Indonesia
NovelToon NovelToon
Wanita Malam

Wanita Malam

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nurul Marisa putri

“Di balik senyum indahnya, tersimpan luka yang tak pernah terlihat.”

mas aku bukan orang baik pergih saja:"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Marisa putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

wanita malam:ini begitu berharga bagi ku

Ku pandangi sekeliling, ternyata ini bukan tempat tinggal biasa yang biasa kami tempati. Sebuah perumahan mewah bernilai fantastis, sekitar 50 miliar rupiah. Bangunannya bergaya Eropa klasik yang megah namun elegan. Aku melihat sekeliling rumah ini—begitu indah, lengkap dengan perabotan dan pajangan mewah yang tersusun rapi, barang-barang yang pastinya bernilai tinggi.

"Kevin, rumah siapa ini?" tanyaku bingung takjub.

"Ini rumah untukmu, Alya."

"Untukku? Buat apa, Kevin? Aku rasa aku tidak pantas mendapatkan semua ini."

"Kamu sangat pantas, Sayang. Aku mengumpulkan aset ini hasil kerja kerasku sendiri, khusus untuk calon Nyonya Mahendra."

"Benar-benar untukku?"

"Iya, semuanya milikmu. Aku serius, Alya. Aku ingin memberikan yang terbaik bagi wanita yang kucintai," ucapnya sambil memelukku erat.

"Terima kasih banyak, Kevin... Kamu sungguh mencintaiku."

"Aku tidak akan membiarkanmu susah atau cemas lagi. Kamu cukup menikmati hasil kerja kerasku saja. Aku tidak akan membiarkanmu menderita atau bersedih. Kita akan hidup bahagia bersama di sini. Nanti kita isi rumah ini dengan banyak anak, biar tidak sepi," ujarnya penuh harap.

"Ih, kamu ini... Pikirannya sudah melayang jauh sekali," jawabku tersipu.

"Aku sangat mencintaimu, Alya. Kamu juga kan?"

"Hmmm... biar aku pikir-pikir dulu ya," godaku.

"Kok malah dipikir sih..."

"Tentu saja aku sangat mencintaimu! Seratus persen!"

Alya yang berada dalam pelukan Kevin merasa bahagia yang tak terlukiskan. Tanpa banyak bicara, Kevin langsung menggendongnya menuju kamar.

"Kamu tahu, kamu punya 'utang' sama aku semalam," bisiknya.

"Aku tidak berutang apa-apa kok..."

Kevin menunjuk tepat ke dadanya.

"Masih pagi sekali lho, Kevin..."

"Pagi-pagi harus penuh semangat dong."

"Aku lagi malas nih, Kevin... Ih, kamu ya, cari alasan lagi."

"Sudah lama sekali aku menunggu kesempatan ini, Alya. Kasihanilah aku ini..."

"Iya... iya, boleh deh."

Kevin membaringkan Alya perlahan di atas kasur empuk itu. Kehangatan yang tercipta membuat Alya merasakan kenikmatan yang mendalam.

"Ahhh... pelan-pelan ya, Kevin, kamu memang suka sekali menggodaku."

"Kamu selalu memikat ku, Alya. Aku tak bisa menahan diri melihatmu begitu..." Ciumannya terasa hangat, tubuhnya yang merapat membuat seluruh tubuhku merinding perasaan.

Kevin yang penuh gairah itu semakin bersemangat, di benaknya hanya ada aku.

"Ahhh sayang... indah sekali..."

"Iya sayang... lagi..."

"Tahan sebentar ya, Sayang... sebentar lagi selesai."

Suasana kamar yang tadinya tegang kini berubah menjadi rileks sepenuhnya, segala keraguan dan beban pikiran terlepas sepenuhnya.

Ternyata 'Om-Om' ini sangat tangguh... Pinggangku rasanya pegal luar biasa. Kulihat Kevin yang kelelahan telah terlelap tenang. Aku segera memakai piyama dan beranjak keluar kamar. Tenggorokanku terasa sangat haus.

Dari kemewahan janji masa depan, beralih ke keintiman yang meleburkan segala jarak dan keraguan. Hubungan mereka menjadi utuh dan tenang.

Tenggorokanku terasa sangat kering. Di mana ya dapur atau kerannya? Rumah seluas ini sungguh membingungkan, rasanya pengurusnya pasti akan sangat lelah.

Tiba-tiba muncul tiga asisten rumah tangga berusia paruh baya. "Nyonya, jika butuh sesuatu boleh langsung katakan saja, nanti kami yang antarkan."

"Aku hanya ingin mengambil air es saja, Bu," jawabku sambil mencari dapur.

Betapa terpesonanya aku melihat dapur rumah ini—sangat indah dan mewah, ruangannya saja setara dengan satu kamar tidurku di tempat tinggal yang dulu.

Tiba-tiba terlintas keinginan di hatiku: aku ingin mulai belajar memasak, agar bisa menjadi istri yang baik bagi Kevin.

"Bu, boleh ajarkan saya apa saja makanan kesukaan Tuan Kevin?"

"Makanan kesukaan Tuan Kevin itu Ayam Panggang Madu Manis, Bubur Kepiting, Telur Tomat, dan Sayur Asin yang gurih."

Aku baru kali ini tahu menu kesukaannya. Langsung saja aku bersiap membuat hidangan itu dibantu Bu Asih.

"Nyonya tidak perlu repot-repot, biar saya saja yang mengerjakannya," cegah Bu Asih sopan.

"Tak apa, Bu. Aku justru ingin belajar memasak. Ibu cukup arahkan saja apa yang dibutuhkan."

"Baiklah, Nona."

Alya yang tulus ingin berbakti dan belajar membuat Kevin bahagia, bertekad memulai hal baru di rumah megah ini. Ia tidak merasa terintimidasi oleh kemewahan, justru melihatnya sebagai tempat membangun kasih sayang lewat hal sederhana: masakan rumah.

Alya sibuk menyiapkan semua menu itu. Ternyata, memasak tidak semudah yang dibayangkan ya.

Ini pertama kalinya aku mencoba mengolah hidangan sebanyak ini, rasanya sangat melelahkan. Namun, akhirnya semua menu pun selesai juga.

Sebaiknya aku segera mandi dan merapikan diri dulu. Badanku terasa bau asap dan bumbu masakan setelah sibuk membuat makanan kesukaan Kevin.

Ada rasa bangga di tengah lelahnya. Alya berusaha sekuat tenaga memberikan yang terbaik, meski pengalamannya masih minim. Kini ia ingin tampil segar dan cantik saat Kevin terbangun, agar kejutan kecil ini sempurna.

Kevin terbangun dan melihat Alya yang sudah berdiri rapi dan cantik.

"Sayang... kamu cantik sekali hari ini."

"Kamu sudah bangun? Cepatlah bersiap-siap dan mandi, aku sudah memasakkan makanan untukmu."

Hati Kevin berdebar. Ya ampun... dia memasak lagi ya? Semoga hasilnya lebih baik dari kejadian roti gosong dulu. Tanpa banyak tanya, Kevin pun segera bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Pujian manis disambut semangat Alya. Kevin tersenyum senang tapi sedikit was-was—ingat betul bagaimana hasil masakan pertamanya yang berantakan. Namun niat tulus Alya membuatnya terharu, dan ia tak ingin mengecewakan gadis itu.

Suara air mengalir terdengar jelas saat Kevin sedang mandi. Alya mendengarkan suara itu dengan perasaan yang sedikit berdebar dan bergairah, namun ia tetap berusaha fokus merapikan penampilannya di depan cermin.

Di ruang yang tenang, kehadiran Kevin terasa begitu dekat dan hidup. Ada kehangatan yang menyusup di hati Alya—campuran antara rasa cinta dan kenyamanan berada di rumah baru ini. Meski tergoda imajinasi, ia tetap sabar menunggu, ingin tampil paling cantik saat makan siang nanti.

Kevin keluar dari kamar mandi. Tubuhnya yang masih basah terlihat tegap, berotot, dan perutnya begitu memikat mata.

"Kenapa kamu menatapku sambil tersenyum begitu?" godanya.

"Siapa yang melihat... Dasar kamu nakal sekali!"

"Aku cuma melihat saja... calon suamiku memang tampan sekali."

"Tentu saja dong, aku memang ganteng."

"Dasar baru dipuji sedikit sudah langsung angkuh dan merasa hebat."

Udara di ruangan terasa hangat dan penuh gairah. Di antara candaan dan tatapan memuja, terasa kedekatan yang begitu lepas dan akrab. Kevin yang percaya diri membuat Alya tersipu sekaligus senang.

"Iya, milikmu ini memang sangat tampan, Sayang."

"Iya, kamu ganteng banget."

Kevin memeluknya dengan lembut, lalu mengecup kening Alya dengan penuh kasih sayang.

Kata-kata manis itu diiringi sentuhan yang menenangkan—penuh rasa aman dan kebahagiaan sederhana. Tidak ada keraguan, hanya saling memiliki yang utuh.

1
putri_raisa
cerita unik seru juga
Naura Azizah
good job
Ikhsan Ramadhan
cerita seru semangat
nurulmarisa: terimakasih😍
total 1 replies
vegaa
bagus
nurulmarisa: terimakasih😍
total 1 replies
Didi Mulyadii
bagus banget
nurulmarisa: terimakasih dukunganya🤩
total 1 replies
Didi Mulyadii
kenapa alya harus berkorban kaya gitu ya
nurulmarisa: demi uang pak🤣
total 1 replies
putri_raisa
kesel deh sama orang tua kevin mandang status banget😵‍💫
nurulmarisa: bisa lah orang yang beradaa maunya sama satu kasta🥲
total 1 replies
Naura Azizah
apa gak merinding ya si Alya di deketin om om kaya Kevin kalo ganteng mah hayu aja gemes alurnya Manarik KA update dong aku kepo kelanjutannya 😍🤣🤭
nurulmarisa: awal awal takut dia pas di perhatin om om ganteng🤣
total 1 replies
Naura Azizah
kayanya si Raka suka Alya deh segitu capernya bejir🤭🤣
nurulmarisa: cinta bertepuk sebelah tangan dia😵‍💫🤣
total 1 replies
vegaa
suka banget sama perhatian Kevin,tapi Alya bakal suka gak si soal dia udah om om tuh jadi kepo kelanjutannya di tunggu updatenya ya KK seru nih aku ada gemes gemesnya🤣
nurulmarisa: siap Kaka Kaka ku dak sabar nich💪🤭🤣
total 3 replies
Andira
jadi makin seru ni ceritanya lanjut kk semnggtt🤭
nurulmarisa: terimakasih KK aku makin semangat KK♥️🫶
total 1 replies
Andira
aku kalo jadi Alya baper parah seperhatian itu kevin
Andira: semua cowo gitu love bombing hehe🤣
total 2 replies
Feni sang penulis novel
assalamualaikum kak ceritanya Bagus banget aku suka alur yang terakhir lanjut kak bagaimana nih makin seru kak bisa komen ya kita semangat ya semangat yah kak bikin karyanya oh iya pak aku punya 3 novel kalau kakak suka mampir-mampir ya kak terima kasih
Feni sang penulis novel: terima kasih ya kak semoga kakak suka ya dengan karya aku ada tiga karya aku tolong baca semuanya ya kak semoga kakak suka dan tolong berikan bintang 5 dan tolong berikan komentar untuk ketiga novel aku kak terima kasih
total 2 replies
Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
semangat buat author 💛💛
nurulmarisa: makasih komen kk ,kk juga semangat ya 🙏💪
total 1 replies
Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
sampai segitunya banget yah🤭
nurulmarisa: sebener ke paksa aja kerja begitu karna nominal gede maklum dunia malam🥲🫠
total 1 replies
Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
lagian cowoknya gragas banget sih/Smug/
nurulmarisa: kaya itu efek mabuk itu sepeleng🤣
total 1 replies
Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
kenapa Alya melakukan itu?
nurulmarisa: lagi enak enak kerja,malah di godain om om kk, mana ganteng lgi🤣👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!