Indonesia
NovelToon NovelToon
Mengandung Anak Selingkuhan Suamiku

Mengandung Anak Selingkuhan Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam / Penyesalan Keluarga
Popularitas:89.2k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Setelah dua kali mengalami keguguran membuat Vivienne Laurent rela mempertaruhkan segalanya demi satu harapan terakhir. Atas permintaan suaminya, Dominic Ashcroft, ia menjalani program bayi tabung.

Namun, kebahagiaan itu runtuh seketika ketika sebuah pesan datang dari Killian Prescott, pria yang selama ini menjadi musuh abadinya.

"Bayi yang kau kandung bukan berasal dari sel telurmu. Dominic telah menukarnya dengan sel telur Giselle Moreau—selingkuhannya."

Vivienne menolak mempercayainya. Hingga satu demi satu bukti mengungkap kenyataan yang jauh lebih kejam: rahimnya telah dijadikan alat untuk mengandung anak hasil pengkhianatan suaminya.

Akankah Vivienne mempertahankan bayi yang tumbuh di dalam rahimnya atau menggugurkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Hari itu, Victoria Ashcroft genap berusia lima puluh lima tahun. Biasanya, ulang tahun Victoria selalu menjadi acara besar yang tidak boleh dilewatkan. Rumah dihias mewah, meja makan dipenuhi hidangan mahal, dan puluhan tamu dari kalangan sosialita serta rekan bisnis keluarga Ashcroft akan datang silih berganti.

Namun, tahun ini semuanya terasa berbeda. Tidak ada dekorasi berlebihan. Tidak ada pelayan yang sibuk membawa nampan berisi sampanye. Sekarang, hanya sebuah meja makan panjang yang dihias sederhana dengan bunga segar dan beberapa lilin. Tamu yang datang pun tidak banyak. Hanya keluarga dan beberapa kerabat dekat.

Victoria duduk di ujung meja dengan gaun yang sederhana walau masih terlihat mahal, tetapi jelas tidak semewah pakaian yang biasa dikenakannya. Ia berusaha tersenyum ketika para kerabat memberikan ucapan selamat.

"Selamat ulang tahun, Victoria," sapa seorang kerabat sambil menyerahkan sebuah kotak hadiah kecil.

Victoria tersenyum tipis dan menerima hadiah tersebut. "Terima kasih, Sayang," jawabnya tersenyum tipis. Namun, senyum itu tidak bertahan lama.

Dari sisi meja yang lain, terdengar suara bisikan.

"Sepertinya Victoria sudah bangkrut," bisik seorang wanita paruh baya kepada kerabat di sampingnya.

Wanita yang lebih muda segera melirik ke arah Victoria sebelum ikut berbisik. "Bangkrut? Bukankah dia punya menantu yang kaya raya?"

Wanita pertama mengangkat bahu. Matanya bergerak mengamati meja makan yang tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya.

"Itulah yang aneh. Biasanya ulang tahun Victoria sangat mewah."

Wanita muda itu mengangguk. "Benar juga."

Kemudian seorang wanita lain ikut mendekat dan berbisik. "Ngomong-ngomong, Vivienne tidak kelihatan."

"Benar," jawab wanita di sampingnya. "Padahal selama ini dia selalu terlibat kalau keluarga Ashcroft mengadakan acara."

"Jangan-jangan hubungan mereka sedang tidak baik?"

"Entahlah."

Grace yang duduk tidak jauh dari mereka ternyata mendengar percakapan itu. Wajahnya langsung berubah kesal. Ia meletakkan garpu dengan suara cukup keras.

"Kalau kalian datang hanya untuk bergosip, lebih baik pulang saja!" bentak Grace.

Beberapa orang langsung terdiam. Wanita yang tadi berbisik terlihat salah tingkah.

"Kami hanya mengobrol, Grace."

Grace mendengus. "Kalau begitu, obrolkan hal lain."

Victoria yang sejak tadi menahan malu segera menatap putrinya. "Grace, sudah," tegurnya dengan suara pelan.

"Tapi, Mom—"

"Sudah."

Grace mengatupkan bibirnya.

Victoria menarik napas panjang. Ia tidak ingin suasana ulang tahunnya semakin buruk. Namun, jauh di dalam hatinya, ada satu hal yang terus mengganggunya.

Di mana Vivienne?

Sebenarnya Victoria sudah mengetahui alasan menantunya tidak datang. Sebulan sebelumnya, Victoria sendiri yang datang menemui Vivienne. Saat itu, ia sudah membayangkan pesta ulang tahun yang meriah.

"Vivi, tahun ini Mommy ingin mengadakan pesta ulang tahun yang lebih besar," kata Victoria ketika itu sambil duduk di ruang keluarga.

Vivienne yang sedang hamil hanya tersenyum lembut. "Kalau begitu, bagus, Mom."

"Kamu yang urus semuanya, ya." Victoria mengucapkannya seolah permintaan itu adalah sesuatu yang sudah pasti akan dilakukan Vivienne.

Namun, Vivienne justru menggeleng pelan. "Maaf, Mom. Aku tidak bisa."

Victoria langsung mengerutkan kening. "Kenapa?"

Vivienne mengusap perutnya. "Aku sedang tidak enak badan. Dokter juga menyuruhku banyak beristirahat karena kehamilanku masih harus dijaga."

Victoria sebenarnya ingin memaksa. Namun, melihat perut Vivienne yang sudah semakin besar, ia akhirnya menahan diri.

"Kalau begitu, jangan terlalu lelah," ujar Victoria dengan berat hati.

Vivienne mengangguk. "Terima kasih sudah mengerti, Mom."

Victoria tidak tahu bahwa di balik wajah lembut itu, Vivienne sengaja memilih tidak terlibat sedikit pun dalam acara ulang tahunnya. Bukan karena lupa atau karena tidak punya waktu. Melainkan karena Vivienne ingin melihat bagaimana keluarga Ashcroft hidup tanpa uang yang selama ini ia berikan.

Pada akhirnya, Victoria terpaksa meminta uang kepada Dominic. Namun, jumlah yang diberikan putranya hanya dua ribu dolar. Jumlah yang bagi keluarga Ashcroft terasa sangat kecil untuk sebuah pesta ulang tahun.

Victoria sempat menatap rekeningnya cukup lama. "Bagaimana mungkin aku mengadakan pesta dengan uang sebanyak ini?" gumamnya dengan wajah muram.

Victoria bahkan tidak berani mengundang teman-teman sosialitanya. Lebih buruk lagi, ia tidak mungkin mengundang rekan-rekan bisnis Billy. Kalau mereka melihat kondisi pesta yang jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, gosip tentang keadaan keuangan keluarga Ashcroft pasti akan menyebar.

Karena itulah, ulang tahun Victoria tahun ini hanya menjadi makan malam sederhana. Namun, malam itu tiba-tiba berubah ketika sebuah mobil berhenti di depan rumah.

Dominic yang sedang berdiri di dekat pintu langsung tersenyum ketika melihat siapa yang turun dari mobil. Giselle Moreau, wanita itu berjalan masuk dengan pakaian elegan sambil membawa sebuah kotak hadiah berukuran sedang.

"Selamat ulang tahun, Aunty," sapa Giselle sambil tersenyum.

"Giselle!" Victoria yang sedang duduk langsung terlihat senang. Ia segera bangkit dan menghampiri wanita itu. "Kamu datang."

Giselle menyerahkan hadiah tersebut. "Mana mungkin aku tidak datang?"

Victoria menerima hadiah itu dengan senyum lebar. "Terima kasih, Sayang."

Giselle tersenyum. "Sama-sama."

Kedatangan Giselle membuat beberapa orang di meja makan saling berpandangan.

Salah seorang kerabat bahkan berbisik kepada pasangannya. "Siapa dia?"

"Bukannya dia model terkenal itu, kan?"

"Iya. Tapi kenapa dia datang ke acara keluarga Ashcroft?"

"Apa ia kerabat dari pihak Victoria?"

Wanita yang lain menggeleng. "Setahuku bukan."

Giselle sendiri tampaknya tidak menyadari bahwa keberadaannya sedang menjadi bahan pembicaraan. Ia justru terlihat santai. Ia datang ke acara itu karena merasa aman.

Sebelum berangkat, Dominic sudah mengatakan kepadanya bahwa Vivienne tidak akan datang. "Vivi tidak ikut?" tanya Giselle ketika itu.

Dominic menggeleng. "Sebulan ini dia tinggal di rumah, kata dokter harus banyak beristirahat."

Mendengar jawaban itu, Giselle merasa lega. Ia tidak perlu takut bertemu Vivienne. Juga tidak perlu menyembunyikan kegembiraan ketika berada di dekat Dominic.

Malam itu, Giselle bahkan duduk tidak jauh dari Dominic. Sesekali mereka saling bertukar pandang. Tatapan singkat dan senyum kecil yang tidak terlalu mencolok. Tetapi cukup untuk ditangkap oleh seseorang yang memang sengaja memperhatikan mereka. Dan orang itu tidak berada di meja makan.

Di tempat lain, Vivienne sedang duduk sendirian di ruang keluarga rumahnya.

Lampu ruangan dibuat sedikit redup. Di hadapannya terdapat sebuah laptop yang terhubung dengan layar monitor berukuran besar.

Di layar itu terlihat suasana acara ulang tahun Victoria. Setiap gerakan di dalam rumah Ashcroft terlihat dengan jelas. Video tersebut bukan rekaman biasa.

Vivienne memang sengaja meminta seseorang untuk memantau acara tersebut. Bukan hanya untuk melihat bagaimana keluarga Ashcroft merayakan ulang tahun Victoria.

Vivienne membutuhkan bukti. Bukti tentang hubungan Dominic dan Giselle. Bukti bahwa keduanya masih bertemu. Dan yang lebih penting, bukti bahwa keluarga Ashcroft perlahan mulai mengetahui hubungan mereka.

Vivienne memperhatikan layar dengan tenang. Victoria terlihat tersenyum kepada Giselle. Grace beberapa kali mengajak Giselle berbicara. Billy bahkan sempat ikut menyapa wanita itu. Sementara Dominic, tatapannya berkali-kali jatuh kepada Giselle.

Vivienne menyipitkan mata. Tangannya perlahan mengusap perutnya.

"Jadi kalian masih bisa tersenyum seperti itu," gumam Vivienne pelan.

Tidak ada nada marah dalam suaranya. Justru ketenangan itulah yang membuat kalimatnya terasa lebih tajam. Ia melihat Giselle tertawa.

Dominic ikut tersenyum. Victoria bahkan terlihat begitu nyaman berada di dekat wanita yang selama ini menjadi kekasih rahasia putranya.

Vivienne menghela napas pelan. Sudut bibirnya terangkat. "Bagus. Bersatu saja."

Vivienne mengambil sebuah stroberi dari piring kecil di sampingnya. "Semakin banyak yang terlihat di rekaman, semakin banyak pula bukti yang aku punya."

Vivienne kembali menatap layar. Ia tidak sedang mencari alasan untuk marah. Ia sedang mengumpulkan kepingan-kepingan yang suatu hari nanti akan menyusun satu gambaran lengkap.

Perselingkuhan Dominic. Kebohongan keluarga Ashcroft. Dan semua hal yang selama ini mereka sembunyikan darinya.

Tangannya kembali mengusap perutnya.

"Sayang, Mama akan memastikan semuanya baik-baik saja." Suaranya berubah lembut.

Vivienne tersenyum kecil. Kemudian tatapannya kembali tertuju pada layar. Senyumnya perlahan berubah menjadi senyum penuh arti.

"Bersenang-senanglah kalian. Selama masih ada kesempatan."

Ia mengambil napas panjang. Tatapannya menjadi dingin "Karena setelah ini kalian akan tahu rasanya kehilangan semuanya sedikit demi sedikit."

Vivienne mematikan suara dari layar, tetapi tetap membiarkan rekaman berjalan.

"Selamat ulang tahun, Victoria," ucap Vivienne dengan senyum tipis. "Semoga malam ini menjadi salah satu malam yang paling menyenangkan dalam hidupmu."

Ia menatap layar sekali lagi. "Karena mungkin, ini adalah ulang tahun terakhir yang bisa kamu rayakan dengan tenang." Vivienne mengusap perutnya dengan lembut.

1
Lisa
Selamat y utk Vivi..sehat selalu y Vivi & debaynya sampe HPLnya nanti.
Lisa
Happy wedding Kilian & Viviene..akhirnya setelah bertahun² menunggu mereka akhirnya menikah..bahagia selalu y utk kalian..
Les Tary
ga diusut itu thor siapa yg kasih obat pengurus kandungan👍
Pudkeciput
oh ya kabar si mantan dan selingkuhannya gimnaa skrg?
Pudkeciput
ulah si mantan pastinya...gk pingin punya anak dg vivi
Pudkeciput
calon keluarga baru nih..
Pudkeciput
wahh tokcer kamu ya deddy..
Les Tary
paling itu ulah meraka berdua mantan suami sama pacarnya
Eni Istiarsi
Giselle adalah aktor dibalik setiap keguguran yang Vivienne alami
neni nuraeni
semoga ya
Esther
Vivi hamil nih
Kar Genjreng
selamat Kiliian dan Viviane,,di tambah bonus Arabella semoga selalu bahagia di
masa yang akan datang pun siapp kalian ,,
jangan lupa titip kan pesan kepada Tuhan bahwa saat ini tidak sendiri lagi ada dua wanita cantik yang mengisi hatinya Kiliian,,
semoga Tuhan merestui hingga menua nanti Aamiin 🤲🤲
martiana. tya
dulu kan kehilangan bayi karena dikasih obat peluruh...semoga punya anak kembar ya sama Killian
Oma Gavin
Alhamdulillah vivienne hamil anak killian
Lisa: Puji Tuhan Vivi hamil..makin bahagia y utk kalian.
total 1 replies
Yeni Astriani
pasti pelakunya Dominic Ashcroft
neng ade
pasti ada masalah dengan kekasih nya itu
Pudkeciput
lanjut kak dobel up yukk
Kar Genjreng
sahabat sejati saling mendukung,, Atara satu dengan yang lainnya,,,ini baru benar benar,,,
Uba Muhammad Al-varo
Estelle sebenarnya kedua orang tuanya merestui kamu sama Arthur tapi kedua orang tua mu ingin menguji ketulusan dan kesungguhan cintanya Arthur,ayo Estelle 💪💪💪
neni nuraeni
lnjutt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!