Indonesia
NovelToon NovelToon
Kultivator Jalan Surgawi

Kultivator Jalan Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Kultivasi / Pendekar / Fantasi Timur
Popularitas:438.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: shukaku master

Seorang Kultivator Surgawi menemui dirinya terkurung di tempat misterius. Tempat tersebut berisi jutaan buku yang berisi pengetahuan seperti seni bela diri, obat-obatan, berbagai segel dan masih banyak lagi. Awalnya sang Kultivator berniat mencari jalan keluar dan membawa sebagian buku. Akan tetapi, setelah segala cara yang ia gunakan tak membuahkan hasil, ia pun menyerah dan menghabiskan sisa hidupnya untuk membaca buku. Suatu hari ia membaca sebuah buku reinkarnasi dan mencoba teknik di dalamnya.

Jangan pelit like ya^^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shukaku master, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH-29 Aula Blood Line

Aula Blood Line merupakan tempat dimana orang biasa ingin mulai mengawali hidupnya sebagai kultivator. Tanpa mengaktifkan blood line, seseorang takkan bisa mengumpulkan tenaga dalam karena lautan jiwanya masih tersegel. Blood line terbagi beberapa macam, bahkan tingkatannya juga beragam.

Kali itu, Xiao Qin, Xiao Mei, Wanzhou dan tabib Luan pergi ke Aula blood line. Tabib Luan kemudian mengingat ucapan gurunya, dia ingin bertanya pada Xiao Qin namun ragu-ragu. Saat mereka sampai di aula blood line tersebut, mereka disapa dengan baik oleh orang-orang di paviliun blood line kecuali Xiao Qin. Mereka mengabaikan Xiao Qin karena pakaiannya agak lusuh, dia belum mengganti pakaiannya saat berbelanja di toko pakaian.

Tabib Luan memelototi beberapa orang yang mengabaikan Xiao Qin, orang-orang itu tidak menyadari kesalahannya dan hanya menunduk.

“Aku membutuhkan sebuah ruangan kosong, sebelum mengaktifkan blood line aku ingin melakukan sesuatu dulu.” Xiao Qin melirik ke arah tabib Luan. Tabib Luan memesankan sebuah ruangan kosong yang biasanya digunakan untuk berkultivasi setelah mengaktifkan blood line.

Xiao Qin menyuruh tabib Luan dan Wanzhou menunggu di luar, “sambil menunggu aku selesai, lebih baik nona tabib mendaftarkan kami dalam upacara kebangkitan blood line.”

Tabib Luan mengangguk, dia bersama Wanzhou pergi untuk mendaftar.

Sementara itu, Xiao Qin mengeluarkan beberapa jarum perak yang ia beli dari serikat refiner. Xiao Mei duduk tegak seperti yang diintruksikan Xiao Qin. Beberapa jarum itu pun melayang ke beberapa titik di sekitar perut, pundak, punggung dan telapak kaki. Saat Xiao Mei menjerit kesakitan, Xiao Qin menusukkan sebuah jarum ke di daerah lehernya sehingga jeritan Xiao Mei tak terdengar.

“Kakak, rilekskan tubuhmu. Jangan lawan rasa sakit ini, jika melawan maka rasa sakitnya akan semakin bertambah. Rasakan lautan jiwamu yang hancur dan kumpulkan tenaga dalam untuk memperbaikinya.”

Xiao Mei berusaha melakukan apa yang dikatan Xiao Qin, tetapi rasa sakit yang luar biasa itu membuatnya tak bisa berkonsentrasi.

Sisanya tergantung kekuatan tekad yang dimilikinya, aku juga harus segera memperbaiki lautan jiwaku.

Xiao Qin pun menusukkan beberapa jarum di tubuhnya, dia pun merasakan sakit yang luar biasa saat jarum yang ia tusukkan mengenai lautan jiwa nya. Lautan jiwa nya yang rusak itu hancur lebur dan berubah menjadi sel-sel biasa. Xiao Qin muntah darah, luka sebelumnya membuat kondisi Xiao Qin lebih buruk. Tulang-tulangnya terasa remuk, bahkan organ dalam lainnya pun seperti sedang berputar di dalam tubuhnya.

Xiao Qin muntah darah hingga belasan kali, dia merasa kesulitan menjaga kesadarannya karena darah yang keluar dari mulutnya itu cukup banyak.

2 jam pun berlalu, tabib Luan memeriksa keadaan Xiao Qin dan Xiao Mei karena upacara kebangkitan blood line akan segera di mulai dalam 15 menit.

Dia terkejut saat melihat Xiao Qin dan Xiao Mei, beberapa jarum tertusuk di tubuh mereka. Bahkan yang paling parah, di depan Xiao Qin terdapat gumpalan darah yang cukup banyak. Dia segera menghampiri Xiao Qin dan menyeka darah yang ada di bibir nya. Dia berniat mencabut jarum-jarum itu, akan tetapi Xiao Qin membuka mata dan menghentikannya.

“Biar aku saja yang melakukannya.” Ujar Xiao Qin.

XIao Qin mencabut jarum-jarum itu dengan sangat cepat. Tak ada setetes darah pun yang menempel pada jarum perak tersebut, bahkan bekas tusukkan pada tubuhnya pun menghilang.

1
Mbah Haryo
ceeekkk.....!!!!
Didi Wahyudi
Luar biasa
Putra_Andalas
Tes Read...
Jimmy Avolution
cukup menarik...
Jimmy Avolution
josss
Jimmy Avolution
lanjut
Jimmy Avolution
gaspol thor
Jimmy Avolution
nice
Jimmy Avolution
terus
Jimmy Avolution
lanjut
Jimmy Avolution
terus
Jimmy Avolution
lanjut
Jimmy Avolution
gaskeun
Jimmy Avolution
terus
Jimmy Avolution
gaskeun
Jimmy Avolution
terus
Yuda Suastika
awal yg menarik coba dilanjut dulu bacanya mudah"an tdk membosankan
Nino Ndut
sejauh ini penulisan war nya kurang greget thor..harus bisa lebih ekspresif lg penulisannya sehingga pembaca bisa ngerasa seolah2 lg dimedan perangnya
Nino Ndut
emg bego kan mc nya..coba dari awal dibunuh si yulan..malah dilepasin make alesan lg males bunuh..asli disini enek bener ma mc..padahal saat momen lain yg harusnya g perlu bunuh malah maen asal bunuh..lagian si lin mei ngapain diajak war..kan dia spesialis alkemis..hadehh
Nino Ndut
aneh udh dendam segitu gedenya tp tiba2 males ngebunuh..asli aneh..klo misal g ngebunuh tp minimal nangkep n nagncurin kultivasinya trus buat disiksa sih masih maklum..asli g jelas bab ini dah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!