Indonesia
NovelToon NovelToon
ALENSKY

ALENSKY

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Action
Popularitas:52.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Kembali dengan kisah keluarga Nugraha, kali ini adalah generasi termuda, ALENSKY yang berpindah tempat kuliah untuk sebuah ketenangan, namun pada akhirnya kembali pada pertarungan antara Cinta, Persahabatan dan Kekuasaan.

Perpaduan kisah yang menyeret kita untuk menggunakan emosi dan hati saat membacanya, ada kalanya ketidak Adilan yang lama membelenggu akhirnya harus terlepas oleh seseorang yang punya keberanian.

Persembahan sebuah Novel dari Author Sinho, semoga memberikan kesenangan dan manfaat bagi para pembaca.

Salam, sehat, semangat dan jangan lupa bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alen 29

Drama di siang hari akhirnya terjadi, selalu saja ada korban akibat tabiat Meriya, sebenarnya Alensky sudah sangat malas melihatnya, tapi entah kenapa sisi hatinya terkadang tidak bisa menerima.

Alen masih duduk di taman sambil membaca buku tebalnya, disampingnya ada Draja sedang melakukan hal yg sama, sesaat kemudian dikejutkan dengan Meriya yang mendekati Murni saat akan menuju ke arahnya.

Tak lama Tranaka dan kedua temannya ikut bergabung di sana, sebenarnya Alensky tidak suka, tapi sudahlah, ada yang lebih penting untuk diurusnya saat ini.

"Murni!" Teriak Alensky saat tangan Meriya hampir saja menyentuh wajah Murni.

Murni mundur, menoleh kesamping melihat ke arah suara seseorang yang memanggilnya.

Sementara Meriya dengan tatapan tajam melihat ke arah Alensky.

Murni yang baru saja hendak melangkahkan kaki seketika terjatuh saat kakinya sengaja di jegal oleh Meriya.

Alensky berdiri

"Jangan membuat keributan Alen" Tranaka menoleh padanya.

Alen duduk cukup pelan, lalu melihat ke arah Murni dengan luka lecet di kakinya.

Sementara Meriya merasa menang saat melihat ada kemarahan yang terlintas dari wajah Alensky, tak cukup sampai disini, ulahnya semakin menjadi-jadi.

"Kau babu di rumah ku, pagi tadi kau tak membersihkan sepatuku bukan?, sekarang bersihkan dengan bajumu, cepat!" Perintah Meriya dengan berkacak pinggang.

Keterlaluan, ini sungguh di luar batas kewarasan, tapi Murni tak berani melawan, sesuai janji pada ibunya.

Dengan tangan sedikit gemetar Murni mengarahkan bajunya yang ditarik untuk menggosok sepatu Meriya.

BRUG

Tiba-tiba saja, sebuah kain pel kumal dan kotor terlempar tepat di atas sepatu Meriya.

"Bersihkan dengan itu, bukan bajumu" Tranaka yang melakukannya, dengan sengaja.

Meriya teriak dan menendang kain kotor itu dengan cepat, dan di sana terlihat sepatunya menjadi kotor dan berbau.

"Kurang ajar kau Naka!" Teriaknya murka, dan seketika Draja berlari menarik murni untuk menjauhi.

Alensky masih melihat apa yang terjadi, masih berdiri di belakang Tranaka yang kini mengambil tindakan.

"Murni teman Alensky, begitu juga Draja, kami melindungi mereka, mulai sekarang jangan mengganggu nya" ucap Tranaka.

"Lancang!, dia adalah mainan ku, mau aku tendang atau aku potong-potong terserah aku!" Sahut Meriya sambil menunjuk ke arah Murni yang masih nampak ketakutan.

"Aku tidak akan mengulangi perkataan ku Meriya, jadi kau bisa pergi" Sepertinya Tranaka sudah tidak punya simpati sama sekali.

Meriya berbalik menatap Murni di sisi yang lain, meluapkan emosinya dan berkata_

"Baik, kau berani melawan ku dan mengikuti kata-kata mereka, lihat apa yang bisa aku lakukan sekarang Murni!" Ucapnya dengan wajah yang menegang menahan kemarahan.

Sudah cukup kekacauan yang diakibatkan oleh Meriya, beberapa mahasiswa merasa lega karna pada akhirnya tidak ada kekerasan yang bisa di lakukan Meriya seperti biasanya.

Murni kini berjalan mendekati mereka bersama dengan Draja yang menjaganya.

"Kau sudah sehat?" Tanya Draja.

"Hem" Murni mengangguk pelan.

Duduk di dekat Alensky, Murni mengucapkan terimakasih.

"Mulai hari ini belajar lah dengan tenang, jangan khawatir" ucap Alensky.

"Iya, terimakasih"

Saat terdengar bel masuk, semua menuju ke kelas masing-masing, semua berkumpul di ruang yang sama kecuali Murni karena memang beda jurusan perkuliahan.

Ditengah pelajaran berlangsung, Alensky merasakan sesuatu yang kurang nyaman, dia teringat akan seringai aneh dari Meriya sebelum pergi begitu saja meninggalkan Murni.

"Ada yang kamu pikirkan?" Tanya Tranaka yang ada di belakangnya.

"Emm, tidak" Alensky berusaha kembali konsentrasi untuk mata kuliah yang sedang di paparkan oleh dosennya.

Hingga waktu terus berlalu, Draja yang menghampiri Alensky mendapat tatapan tajam dari Tranaka.

"Sorry, aku hanya ingin bertanya apa Alen ikut bersamaku pulang?"

"Tidak, kejadian pagi tadi belum masuk perhitungan ku, jangan berani mengulanginya lagi" ucap Tranaka.

"Apa?!, tapi Alen yang memintanya dan aku_"

"Sudah, antar Murni saja Draja" Alensky segera menengahi perseteruan Tranaka dan Draja.

"Okey!" Draja segera pergi dari sana, berlari ke arah kelas Murni yang kebetulan juga baru selesai.

Kini keduanya sudah duduk di dalam mobil, Alensky masih terdiam memikirkan sesuatu yang masih mengganjal di hatinya.

"Aku tidak mau Draja terlalu dekat dengan mu, apapun yang terjadi"

"Aku hanya ingin menaiki motor saja, jangan di perpanjang"

"Kalau begitu aku besok akan membawa motor ku, kau bisa menaikinya sepuas mu"

Alensky menghela nafas, lalu menatap Tranaka yang ada di sebelahnya.

"Kau cemburu?"

"Apa?!"

"Kau cemburu, dan mulai menyukai ku, mencintai ku dan tak bisa hidup tanpa ku, iya kan?"

"A-apa maksud mu?!" Tranaka sedikit terbata dan tertawa seolah apa yang dikatakan Alensky hanya bualan saja, gadis disebelah mulai gila!, batinnya.

"Terus?, kenapa kalau aku bersama Draja dan laki-laki lainnya"

"Ya aku hanya menjaga status yang harus kita jaga, lagi pula pernikahan kita juga karena kesepakatan mu saja, dan aku terjebak di dalamnya"

"Aku ragu antara kata terjebak atau menjebak" sahut Alensky.

"Dan sayangnya aku tau kalau kau hanya ingin memanfaatkan ku saja"

"Ck, kita saling memanfaatkan, apa kau lupa?!" Seru Alensky tak terima.

"Okey, dan sebaiknya jangan membahas hal ini kalau tidak ingin kita adu mulut sepanjang jalan"

Alensky menatap kesal, lalu kemudian merebahkan kepalanya, tak peduli dengan Tranaka, yang ada di kepalanya saat ini adalah_

Tiba-tiba saja suara ponsel berbunyi, Alensky segera mengambilnya dari dalam tas miliknya, ada nama Draja di sana.

"Halo?"

"Alen!" Teriaknya.

"Draja, ada apa?"

"Rumah sakit, cepat!"

"A-apa?, ada apa?!" Teriak Alensky, sementara Tranaka mulai memasang wajah waspada.

"Aku kirim alamat rumah sakitnya sekarang, cepat kesini, Murni!"

"Murni?, ada apa dengan _"

Tut Tut Tut

Sambungan terputus begitu saja, dan sedetik kemudian sebuah pesan berisi alamat Rumah Sakit masuk ke ponselnya.

"Ya Tuhan!" Ucap Alensky.

"Ada apa?" Tanya Tranaka.

"Kita ke Rumah Sakit!" Teriak Alensky sambil menunjukkan alamat yang di sebutkan disana.

Tranaka terkejut, tak ada lagi kesempatan bertanya saat melihat wajah cemas Alensky saat ini, segera melajukan mobilnya dengan kecepatan lumayan tinggi untuk keadaan mendesak saat ini.

Sampai di lokasi, Alensky melompat dan tak menunggu Tranaka yang sempat berteriak memanggil namanya.

"Shit!"

Tranaka terpaksa memarkir sembarang tempat dan menyerahkan kuncinya pada Security yang ada disana.

Terlihat Draja di IGD, berlari menghampiri Alensky yang mulai mendekat, disusul dengan kedatangan Tranaka yang masih menata nafas karena berlarian untuk sampai di tempatnya.

"Draja, apa yang terjadi dengan Murni?" Tanya Alensky.

"Bukan Murni, tapi ibunya" jawab Draja dengan wajah cemas.

"Ha!, ibunya?, kenapa ibunya?" Tanya Alensky.

"Apa ibunya ada di dalam sana?" Tanya Tranaka sambil melihat beberapa tim medis yang nampak berlarian menangani seorang pasien.

Belum sempat Draja menjelaskan, tiba-tiba saja terdengar sebuah teriakan, suara murni menggema memenuhi ruangan IGD sore itu.

"IBU!"

Apa yang terjadi?, Yuk komennya, jangan lupa LIKE VOTE dan HADIAH nya.

1
Dwi Diana
harus selamat naka nya thor
Titik Subekti
pertempuran yg dahsyat
jgn ada yg meninggalkan ya thor
Mety Haula
oma cpt yolong tanaka jgn sampai ale menyedalinya
Dwi Setyaningrum
duh kirain didetik2 krusial kyk td Oma Alena muncul ternyata tdk dan untungnya kekuatan Alen malah dahsyat..gmn ya tranaka kira2 bisa disembuhkan ga ya🤔
Siti Aisah
thor naka bakal selamat kan, ada keluarga nugraha yg bisa menyembuhkan walaupun terluka seberat apapun..
Susy Ariyani
seru Kak
Kaa
meskipun Alen bisa selesaikan pertarungan itu tapi ko aku ikutan cemas dengan ke adaan tranaka apalagi Alen lanjut Thor yaah jangan lama deg degkan ini
Mundri Astuti
Alhamdulillah Ale bisa ngatasin sendiri...
Kaylaa
oma Alina datang gak ya🤔
Nurhartiningsih
kalau sudah bener2 terdesak ortunya Ale pasti bantuin.
Titik Subekti
.makin deg deg an
lanjut...
Mundri Astuti
tuh kan ..keturunan Rudolf juga punya...tapi klo ngadepin ketuanya mah kudu ada bantuan juga ngga si berdua
Arw
ini baru awal kekuatan Tranaka....saat nanti puncaknya tiba wooowww....seperti apa kekuatan itu.....d tunggu up-nya kak....
Siti Aisah: kekuatan naka dan alensky pasti bisa mengalahkan klan hitam Valencia... lanjut di tunggu besok thor😜
total 1 replies
Rita Susanti
Wiiih seru banget ini thor
Dwi Setyaningrum
tambah deg degan deh seru seru..
ismi
dari kemaren cuma satu bab kak thor upnya,,terus digantung pas lagi seru serunya
Susy Ariyani
lanjut
Kaa
bacanya jadi ikut tegang Thor lanjut thor
Siti Aisah
menegangkan untung kekuatan naka sudah muncul thor jdi seimbang😁
Susy Ariyani: semangat 💪💪
total 1 replies
Titik Subekti
kejahatan pst kalah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!