Indonesia
NovelToon NovelToon
Dinikahi Calon Ipar

Dinikahi Calon Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:32.9k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Ini bukan tentang pengkhianatan atau perselingkuhan.

Ditinggal kabur calon suami sehari sebelum pernikahan demi wanita lain adalah hal memalukan bagi Kanaya. Namun, terjebak dalam pernikahan darurat dengan Yudha, calon adik iparnya yang 7 tahun lebih muda dari usianya, jauh di luar bayangannya.

Tanpa cinta, tanpa persiapan, dia harus memulai hidup seatap dengan laki-laki yang lebih pantas menjadi adiknya.

Inilah kisah dua jiwa yang dipaksa bersatu demi sebuah nama baik. Apa yang terjadi dengan kisah mereka setelah menikah? Akankah rumah tangga mereka bisa bertahan? Apakah rasa cinta akhirnya tumbuh di antara mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cream-nya Manis, Tapi Lebih Manis Bibir Kamu

Kanaya mengerjapkan mata. Pendengarannya yang masih samar menangkap bisikan lembut tepat di telinganya, mengucapkan kalimat selamat ulang tahun dengan hangat.

Meski kesadarannya belum pulih sepenuhnya dari rasa kantuk, ingatan bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya melekat kuat di benaknya. Perlahan, kelopak matanya terbuka. Hal pertama yang tertangkap oleh netranya adalah cahaya lilin di atas cake berbentuk hati yang sedang disodorkan oleh Yudha ke hadapannya.

"Happy birthday, Yank."

Cup.

Satu kecupan lembut mendarat di pipi seketika melenyapkan rasa kantuk Kanaya. Ia bergegas bangkit dan duduk bersandar di kepala ranjang.

"Jangan tiup dulu! Make a wish dulu!" seru Yudha. Pria itu mulai menyanyikan lagu ulang tahun dengan suara rendah yang menenangkan, mengiringi Kanaya yang bersiap memanjatkan doa.

Kanaya menarik napas dalam-dalam, lalu memejamkan mata perlahan. Di usianya yang menginjak tiga puluh lima tahun ini, kebahagiaannya membuncah. Ini kali pertama ia menerima kejutan dari seseorang selain orang tua dan adik-adiknya. Kali ini, suaminya lah yang menjadi orang pertama yang menyambutnya di hari baru, meski ia yakin, ponsel di nakas mungkin sudah ramai oleh notifikasi ucapan selamat dari keluarga, teman juga muridnya.

"Terima kasih, Ya Allah," bisik Kanaya dalam hati, bersyukur atas yang ia raih di usia yang tidak muda lagi.

Tahun-tahun lalu, harapannya selalu berkisar tentang kelancaran karir dan kesehatan. Doa tentang jodoh yang selalu ia panjatkan hingga usianya genap tiga puluh empat, tahun lalu, akhirnya terwujud nyata tahun ini.

Mengingat betapa manisnya perlakuan Yudha selama mereka berumah tangga, Kanaya menyelipkan harapan baru, semoga pernikahan ini langgeng selamanya dan mereka segera dipercaya untuk menimang buah hati sebagai pelengkap kebahagiaan mereka.

Kanaya membuka mata, lalu mengembuskan napas hingga api di lilin ulir itu padam.

"Met Ultah, Yank, Hadiahnya nanti malam sekalian dikasih yang plus-plus," Yudha langsung menghujani wajah istrinya dengan kecupan bertubi-tubi, membuat Kanaya tertawa pelan dalam dekapan suaminya.

"Thanks, Yud." ucap Kanaya merasakan kelegaan.

"Oh ya, potong kue dulu." Yudha kembali mengambil pisau cake, menyuruh istrinya memotong cake sebagai simbolis.

"Kamu beli ini kapan? Aku nggak lihat ada ini di kulkas," tanya Kanaya, sementara tangannya sibuk memotong cake.

"Beli sekalian pulang, aku taruh di show case ruang keluarga di atas."

"Oh, pantes. Soalnya aku nggak lihat ada ini di kulkas semalam."

"Ngarep dikasih kejutan, ya?"

"Nggak, sih. Cuma nggak sangka aja."

Kanaya mengambil sepotong cake, lalu menyuapkannya dengan lembut ke mulut sang suami. Tak mau kalah, giliran Yudha yang melakukan hal sama. Namun, keisengan Yudha muncul kembali. Bukannya menyuapi dengan benar, ia sengaja mengoleskan cream hingga belepotan di sudut bibir Kanaya. Saat Kanaya mengangkat jemari ingin membersihkannya, lidah Yudha sudah lebih dulu menyapu sisa cream tersebut dengan sigap. "Cream-nya manis, tapi lebih manis bibir kamu," desisnya.

"Yud...."

Belum sempat Kanaya menyempurnakan kalimatnya, pagutan Yudha sudah menghadang wanita itu untuk berkata-kata, hingga suasana hangat pun menggantikan dinginnya udara di kamar tidur akibat ulah mereka.

***

"Pagi, Pak!"

Sapaan serempak dari staff keuangan menyambut langkah Yudha, begitu pria itu melewati pintu ruang divisi.

"Pagi," sahut Yudha, mengulas senyum ramah. tatapannya kini mengarah pada Ayumi yang diam-diam sedang memperhatikannya. "Yum, kalau senggang, tolong ke ruangan saya nanti," imbuhnya sebelum masuk ke ruangan kerjanya.

"Baik, Pak." Ayumi mengangguk, sementara tangannya meremas ujung blazer yang ia pakai.

Sementara staff lain seketika saling berpandangan, penasaran apa yang ingin dibicarakan Yudha dengan Ayumi.

"Ada apa kamu dipanggil Pak Yudha, Yum?" tanya Chika berbisik, setelah Yudha menghilang di balik pintu ruangan kaca.

Ayumi hanya mendesah pelan dan menggelengkan kepala. Namun di dalam hati, kepanikan mulai menyergap. Kepalanya mendadak penuh dengan bayangan kejadian kemarin saat ia menghadapi murid-murid Kanaya.

"Pak Yudha udah nikah, lho, Yum! Jangan baperan nanti!" Kata-kata Lena bagai alarm peringatan bagi Ayumi, agar Ayumi tidak terjebak dengan perasaan.

Ayumi hanya mampu tersenyum getir. Fokusnya sedang tidak pada urusan hati. Ketakutan terbesarnya saat ini adalah tentang reputasi. Ia khawatir jika Yudha mengetahui sisi liciknya, yang akan menghancurkan citra wanita lembut dan penurut yang selama ini ia perlihatkan di depan pria itu.

***

Saat jelang waktu istirahat, Ayumi menghadap pada Yudha. Hatinya berkecamuk tak tenang. Benar-benar takut ulahnya kemarin diketahui Yudha.

"Duduklah!" Yudha mempersilakan Ayumi duduk di kursi depan mejanya.

"Ada apa Bapak memanggil saya?" tanya Ayumi setelah duduk. Netranya tak berani menatap langsung mata Yudha.

Tuk tuk tuk

Suara jari tangan Yudha mengetuk meja terdengar, memecah ketegangan yang Ayumi rasakan saat ini.

"Saya ingin kamu menjawab jujur pertanyaan saya."

Deg

Debaran jantung Ayumi makin kencang Kata-kata Yudha terdengar seperti seorang detektif yang siap mengintrogasi tersangka.

"Dua hari lalu, apa kamu bertemu dengan anak-anak SMP Tunas Harapan Bangsa?" Yudha tak banyak berbasa-basi.

"S-saya..." Suara Ayumi serasa tercekat di tenggorokan, hingga sulit untuk berkata-kata kembali.

"Mereka anak-anak didik istri saya, kebetulan istri saya wali kelas mereka."

Ayumi memejamkan matanya. "Mati aku," gumamnya dalam hati, merasa tak menemukan cara untuk membela diri.

"Mau saya yang bicara atau kamu yang menjelaskan?" Melihat Ayumi kesulitan berkata-kata, Yudha memberikan pilihan. Meskipun ia yakin, dengan diamnya Ayumi, makin menegaskan jika wanita itu memang pelaku yang menyebarkan soal fakta tentang pernikahannya dengan Kanaya.

"Maaf, Pak." Hanya dua kata itu yang sanggup terucap dari bibir Ayumi, sementara cairan bening mulai mengembun di bola matanya.

Yudha mendengus kasar mendengar jawaban Ayumi. Dia menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi, menatap lurus ke arah wanita di hadapannya saat ini.

"Saya tidak tahu alasan kamu melakukan hal itu karena apa? Tapi, kalau kamu kecewa terhadap saya, kalau kamu marah pada saya, kenapa kekesalanmu tidak kamu tujukan langsung ke saya? Kenapa harus istri saya yang jadi korban? Dia tidak salah apa-apa dalam hal ini." Kalimat-kalimat Yudha menegaskan, dirinya adalah perisai yang siap melindungi Kanaya.

"Nasib baik, Kanaya itu guru kesayangan murid-murid yang kamu temui kemarin. Begitu ada gelagat tidak baik, mereka langsung melapor ke istrinya, sehingga saya bisa langsung melacak kalau kamu lah pelakunya."

Ayumi benar-benar tak bisa berkutik, hanya bisa menyesali apa yang ia lakukan. Rasa kecewanya memang membuat dirinya tak bisa berpikir normal hingga akhirnya melakukan kesalahan yang mempermalukan diri sendiri.

,❤️❤️❤️

Bersambung...

1
Ernalita Sitompul
senangnya jadi Kanaya
sryharty
co cwiit kalian ini
Naya Yuda bener2 terbaik
Rika Fitriana
ajak kanaya main k'rmh mmh yudha biar wulan tambah iri melihat perhatian yudha k'kanaya
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Oalah Wulan, Wulan... semoga kelak aku ngga punya menantu kayak Wulan 🥺🥺
Juwitae
Wulan nih penyakit hati di piara.. bahagia selalu Naya dan Yudha
sunaryati jarum
Up rutin lagi, Thoor
sunaryati jarum
Wulan perasaan irimu terhadap perhatian mertuamu kepada Kanaya itu berlebihan.Kamu tidak bekerja kamu bisa memberi perhatian pada dirimu sendiri.Kamu itu di tempat mertua segala kebutuhan rumah tangga tercukupi kamu dan suami hanya mengeluarkan untuk kebutuhan pribadi.Sedsngksn Yudha dan Naya sejak awal perkawinan menanggung semua kebutuhan rumah tangga sendiri, masalah Mbak Atin dipindah karena Naya belum mampu mengerjakan pekerjaan rumah tangga,saat ini bau mengalami morning sicknes.Wulan itu sok- Sokan mengancam pulang ke Bali, memanggil orang tuamu mampu mencukur kebutuhan harian seperti mertuamu.Sudah hidup enak masih kurang.Yogi sekarang terbuka ya sifat asli istrimu
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
disana Wulan selalu diliputi rasa resah gelisah merasa kurang di perhatikan,merasa diabaikan padahal hatinya sendiri yang gak menerima keadaan.sedang Kanaya begitu menikmati masa2 kehamilannya,suami yang perhatian dan pengertian.
Yogi kurang perhatian sama Wulan,sibuk kerja sampai lupa kalau istrinya juga butuh dukungan.
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
baru ketahuan kan sisi lain Wulan yang suka iri.
Septi
tahan dulu Yud... sabar🤭
Septi
akhirnya. selamat
ρυтяσ kang'typo✨
Atin g sabar buat cerita masalah tentang Wulan, sampe keceplosan pas di ajak ngobrol sama Kanaya🤭🤭🤭
ρυтяσ kang'typo✨
Wulan lagi hamil tapi pikiran'y selalu negatif, awas loh nanti bahaya g buat kesehatan mu 😌😌
nuraeinieni
jgn di bikin jahat dong thor peran wulannya,,,kasian,di bikin sabar biar wulan nyaman tinggal di rumah mertua.
sunaryati jarum
Dobel up Thoor
sunaryati jarum
Wulan kamu harus tahu diri dan bersabar,juga hilangkan sikapmu yang sombong dan sok berkuasa mentang- mentang menantu dari majikan para ART.Ingat yang membayar gaji ART mertuamu buka Yogi atau kamu.Seharusnya kamu malu Yudha yang muda mandiri kamu masih menumpang,tapi tidak masalah,toh mertuamu juga suka,tapi kehamilan kamu jangan kau jadikan alat untuk mendapatkan kasih sayang seperti yang diterima Kanaya.Asal sifat iri, sombong,sok berkuasa kau hilangkan mertua dan ART respect sama kamu.Ingat kau hamil pikiran ,hati,dan perilaku harus bersih nanti berdampak pada fisik dan aura bayimu.Jika hatimu bersih bayimu juga ceria dan bersinar.Namun jika hatimu penuh dengan iri ,dengki dan sombong, jangan harap bayimu beraura bersinar.Efek jadi menantu kaya jangan untuk sombong,tiru perlakuan ibu mertuamu saat minta ART mengerjakan sesuatu.Tuh Atin di rumah Naya sangat karena terbebas dari sifat arogan dan sombongmu
Ernalita Sitompul
wulan,kamu harus extra sabar,semua itu terjadi bukan niat mertuamu membedakan kalian tp semata mata krn proses awal yang jauh dari biasanya saat pernikahan diantara kalian,mertuamu lebih cemas pd rumahtangga Yudha krn insiden dr Yogi..yakinlah jika wulan tenang dan sabar,perlahan ibu mertuamu akan menyesali tindakannya..
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
lama2 Wulan stres karena terlalu mengharap perhatian lebih.kasihan bayinya kalau ibunya banyak memendam pikiran karena ingin perhatian lebih.nanti jadi iri dengki.jalani sajalah hidupmu,buat dirimu sendiri bahagia tanpa iri melihat orang lain.
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Akhirnya sifat asli Wulan lama-lama jadi ketahuan deh 😁
sunaryati jarum: Benar
total 1 replies
Selin Tari
di tahan dulu y papa Yudha 🤭🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!