Indonesia
NovelToon NovelToon
My Cutie Presdir

My Cutie Presdir

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Office Romance
Popularitas:10k
Nilai: 5
Nama Author: Early Zee

Sama sekali tidak pernah terlintas dalam pikiranku bahwa aku akan bergandengan tangan dengan Presiden Direktur (Presdir) di perusahaan tempatku bekerja.

Aku adalah seorang sekretaris direktur yang kini memiliki hubungan spesial dengan bosku sendiri. Kebahagian yang semula selalu membersamai hubungan kita namun satu persatu masalah datang menghantui dan selalu menjadi alasan kita untuk selalu bertanya,

"Apa sebaiknya kita berhenti sampai disini.?"

"Apa aku sanggup terus seperti ini.?"

"Apa kita bisa terus tertawa bersama untuk waktu yang lama.?"

Kini hanya pertanyaan-pertanyaan itu lah yang selalu mengisi ruang di pikiranku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Early Zee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

[MCP] CHAPTER 28

Tidak pernah terlintas dalam pikirannya bahwa ia akan mengencani seorang pengusaha besar, terlebih sosoknya adalah pria tampan kelahiran Korea Selatan. Daebak!

Malam itu rasanya dunia seperti berpihak kepada Zefa yang saat itu tengah di mabuk cinta. Meskipun tanpa pendekatan yang intens, moment tersebut sangat membuatnya bahagia. Terlihat dari sorot matanya yang berbinar, bahkan ia berteriak sambil menutupi wajahnya dengan selimut. Hal sederhana itu benar-benar menggambarkan suasana hatinya.

Setelah Zefa mengirim pesan yang berisi jawaban atas pernyataan cinta Choi Woo Shik Sajangnim kemarin, Zefa di minta untuk segera keluar di balkon kamarnya. Zefa pun menurutinya dan kini ia sudah berdiri sambil melihat ke arah halaman rumahnya.

"What???". Ucap Zefa sambil menyela rambutnya yang tergerai.

Kenapa Zefa begitu terkejut? Kenapa dan apa yang terjadi disana?.

Zefa masih terpaku dengan apa yang baru saja ia lihat. Rasanya sangat asing, hal ini tidak pernah ia rasakan lagi selama hampir tiga tahun terakhir. Ia sudah sangat lupa bagaimana rasanya bahagia di berikan kejutan oleh orang yang terkasih.

Ya... Malam itu tepat setelah Zefa menerima cintanya. Choi Woo Shik Sajangnim terlihat sedang berdiri di samping mobilnya yang terparkit di halaman rumah Zefa. Tak hanya berdiam diri, Choi Woo Shik Sajangnim saat itu memegang bucket bunga dan sebuah kotak kecil yang isinya hampir tidak terlihat.

Beberapa saat kemudian Choi Woo Shik Sajangnim meminta Zefa untuk menghampirinya. Lalu Zefa pun bergegas keluar kamar dan menemui kekasih barunya itu.

"Gomawo~". Ucap Choi Sajang ketika Zefa datang menghampirinya.

Situasi yang sangat asing itu membuat Zefa terlihat salah tingkah dan hanya tersenyum menanggapi apa yang diucapkan oleh Choi Woo Shik Sajangnim.

"Eehh... Rasanya canggung, tapi... Aku sangat berterimakasih karena sudah menghargai perasaanku". Ucap Choi Sajang tersenyum.

"Maaf karena udah sengaja ulur waktu". Ucap Zefa membalas senyum kekasih barunya.

"Waktu itu kamu gunakan untuk berpikir keras kan?". Tanya Choi Sajang.

"Enggak". Sahut Zefa menggelengkan kepala perlahan sambil tersenyum.

"Lalu?". Tanya Choi Sajang mengerutkam dahinya.

"Karena Sajangnim cuma bawa setangkai bunga, enggak sebanyak itu". Sahut Zefa tertawa sambil menunjuk buket bunga yang di pegang Choi Sajang.

"Aiihh, Jinjja!". Seru Choi Sajang yang juga tertawa.

"But, ehm... Apa pun alasan kamu, aku sangat sangat berterimakasih". Sambungnya sambil memberikan buket bunga yang sedari ia pegang.

"Terimakasih". Ucap Zefa tersenyum.

"Aku juga sudah siapkan ini untuk kamu". Ucap Choi Sajang mengambil sesuatu dari sebuah kotak kecil itu.

"Boleh aku pakaikan ini?". Sambungnya.

"Bunga ini juga udah lebih dari cukup". Ucap Zefa seperti menolak menerima barang tersebut.

"Bunga itu bisa layu, setidaknya ada satu barang yang akan selalu mengingatkan kamu tentang hari ini". Jelas Choi Sajang masih berusaha untuk memakaikan barang tersebut.

"Tapi ini harganya pasti enggak murah". Ucap Zefa.

"Please!". Ucap Choi Sajang memohon.

"Hm... Ya udah". Sahut Zefa mengalah.

Choi Woo Shik Sajangnim mulai melingkarkan kalung tersebut. Ya, Choi Woo Shik Sajangnim sudah mempersiapkan kalung itu sejak beberapa hari sebelumnya. Ia ingin kalung tersebut menjadi sebuah tanda pengingat untuk Zefa dan juga sebagai tanda terimakasihnya karena Zefa telah memberikan ia kesempatan.

Di malam yang sudah semakin larut, Choi Woo Shik Sajangnim dan Zefa terlihat masih berada di halaman rumahnya. Malam itu adalah malam pertama pertemuannya sebagai sepasang kekasih.

"Ya sudah, kamu istirahat ya. Aku pamit". Ucap Choi Sajang setelah memakaikan kalung untuk Zefa.

"Terimakasih banyak untuk ini". Sahut Zefa tersenyum dan menunjukkan bunga dan kalung yang ia terima.

"Di jaga ya, kalau rusak atau hilang aku pasti sedih". Ucap Choi Sajang tertawa.

"Arasseo". Sahut Zefa.

"Kamu....?". Choi Sajang terkejut setelah Zefa berbahasa korea.

"Aku fangirl, jadi untuk kalimat-kalimat dasar aku cukup paham". Jelas Zefa.

"Hm, jinjja?". Tanya Choi Sajang.

"Hm". Sahut Zefa mengangguk.

"Dangsin-eun naleul salanghabnikka?". Tanya Choi Sajang menguji Zefa.

"Ye!". Sahut Zefa tertawa.

"Oh my god! Jadi aku enggak bisa mengejek kamu diam-diam pakai bahasa korea ya?". Ucap Choi Sajang tertawa.

"Kamu punya niat buruk dari awal?". Seru Zefa.

"Aniyo!". Sahut Choi Sajang.

Zefa menatap sinis kekasih barunya sambil sesekali tersenyum. Choi Woo Shik Sajangnim pun seperti sangat senang menggodanya.

"Ya udah sana pulang". Ucap Zefa.

"Aku di usir?". Seru Choi Sajang.

"Kamu juga harus istirahat". Ucap Zefa.

"Arasseo. Na galge, sampai jumpa di kantor". Sahut Choi Sajang tersenyum sambil membuka pintu mobilnya.

Zefa mengangguk dan melambaikan tangan. Ia tersenyum sambil terus memperhatikan mobil Choi Woo Shik Sajangnim melaju hingga tak terlihat.

Sesaat kemudian Zefa telah kembali berada di kamarnya. Menata satu per satu bunga yang diberikan oleh kekasihnya di dalam sebuah vas kaca. Bunga itu mempercantik dan memberikan suasana baru untuk kamar Zefa. Hingga Zefa tak henti-hentinya memandangi vas tersebut.

Drrtt... Drrtt...

Tak lama setelah ia membersihkan diri dan bersiap untuk tidur, dengan cepat ia mengambil ponselnya yang berdering.

Pesan [Choi Sajang]

...

C : Annyeonghi jumuseyo, chagiya.

Z : Rasanya asing, hehe. Maaf.

C : Hal yang wajar untuk hubungan yang baru. Gwaenchanha, perlahan kita pasti enggak akan secanggung ini.

Z : Gomawo~ istirahat ya, besok harus kerja.

C : Ok, jalja~

Z : Jalja~.

...

Yap, benar. Rasanya memang sangat asing. Dua orang yang tidak pernah saling menunjukkan rasa cinta kini terikat oleh suatu hubungan. Terlebih tidak ada sedikit pun proses pendekatan yang terjadi sebelumnya. Bahkan bagi Zefa sikap manis nan baik dari Choi Woo Shik Sajangnim hanyalah bentuk dari profesionalitas saja.

Sebelum akhirnya menerima Choi Woo Shik Sajangnim sebagai kekasihnya, Zefa telah menghabiskan waktu selama satu hari untuk memikirkan semuanya. Salah satu yang menjadi alasan ia menerima bosnya adalah karena ia merasa bahwa apa yang selalu mengganggu pikirannya mungkin bagian dari cinta.

Jika dapat menarik mundur waktu sebenarnya begitu banyak moment yang membuat Zefa menjadi tidak karuan. Jadi tanpa ia sadari sebenarnya cinta itu memang sudah ada sejak lama. Bagaimana dengan Choi Woo Shik Sajangnim? Entahlah, Zefa belum mengetahui hal tersebut.

Malam itu Zefa masih terjaga ia masih belum menyangka hal ini benar-benar terjadi. Hal yang sama sekali tidak pernah terlintas dalam pikirannya.

Pandangan matanya tak teralihkan oleh apa pun, ia hanya fokus melihat vas bunga dari kejauhan juga sesekali ia pun memegangi kaluan yang diberikan oleh kekasihnya. Malam ini semuanya berubah, tak lagi sama, namun semakin indah.

"Berarti setelah hari ini, gue harus lebih hati-hati. Gue harus benar-benar jaga privasi gue sama Sajangnim. Jangan sampai nantinya malah jadi skandal". Ucap Zefa.

"Ya meskipun lama kelamaan mungkin orang akan tahu, tapi... Setidaknya gue masih punya waktu untuk lebih menguatkan lagi mental gue!". Sambungnya.

"Gue berasa kayak lagi pacaran sama idol". Ucapnya lalu tertawa.

Next chapter >>>

1
morelight
Bagus thor terus di pertahan kan ya thor.....aku sampai salfok baca novelnya😂😂
Early Zee: Thx you! Enjoy ya...
total 1 replies
Pin-Up Yang Elegan
Kalau aku bisa cepetin waktu, rasanya pengen cepet-cepet di waktu author update lanjutannya wkwkwkw
Early Zee: Ditunggu yaaa
total 1 replies
floufrouu
Duh, ini cerita bikin gemes!
Early Zee: Enjoy ya
total 1 replies
holaa
lanjut Thor 🥰
holaa: oke thorr
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!