Theo adalah seorang laki laki yang baru saja menikah dengan perempuan bernama Tiara. keduanya adalah pasangan yang bahagia yang tinggal cukup sederhana di Kota. namun ketenangan mereka berubah ketika Thao mendapatkan warisan rumah dan tinggal di rumah tersebut.
keanehan demi keanehan ia alami selama tinggal di rumah tua yang memang sudah terkenal angker sejak lama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iephe Tyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 1
"Aku berangkat kerja dulu sayang." terdengar suara laki laki berirama bariton dari depan sebuah rumah sederhana berukuran 7 x 10 meter dengan design minimalis nan rapi.
Seorang pria tampan, gagah dan tampak rapi sedang memakai sepatunya dan hendak pergi untuk bekerja.
"sudah mulai bekerja kah hari ini?" sahut suara wanita lembut sambil berjalan mendekat kearah laki laki yang tengah duduk memakai sepatu pantofel hitam miliknya.
"Iya sayang, aku cuma dikasih cuti nikah 1 Minggu sama pihak HRD, jadi hari ini sudah harus mulai bekerja." Jawab laki laki tersebut.
"Yaudah, hati hati kalau bekerja ya sayang." jawab lembut wanita cantik nan anggun sambil meraih tangan laki laki tersebut lalu mencium punggung tangan laki laki tersebut.
Laki laki tersebut tersenyum sumringah lalu mengecup kening wanita cantik didepannya penuh kasih sayang.
Laki laki itu adalah Theo Pratama. seorang laki laki tampan dan gagah berusia 25 tahun dengan tinggi 177 cm dan memiliki tubuh proporsional.
Sementara wanita cantik yang bersamanya adalah Tiara Almera Putri. Seorang wanita cantik berusia 22 tahun.
Theo dan Tiara adalah sepasang sejoli yang baru saja menikah seminggu yang lalu. Mereka hidup berdua di Jakarta dan menempati rumah sederhana di pusat ibukota.
Theo adalah karyawan di salah satu bank swasta di Jakarta. Ia adalah karyawan yang cukup berprestasi dan di kenal memiliki kepribadian yang baik dan juga santun. sedangkan Tiara juga sebelumnya bekerja di bank yang sama dengan tempat Theo bekerja. Namun, karena aturan perusahaan yang melarang pasangan bekerja di satu perusahaan, maka Tiara memutuskan untuk berhenti bekerja sejenak dan kini hanya fokus menjadi istri dan ibu rumah tangga.
Setelah berpamitan dengan sang istri, Theo segera masuk ke dalam mobil dan melajukan kendaraannya menuju ketempat kerja.
.
.
.
30 menit berlalu, Theo sudah sampai di bank swasta tempatnya bekerja. Setelah memarkirkan kendaraannya, ia berjalan menuju ke pintu masuk kantor. Baru masuk kedalam kantor, ia sudah disambut teman temannya yang tampak ikut bahagia melihat Theo kini sudah menikah dengan sang pujaan hati.
"emhhh ... Tercium aroma pengantin baru." ucap salah satu teman Theo yang bernama Ryan dan di iringi dengan senyum dan tawa dari beberapa teman kantor Theo yang juga ada di dalam kantor.
Ryan adalah teman kerja sekaligus teman masa kecil Theo.
Ryan dan Theo berasal dari tempat yang sama di Jawa Tengah. Mereka sudah berteman sejak sekolah dasar dan yang mengajak Ryan untuk beradu nasib di ibukota juga adalah Theo.
Theo tampak tersenyum malu mendengar ucapan dari sahabatnya itu.
"heleh, apaan kau ah." jawab Theo sambil tersipu malu.
"cie cie ... Ehm ... Gimana nih seminggu ini, udah ngapain aja sama Tiara... Hehehe ." terdengar suara wanita yang tampaknya tidak mau kalah meledek Theo. wanita itu adalah Windi, yang juga merupakan teman dekat dari Tiara istri Theo.
Theo kembali tersenyum dan kali ini diiringi tawa tipis setelah mendengar pertanyaan dari Windi.
"mau tau aja, apa mau tau banget? Hahaha." jawab Theo diiringi dengan tawa.
Kondisi tempat kerja Theo memang lah hangat dan penuh dengan kekeluargaan. mereka semua tampak saling mendukung dan kompak satu sama lain.
.
.
Hari ini pekerjaan Theo di kantor berjalan dengan sangat baik seperti biasanya.
waktu menunjukan pukul 16.00 WIB. Selah selesai dengan hiruk pikuk pekerjaan, Theo bergegas pulang menuju kerumahnya. Jarak dari kantor kerumah Theo tidak terlalu jauh, hanya butuh 15 menit saja berkendara santai jika tidak macet.
"Assalamualaikum." ucap Theo sambil membuka pintu.
"waalaikumsalam." terdengar jawaban dari dalam rumah.
Tiara segera berjalan menghampiri sang suami lalu meraih tangan sang suami dan mencium punggung telapak tangan suaminya itu.
Theo tersenyum sesaat setelah melihat istrinya datang menyambutnya. Theo segera melepas sepatu lalu menaruh sepatu itu di rak sepatu yang berada tak jauh dari pintu masuk.
"gimana kerjaan hari ini sayang?" tanya Tiara.
"Alhamdulillah semuanya berjalan lancar." jawab Theo sembari berjalan masuk kedalam rumah bersama dengan sang istri.
"mau istirahat dulu apa langsung mau mandi mas?" tanya Tiara.
"aku langsung mandi aja deh, udah ga nyaman banget ini, udah asem banget." ucap Theo.
"yaudah aku ambilin handuk dulu, baju kotornya nanti di taruh dikeranjang samping mesin cuci aja." ucap Tiara sambil berjalan menuju ke halaman kecil di belakang rumah untuk mengambilkan handuk suaminya.
Setelah selesai mandi dan berganti baju, Theo berjalan menuju ke ruang santai dimana Tiara tampak sedang duduk santai melihat televisi. Di sebuah meja yang ada di ruang santai tersebut, sudah ada beberapa cemilan dan secangkir kopi yang tampaknya baru saja di bikin oleh Tiara untuk sang suami.
saat mereka sedang duduk santai menonton serial di televisi, ponsel Theo tiba tiba berdering nyaring.
Kriingg ... kriingg
Theo segera menoleh ke ponsel yang ia letakan di atas meja. Theo segera meraih ponsel tersebut lalu menatap layar ponsel pintar miliknya.
"ibu." ucap Theo setelah menatap ke arah layar ponsel miliknya.
"ibu telfon mas? Yaudah angkat mas." ucap Tiara.
"Halo, assalamualaikum buk, ada apa ibu telfon?" tanya Theo.
Sesaat setelah mengangkat telfon dan berbicara, tiba tiba ekspresi Theo seketika yang semula tampak biasa saja, kini berubah menjadi panik.
"apa??"
Tiba-tiba hawanya dingin begitu...
🤨🤨🤨
Kira-kira, suara rintihan dari sosok siapa atau apa yang di denger sama neneknya Theo, ya???
🤨🤨🤨🤨🤨