Indonesia
NovelToon NovelToon
My Love Belongs To You

My Love Belongs To You

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Teen
Popularitas:69.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Queen B

Disaat semua berubah, begitu juga dengan rasa. Sebuah rasa yang pernah hadir harus berakhir tanpa sejalur dengan sang hati. Ikhlas dan berdamai.

Mencintai bukanlah persoalan rumit. Hanya saja kita yang mempersoalkannya menjadi sulit. Nikmati setiap hidup dan cinta yang telah diberikan, apapun, siapapun dan kapanpun.

Menyukai atau mencintainya? Zoya juga tak paham akan perasaan ini. Hanya saja ini pilihan dan tanggung jawabnya akan diam tak bersuara mengenai rasa ini.

Namanya Zoya Resa Humaira. Gadis manis bermata coklat bulat. Dia yang memilki tanggung jawab dan perasaan itu.

Pertemuan dengan seorang bernama Anggara yaitu Dosen mata kuliah yang diambil oleh Zoya. Anggara yang sudah menyimpan rasa itu terlebih dahulu tetapi tak tahu akan perasaan Zoya yang belum melupakan sosok itu.

Apakah hati Zoya dapat berubah? apakah akan jatuh hati ke yang lain? atau juga tetap berlabuh di hatinya?

Nikmati ceritanya ya :)
Jangan lupa dukungan kalian ya readers💕

Salam Manis
Queen B.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen B, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

XXVIII

BRAK CITTT

“Zoya!!” pekik Bryan memanggil nama Zoya. Bryan berlari ke asal suara tabrakan. Seseorang tergeletak di sana, berlumuran darah yang keluar dari kepalanya, sangat banyak. Bryan berlari ke seberang lalu menembus kerumunan orang-orang yang melihat kecelakaan tersebut, dengan hati-hati dia membalik tubuh seseorang itu.

Bryan tercekat melihat seorang tersebut yang sangat mengenaskan dengan darah yang sangat kental pekat. “CALL 995 PLEASE,” titah Bryan menyuruh seseorang menghubungi nomor darurat ambulan, Bryan tidak dapat menghubungi karena ponselnya mati daya.

Orang yang disuruh Bryan pun dengan cepat menghubungi. Mereka pada inisiatif mengangkat korban tersebut ke pinggir jalan. Bryan melihat sekeliling, tak sengaja matanya menangkap sosok Zoya bersama anak kecil. Bryan mendekati mereka di ujung jalan dekat kecelakaan tersebut terjadi.

Bryan meringis kecil lalu berjongkok. “Zoya, apa yang terjadi?” tanya Bryan sedikit khawatir melihat keadaan Zoya yang lengan bajunya tersobek tetapi tidak terlalu lebar menampakkan tangannya yang terkoyak luka yang cukup besar sepertinya tangannya terseret aspal.

Bryan beralih melihat ke samping Zoya ada anak kecil perempuan yang dia pikir baru habis menangis karena masih tersendat-sendat sambil mengelap ingusnya ke baju.

Zoya terkekeh tetapi meringis kecil karena di sudut bibirnya ada luka kecil. “Auh,” ringis Zoya memegang sudut bibirnya.

“Aku selama 10 menit yang lalu baru saja menjadi superwoman,” kekeh Zoya sekali-kali meringis memegang lengannya.

Bryan memelotot mendengar ucapan Zoya. Bryan merogoh saku celananya mengeluarkan sapu tangan lalu diikatnya ke sisi tangan Zoya yang luka lebar. “Kamu nolongin anak ini?” tukas Bryan tahu apa yang terjadi.

Zoya hanya bergumam. Zoya beralih ke samping melihat anak perempuan cantik sambil mengelus pundaknya halus. “Kamu tenang, ya, sayang,” ucap Zoya menenangkan.

Anak tersebut menyeka sisa air matanya. “Chika fine kok, Kak,” sahut Chika dengan tersenyum mengangkat tangannya seperti menunjukkan otot-ototnya yang sebenarnya tidak ada.

“Sebentar, aku ke sana dulu,” cetus Bryan berlalu pergi.

Zoya hanya melihat ke Bryan sekilas. “Chika kenapa bisa di tengah jalan tadi?” tanya Zoya penasaran karena saat Zoya ingin menyeberang tadi dia melihat seorang anak perempuan kelihatan bingung mencari sesuatu di tengah jalan.

Zoya yang melihat ada mobil yang melaju cepat langsung berlari mendekap tubuh Chika tetapi sialnya Zoya tersandung membuatnya harus mengenai aspal. Zoya melindungi tubuh Chika dengan memeluk Chika kuat.

Zoya juga merasa bersalah. Dia tak dapat menolong sosok wanita berumur yang tertabrak tadi. Wanita tersebut tepat berada di belakang Zoya saat menolong Chika.

Chika terdiam. “Chika,” panggil Zoya menyentuh bahunya.

Bryan datang membawa dua botol air mineral. “Minum dulu,” ujar Bryan menyerahkan masing-masing satu botol ke Zoya dan Chika.

Chika masih melamun sejak Zoya menanyakan pertanyaan tadi.

Bryan menempelkan botol dingin tersebut ke pipinya, Chika terkejut lalu menoleh ke Bryan mengambil botol tersebut. Chika meneguk dan tersenyum. “Makasih, Kak.”

Bryan mengangguk. “Kamu mau ke mana? Biar Kakak mengantar kamu,” kata Zoya mencoba bangkit.

“Auw,” ringis Zoya sakit memegang kakinya. Kaki Zoya sedikit terkilir akibat peristiwa tadi.

Chika menggeleng. “Chika balik sendili aja, Kak. Chika mau ke lumah sakit,” ucap Chika sambil menunjuk rumah sakit yang termasuk besar di Singapura. Rumah sakit tersebut tidak jauh dari keberadaan mereka yang sekarang.

“Biar aku yang antar,” titah Bryan yang tak tega melihat keadaan Zoya dan tak mungkin membiarkan Chika berjalan sendirian.

“Kamu di sini saja, Zoya atau kamu ke Masjid dulu nanti sekitar 20 menit kamu keluar,” ujar Bryan menyarankan.

“Bersihkan luka kamu di sana,” tambahnya lagi. Zoya mengangguk pasrah, Zoya sangat ingin sekali mengantar Chika ke sana seperti ada seseorang yang ingin dia jumpai.

Zoya berpikir ulang jika dia memaksakan maka dia akan menyusahkan Bryan apalagi cukup jauh menuju rumah sakit dengan keadaan kaki nya yang sedikit terkilir.

“Chika diantar Kakak ini, ya,” ucap Zoya. Chika mengangguk.

“Makasih banyak, ya, Kak udah nolongin Chika. Chika takut kalau enggak ada Kak Zoya mungkin Chika malah masuk lumah sakit juga kayak Daddy,” ucap Chika lemah.

“Daddy Chika lagi di lawat, Daddy bilang katanya cuma demam tapi kenapa lama kali, ya, Chika di sini udah sekitar belapa, ya, mm ...” kata Chika terpotong dengan melihat tangannya menghitung jari yang membuat dirinya terlihat sangat gemas.

“Mm ... Chika lupa, Kak,” kekeh Chika menepuk jidatnya.

Zoya mendengar keluh kesah Chika, nampak dari raut wajahnya dia sangat berharap Daddy nya akan segera sembuh.

“Chika doain daddy, ya, supaya cepat sembuh,” ucap Zoya tersenyum menguatkan.

Chika mengangguk. “Pasti, Kak. Selalu.”

“Kakak mau enggak jadi pacal Daddy?” tanya Chika tiba-tiba membuat Zoya kelabakan menjawabnya.

Chika tertawa. “Chika belcanda, Kak. HEHEHE.”

Zoya memanyunkan bibir lalu mencubit pipi tembamnya Chika.

Chika beralih melihat Bryan berkata, “Kak, mm ...” kata Chika lupa nama Bryan.

“Bryan,” ucap Bryan mengusap kepala Chika.

“Kak Bliyan,” kata Chika kesusahan bilang huruf r.

“Bryan, Chika,” jawab Bryan lagi karena namanya salah di sebut.

“NO, Chika enggak bisa bilang l (r) itu l. Jadi, Chika manggilnya iyan aja deh,” ucap Chika sesuka hati memanggil Bryan.

Bryan juga tetap dalam pendiriannya, dia menggeleng tegas. “I say Bryan,” ujar Bryan ngotot.

“Iyan no Bliyan.”

Zoya melongo melihat keduanya saling bertengkar karena nama.

“Oke, Chicak,” ejek Bryan memelet kan lidah ke Chika.

Chika cemberut kesal menambah kesan imutnya. “Dont call me Chicak, itu nama hewan, loh, Kak,” kata Chika berkacak pinggang.

“Iyakah? Kakak enggak tahu, loh ada nama hewan chicak,” ucap Bryan terkekeh.

Bryan melihat wajah Chika yang sudah pasrah menekuk muka sebal. “Baiklah, Chika yang cantik.”

Chika tersipu malu karena dapat pujian dari Bryan. Zoya terkekeh melihatnya. “Mm ... nama daddy kamu siapa?” tanya Zoya yang penasaran.

Chika menjawab, “Nama daddy Chika itu Zi-“

Ucapan Chika terhenti karena Bryan menyela. “Chika, ayo, nanti terlalu malam,” ajak Bryan dengan menggendong Chika.

Chika mengangguk lalu menepuk jidat. “Ayo, Kak nanti mereka cali Chika.”

Zoya mengangguk mengiyakan. “Bye Chika,” kata Zoya melambaikan tangan ke Chika.

Chika menyuruh Bryan mendekat ke arah Chika. “Kak Iyan, gesel sedikit ke Kak Zoya,” suruh Chika yang berada dalam gendongan Bryan.

CUP

Chika mencium pipi kanan Zoya yang membuat Bryan otomatis mendekat ke Zoya.

“Ekhem,” kata Bryan menetralkan sedikit kegugupannya.

“Sampai jumpa lagi, Kak. Kalau kita jumpa semoga doa Chika yang barusan terkabul,” ucap Chika penuh harap.

Zoya ingin bertanya apa doa yang di inginkan Chika saat akan berjumpa kembali dengan Zoya tetapi dia urungkan.

Zoya mendekat ke Chika. “Amin. Dadah Chika yang cantik,” ucap Zoya mengecup pipi Chika gemas.

Bryan dan Chika bergegas pergi karena takut kemalaman dan akan dicari keluarganya Chika.

°°°

Zoya sekarang berada di masjid, dia membersihkan luka di tangannya. Saat dia menuju ke masjid, dia dibantu oleh wanita tua yang hendak ke masjid juga karena kaki Zoya sedang sakit dengan memapah tubuh Zoya.

DRT DRT DRT

“Halo, Bang,” kata Zoya menjawab panggilan dari Andre, abangnya.

“Kau dimana?” tanya Andre langsung.

“Dekat masjid tempat aku dikasih tugas,” ucap Zoya sambil meluruskan kakinya.

Zoya memejamkan matanya, dia teringat akan ucapan Chika tadi mengenai nama daddy nya.

“Zi-“ gumam Zoya mengingat nama berawal Zi.

Zoya sontak membuka matanya. “Gak mungkin dia,” tolak Zoya tegas menggelengkan kepala.

Terdengar suara disana yaitu di telepon. Zoya masih bertelepon dengan Andre.

“Apanya yang gak mungkin? Kau jangan kemana-mana, aku kesana sekarang,” jelas Andre langsung menutup ponsel.

“Iya,” gumam Zoya tersadar.

Zoya bersandar lalu memejamkan matanya, dia sangat lelah hari ini, terlalu banyak aktivitas dan kejadian mendadak yang membuatnya sangat terkejut yaitu kecelakaan tadi. Perasaannya juga campur aduk mengingat wanita yang tertabrak mobil tadi yang mengeluarkan banyak darah dari kepalanya. Zoya melihat jam di dinding masjid.

“Masih ada sekitar 10 menit lagi sebelum si bule kemari,” ucap Zoya ke diri sendiri. Zoya membaringkan tubuhnya yang terasa sangat remuk dan sakit. Tak lama pun Zoya tertidur akibat sangat capek dan luka di tubuhnya.

1
Lidia Tikla
lanjut ya
Lidia Tikla
hai author, salam
Elisabeth Ratna Susanti
lanjut👍
Susi Ana
jempol hadir, mampir ya
Kurnia Asih
visual y Thor
Kurnia Asih
jadi kmna sebnery Angara, Thor
Kurnia Asih
visual y gara, thor
Eda Sally
mantap say😍
Ririn Rira
mampir lagi
Eda Sally
semangat say😍
Asni J Kasim
Next Up kakak 😘😘
IG : Chocollacious
wah akhirnya up juga
ig@taurusdi_author
semangat up thor.

Mampir di novelku juga ya

48 months arragement

Susi Ana
kpn up?
Elisabeth Ratna Susanti
next👍
~Nessa
Hadir
jangan lupa mampir di karyaku ya!
makasih..
Mega Ackerman
Lanjut kakak
@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ
permisii..

cinta pak bos hadir lagi nih.. 😊

semangat ya kakk💪
@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ
hai.. hai..

cinta pak bos hadir lagi😘

semangatt terus💪
Selll.
aku unduh semua bab ya kak...

like like like semangattt!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!