Indonesia
NovelToon NovelToon
Gairah Cinta Terlarang

Gairah Cinta Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Selingkuh / Cinta Terlarang
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nopani Dwi Ari

"Sekali saja kita melangkah melewati batas ini, Arden... semuanya tidak akan pernah sama lagi."

Alyssa tidak pernah menyangka pernikahannya akan menyeretnya ke dalam pusaran dosa yang terlarang. Sebagai istri yang berbakti, ia selalu menekan keinginan pribadinya demi menjaga kehormatan keluarga besar suaminya.

Namun, benteng pertahanan itu runtuh saat Arden—adik iparnya—kembali dari luar negeri.

Arden bukan lagi remaja tanggung yang dulu ia kenal. Pria itu telah menjelma menjadi sosok dewasa yang penuh pesona, perhatian, dan diam-diam menawarkan kehangatan yang tak pernah Alyssa dapatkan dari suaminya sendiri.

Di sisi lain, Arden tersiksa. Semakin ia mencoba menjauh, semakin ia mendambakan Alyssa—wanita yang seharusnya haram untuk ia sentuh.

Kini, keduanya terjebak dalam tarik ulur perasaan yang menyiksa. Antara kesetiaan pada keluarga, atau menyerah pada godaan gairah yang candu.

Saat batas suci itu akhirnya dilanggar, siapkah mereka membayar harga yang teramat mahal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.29 -Keputusan

Keesokan paginya, suasana kediaman Narendra terasa dingin dan menusuk. Sebuah mobil van hitam berhenti tepat di halaman depan. Lucas turun terlebih dahulu, disusul beberapa anak buahnya yang membopong tubuh Adrian yang masih belum sadarkan diri akibat efek bius.

Pintu utama terbuka. Bi Sri yang baru saja selesai menyapu seketika menghentikan langkahnya. Matanya terbelalak kaget.

"Ya Allah! Mas Adrian?!" seru Bi Sri tertahan, menutup mulutnya dengan kedua tangan.

Tanpa membalas ucapan Bi Sri, anak buah Lucas membawa masuk tubuh Adrian secara paksa. Pria itu dibawa menuju ruang keluarga lalu dilemparkan begitu saja ke atas karpet—tepat di hadapan Bagas dan Maya yang sudah duduk menanti dengan wajah setajam sembilu.

Sementara itu dari lantai dua, gedoran pintu bertubi-tubi terdengar bersahut-sahutan. Arden—yang dikunci semalaman—tak berhenti memberontak dan berteriak memanggil nama sang Ibu, menambah riuh suasana rumah yang kian mencekam.

Bagas menatap putra sulungnya yang tergeletak lemas di lantai tanpa rasa kasihan sedikit pun.

"Siram dia," titah Bagas, suaranya berat dan berwibawa.

Seorang pengawal sigap melangkah ke dapur dan kembali dalam hitungan detik membawa seember air dingin.

BYUR!

Aroma air dingin menghantam wajah Adrian secara mendadak. Pria itu tersedak, matanya terbelalak lebar, lalu ia terbatuk-batuk sembari berusaha memposisikan tubuhnya untuk duduk.

"Apa-apaan ini?! Berani-beraninya kalian—" amuk Adrian terputus. Matanya mendadak terkunci pada dua sosok yang duduk tegak di hadapannya. "Ma... Pa? Kalian...?"

Adrian mengedarkan pandangan dengan napas memburu. Ia mengenali ruangan ini. Ia berada di rumah orang tuanya sendiri. Namun, sedetik kemudian ingatan terakhirnya di Korea berputar cepat.

"Hanum!" cetus Adrian panik, baru tersadar bahwa wanita itu tertinggal sendirian di Seoul. Adrian bergegas hendak bangkit. "Aku harus—"

"DIAM!" gertak Maya tegas, suaranya menggelegar memenuhi seluruh sudut ruangan. "Langkah satu senti saja dari tempatmu, Mama pastikan nama kamu dicoret dari keluarga ini dan kamu diusir detik ini juga!"

Langkah Adrian membeku. Ia menatap ibunya dengan raut ketakutan yang nyata. "Tapi, Ma... Hanum ditinggal di sana—"

"Tapi apa?!" potong Maya tajam. "Istri siri kamu ketinggalan di negeri orang, lalu kamu panik?! Lalu bagaimana dengan Alyssa yang kamu terlantarkan sendirian di Bali, Adrian?!"

Srak!

Maya melempar seberkas amplop tebal tepat ke dada Adrian. Lembaran-lembaran foto berhamburan di atas lantai marmar.

Adrian menunduk gagap. Di antara hamparan foto itu, ada dokumen pernikahan sirinya dengan Hanum, foto-foto mesra mereka di Korea, hingga foto Alyssa yang tampak duduk sendirian dengan raut kesepian di Bali—sebuah buktikan matang yang disiapkan oleh tim Lucas untuk membungkam setiap alibinya.

"Di mana hati dan otak kamu, Adrian?! Di mana?!" cercas Maya. Matanya memerah menahan lahar emosi yang siap meledak. Tangannya gemetar hebat saat menunjuk wajah putra sulungnya.

"Kamu buang wanita setia yang sah demi racun masa lalu kamu! Kamu injak-injak pernikahan kamu sendiri!" amuk Maya penuh kepedihan.

Adrian mematung. Wajahnya seketika pucat pasi, seluruh kata-katanya tertahan di tenggorokan. Untuk pertama kalinya dalam hidup, ia melihat ibunya semarah dan sehancur ini di hadapannya.

"Maafkan aku, Ma... Pa..."

Hanya kalimat itu yang sanggup keluar dari bibir Adrian. Pria itu menunduk dalam-dalam, tak berani sedikit pun mengikis jarak untuk menatap wajah kedua orang tuanya yang diselimuti kekecewaan mendalam.

"Jangan minta maaf pada kami," ujar Bagas dengan suara berat dan dingin.

"Minta maaf pada Alyssa! Pergi dari sini dan susul dia ke rumah orang tuanya. Minta maaf dengan benar sebagai seorang laki-laki."

Bagas menatap putra sulungnya itu tanpa selapis pun rasa iba. Ia menegaskan agar Adrian tidak menginjakkan kaki kembali ke rumah ini sebelum urusan rumah tangganya dengan Alyssa selesai sepenuhnya. Pagi ini juga, Bagas dan Maya harus pergi menyelesaikan agenda penting yang tak kalah krusial.

"Lucas, pastikan dia sampai di rumah orang tua Alyssa dengan selamat," perintah Bagas menatap sang asisten kepercayaan.

"Baik, Pak," balas Lucas tegas seraya mengangguk patuh.

Lucas melangkah maju, lalu menarik lengan Adrian untuk bangkit dari lantai. Namun sebelum membawanya pergi, Lucas meminta Adrian untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya yang kusut terlebih dahulu.

Begitu bayangan Adrian dan Lucas menghilang dari balik pintu utama, ketegangan di ruangan itu sedikit menyusut, menyisakan kesunyian yang berat. Maya dan Bagas saling bertukar pandang. Sebuah keputusan besar telah diambil. Pagi ini, mereka akan mendatangi kediaman keluarga Raharja—bukan untuk mengurus bisnis, melainkan melamar Nabella secara resmi atas nama Arden demi memutus obsesi terlarang putra bungsu mereka pada Alyssa.

Sementara itu, ribuan kilometer dari Jakarta...

Di sebuah kamar hotel mewah di daerah Gangnam, Hanum tampak berbaring santai di atas kasur berseprai putih bersih. Ia sama sekali tidak menyadari huru-hara dahsyat yang tengah melanda keluarga Narendra di Jakarta.

Pikirannya masih mengira bahwa hilangnya Adrian hanyalah gertakan atau urusan mendadak dari keluarga pria itu. Tanpa rasa cemas, Hanum meraih ponselnya dan mengetik pesan pada sang ayah untuk meminta transferan dana darurat.

Tak butuh waktu lama, denting notifikasi masuk. Ayahnya mengirimkan sejumlah uang yang menurut Hanum cukup lumayan untuk menyambung hidup dan membeli tiket pulang.

Dengan helaan napas gusar, Hanum membuka aplikasi pemesanan tiket pesawat.

"Tahu bakal ada kejadian konyol kayak gini, dari awal mending pesan tiket PP aja waktu itu," gerutu Hanum sebal seraya memoles kuku jarinya, sama sekali tak menduga kekacauan besar yang siap menyambutnya di tanah air.

Bersambung ....

1
🌸 Bening
/Facepalm//Facepalm/
jumirah slavina
semangat sArdennnnn
jumirah slavina
males banget deh sm Mama Maya ini...
klo seumur Aku cakar Kamu Ma...
jumirah slavina
hhuueekkkzzzz....
Kak Ariiiii...
pelastik mana pelastikkkk...
Aku mo muntahhhhh.....
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
kejar donk...
bukan tidak adil.,
dia shock juga atas kejadian bertubi²...
so' berjuang Kamu...
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
salahe Kamu gak menerima sArden dengan baik., saat bikin'y Kamu mau² aja., kasian sArden juga donk Al... dia juga pengen kali meladeni kehamilan Kamu
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
jumirah slavina
ambil Al., awas lo ya masih bilang gak butuh..

🤣
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
ko' gitu... Bu Tani... biar lh secara diam² dulu krn Alis gak mau ketemu., Bu Tani jan ikut²n misahin donk..

hhuuaaaaaaaaaa...
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
biarkan Alis menenangkan diri., Kamu pantau aja dr Mama'y., dan Kamu harus jujur sm Mama'y klo itu Anak'mu., lakukan sekarang mumpung Mama d'luar beli bubur., ajak ngobrol dr hati ke hati
AriNovani: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
E G O I S !!! suruh tanggung jawab s' sArden bukan malah membuat masalah baru dengan menikah kn dia dengan orang lain...
AriNovani: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
jumirah slavina
wwooii Anton... seret pulang istri durjana'mu ini...
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 6 replies
jumirah slavina
terimakasih Bu..

keren Ibu'y., saat ini tidak tepat mencecar Alis apalagi memarahi'y., Alis butuh dukungan yang besar saat ini...
jumirah slavina
ngomong donk sArden., gentleman., akui...
AriNovani: Bentar Kak Jum mau keluar rumah dulu /Chuckle/
total 1 replies
jumirah slavina
muak Aku sama Kamuuuuuuuu., ganti nama Kamu wwooii., malu sm nama., Indah... padahal Kamu gak ada Indah²y sm sekali
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

bikin baru
total 2 replies
jumirah slavina
jangan dengerin s' Maya itu., lakukan yang hati'mu mau biar tenang jiwa raga'mu...
jumirah slavina: Aku pengen jambak bibir s' Han Kak

🤭🤣
total 2 replies
jumirah slavina
makan tuh istri licik'mu., dasar Suami durjana.,
jumirah slavina
gak usah sok panik., itu hasil dari perkataan'mu., dasar playing victim
AriNovani: /Joyful//Joyful/
total 3 replies
jumirah slavina
sudah tau sama² selingkuh masih d'suruh sama²., aneh s' Mama
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
jumirah slavina
SALAH.,
mana sih Suami'y.,
wwooii Suami Indah yang gak Indah.,
bawa pulang noh istri durjana'mu itu
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 6 replies
jumirah slavina
semoga s' Indah yang tak Indah ini ke gigit lidah'y sendiri 🤲🏻🤲🏻🤲🏻🤲🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!