangan kecil yang sangat memuaskan bagi Serena.

Bersambung...

Hati-hati aja Serena, siapa tau besok kamu tidak berdaya lagi.😏

1
Ita Putri
kasihan nasib Callum setelah ini....jangan terlalu kejam hukum Callum nya sergio
It's me Ri🥕: Kayaknya bakalan di bunbun dehh🙏😭
total 1 replies
Mia Camelia
seru banget ngliat tingkah polos serena🤭
Mia Camelia
sergio bisa lembut juga 🤭
Dessy Rinda
klo serenanya jago nela diri sm nembak keren kak thor🤭😁🙏
Dessy Rinda: siiippp
total 2 replies
Mia Camelia
mampir thor🤭
cerita nya bagus thor, pliss jangan di hapus lgi kya 2 judul yg kemarin itu ya😔🤭🤔
Dessy Rinda: semangat nulisnya kk thor,semoga di berikan ide2 cemerlang sehat2 ya kak💪👍
total 2 replies
Sumawita
saya suka dengan cerita nya bagus bangett 🥰🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!