Gisel seorang gadis dewasa memutuskan menikah dengan seorang Duda bersikap dingin dan memiliki seorang putri yang lucu dan cantik.
semua bermula dari perjodohan dari orang tua nya mereka.
tanpa di duga Putri dari laki - laki itu sangat menyukai Gisel,begitu juga dengan Gisel sangat mencintai putri Pria duda itu.
setelah mendapatkan Cinta dari putri pria itu,akan kah Gisel mendapatkan Cinta Pria itu juga?
Yuk Disimak.
Semoga suka ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30 - Pandangan Tidak Enak
Keesokan hari nya.
Seperti Biasa Gisel sudah bangun lebih dulu untuk menyiapkan sarapan untuk Suami dan Putri nya,terlebih ada keluarga di rumah nya yang sedang menginap.
Saat Gisel keluar dari kamar,Brams masih tertidur pulas.Emely pun segera kedapur dan melihat Ibu dan Ibu mertua nya sudah ada di dapur memasak bersama Bi Emi.
"Selamat pagi." Sapa Gisel.
"Pagi Nak."
"Mama awal sekali sudah bangun,seharus nya istirahat saja,Gisel kan bisa mengerjakan semua nya." Kata Gisel.
"Tidak apa apa sayang,lebih baik kamu membantu suami kamu bersiap." Saut Bu Mira.
"Iya Nak,pergi lah bantu suami mu bersiap.Kami yang akan menyiap kan sarapan untuk hari ini."Kata Bu Ayu.
"Baiklah ma,kalau begitu Gisel mau kembali ke kamar dulu." Kata Gisel sembari berjalan kembali menaiki anak tangga.
Sebelum ia kembali ke kamar ia terlebih dulu ke kamar putri nya untuk melihat apa kah Putri nya sudah bersiap bersama Baby sister nya.
"Selamat pagi sayang." Sapa Gisel saat melihat Putri nya sedang memakai baju sekolah nya.
"Pagi Mama." Saut Thalia dan berlari memeluk ibu nya.
"Minta Mba ikat rambut nya ya sayang,biar telihat tambah manis." Ucap Gisel.
"Iya ma." Jawab Thalia tersenyum dan mencium pipi Gisel dengan lembut.
Gisel lalu meninggal kan putri nya yang sedang bersiap dan ia pun berjalan menuju ke kamat nya.
Saat Gisel masuk ke dalam kamar ia melihat suami nya masih tertidur di lelap,ia pun beriniasiatif untuk membangun kan suami nya.
"Mas Brams,bangun lah,ini sudah siang." panggil Gisel namun Brams tidak bergerak sama sekali.
Gisela lalu mendekati suami itu dan menyentuh pundak suami nya untuk membangunkan nya Brams.
Saat Tangan nya menyentuh pundak Brams tiba - tiba tangan Brams menyentuh nya dan membuat ia terkejut.Brams menarik Gisel dan jatuh di pelukan nya.
"Selamat pagi." kata Brams dengan suara pria nya yang baru bangun tidur.
"Selamat pagi mas,Sudah siang,ayo bersiap." Saut Gisel.
"Baiklah,biar kan aku memeluk mu sementara." Kata Brams yang tidak mengizin kan gisel bangun dari pelukan nya.
Brams menutup mata nya dan Gisel menatap Wajah Brams dengan dekat,ia melihat suami nya begitu tampan dan dewasa.
"Kenapa melihat ku seperti itu,apa aku tampan?" Tanya Brams tersenyum tipis.
"Bagaimana Mas Brams bisa tahu aku melihat nya,aku jadi malu." Guman Gisel dalam hati.
Brams lalu membuka mata dan melihat Gisel tampak malu - malu,Brams lalu mengangkat sedikit wajah nya dan mengecup bibir Gisel sekali,meski hanya sekali,ciuman itu mampu membuat Gisel terdiam dan terkejut,jantung nya berdetak sangat kencang.
Sementara di luar kamar Gisel.
Pricil yang baru keluar dari kamar untuk turun kebawah ,terurungkan niat nya saat Pricil melihat kamar Gisel dan Brams terbuka,ia pun mencoba mendekati Kamar itu,saat ia berdiri di ambang pintu ia melihat Brams sedang mendekap Gisel ke dalam pelukannya.
"Pandangan seperti apa ini,apa setiap pagi mereka seperti itu,sungguh sangat tidak enak di pandang." Ucap Pricil dalam hati dengan tatapan Sinis.
Pricil pun turun ke bawah dengan wajah yang cemberut meninggal kan kamar Brams dan Gisel.
Bersambung