Emlyn Blossom, baru saja diselingkuhi, dan tidak ingin mencinta lagi karena masih terluka. Apes, ia dilecehkan oleh Darrien Harrison, tapi bukannya minta pertanggungjawaban, ia malah menganggap kejadian itu adalah kesalahan, membuat Darrien merasa frustasi tak karuan.
Yuk intip lanjutannya... 💖💖
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eMViBi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
~Chapter 28: Lovey Dovey~
Seorang wanita tampak memperhatikan pemandangan kota dari jendela apartment lantai 15, padahal matanya menatap kosong dengan jari telunjuk tanpa sadar mengusap-usap kaca. Wanita itu adalah Emlyn yang baru selesai mandi dan berganti pakaian.
"Apa aku harus meluruskan rambutku lagi?" Gumamnya memikirkan perkataan Darla.
"Apa yang sedang kau lamunkan?" Tanya Darrien yang baru keluar dari kamar mandi hanya berpenutupkan handuk di bagian bawahnya.
"Yaaahhhh!! Cepat pakai bajumuuu...," Seru Emlyn protes, pipinya merona.
"Kenapa? Bukannya kamu sudah pernah melihatnya?" Goda Darrien berjalan mendekati Emlyn, tangannya menangkup pipi Emlyn dan sengaja menekannya supaya berbentuk mancung seperti bibir bebek.
Cup, kecupnya halus.
"Setelah ini temani aku ke salon, aku akan meluruskan rambutku...," Seru Emlyn memutuskan.
"Kalau kau terpengaruh perkataan Darla, please, jangan hiraukan dia, dia tidak tahu apapun...," Jawab Darrien.
"Tidak, dia ada benarnya. Aku kurang mengurus diri belakangan ini... Rambut keritingku terlalu merepotkan untuk diurus."
"Dandananmu sebelumnya sudah cantik kok, berhasil menarik perhatian satu area kantor...,"
Emlyn menggeleng-gelengkan kepalanya, tidak puas.
"Ayyyoooo, cepat pakai bajumu... Setelah ini kita berangkat. Aku ingin menghabiskan uang pacarkuuu...," Seru Emlyn antusias mendorong Darrien agar menuju lemari bajunya.
"Ok Ok...," Jawab Darrien tersenyum, mengangguk pasrah.
***.***
"Pria itu model? Badannya atletis sekali...,"
"Tinggi dan tampan sekali."
"Kalian lihat tatapan matanya? Ahhh, bikin meleleh?"
"Itu pacarnya? Mungkin assistennya...,"
Darrien dan Emlyn sejak tadi memasuki beberapa toko pakaian di dalam mall, penampilan Darrien yang selalu tampan berhasil menarik perhatian pengunjung mall ataupun penjaga toko di sana. Siang itu ia menggunakan kaos putih berlengan pendek, memamerkan urat-urat menonjol di pergelangan tangannya.
"Mereka terus melirik pacarku... Apa sebaiknya aku menggandengmu kuat-kuat??" Tanya Emlyn merangkulkan tangannya ke lengan Darrien.
"Hahahaha, kamu cemburu? Kalau begitu, biar aku saja yang memelukmu...," Jawab Darrien merangkul bahu Emlyn dengan erat.
"Baju apa yang kamu cari?" Tanya Darrien memperhatikan gerak gerik Emlyn yang dari tadi tidak kunjung selesai mengobrak abrik rak pakaian beberapa toko, tapi tidak juga membelinya.
"Mulai sekarang aku harus tampil cantik dan modis, supaya terlihat sepadan denganmu...,"
"Jangan hamburkan uang untuk hal yang tidak perlu...," Tegur Darrien.
"Lagipula kan pakai uangmu..." Emlyn mengerlingkan matanya, Darrien tersenyum tidak percaya mendengarnya.
"Siapa yang mengajarimu jadi wanita matre heh?? Dulu kau tidak begini...," Protes Darrien tapi tangannya mengeluarkan kartu unlimitednya dan memberikannya pada Emlyn.
"No..., Aku hanya bercanda...," Tawa Emlyn mengerjai Darrien, kemudian ia berlari memasuki salon di depannya, dan segera duduk di kursi yang kosong saat dipersilahkan.
"Bagaimana? Apa aku cantik?" Tanya Emlyn setelah berganti pakaian di salah satu toko baju, dan menghabiskan 2,5 jam untuk menata rambutnya di salon.
"Siapa ini? Cantik sekali...," Goda Darrien terpesona, senyumnya mengembang memperhatikan penampilan cantik Emlyn, simple tapi elegan.
"Aku sengaja memilih baju putih, supaya bisa Couple denganmu...," Ucap Emlyn mengibaskan rambutnya ke belakang, tanpa sengaja malah memamerkan kulit putih bersih punggung dan lengannya karena atasannya agak terbuka.
"Jangan pamer bahumu... Kau tidak boleh menggunakan pakaian seperti ini jika tidak sedang bersama ku..., paham?" Ucap Darrien protektif.
Cuti 1 harinya, mereka lanjutkan dengan berkencan, makan di restaurant, berbelanja sayur mayur di supermarket.
"Serasi sekali mereka..."
"Tampan dan cantiknyaaa 😍😍"
Emlyn yang mendengar pujian itu saat mereka mengantri membayar di kasir supermarket, merapatkan badannya pada Darrien untuk berbisik.
"Sepertinya aku sudah berhasil menserasikan diri dengan mu...,"
"Aiyooo~~ Kamu memang sudah cantik dari sananya sayangkuu...," Jawab Darrien merangkul erat Emlyn yang tersenyum malu.
"Eheemm...," Tegur kasir wanita tersenyum geli mendengarnya.
Hari-hari di lewati, tak terasa sudah 2 bulan berlalu, hubungan sepasang kekasih itu berjalan manis layaknya pasangan baru jadian pada umumnya. Hampir setiap hari Darrien mengantar Emlyn pulang dari kantor, mereka pun melanjutkan pacaran diam-diam mereka, tanpa ada yang menyadarinya di kantor, selain Kenneth dan Flint, tapi kedua pria itu menjaga rahasia dengan baik. Sedangkan Callista, sudah membuka butiknya sekitar 3 kilometer dari kantor Darrien berada.
Suatu hari,Darrien dan Emlyn sedang asik menyantap makan siang mereka di sebuah restaurant. Handphone Darrien berbunyi, Papa menelfonnya.
"Hallo Pa...," Jawab Darrien dengan cepat.
"Heii Nak..., sekarang sibuk pacaran ya..." Ucap Papa tersenyum di sebrang sana.
"Haha, biasalah Pa... Anak muda...,"
"Kapan kamu mau temuin Papa sama pacar kamu?" Tanya Papa penasaran.
"Hmm... Sebentar aku tanyakan...,"
"Mau ketemu Papa?" Tanya Darrien pada Emlyn yang duduk di sampingnya.
"Sekarang?" Desis Emlyn kaget.
"Hmm, kalau kau siap...," Jawab Darrien tidak memaksa.
"Hmm..., Boleh," Angguk Emlyn, sebenarnya ia belum siap, tapi cepat lambat ia akan bertemu dengan orang tua pacarnya itu toh.
"Kami akan ke tempat Papa sekarang." Jawab Darrien mematikan sambungan telfonnya.
***.***
Berlatarkan sebuah cafe yang terhubung langsung dengan lapangan golf, seorang pria paruh baya duduk sendiri menunggu kedatangan anaknya. Papa Darrien itu baru saja selesai bermain golf dengan teman-temannya.
Drapp Draappp Drappp... Darrien tiba dengan menggandeng tangan Emlyn yang tersenyum kikuk, jantungnya berdetak kencang karena gugup.
"Paa...," Sapa Darrien.
"Hallo Om..., Kenalin saya Emlyn Om...," Jawab Emlyn berusaha tersenyum dengan manis.
Papa Darrien terdiam sesaat, memperhatikan penampilan Emlyn yang tampak lugu, cantik, manis dan tidak berlebihan. Pantas saja anaknya menyukainya.
"Duduk, duduk..., Silahkan kalian mau pesan apa..." Izin Papa menyambut mereka.
"Tadi udah makan Om...," Jawab Emlyn menolak lembut.
"Kita pesan minum saja ya...," Tanya Darrien pada Emlyn dan wanita itu mengangguk lembut.
Papa yang dari tadi memperhatikan perilaku lembut Darrien pada Emlyn, diam-diam mengulum senyumnya, sudah lama ia tidak melihat Darrien perhatian pada seorang wanita.
"Undangan Sabtu depan, ajak Emlyn juga yah...," Pinta Papa.
"Aku?" Tanya Emlyn merasa sungkan.
"Aku rencana memang mau mengajaknya...," Jawab Darrien tersenyum senang karena Papa memberikan lampu hijau pada hubungan mereka.
Setelah pertemuan singkat dengan Papa Darrien, Emlyn dan Darrien pun pamit dan sekarang sudah dalam perjalanan pulang.
"Papa sudah menyetujui kita, jadi, kapan kamu mau pindah ke tempatku??" Tanya Darrien tanpa mengalihkan matanya dari jalanan karena ia sedang menyetir.
"Tunggu kamu menikahiku...," Jawab Emyln tersenyum manis.
"Baiklah, mari kita segera menikah...," Seru Darrien dengan gampangnya.
"Yahhh!! Kamu kira segampang itu?" Protes Emlyn panik, tentu saja panik, hubungan resmi mereka baru berjalan 2 bulan dan pria tampan di sampingnya sudah mengajaknya menikah.
"What's wrong? Kita hanya mempercepat waktu untuk selalu bersama...," Jawab Darrien mengecup tangan Emlyn dengan lembut.
"Tidakkk... Banyak yang harus dipersiapkan."
"Tapi kamu tidak akan kabur kan jika aku melamarmu tiba-tiba nanti?" Tanya Darrien lagi.
"Tentu saja tidak... Kamu harus belikan aku cincin berlian yang mahaaallllll...," Seru Emlyn menggoda Darrien.
.
.
.
.
.
To Be Continue~