Kisah Kapten Kavan Arrio Nagara, lanjutan Ujung Timur ( Penantian Sang Prajurit)
Aku Kapten Kavan Arrio Nagara, Aku cinta pada Negara ku, jiwa ragaku untuk Negeri.
Di balik senjata yang selalu aku bawa dan dekap bagai kekasih hatiku, ada cinta yang selalu aku jaga, hanya kamu.. milik aku, Kapten Kavan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Herliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jauh nya Belahan Jiwa
Bintang malam katakan padanya
Aku ingin melukis sinarmu di hatinya
Embun pagi katakan padanya
Biar ku dekap erat waktu dingin membelenggunya
Bintang malam samapaikan padanya
Aku ingin melukis sinarmu di hatinya
Embun pagi katakan padanya
Biar ku dekap erat waktu dingin membelenggunya
Tahuakan engkau malam ini
Ku ingin bertemu membelai wajahnya
Ku pasang hiasan angkasa yang terindah
Hanya untuk dirinya
Lagu rindu ini kuciptakan
Hanya untuk bidadari hatiku tercinta
Walau hanya nada sederhana
Ijinkan ku ungkap segenap rasa dan kerinduan
Tahukah engkau wahai langit
Aku ingin bertemu membelai wajahnya
Kan ku pasang hiasan angkasa yang terindah
Hanya untuk dirinya
Lagu rindu ini kuciptakan
Hanya untuk bidadari hatiku tercinta
Walau hanya nada sederhana
Ijinkan ku ungkap segenap rasa dan kerinduan
Sambil menikmati malam mendekap sebuah gitar setelah menyanyikan sebuah lagu, Avan duduk di balkon kamarnya.
" Yank.. Abang kangen kamu sayang sudah 2 minggu kita LDR an."
Avan terus menatap langit,dengan sinar bulan yang memasuki kamarnya.
" Cieeee.. malam minggu galau nih yee... " Ucap Awan yang tiba - tiba datang.
Awan mengendus indera penciumannya mendekati Awan lalu memegang kemeja yang di pake Awan dan mencium kemeja tersebut.
" Apaan sih Bang, ih... geli tahu." Ucap Avan mendorong tubuh Abangnya.
" Kamu pake perfume Abang ya, ini yang mahal loh.. " Ucap Avan.
" Hehe hehehe... tahu ya wanginya." Ucap Awan sambil menggaruk tengkuk leher yang tidak gatal.
" Tahu lah masa nggak tahu, kamu mau kemana? " Tanya Avan.
" Biasa lah Bang ngedate." Jawab Awan.
" Bang..!! "
" Apa..?? "
Awan menaik turun kan alisnya pada Avan, sambil bergelayut manja di lengan Avan, sehingga membuat geli Avan.
" Kamu lagi apa sih, kayak apaan saja geli tahu." Ucap Avan sambil mendorong Awan.
" Bagi dong cash."
" Ini nih, gaya nya punya pacar banyak tapi nggak modal."
" Mahasiswa Bang belum kerja, beda sama Abang."
Avan yang tanpa berucap lagi langsung mengeluarkan dompetnya dan memberi beberapa lembaran merah pada Awan.
" Awas kalau buat mabok, Abang hajar kamu."
" Nggak Bang ini buat ngajak jalan Sisil."
" Terserah mau ngajak siapa, yang penting jangan buat mabok."
" Siap komandan."
********
" Mei undangan sudah jadi nih." Ucap Nilam sambil menyerahkan undangan pernikahan Mei dan Avan.
Mei pun memeriksa kembali undangan yang di pesannya, dengan warna nuansa gold dengan motif wayang di depan cover nya.
" Bagus nih." Ucap Mei.
" Saya jadi ngiri nih pengen cepat nikah."
" Cepatlah Mba, enak tahu kalau sudah punya pasangan."
" Cieeee... yang sudah punya sih beda aja nih. "
" Ya jelas dong, di perhatiin setiap hari, ada yang tanyain kabar, pokoknya nggak bisa di ungkapin dengan kata - kata."
" Iya percaya deh, semoga saya bisa cepat nyusul."
" Amin..!! "
******
" Halo... yank lagi ngapain? " Sapa Avan saat di saluran panggilan teleponnya.
" Lagi nungguin kabar dari Abang." Ucap Mei.
" Sudah makan? "
" Sudah, Abang sudah makan? "
" Sudah yank."
" Abang tambah ganteng kalau sudah pakai seragam."
" Jelas lah calon suami kamu itu tampan, pantas banyak wanita yang tergila - gila sama ketampanan Abang."
" Mulai deh lebay nya."
" Fakta Yank."
" Augh akh..!! "
" Yank, sudah 3 minggu kita nih, minggu depan sudah ijab kabul."
" Iya ya Bang, cepat kan. Kata Mei juga apa, kalau di jalani LDR an itu cepat. "
" Sudah 100 persen yank persiapan disana? "
" Sudah Bang undangan sudah jadi tinggal di sebar."
" Ok deh fix kalau begitu."
" Abang sama keluarga kemari hari apa? "
" 3 hari sebelum hari H yank, pengajuan cuti buat nanti sudah beres."
" Syukur deh, kalau sudah beres semuanya."
" Yank."
" Hmmm."
" Cium dong? "
" Mmmmuuuuaaaachhh... " Mei memberikan ciuman jarak jauh nya.
" Hap...!! " Avan menangkap ciuman jarak jauh nya.
******
Mei memutar tubuhnya saat mencoba gaun pengantin yang di temani oleh Kinan dan Nilam.
" Bagus Mei, cocok." Ucap Kinan.
" Bagus ya Mami."
" Iya, Avan pasti terpesona nanti kalau lihat kamu pakai ini."
Mei pun memutar tubuh nya ke kanan dan ke kiri, namun melihat dirinya berasa seperti berisi.
" Mami Mei gemuk ya? " Tanya Mei.
" Hmmm.. nggak akh." Jawab Kinan.
" Saya gemuk kan mba Nilam? "
Nilam memperhatikan postur tubuh Mei, dan memutar tubuh Mei ke kanan dan ke kiri.
" Montok, padat dan berisi." Ucap Nilam.
" Akh.. gimana dong mau nikah masa gemuk? "
" Gimana nggak gemuk kamu makan aja." Ucap Kinan.
" Iya sih, untung masih pas." Ucap Mei.
" Diet Mei, jangan sampai pas akad nikah itu kebaya nggak muat di dadanya." Ucap Nilam.