Indonesia
NovelToon NovelToon
TERJEBAK CINTA 2 PEWARIS

TERJEBAK CINTA 2 PEWARIS

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Nikahmuda / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:610k
Nilai: 5
Nama Author: Lea

WARNING NOVEL DEWASA 21+!!! BIJAKLAH MEMBACA MENGANDUNG UNSUR KEKERASAN DAN UNSUR DEWASA!!!

Kisah seorang gadis desa bernama Nindya Ayu Sukmawati yang di nikahi oleh pemilik pabrik tempatnya bekerja, Dirga Hartono Putra Jaelani, anak dari keluarga HARTONO JAELANI GROUP.

JAELANI GROUP adalah keluarga kaya pemilik Mall, perusahaan besar dan hotel serta apartmen mewah serta kekayaan lainnya.

Entah itu adalah sebuah kemalangan atau sebuah keberuntungan.

Lalu bagaimana akhir perjalanan pernikahan Nindya, yang penuh dengan siksaan sehingga membuat Dino Arman Putra Jaelani turun tangan.

Nindya adalah cinta pertama Dino namun bagaimana sikap Dino ketika ia tahu bahwa Nindya mengandung anak dari Dirga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hati Dino berserakan

Melihat Dino melemparkan gelas, Felix hendak mendekat, namun ia tahu Dino tidak akan menyakiti Nindya.

"Aku mohon cukup Nindya...  Jangan kamu lanjutkan lagi..." Dino benar-benar sudah menahannya.

Kini semua amarah yang ada di dalam dirinya, ia luapkan dengan membanting sebuah gelas minuman yang ada di hadapannya.

Bahkan Dino sendiri tidak yakin apakah bisa mengendalikan tekanan amarah itu lagi jika Nindya tetap melanjutkannya. Gumpalan dendam, sesak karena marah dan kebengisan sudah siap Dino luapkan namun yang ada di hadapannya adalah Nindya bukannya Dirga.

Keinginan tergilanya adalah menculik Nindya dan mengunci Nindya di dalam rumahnya.

Perasaannya pada Nindya sudah lama sejak ia duduk di bangku SMA dan sekian lama itu juga Dino hanya bisa memendamnya karena takut akan membuat Nindya membencinya atau menjaga jarak, dan kini diamnya lah yang menjadikan dirinya seorang pengecut serta menjadi boomerang bagi impiannya meminang Nindya.

Cinta yang sudah mekar di hati Dino berubah menjadi mawar hitam yang durinya membuat kesakitan dan seolah ribuan jarum pun menusuk-nusuk hati serta tubuhnya, pria itu sedang berada di fase patah hati, hancur dan kehilangan harapan.

"Sudah waktunya kamu pulang kan, jangan sampai terkena marah." Kata Dino tersenyum.

Tangan dan tubuh Nindya gemetar, baru kali ini ia melihat bagaimana Dino marah. Ketika Nindya ingin pergi, Dino menahannya.

"Telfon aku jika terjadi sesuatu... Okey?" Kata Dino membelai kepala Nindya dengan lembut.

Nindya hanya mengangguk sembari menahan tangis.

"Jangan menangis, aku akan tetap ada untukmu." Kata Dino menenangkan dan mengusap air mata Nindya.

Akhirnya Dino hanya bisa melihat bagaimana sedikit demi sedikit punggung Nindya menghilang dari pandangannya, hingga Nindya pergi bersama Felix.

Kini hanya tinggal Dino yang sudah duduk kembali dengan lesu di kursinya, dan saat itulah entah kebetulan atau bagaimana lagu yang di putar oleh restoran sejak pagi adalah lagu-lagu galau seperti milik Judika, Afgan dan lainnya.

Sekarang pun ketika Dino duduk termenung sendirian, tiba-tiba giliran lagu armada band yang menggaung di restoran.

Ku tak bahagia

Melihat kau bahagia dengannya

Aku terluka

Tak bisa dapatkan kau sepenuhnya

Aku terluka

Melihat kau bermesraan dengannya

Ku tak bahagia

Melihat kau bahagia

Harusnya aku yang di sana

Dampingimu dan bukan dia

Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia

Harusnya kau tahu bahwa

Cintaku lebih darinya

Harusnya yang kau pilih bukan dia

Ku tak bahagia

Melihat kau bahagia dengannya

Ku tak bahagia

Melihat kau bahagia

Harusnya aku yang di sana

Dampingimu dan bukan dia

Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia

Harusnya kau tahu bahwa

Cintaku lebih darinya

Harusnya yang kau pilih bukan dia

Ho-wo-oh

Harusnya aku yang di sana

Dampingimu dan bukan dia

Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia

Harusnya kau tahu bahwa

Cintaku lebih darinya

Harusnya yang kau pilih bukan dia

Perjalanan kembali ke rumah cukup cepat, namun sepanjang perjalanan itu juga Nindya berulang kali menghapus air matanya dengan tisu.

Sebelum memasuki area rumah, Felix menghentikan mobilnya di pinggir jalan.

"Kenapa berhenti..." Tanya Nindya sedikit tersedu.

"Akan banyak pertanyaan saat Tuan Dirga melihat anda menangis."

"Tidak apa-apa, nanti biar aku jawab keingat emak sama bapak..." Kata Nindya.

"Baik Nona..."

Felix kembali menyalakan mobil dan menekan gas nya menuju rumah, kemudian gerbang di buka oleh Pak Purbo dan mobil memasuki garasi, mobil Dirga pun sudah terparkir di sana pertanda pria itu sudah pulang dari pabrik.

Nindya turun dari mobil sembari membawa kursi yang baru saja ia beli, berharap bahwa Dirga tidak marah dengannya karena pulang terlambat.

Saat Nindya naik ke atas, dan menuju kamarnya ia terkejut melihat isi kamarnya kosong melompong.

"Kemana semuanya..." Kata Nindya terkejut sembari menenteng kursi kecil.

Samar-samar Nindya mendengar Dirga yang menaiki tangga, ia pun berbalik melihat ke arah Dirga.

"Bukannya aku sudah bilang, kalau mulai sekarang kamu tidur satu kamar denganku." Kata Dirga acuh dan hanya melirik sekilas sembari membawa secangkir kopi panas dan menyesapnya.

Nindya menghela nafasnya, membuangnya perlahan dan melangkahkan kaki menuju kamar Dirga. Kamar Dirga tidak terlihat berubah masih sama, kamar yang sangat luas dan di dominasi dengan warna grey atau abu-abu serta putih.

Seakan ingin menjawab pertanyaan yang ada di isi kepala Nindya, pria jangkung yang memiliki postur tubuh proporsional tegap itu membuka pintu yang lain, terlihat Walk in closet yang mewah dan luas pula.

Terlihat almari tanam yang berwarna hitam dan putih, sudah di pastikan hitam milik Dirga dan putih milik Nindya melihat almari itu pasti 1 set dengan meja rias yang juga terpampang mewah. Apalagi semua sepatu dan tas mewah wanita ada di almari berwarna putih yang di dominasi oleh kaca.

"Mana kursinya."

Suara tegas dan juga berat milik Dirga membuyarkan dan memecah lamunan Nindya yang takjub melihat hasil karya orang yang memiliki banyak uang.

"Inikah hasil sulap dari uang..." Kata Nindya lirih.

"Ah... Ini Tuan Dirga." Kata Nindya yang dengan cepat berbalik ke arah Dirga menaruh kursi kecil di hapadan Dirga.

"Tutup pintu kamarnya." Perintah Dirga lagi.

Nindya pun menurut dan menutup pintu kamar.

"Ambilkan dasi."

Nindya kemudian tergopoh masuk ke ruang ganti dan mengambil apa yang di sebutkan oleh Dirga kemudian ia kembali berdiri di hadapan Dirga.

"Naik." Kata Dirga sembari memberikan isyarat pada Nindya menggunakan matanya menunjuk pada kursi yang cukup tinggi seperti tangga, yang telah Nindya beli.

"Kenapa kamu harus di beri perintah terus..." Omel Dirga.

"Sekarang belajar ikat dasi sampai kamu bisa..."

Dirga lebih dulu memberikan contoh bagaimana membuat simpulnya dan mengikat dasinya, kemudian Nindya memperhatikan dengan seksama.

Hingga beberapa jam mereka masih dalam posisi berdiri, Dirga tidak merasa kakinya lelah atau kram karena pria itu terbiasa berolah raga namun berbeda dengan Nindya yang sudah mulai kesemutan, dan kini pria itu mulai bosan serta uring-uringan karena Nindya tidak kunjung bisa.

"Astaga, belajar  mengikat dasi itumudah sekali, orang bisa dengan cepat mempelajarinya hanya dengan hitungan menit sembari dengan mata tertutup, sedangkan kamu sudah membuang waktu berharga ku selama berjam-jam." Geram Dirga.

"Memangnya aku minta kamu ajari? Aku bisa belajar sendiri memakai perantara lain, entah manequeen atau melalui youtube." Umpat Nindya dalam hati.

Pada saat mengumpat itulah Nindya akhirnya bisa sukses menyimpul dan mengikat dasi namun ia pikir simpulnya salah dan menarik dengan keras karena jengkel dan geram, alhasil membuat Dirga tercekik.

"UHUK!" Sontak membuat Dirga terbatuk karena lehernya tercekik.

"Nindya.... Kamu mau bunuh suami mu!!! Kamu marah!!! Kamu dendam!!!" Teriak Dirga.

"Ti-tidak Tuan Dirga, maaf... Maafkan saya, saya tidak sengaja, saya pikir simpulnya salah, aduh... Tuan Dirga marah-marah terus saya jadi bingung dan tertekan, jadi saya salah narik simpul, mau saya lepas malah saya tarik." Kata Nindya berbohong.

"Kamu nyalahin siapa? Aku?!" Kalimat tanya yang penuh intimidasi dari Dirga.

"Bu... Bukan begitu Tuan Dirga..." Kata Nindya kelabakan.

"Ulangi lagi sampai bisa." Perintah Dirga.

"Tapi Tuan... Kaki saya mulai kesemutan..."

Dirga diam tak menggubris dan hanya menjawab dengan tatapan tajam pertanda Nindya harus tetap melanjutkan.

Akhirnya Nindya tidak punya pilihan lain, ia juga tahu bahwa hidupnya kini hanya lah patuh pada titah sang suami, tidak punya hak untuk membantah karena tekanan dari Dirga dan tentu saja ia tidak mau di hukum dengan cara-cara yang di lakukan Dirga padanya.

Nindya yang kembali sibuk belajar, membuat Dirga pun kembali merasakan kebosanan, kemudian pria itu menyentuh pinggang Nindya membuat Nindya tersentak.

"Kenapa..." Tatap Dirga dengan tegas.

Nindya hanya menelan ludahnya dan melanjutkan belajar mengikat dasi. Namun tangan Dirga mulai nakal.

~bersambung~

1
Dara Utami
nyesek banget
Dara Utami
ayo dino semangaat
Dara Utami
good job dino kamu laki" sejati
Dara Utami
perempuan gila
Dara Utami
jahat banget tu dirga dan ibunya pantas saja hartono selingkuh
Dara Utami
katanya sakit jiwa tapi kyk orang normal gitu
Dara Utami
sedih bnget
Dara Utami
kasihan banget dino 😢
Dara Utami
hhhmm
Dara Utami
nikahi aja din
arfan
up
Eva Rosita 🇮🇩
bagus
Lina ciello
sayang yaw ga sama dirga.... lanjutannya apa ini judule thorrr
Lina ciello
akibat suntikan heroin iiki
pikolpreman
up
Lenkzher Thea
Lanjut 👍❤
Kezie Fitri
suka semua karyamu Thor,, bikin cerita yang bnyak Thor,, tulisan mu, ceritamu, semua nya best💗❤️💓💕🥰💖
☠ᵏᵋᶜᶟ𝕸y💞𝖄𝖘мєη𝕱𝖘ⓚ𝒾ᵗa✇
udah tamat beneran nih bang
Lenkzher Thea
Lanjut 👍❤
ALan
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!