Indonesia
NovelToon NovelToon
Asmara Bersenandung Lirih

Asmara Bersenandung Lirih

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Tamat
Popularitas:23.2k
Nilai: 5
Nama Author: Diana Tasmin

Sebuah kecelakaan yang melibatkan sang ayah, membuat ia harus bertanggung jawab, menikahi korban ayahnya sementara dirinya sendiri telah memiliki kekasih.

Demi melindungi sang ayah dari tuduhan lalai dalam bekerja ia harus menikah dengan Bumi Syam, majikan sang ayah yang kini lumpuh setelah menjadi korban kecelakaan itu.



Menjalani dua kisah sekaligus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diana Tasmin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berganti Peran

Pemandangan sore ini terasa sedikit lebih sejuk setelah bumi diguyur hujan deras tadi siang.

Nada duduk menyendiri di dekat kolam renang. Memandang air kolam yang tenang tanpa riak. Burung-burung gereja beterbangan di sisi sana, sesekali turun ke rumput mungkin mencari makan.

Di mana Tiwi saat ini? Mengapa tak ada menemani Nada? Gadis itu masih di kampus, menimba ilmu.

Yang ada, Nada yang kini telah tiga hari bolos kuliah dengan alasan sakit?

Suara roda-roda kecil yang berputar mendekatinya tak membuat gadis itu terpengaruh untuk mencari tahu.

Hingga kursi roda yang membawa tubuh Bumi Syam kini berada tak jauh darinya. Nada melirik sebentar hanya demi mengatakan jika ia tahu dengan kedatangan sosok itu. Senyum tipis terkembang di bibir, entah apa tujuannya?

Bumi Syam mengikuti arah pandang Nada ke depan sana. Sama mengamati kawanan burung gereja yang terlihat sibuk mematuk di tanah. Tak ada satupun di antara mereka yang memulai kata, hanya hembusan nafas yang terdengar sedikit keras dari pria yang berada di atas kursi roda itu.  Bosan mungkin.

Beberapa saat lamanya mereka terdiam, hingga Bumi Syam mencoba memulai.

" Apa kabar?" Pertanyaan basa-basi sebagai pembuka. Suara itu terdengar sedikit lirih pertanda jika pertanyaan itu sedikit meragu.

" Baik. Kakak sendiri bagaimana?" Sedikit senyum ia sumbangkan sebagai pertanda ia telah baik-baik saja. Kemudian kembali meluruskan pandangan hingga kembali jauh ke arah sana.

" Sudah baikan?" Pertanyaan kembali dari Bumi Syam.

" Hemm iya, makasih!" Kembali Nada menundukkan kepala setelah menatap Bumi Syam meski hanya sekilas. Entah mengapa ada rasa malu saat mendapat pertanyaan itu.

Setelah itu, mereka kembali terdiam dengan pikiran masing-masing.

Diam masih merajai mereka, hingga suara roda kecil kembali berputar menyita perhatian Nada.

" Kakak mau ke mana?" Tanyanya sambil menoleh memandang Bumi Syam yang telah berbalik arah. Iapun tak tahu mengapa tiba-tiba pelontarkan pertanyaan seperti itu.

" Ke kamar." Bumi Syam hanya berhenti sebentar kembali menggiring kursi rodanya menjauh.

" Aku,… Aku nggak diajak?" Meski ragu namun Nada telah berhasil mengucapkannya dengan lirih.

Dan itu membuat mata Bumi Syam membola seketika. Sempat terkejut namun dengan segera ia menguasai diri.

" Kamar itu adalah milikku dan yang berhak masuk ke dalam sana hanya aku dan istriku."

Lalu apa posisi Nada saat ini di mata Bumi Syam?

Berharap setelah ini, Nada membuang segala tentang masa lalunya. Menempatkan semuanya di belakang. Kekasih, kenangan dan segala sesuatu selain Bumi Syam.

Biar Nada sendiri yang akan menjawab itu.

Meninggalkan Nada yang kembali terdiam setelah kepergian sang suami.

Mau Dibawa Ke Mana pernikahan mereka ini?

Seolah semuanya berada dalam kehendak Nada.

Sudah berapa lama Nada terpuruk?

Meninggalkan suami sendiri tepat di hadapannya. Mungkin memang dirinya tak berjodoh dengan Andre meskipun ia sangat mencintai lelaki itu. Dirinya diciptakan bukan dari tulang rusuk pria itu.

Ia mulai bangkit dan beranjak dari tempat itu. Langkah kaki yang sedikit lebih cepat, seiring dengan detak jantung yang entah mengapa kini seolah tak menentu.

Hingga tiba tepat di depan kamar itu, gadis itu kembali terpaku.

Yang berhak masuk hanya aku dan istriku.

Kalimat yang kembali terngiang di telinganya, tubuhnya serasa berat bergerak meski hanya untuk mengetuk pintu kamar.

Istri?

Bukankah dirinya memang istri dari seorang Bumi Syam? Siapa yang berani membantah itu?

Meyakinkan itu dalam hati membuatnya memiliki sedikit keberanian untuk mengangkat tangan mengetuk pintu kamar milik sang suami.

Beberapa kali suara ketukan itu namun tak mendapat balasan dari dalam kamar, membuat dia menjadi penasaran sendiri. Bukankah tadi Bumi Syam pamit untuk kembali ke kamar? Lalu ke mana pria itu kini?

Dengan menggigit bibir bawah perlahan Nada mulai menekan handle pintu, kepalanya menyembul ke dalam mengamati situasi.

Tak terlihat sosok yang ia cari. Kemanakah?

Dengan berjalan berjinjit, berharap langkahnya tidak terdengar saat memasuki kamar.

Pintu balkon kamar terlihat terbuka dan ya sosok yang ia cari memang berada di sana. Bumi Syam ternyata lebih memilih menikmati sore ini di atas balkon kamarnya sendiri, dengan secangkir teh hangat yang sudah menjadi kebiasaannya.

Mengetahui kehadiran seseorang, Bumi Syam hanya melirik, tak memberikan pergerakan yang berarti. Dan dari sudut matanya ia tahu siapa yang berdiri di di pintu itu saat ini.

Nada, istrinya.

Tak hendak menyambut meski dengan sebuah kata, Bumi Syam masih membiarkan Nada mengambil alih keadaan. Ia hanya ingin melihat dan menilai sebatas mana Nada berusaha untuk menjadi istrinya.

Masih dengan pergerakan yang perlahan, gadis itu mencoba mendudukkan diri di kursi rotan yang berada di dekat kursi roda sang suami.

Lama mereka terdiam, enggan menjadi penyapa pertama. Mungkin malu atau gengsi di antara mereka memang sangat tinggi.

" Kamu datang?"

Dan lagi-lagi kalimat pertama oleh Bumi Syam.

1
junaidi endang maulana
Luar biasa
meli andriyani
mampir kak
dapurnya tinah
kasian
dapurnya tinah
seru kayanya nih mampir dah
Muhammad Ezlam Sukri
up dong
Muhammad Ezlam Sukri
semangat upx thor
Muhammad Ezlam Sukri
akhirnya up yah 🙏🙏
Muhammad Ezlam Sukri
kok ngga ada upx yah
Muhammad Ezlam Sukri
up dong 😀😀
Muhammad Ezlam Sukri
makasih upx Thor
Muhammad Ezlam Sukri
semangat upx thor.
Muhammad Ezlam Sukri
waduhhhh pasti mantan nih😀😀✌️
Jeffri Fajaruddin
mewek
Muhammad Ezlam Sukri
semangat Thor
Muhammad Ezlam Sukri
makasih upx Thor.jadi tambah penasaran deh.semangat yah
Muhammad Ezlam Sukri
makasi upx thor.semangattt
Muhammad Ezlam Sukri
makasih upx Thor
Muhammad Ezlam Sukri
ngga ada upx thor
Muhammad Ezlam Sukri
kok lama upx Thor
Muhammad Ezlam Sukri
makasih upx Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!