Indonesia
NovelToon NovelToon
Angel Like You

Angel Like You

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Angst / Bullying dan Balas Dendam / Tamat
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Fingki AL

Anya atau sering di kenal dengan 'Lady Anya', seorang pelukis terkenal yang masih sekolah menengah mempunyai masalalu yang begitu menyakitkan, dia menyembunyikan identitas masalalunya hanya karena menginginkan balas dendam.

Mengejar satu demi persatu orang yang sudah melukainya, anak pintar yang hanya di jadikan pajangan orang tua dan bahan Bullyan di masalalunya kini bangkit menjadi wanita kuat dengan kepribadiannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fingki AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

aku mencintaimu, sungguh

Setelah apa yang di kirim Noah kepada William, sampai matahari terbit tiba dia masih berdiri di gedung itu, Anya yang sedang di setubuhi Noah di kamarpun dia tidak tahu dimana alamatnya.

Dia ingin menyusul Anya dan membawanya pulang, dia ingin menelpon polisi namun tidak bisa, mungkin salah satu cara terakhir adalah ayahnya.

Dia menelpon ayahnya saat sudah sampai di rumah tapi telponnya tak kunjung aktif sampai malam.

Drrrttttt

Tatapan William semakin menggila, dia ingin segera menemukan Anya, telpon masuk dari ayahnya.

"Tidak biasanya kamu______"

"Temukan Anya." Ucap William tanpa basa basi.

"Waktu kamu sudah habis." Ucap ayahnya.

"TEMUKAN ANYA SEKARANG JUGA." Bentaknya, ayahnya baru mendengar William kehilangan kesabarannya.

Dari suaranya dia bisa tahu kalau dia tidak membantunya dia akan semakin menggila dan mencari gadis itu sampai ke ujung dunia.

"Tumbalnya??" Ucap ayahnya lagi.

"Akan ku urus semuanya, semua kemauan mu akan ku turuti, temukan Anya 2 jam lagi atau kubunuh kau." Ancaman dengan suara bergetar membuat ayahnya tertawa lebar.

"5 menit lagi Galen akan kesana." Ucap ayahnya menutup telponnya.

"Bajingan, gue gak butuh Galen anjink, ANJING SIALAN BANGSAT." Liam menghancurkan semua barang-barang yang ada di dalam ruangan itu.

BRAAAKKKK

Pintu di buka dengan kasar, Galen datang dan menghajar William lalu mencengkram kerah bajunya.

"Anya dimana??" Tanya Galen.

"Lepasin anjing, semua ini gara-gara elo, gara-gara si bangsat Noah, Lo pikir kenapa Noah bisa mendapatkan Anya?? Semua ini karena Lo sudah menjelaskan apapun kepada dia." Tunjuk William.

"Anak anjink kaya Noah, sampah seperti dia gak berhak mengetahui apa yang keluarga kita rencanakan."

"Kalau Lo gak pernah ngasih tau Noah apa yang mau Lo lakuin, semuanya gak akan pernah kaya gini, kalau Lo beneran mau rebut Anya, selamatkan dulu jiwanya, BUKAN MALAH MENYIKSANYA."

Mereka malah baku hantam di ruangan tamu sampai kamera itu tidak sengaja jatuh dan menampilkan video itu lagi membuat Galen melihatnya.

Dia yang melihatnya merasa kesal karena dulu dia juga pernah memperlakukan Anya seperti itu, orang yang sudah mempercayai nya yang akan menyelamatkan dirinya dari neraka.

Ting notif masuk ke hp William

"Besok masih ujian kan, gimana kalau gue tumpahin seluruh cairan kita di lantai?? Biar semua orang tahu kalau kita sedang bersenang-senang." Noah mulai menggila lagi.

William langsung pergi karena melihat pesan video singkat mereka sedang melakukan hubungan di dalam kelas, tapi ntah kelas yang mana.

Di samping itu Galen hanya diam mendengar ocehan Noah yang sedang memperkosa Anya dengan kasar, menamparnya dan menjambaknya.

Walaupun pingsan Anya di paksa bangun lagi seperti dulu, Galen merasa melihat dirinya yang dulu memaksa Anya berhubungan dengannya siang dan malam sampai Anya pingsan atau koma.

jam 11 malam, William sampai di sekolah karena dia mencari satpam yang ntah kemana untuk membuka gerbang sekolahnya, dia tidak bisa memanjat dinding sekolah karena dia juga membutuhkan semua kunci kelas.

"Tolong jaga gerbang, kalau ada yang datang jangan suruh mereka masuk." Ucap William.

"Baik tuan." Untungnya sekolah ini seperti miliknya sendiri.

Liam masuk mencari Anya, dia tidak teriak seperti biasanya, tapi dia berjalan pelan di koridor sekolah sampai beberapa orang menghadang nya.

Dia mendapatkan beberapa pukulan di kepala dan sayatan di lengannya, bajingan Noah terus mengirimkan video berdurasi 1 menit kepadanya membuat Liam berlarian di kelas.

"ANYA???" Teriak William karena sudah tidak peduli.

"ANYA KAMU DIMANA??"

"ANYA JAWAB?? ARIA??? ARIA PLEASE BANTU ANYA ARIA."

"Aria gue mohon, gue mohon bantu Anya, bantu dia, gue gak bisa, gue minta maaf, gue minta maaf gak bisa jagain Anya, ARIA???" Liam melihat ke jendela setiap kelas.

dia malah memohon untuk Aria muncul, Aria kepribadian kedua Anya yang selalu menjaganya, awalnya dia memang benci, tapi Aria masih Anya, dia berharap Aria bisa muncul dan membantu Anya.

Sampai akhirnya dia sudah berada di lantai 3, dia sudah berkelahi beberapa kali dengan orang yang menghalangi jalannya.

"ANYA?? ANYA JAWAB ANYA??"

"ARIA?? ARIA MAAFIN GUE ARIA, tolong, tolong sekali ini aja." Ucap Liam.

BRAKKKKK

"ARGHHHHHH uhukkk uhukkkk." Suara keras itu muncul dari kelas 3/B, Liam langsung lari dan melihat Helena yang terbaring di lantai merangkak sambil memegang perutnya.

"Jangan, jangan, jangan." Seseorang menarik kakinya dan membantingkan kursi ke arah lengannya.

"Arghhhh, ta-TANGAN GUE, TANGAN GUE ARGHHHH." Kursi kayu di pukul keras sampai hancur membuat tangan Helena sepertinya mengalami patah tulang atau hancur.

"Anya?? ANYA??" William membuka pintu tapi di kunci, dia mencari beberapa kunci yang sangat banyak, Liam sampai kesusahan mencari kunci kelasnya.

Cklek

Akhirnya pintu itu terbuka menampilkan Anya yang sedang memegang pensil dan menjambak Noah yang terduduk dengan pendarahan yang luar biasa.

"Ughhhh uhukkk." Darah segar keluar dari mulut Noah, tangan kanan yang sedang menahan pendarahan di perutnya, sedangkan tangan kiri yang berdarah karena cakaran kuku Anya dan urat nadi yang sudah dia sayat.

Anya hanya memakai baju putih dengan darah kental yang menempel di bajunya, rok yang dia pakai menutupi semua apa yang di perbuat Noah, cairan kental yang mengalir di paha mulusnya.

Disana juga ada lelaki lain, tapi dia sudah mati duluan karena kehabisan darah, kepalanya mungkin pecah akibat benturan keras.

"Sudah berapa kali gue bilang kalau gue gak mau, dan jangan panggil gue Aria tercinta Lo, karena kekasih bayangan yang Lo pikirkan itu sudah mati, hanya ada gue Anya, BAJINGAN SIALAN." Anya jongkok dan William hanya berdiri di ambang pintu.

PLAKKKK

Tamparan kuat mendarat di pipi Noah yang sedang sekarat, dia terus memukul Noah berkali-kali dan William tidak bisa mendekatinya karena Anya sedang tidak bisa mengendalikan pikirannya.

Dia berdiri berjalan kearah loker yang tidak jauh darinya, mengambil selembar kertas dengan kaki yang bergetar.

"Ughhhh." Anya terduduk dan dia mencoba berdiri lagi tapi susah.

"Anya??" Panggil William dan Anya melihatnya, dia tersenyum dengan manis membuat hati William sangat sakit melihat keadaan kekasihnya yang sudah berantakan.

BRAAAAKKK,

"MATI LO ANJINK." Teriak Helena memukul kepala Anya dengan pecahan kursi itu membuat Anya terdiam sejenak.

"Anya?? ANYA??" William lari menahan Anya yang hampir ambruk, dia menatap Helena dengan tatapan membunuh.

Darah segar keluar sangat banyak, pukulan keras itu ternyata di sertai dengan paku yang menancap di kepalanya, pendarahan di otaknya semakin parah.

"Anya, Anya anyaaaa, nggak, NGGAK!!!" William mulai menggila lagi dan terus menutup pendarahannya.

"Anya??" Suara Galen terdengar dari ambang pintu.

"Anya, panggilkan ambulan, CEPAT." Bentak Liam dan Galen lari melihat Anya yang mengeluarkan pendarahan di kepalanya.

"Nggak bisa, kamu gak bisa kaya gini arghhhh, Anya Anya Anya."

"Anya maafin aku, maafin aku, please jangan kaya gini." William menangis dengan keras.

Kewarasan Anya mungkin sudah kembali lagi saat melihat wajah William, tatapan tulus kekasihnya memang tidak bisa berbohong, dia dan William dari dulu saling mencintai, namun karena permasalahan mereka masing-masing membuat keduanya tidak bisa jujur dan percaya dengan apa yang mereka katakan.

Mereka takut kalau sampai mereka terlalu larut dan percaya dengan kata-kata apa yang sering mereka katakan, mereka akan terluka dan semakin terluka.

"Ughhh, bayi, bayi mu." Air matanya keluar sambil berbicara dan menahan sakit.

Anya memberikan foto USG bayinya yang berumur 1 bulan kepada Galen, dia tahu Galen memang menyukainya, tapi mereka semua sedang berada di Pase tuntutan ayahnya, Galen yang menjadi obsesi berbeda dengan William yang bersabar menemani dan mencintainya.

"Mana ambulannya??" Ucap Liam dengan air mata yang sudah mengalir deras.

"Gak papa." Anya memegang tangan Liam yang sedang menahan pendarahannya.

"Semua_____" tenggorokan nya sakit, antara dia ingin menangis dan dia ingin mengatakan semua hal kepada William.

"Semua yang ku katakan selama ini tidak ada kebohongan hiks.... Ughhhh hiks.. aku,"

"Aku mencintaimu, aku menyayangi mu, sungguh hiks...." Anya menahan rasa sakitnya, walaupun mulutnya di penuhi dengan darah, dia ingin mengatakan semuanya, dia ingin terus bersama William kekasihnya.

"Iya aku tau." Liam mengangguk sambil menangis.

"Tolong jaga ali___" Gumam Anya.

"Hmmm??"

"Al____" suaranya sudah tidak keluar, Anya hanya menatap orang yang dia cintai sambil tersenyum.

"Anya?? Anya?? Anya jangan tertidur."

"Kamu tau kan aku juga mencintaimu hiks.. jadi tolong." Ucap William melihat Anya tersenyum dengan William mencium keningnya.

Tangan yang sedang memegang tangan William kini terlepas dan ambruk ke bawah, Anya menutup matanya dengan rapat, hembusan nafasnya sudah tidak terdengar.

"Anya?? ANYA??? NGGAK, NGGAK BISA, ANYA?? ANYAAA??? ARGHHHHH." William memeluk Anya dengan erat sambil menangis.

"Nggak, siapa saja tolong, JANGAN BEGINI, ANYA." William terus memeluk tubuh yang mulai mendingin itu.

Galen juga terdiam menatap kakaknya yang mungkin kehilangan kekasihnya, umur mereka juga tidak jauh berbeda, dia juga menyukai Anya karena Anya sangat jujur dan tulus, hanya saja dia terlalu bajingan.

Anya juga menyimpan foto USG anaknya dan menuliskan pesan minta maaf kepada anaknya karena tidak bisa menjaganya dan melahirkannya keduania.

Dia menulis alamat dimana Anya menguburkan janin anaknya, Anya ternyata ingin menjaga anaknya tapi dia tidak bisa menjaganya, Galen juga akan mencari tahu kenapa Anya menuliskan pesan tidak bisa menjaganya, apakah dia keguguran bukan karena keinginannya??

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!