Menjalani pernikahan dengan sang terkasih memang lah menyenangkan, tapi bagaimana jika ternyata kamu adalah yang ketiga baginya?
Itulah yang dialami Melinda, dia baru tau kalau ternyata suaminya sudah memiliki dua istri begitu ia sah menjadi istri Bara Adicipta, laki-laki berusia 31 tahun itu.
Seperti apa kehidupan Melinda setelah terpaksa menjadi yang ketiga bagi Bara? Yuk disimak lanjutannya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon patrickgansuwu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29. Bercerai
Tiba-tiba saja, Alin menyusul keluar menemui Vera dan juga Melinda yang sedang berbincang disana.
"Eh eh, ada apaan nih pada ngumpul disini? Nungguin princess Alin ya?" ucap Alin dengan pedenya.
"Dih kepedean banget lu!" cibir Vera.
"Gapapa dong pede, daripada insecure. Emang kalian lagi ngomongin apa sih?" ucap Alin.
"Gak kok, aku tadi cuma mau bangunin kalian. Eh tapi ternyata kalian udah bangun duluan," ucap Melinda.
"Iya dong Mel, kita niatnya bangun pagi tuh justru mau bangunin lu. Siapa tau lu galau terus semalam gak bisa tidur," ucap Alin sambil tersenyum.
"Ya emang iya sih semalaman aku susah tidur, tapi aku mah gak pernah telat bangun," ucap Melinda.
"Ohh, iya deh yang emang anak rajin. Berarti kita salah kira dong Ver?" ucap Alin.
"Gapapa Lin, bangun pagi juga banyak manfaatnya tau. Kita jadi bisa sarapan lebih cepat dan gak perlu kelaparan lagi," ucap Vera.
"Hadeh, yang ada di otak lo itu makanan terus ya Ver bosen gue dengernya!" cibir Alin.
"Biarin wle," ucap Vera sambil menjulurkan lidahnya.
Melinda terkekeh melihat perdebatan kedua temannya, tapi tak lama Maya salah satu maid disana datang menghampiri mereka.
"Permisi nyonya," ucap Maya.
"Eh bik, ada apa?" tanya Melinda bingung.
"Itu nyah, di bawah ada tuan Bara mau ketemu katanya. Terus nyonya diminta turun ke bawah sekarang juga," jawab Maya.
Melinda terkejut mendengarnya, ia sungguh malas menemui Bara lagi untuk saat ini.
"Haish, tuh cowok mau apa lagi coba? Ngapain dia harus balik dan minta ketemu sama lu? Gak mikir apa dia perasaan lu kayak gimana?" geram Vera.
"Gak tahu deh Ver," ucap Melinda.
"Yaudah Mel, biar gue aja yang temuin dia dan bicara sama dia. Gue gak terima sohib gue ini disakitin sama dia!" ucap Vera.
"Eh eh, jangan Ver! Biar aku aja yang turun temuin mas Bara, nanti kalau kamu yang ke bawah urusannya malah makin panjang," ucap Melinda.
"Abisnya gue greget banget sama tuh orang Mel, gue pengen hajar dia rasanya!" ucap Vera.
"Sabar Ver! Jangan main hajar aja! Gitu-gitu juga dia masih suami aku, mana tega aku dia dihajar sama kamu?" ucap Melinda.
"Jadi, lu mau temuin dia nih sekarang?" tanya Vera.
Melinda mengangguk meski sedikit ragu.
"Kalo gitu kita berdua temenin lu ya? Jaga-jaga aja kalau Bara nanti punya niat jahat, jadi kita bisa bantu lu," ucap Vera.
"Betul tuh Mel, lu kan tau sendiri Bara orangnya kayak gimana," sahut Alin.
"Gausah, aku yakin mas Bara gak mungkin apa-apain aku kok. Udah ya kalian disini aja, biar aku yang temuin mas Bara di bawah!" ucap Melinda.
"Lu yakin Mel? Gue cemas banget tau, gue takut lu kenapa-napa!" ucap Vera.
"Santai aja," ucap Melinda santai.
Akhirnya Vera dan Alin terpaksa membiarkan Melinda pergi menemui Bara, walau masih ada rasa khawatir di hati keduanya.
•
•
Singkat cerita, Melinda telah berada di bawah menemui Bara suaminya yang juga sudah bersiap menunggunya sambil duduk di sofa.
Perlahan Melinda mendekati pria itu, menghela nafas singkat sebelum berusaha memanggil Bara dengan suara lirih.
"Mas Bara," panggil Melinda.
Sontak Bara menoleh, ia langsung tersenyum lebar dan berdiri mendekati istrinya.
"Sayang!" ucap Bara antusias.
Disaat Bara hendak memeluknya, Melinda reflek menghindar dan menjauh seolah tidak ingin dipeluk oleh pria itu.
"Kenapa kamu menghindar? Kamu gak mau dipeluk sama suami kamu sendiri?" tanya Bara.
"Bagi aku, kamu itu udah bukan suami aku lagi mas. Sejak kejadian itu, aku udah gak anggap kamu sebagai suami. Jujur aja perasaan aku sakit banget mas," ucap Melinda.
"Aku tahu, justru kali ini aku datang untuk menyelesaikan semuanya," ucap Bara.
Melinda sedikit terkejut mendengarnya.
"Maksud kamu apa? Gimana cara kamu selesaikan ini semua?" tanya Melinda.
Bara menunjukkan sesuatu di tangannya kepada Melinda, itu terlihat seperti sebuah berkas yang membuat Melinda penasaran.
"Apa itu mas?" tanya Melinda.
"Ini surat perceraian kita Melinda, sesuai yang kamu minta. Kamu tinggal tandatangani itu, lalu hadir dalam proses persidangan nanti. Aku udah gak bisa tahan kamu lagi sayang," jawab Bara.
Sontak Melinda terkejut, di satu sisi ia senang karena akan bercerai dari Bara. Namun, entah mengapa ia sulit melakukannya.
"Kamu tega ya mas?" ucap Melinda terisak.
"Apa lagi sayang? Bukannya ini yang kamu mau? Pisah dari aku, iya kan?" ujar Bara.
Melinda menggeleng dengan air mata yang cukup banyak membasahi pipinya.
"Kamu kenapa nangis? Aku salah apa lagi sama kamu Linda? Aku udah turutin maunya kamu, tapi kamu malah nangis begini," heran Bara.
"Gak kok mas, makasih kamu udah turutin kemauan aku. Kalo gitu aku boleh pergi kan sekarang dari sini?" ucap Melinda.
Dengan berat hati Bara mengangguk, ia terpaksa melepaskan Melinda demi keselamatan Sari.
"Permisi, aku mau beres-beres barang aku dulu di kamar. Makasih ya mas karena kamu udah baik hati mau biarin aku pergi," ucap Melinda terisak.
Disaat Melinda hendak pergi, tiba-tiba Bara menahan tangan istrinya dengan erat.
"Tunggu sayang!" pinta Bara.
"Kenapa mas? Katanya tadi aku boleh pergi, kok kamu masih tahan aku?" tanya Melinda.
"Kamu belum tandatangani ini," jawab Bara menunjukkan berkas perceraiannya.
"Iya mas, nanti pasti aku tanda tangan kok. Aku juga bakal hadir di sidang nanti," ucap Melinda.
"Terimakasih," singkat Bara.
Setelahnya, Bara pun melepas tangan Melinda dan membiarkan wanita itu pergi.
•
•
Melinda kembali ke atas menemui teman-temannya yang masih setia menunggu.
Sontak Vera serta Alin langsung terkejut melihat sahabat mereka bersedih seperti itu.
"Loh loh Mel, lu kenapa? Kok nangis begini sih? Lu diapain sama si Bara? Cerita sama gue Mel, biar gue hajar tuh orang!" ucap Vera.
"Hiks hiks..." Melinda justru menangis deras dan memeluk kedua sahabatnya dengan erat.
"Lo kenapa Melinda? Serius deh jangan bikin gue penasaran kayak gini, lu cerita aja sama kita!" ucap Vera mengusap-usap punggung Melinda.
"Hiks mas Bara hiks.." tangis Melinda semakin pecah dan tak kuasa menahannya lagi.
"Duh, ini gak bisa dibiarin sih Ver! Gue ke bawah deh temuin si Bara, gue mau tau apa yang dia lakuin ke Melinda!" ucap Alin.
"Jangan Lin!" ucap Melinda mencegah Alin.
"Kenapa sih Mel? Gue tuh udah muak banget sama dia, gue pengen kasih pelajaran ke dia supaya dia gak bisa seenaknya sama lu!" ucap Alin.
"Biarin aja Lin, mas Bara udah ngelakuin apa yang aku minta kok dan itu cukup buat aku," ucap Melinda.
"Maksudnya?" tanya Alin tak mengerti.
Melinda melepas pelukannya sembari menyeka air mata di kedua pipi, lalu menatap kedua temannya secara bergiliran sambil menghela nafas.
"Aku dan mas Bara bakal bercerai sebentar lagi," jawab Melinda pelan.
"Hah? Apa??" Vera dan Alin kaget bersamaan.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
cukup dengan gombalan maut nan receh... para istrinya langsung klepek klepek