Indonesia
NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Calon Kakak Ipar

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Arjunasatria

Sehari sebelum pernikahan, Selena Anderson ditinggalkan tunangannya. Ethan Carter pergi ke luar negeri tanpa berpamitan hanya meninggalkan pesan bahwa ia belum siap menikah.

Ketika kepergian Ethan mengancam nama baik dua keluarga besar, Jason Carter, kakak Ethan datang dengan sebuah tawaran yang tak pernah Selena bayangkan. Ia bersedia menggantikan Ethan di altar.

Selena akhirnya menikah dengan pria yang seharusnya menjadi kakak iparnya.

Namun kehidupan bersama Jason perlahan mengubah segalanya. Di balik sikap dinginnya, Selena menemukan perhatian yang tidak pernah ia dapatkan dari Ethan.

Sampai Ethan kembali. Dan ingin mendapatkan Selena kembali. Sayangnya, perempuan yang dulu ia tinggalkan kini telah menjadi istri kakaknya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arjunasatria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Setelah sarapan selesai, Jason tidak banyak bicara. Ia meninggalkan ruang makan dan langsung menghubungi dokter keluarga mereka. Ia ingin memastikan kondisi Selena secepat mungkin, terlebih setelah melihat istrinya kembali mual saat mencium aroma nasi goreng tadi.

Sementara itu, Selena sudah kembali ke kamarnya. Ia duduk di tepi ranjang dengan pikiran yang masih kacau, sesekali melirik tasnya yang menyimpan alat tes kehamilan. Ia belum tahu bagaimana harus menghadapi kemungkinan yang kini menghantui pikirannya.

Sekitar dua puluh menit kemudian, terdengar ketukan di pintu kamarnya.

"Selena, aku masuk," ujar Jason dari luar.

Selena buru-buru menyimpan ponselnya. "Iya."

Pintu terbuka. Jason masuk bersama dokter keluarga mereka, seorang pria paruh baya yang sudah beberapa tahun menangani kesehatan keluarga Carter.

Selena langsung berdiri, terkejut melihat keduanya.

"Dokter?" Tatapannya beralih kepada Jason. "Ada apa?"

"Aku memintanya datang untuk memeriksamu," jawab Jason singkat. "Kau sudah beberapa hari mengeluh pusing, wajahmu pucat, dan tadi kau sampai mual saat sarapan. Aku ingin memastikan kondisimu."

"Jason, aku tidak apa-apa. Mungkin hanya kelelahan."

"Kalau memang hanya kelelahan, kita akan mengetahuinya setelah diperiksa." Jason menarik kursi untuk dokter, kemudian menoleh kepada Selena. "Duduklah."

Selena terpaksa menurut. Ia tidak menyangka Jason akan langsung memanggil dokter setelah sarapan. Padahal, ia berencana memeriksakan diri sendiri tanpa sepengetahuan siapa pun, setidaknya sampai ia benar-benar yakin dengan keadaannya.

Dokter meletakkan tas medisnya di atas meja kecil, lalu duduk di hadapan Selena.

"Baiklah, Nyonya Selena. Saya ingin menanyakan beberapa hal terlebih dahulu. Sejak kapan Anda merasa pusing dan mual?"

"Kurang lebih satu minggu, Dokter."

"Apakah rasa mualnya muncul pada waktu tertentu?"

"Biasanya pagi hari. Kadang-kadang saat mencium aroma makanan tertentu."

Dokter mengangguk sambil mencatat jawabannya. Ia kemudian menanyakan beberapa keluhan lain, termasuk perubahan nafsu makan dan tanggal menstruasi terakhir Selena.

Ketika pertanyaan itu diajukan, Selena terdiam sejenak. Ia menjawab dengan suara pelan, kemudian menundukkan kepala.

Jason memperhatikan istrinya tanpa menyela. Ia menyadari Selena terlihat semakin gugup, tetapi belum memahami penyebabnya.

Setelah mendengar semua jawaban Selena, dokter meletakkan catatannya.

"Melihat gejala yang Anda alami, ada beberapa kemungkinan penyebabnya. Namun, saya ingin memastikan satu hal terlebih dahulu." Dokter menatap Selena dengan hati-hati. "Apakah ada kemungkinan Anda sedang hamil?"

Wajah Selena seketika menegang.

Jemarinya saling menggenggam di atas pangkuan. Ia sudah menduga pertanyaan itu akan muncul, tetapi mendengarnya langsung dari dokter di hadapan Jason membuat dadanya terasa sesak.

Jason mengalihkan pandangan kepada Selena.

"Selena?"

Selena tidak segera menjawab. Ia menunduk, berusaha mengendalikan kegelisahannya sebelum akhirnya berkata lirih, "Aku belum tahu pasti."

Jason terdiam. Ia tidak mendesak istrinya untuk menjelaskan lebih jauh, tetapi jawaban itu membuatnya semakin ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Dokter mengangguk. "Kalau begitu, sebaiknya kita melakukan pemeriksaan untuk memastikannya. Saya tidak ingin mengambil kesimpulan hanya berdasarkan gejala."

Selena mengangkat wajahnya perlahan. Ia tahu pemeriksaan itu mungkin akan mengungkap sesuatu yang selama ini berusaha disembunyikannya.

Sementara Jason masih berdiri di samping ranjang, Selena hanya bisa berharap dirinya mampu menghadapi apa pun yang akan terjadi setelah ini.

Setelah mendengar jawaban Selena, dokter keluarga itu melanjutkan pemeriksaan. Ia memeriksa tekanan darah Selena, menanyakan tanggal menstruasi terakhirnya, lalu membuka tas medis untuk mengambil alat tes kehamilan.

"Melihat gejala yang Anda alami, saya ingin memastikan kemungkinan kehamilan terlebih dahulu," jelas dokter. "Kita bisa melakukan tes urine sekarang."

Selena terdiam, kemudian mengangguk pelan. Ia mengikuti arahan dokter dengan perasaan gelisah, sementara Jason menunggu di dekat jendela tanpa banyak bertanya.

Beberapa menit kemudian, dokter memeriksa hasil tes tersebut. Setelah memastikan hasilnya, ia menoleh kepada Selena dan Jason.

"Selamat, Tuan Jason. Nyonya Selena positif hamil."

Ruangan itu seketika hening. Jason menatap dokter, seolah perlu waktu untuk memahami kalimat yang baru saja didengarnya.

"Anda yakin, Dokter?"

"Ya, hasil tesnya positif. Gejala yang dialami Nyonya Selena juga sesuai dengan kemungkinan kehamilan." Dokter menyimpan alat pemeriksaan, lalu menambahkan, "Untuk mengetahui usia kehamilan secara lebih akurat dan memastikan kondisinya, saya sarankan pemeriksaan lanjutan melalui USG."

Jason tidak langsung menjawab. Ia perlahan mengalihkan pandangan kepada Selena yang duduk membisu di tepi ranjang.

Selena menunduk dalam-dalam. Kedua tangannya saling menggenggam begitu erat hingga jemarinya memutih. Ia sudah mengetahui kemungkinan ini sejak melihat dua garis pada alat tes yang dibelinya sendiri. Namun, mendengar dokter mengonfirmasinya secara langsung membuat kenyataan itu terasa jauh lebih berat.

Ia benar-benar hamil.

"Selena, kau..." Jason menghentikan ucapannya. Ia tampak kebingungan, tidak tahu harus mengatakan apa kepada istrinya.

Dokter yang melihat perubahan ekspresi Jason mengira pria itu hanya terkejut menerima kabar kehamilan yang tidak direncanakan.

"Saya sarankan Nyonya Selena beristirahat cukup dan menjaga asupan makanannya. Jika mualnya cukup mengganggu, kita bisa membicarakan cara untuk mengatasinya," ujar dokter. "Saya akan menyiapkan rujukan untuk pemeriksaan USG."

Jason mengangguk singkat dan mengucapkan terima kasih. Setelah dokter selesai memberikan penjelasan, ia mengantarnya sampai ke pintu kamar.

Namun, sebelum dokter pergi, Jason kembali bertanya dengan suara pelan, "Dokter, apakah ada hal lain yang perlu saya ketahui?"

"Untuk saat ini, yang terpenting adalah memastikan usia kehamilan dan kondisi janin melalui pemeriksaan lanjutan. Setelah itu, kita bisa menentukan langkah berikutnya."

Jason mengangguk, lalu membiarkan dokter pergi. Begitu pintu tertutup, suasana kamar kembali sunyi. Jason berdiri beberapa saat sebelum berbalik menghadap Selena. Perempuan itu masih duduk di tempat yang sama, tidak berani mengangkat wajahnya.

"Selena, lihat aku."

Selena perlahan mendongak. Tatapan mereka bertemu, dan ia langsung melihat kebingungan di wajah suaminya.

Jason menarik napas panjang. "Aku ingin kau menjelaskan sesuatu kepadaku."

Jantung Selena berdegup semakin kencang. Ia tahu pertanyaan itu akan datang, dan kali ini tidak ada lagi hasil tes yang bisa ia gunakan untuk menyangkal kenyataan.

Jason menatapnya dengan serius. "Kita belum pernah melakukan hubungan suami istri, Selena. Jadi, aku ingin mendengar penjelasanmu langsung darimu."

Wajah Selena kehilangan warna. Ia membuka mulut, tetapi tidak ada satu kata pun yang berhasil keluar.

Rahasia yang sejak awal ingin ia sembunyikan kini berada tepat di hadapan mereka. Dan Selena tahu, apa pun yang ia katakan setelah ini akan menentukan masa depan pernikahannya dengan Jason.

1
Allea
selena bodoh🤭
Dessy C: iya kak 🤭 pemeran utama versi oon kak 🙈
total 1 replies
Allea
selena kurang tangguhlah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!