Indonesia
NovelToon NovelToon
SHOW ME

SHOW ME

Status: tamat
Genre:Contest / Badboy / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 5
Nama Author: Dhea Novita

[Terbit Novel]

Perjalanan cinta unik antara Psikiater dan CIA bernama Justin, untuk mendapatkan informasi mengenai mafia yang menjadi targetnya ia harus berpura-pura menjadi pasien dari Psikiater cantik bernama Jessy.

Bukannya berjalan dengan lancar sesuai rencana, ia malah harus terjebak bersama Jessy. Pertengkaran layaknya Tom & Jerry selalu mengisi pertemuan mereka. Tak menyangka, hal itu justru membuat mereka saling jatuh cinta.

Saat keduanya memutuskan untuk menikah, Justin tidak bisa menjawab pertanyaan Jessy 'Apa pekerjaan mu?' semua semakin rumit saat Justin mendapatkan misi tentang pembunuhan berantai yang disusul oleh kematian Larissa, sahabat Jessy. Kesalahpahaman dan kecurigaan mulai muncul. Akankah semuanya terpecahkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhea Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bonus

Jessy mengernyitkan dahi saat nama Devan ada dilayar ponsel Justin.

"Ini, teman mu menelfon."

"Siapa?" Tanya Justin acuh, ia masih asik mengetik diponsel milik Jessy. Entah apa yang akan Justin ketik untuk mengubah nama kontaknya.

"Devan."

Justin langsung menghentikan kegiatannya. Untuk apa Devan menelfon? Justin dengan cepat mengeluarkan aplikasi penyadap tersebut dan menyembunyikan pada tumpukan aplikasi lainnya. Ia juga tak lupa menghapus jejak histori.

"Ini ponsel mu." Justin memberikan ponsel Jessy dan mengambil ponsel miliknya.

Jessy membuka daftar kontak telepon. Ia sedikit bingung, nama Justin tak berubah. Namun seulas senyum jahil ia tampilkan. Justin ternyata menyimpan nomornya dengan nama 'Dokter jiwa' apa kata lain dari dokter gila? Entahlah, yang jelas kini Jessy akan mengganti nama Justin dengan hal yang sama 'Pasien jiwa'.

"Bagaimana hasilnya?" Jessy sedikit mengalihkan pandangannya pada Justin yang sedang menerima telefon.

"Empat tusukan didada dan bekas cekikan?"

Deg. Jantung Jessy sedikit tak tenang. Apa yang sedang Justin bicarakan? Tusukan apa? Cekikan apa?. Jessy tak mampu menutupi wajah terkejutnya.

°

"Hallo."

"Hallo Justin. Aku baru mendapatkan kabar jika hasil otopsi korban sudah keluar."

"Bagaimana hasilnya?" Tanya Justin penasaran.

"Aku baru diberitahu ada empat tusukan didada dan bekas cekikan. Dugaan ku sementara korban hendak melawan dan pelaku mencekiknya terlebih dahulu."

"Empat tusukan didada dan bekas cekikan?" Ulang Justin.

"Ya. Dokter juga menemukan zat didalam tubuh korban. Jadi pelaku sudah memberikan obat terlebih dahulu kepada korban sebelum membunuhnya."

"Zat apa? Racun?" Tanya Justin.

"Entah. Hanya saja memiliki dosis yang tinggi. Aku dan Sara akan menuju ke Tim Dokter sekarang. Nanti malam aku akan menjelaskannya pada mu."

"Sebentar. Aku juga akan kesana sekarang, tunggu aku diparkiran rumah sakit." Justin melirik pada Jessy yang menatapnya was-was, ia lupa ada Jessy disini. Wanita itu akan menaruh curiga padanya.

Panggilan itu terputus. Justin kini bingung harus menjelaskan apa.

"Kau akan pergi kerumah sakit?" Tanya Jessy tiba-tiba ditengah kebingungan Justin. Suara Jessy terdengar pelan dan takut-takut.

"Ya?" Tanya Justin gelagapan.

"Sebenarnya apa yang kau lakukan diluaran sana?" Tanya Jessy curiga.

"Apa? Aku? Ini teman ku."

"Ya aku tau. Itu teman mu yang baru saja kau temui dicafe. Mengapa obrolan kalian mengenai hal seperti itu Justin?!"

"Aku akan menjelaskannya nanti. Aku.. aku harus pergi sekarang." Justin berdiri. Ia harus tenang dan memikirkan jawaban yang masuk akal pada Jessy nantinya.

"Pergilah dan jangan kembali lagi jika kau tidak menjawab pertanyaan ku."

"Kau mencurigai ku?" Tanya Justin.

"Ya. Bagaimana aku tidak curiga saat dua orang berbincang tentang hal mengerikan seperti itu."

"Teman Devan dibunuh seseorang. Aku.. harus kerumah sakit sekarang." Ucap Justin berbohong. Ia bingung harus berkata apa lagi. Ia tidak bisa mengatakan pekerjaannya.

"Kau berkata jujur?" Tanya Jessy.

"Ya. Ini keadaan genting. Sebaiknya kau selesaikan dulu acara perawatan muka mu. Setelah cantik kau boleh menghubungi ku lagi." Mata Jessy membulat. Disaat ia serius bertanya dan Justin malah berbicara seperti itu? Benar-benar pria mengesalkan.

"Jangan melakukan hal yang aneh diluar sana, Justin!"

"Aku tidak melakukan hal aneh. Percaya lah."

°°°

Guys aku mendadak dapet inspirasi setelah main game Criminal Case kemarin😂 rame bangettt, kalian udah pernah main kan? Di google play store banyak banget bab kriminal nya.

Ini part bonus. Jadi dikit juga gpp ya🤭

1
Neno Arya
mulai back ni
Alexa Juliana
Justin menghilang kemana yaaa?
Tina Nine
Luar biasa
Nona Thampuz
ini awal nya baca novel yg mana dulu sih ?
bingung aku...
mohon pencerahannya para readers sekalian
Ig: Dheanvta: 1. one night stand with my CEO
2. show me
3. the perfect match
total 1 replies
Utiira
ceritanya menarik dan unik, memiliki warna sendiri yang selalu membuat penasaran untuk lanjut membaca..
semangat terus berkarya author
Aishnina(✿ ♥‿♥)
ceritanya menarik
tp aku lebih suka visual jessy yg di cerita tentang Alicia
Cancer
🤣🤣kocak bngett
Cancer
masih ngakak sma pikiran jessi tentang pkerjaan justin, menangkap hewan buas? 😂
bunda Thalita
syukaaaaa bangeeeetttt semangat terus ya buat karya2 baru yang luar biasa
yhoenietha_njus🌴
selalu menarik
Marhaban ya Nur17
oh gtu toh ???
Marhaban ya Nur17
ciyeeee udh baekan
Marhaban ya Nur17
yes thor g pp 😁 gw paam ko
Marhaban ya Nur17
se will pembunuhnya ??? berarti larissa
Marhaban ya Nur17
waduh ! Jessy emang berlebihan y
Marhaban ya Nur17
sabar wil
Marhaban ya Nur17
petakilan semua se kaya e
Marhaban ya Nur17
wkwkkw gw ngebayangine yg film Jackie chan yg part ini 😀😁
Marhaban ya Nur17
neh klo di ftv mh pantese vino ama Marsha ye
Marhaban ya Nur17
😜😀😝
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!