Indonesia
NovelToon NovelToon
One Mission, Two Reincarnation

One Mission, Two Reincarnation

Status: sedang berlangsung
Genre:Petualangan / Contest / Supernatural / Xianxia / Fantasi Timur / Perperangan / Transmigrasi / Dunia Lain / Reinkarnasi / Sci-Fi / Tamat
Popularitas:23.5k
Nilai: 5
Nama Author: SasyaDara

“AE … AE … AEGGA!?”

Dirinya yang seorang terlantar mendapat kesempatan untuk reinkarnasi. Oleh Sang Dewi yang mengatur jalannya hidup di dunia ini … tetapi, Ia harus menyelesaikan sebuah misi agar mendapatkan kehidupan yang lebih layak, dan Alam Atas tempat istirahat terakhirnya.

Satu Misi—Kirana, bereinkarnasi ke tubuh seorang gadis di masa depan 2070—Xitresax yang telah menjadi pembangkang lama bernasib malang. Misi yang Ia dapat setelah reinkarnasi adalah… AEGGA—Sebuah kekuatan iblis yang telah diciptakan dengan ilmu pengetahuan modern, perpaduan antara Sains dan Mistik. Sebuah kekuatan yang melambangkan ketamakan juga ambisi.

"Kau harus menghancurkan kekuatan itu. Kekuatan yang akan menjadi bencana besar bagi umat manusia,"

Namun, setelah semua perjuangan juga pemberontakannya di tubuh Xitresax, akankah Ia berhasil menyelesaikan misi yang diberikan Sang Dewi?

Jika, Ia gagal...

Maka, Reinkarnasi Kedua.

Semua akan kembali kepada waktu di mana mereka belum terlahir.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SasyaDara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29 : Memakan Manusia

Dua hari kemudian.

Dampak dari adanya teroris yang meledakkan dan membakar kerajaan itu ternyata mempunyai pengaruh yang sangat besar di mana-mana.

Masyarakat melakukan aksi demonstrasi besar-besaran terhadap kerajaan karena mereka merasa kerajaan tidak kenjamin keamanan dan kesejahteraan bagi mereka. Karena peristiwa itu, masyarakat akhirnya berbondong-bondong mengkritik dan menghina kerajaan tepat di depan muka para pemimpinnya.

Siapa lagi kalau bukan Jiansa Li dan orang-orangnya, mereka menuntut Jiansa Li untuk turun tahta dan menuntut kepulangan Raja untuk mengambil kembali kekuasaannya.

Bagaimana pun kerajaan tidak bisa membunuh langsung para pendemo. Akan terjadi pembataian jika para pendemo-pendemo itu dibunuh oleh kerajaan. Hal seperti itu akan sampai ke telinga Raja dan akan mempengaruhi kekuasaan Jiansa Li.

Kerajaan hanya menahan para pendemo untuk masuk ke istana kerajaan. Namun hal itu tidak berpengaruh apa-apa... Dua hari itu mereka terus membabi buta seperti ingin merubuhkan kerajaan.

Bahkan... Saking banyaknya pendemo, mereka juga melakukan aksi mereka tepat di depan Gerbang Kastil Putri Tertua! Mereka menuntut Jian untuk tidak selalu bersembunyi dan menuntut agar tugas dan kewajibannya sebagai penerus tahta segera dilaksanakan, agar kekacauan-kekacauan ini bisa berakhir sampai di sini.

"Tuan Putri! Kita akan pergi ke wilayah Kekaisaran sekarang juga!" Ucap Kangjian, dia datang dengan terpaksa masuk ke dalam kastil.

"Tetapi... Di luar..." Jian sedikit ragu untuk pergi sekarang karena ada ribuan orang di luar gerbang, yang seperti ingin menghajarnya.

"Percayalah... Tidak apa-apa. Lebih baik pergi daripada terus berdiam diri."

Jian mengiyakan perkataan Kangjian, Ia menyiapkan segala kebutuhannya dengan cepat. Ia memakai penutup wajahnya dan jubahnya. Lalu menyiapkan sebilah pedang dengan ikat pinggangnya.

Jian dan Kangjian menunggangi kuda putih mereka. Kanglian membuka pintu gerbang itu, sementara Jian dan Kangjian mempecut kuda mereka. Mereka pergi meninggalkan kastil dengan cepat, membelah lautan manusia itu. Banyak yang menyerang Jian dengan melemparkan batu dan sejenisnya. Namun Kangjian sigap melindungi Jian dengan sihir pelindung agar Jian tidak terkena serangan tersebut.

Setelah mereka keluar dari area kastil. Kanglian langsung menutup kembali gerbang kastil rapat-rapat. Terdapat pembatas atau dinding khusus yang mengelilingi area kastil. Sehingga tidak ada satu pun orang yang bisa masuk ke sana, kecuali orang dengan izin Raja.

Aksi melarikan diri itu sangat menarik perhatian, karena dalam sekali seumur hidupjyw masyarakat melihat wujud dari "Tuan Putri Tertua." Orang kerajaan memang tidak mengetahuinya, tetapi kabar tentang larinya Tuan Putri Tertua akan segera menyebar dengan cepat ke seluruh negeri, dan akan sampai ke telinga Raja, beserta Kaisar.

Perbatasan timur.

Hutan yang sangat luas dan lebar, terlihat seperti tidak ada ujungnya. Jian dan Kangjian berhenti sejenak, mengistirahatkan kudanya. Sedari tadi mereka berlari cepat agar bisa keluar dari wilayah Kerajaan Li dengan aman.

"Tuan Putri... Tidak apa-apa?" Tanya Kangjian, memastikan Jian tidak terluka sedikitpun karena serangan dari pada pendemo itu.

"Aku... Tidak apa-apa. Kangjian, ayo langsung teruskan perjalanan saja."

Mereka langsung meneruskan perjalanan mereka menuju wilayah Kekaisaran. Perjalanan itu memakan waktu seharian penuh. Wilayah Kekaisaran mulai terlihat setelah 12 jam perjalanan, mereka resmi memasuki wilayah Kekaisaran Xiao meskipun secara ilegal.

Mereka meninggalkan kuda mereka di hutan, dengan pakan yang seadanya. Mereka memasuki wilayah Kekaisaran dengan berjalan kaki.

Melewati perbatasan timur, Jian dan Kangjian langsung tiba di Ibu Kota Kekaisaran. Tempatnya tokoh-tokoh penting di Kekaisaran Xiao tinggal. Sebuah kota yang lebih mewah daripada Negeri Kerajaan Li. Terlihat lebih maju dan damai.

Meskipun begitu, pemandangan-pemandangan yang tidak menyenangkan pun tetap ada di sela-sela kota yang ramai itu. Dari segala penjuru terlihat sebuah istana besar yang merupakan Istana Kekaisaran. Terlihat lebih besar pula daripada Kerajaan Li.

Semua hal di sana memang indah meskipun pada malam hari. Jian dan Kangjian memutuskan untuk terus berjalan mengitari Ibu Kota, sedari tadi mereka tidak menemukan penginapan yang kosong. Selain itu, untuk mencari di mana keberadaan Angeline dan Fengyi.

Sudah hampir dini hari, mereka belum kunjung menemukan penginapan. Semua yang mereka temukan penuh dan akan kosong pada esok pagi.

"Bagaimana? Anda harus istirahat..."

Mereka berhenti sejenak di sebuah rumah makan yang buka selama 24 jam. Mereka beristirahat di sana meskipun hanya memesan teh saja, untuk menghemat biaya.

"Ya... Mau tidak mau kita tidak akan tidur malam ini."

"Baiklah. Saya akan mengikutinya."

Jian dan Kangjian berbincang-bincang santai sembari menyeruput teh hangat mereka. Hanya untuk melepas penat, mereka memutuskan untuk tidak membicarakan rencana mereka. Namun, di sela-sela perbincangan itu, Jian tiba-tiba merasakan lapar yang sangat luar biasa, melebihi rasa lapar ketika pertama kali keluar dari kastil.

Namun, rasa lapar itu bukanlah lapar biasa. Jian sama sekali tidak ingin memakan makanan apapun, tubuhnya seperti menginginkan hal lain selain makanan...

'AE! Kenapa aktif sekarang!?' Gumam Jian dalam hati, Is menutup matanya agar orang lain yang ada di sana tidak melihat matanya. Ia meminta tolong Kangjian.

"Kangjian, bawa aku keluar... Mataku..."

Kangjian langsung mengerti ucapan Jian dan menuntunnya keluar dari rumah makan itu. Kangjian membawanya ke tempat yang kira-kira jarang dilewati orang. Sebuah jalan buntu yang gelap.

Jian tidak menyadari bahwa dirinya hampir hilang kendali. AE menguasai dirinya dengan wujud yang seram itu.

Jian menggenggam erat tangan Kangjian. Tanpa tahu bahwa cakar-cakarnya itu menusuk Kangjian sehingga mengeluarkan darah yang cukup banyak. Kangjian menahan rasa sakit itu dan berusaha untuk tidak berteriak, agar keberadaan Jian dengan AE tidak ketahuan orang lain.

Namun, tiba-tiba datang seorang laki-laki. Sepertinya seorang pencuri yang tengah dikejar satu orang laki-laki lagi di belakangnya. Sampai pada kedua orang itu menatap Jian dan Kangjian dengan penuh keheranan.

Jian menatap kedua orang itu dengan tatapan pembunuhnya. Kedua orang itu tahu bahwa Jian ingin menerkam mereka, tetapi sebelum mereka sempat melarikan diri, Jian melesat cepat ke arah mereka.

Kangjian tidak bisa menahannya.

"Tidak! Jangan Tuan Putri!"

Jian mencabik-cabik kedua orang itu tanpa ampun, Ia membelah dada salah satu dari mereka, dan menarik jantungnya keluar dengan paksa. Jian memegang jantung yang kasih berdetak itu, Ia melahapnya gigitan demi gigitan hingga jantung tersebut habis tidak tersisa.

Kangjian shock, dia ingin menghentikan Jian, tetapi dia tidak bisa melakukannya. Karena takut Jian malah menyerangnya, Kangjian hanya bisa menatap Jian yang sedang melahap kedua orang itu.

Hingga fajar memancarkan cahayanya, Jian kehilangan kesadarannya dan jatuh pingsan, dengan seluruh tubuh yang penuh dengan darah. Jian benar-benar memakan kedua orang itu hingga hampir habis, hanya tersisa beberapa organ tubuh dan tulang mereka.

Keadaannya kini sangat mengenaskan.

1
Kagebhunshin
sejauh ini lumayan dari segi jalan ceritanya. namun masih ada banyak perbaikan dalam penyusunan narasinya. 🙏
Kagebhunshin
saran sih, pembukaan narasinya menurutku ada yang kurang... sorry hehehe🙏

but, its okey
Rey
hai kak aku mampir, ayo saling mendukung kak 🤗
Elzi Lamoz
bikin tentara udara lewat technologi itu. waw banget..
Elzi Lamoz
berat misi nya ini
Elzi Lamoz
Pasti ada suatu alasan yang membuat kirara tidak mau hidup kembali.

Semangat Kirara...
Hanna Kurnia
Aku sudah mampir Thor!☺️ Bom like juga dong,biar adil✌️😉😁
suka menulis 。⁠◕⁠‿⁠◕⁠。
halo kak saya sudah mampir di karya kakak'
Thinker
Lanjut kak/Smirk//Smirk//Smirk/
Firenia
wah latarnya di china /Casual/
Firenia
nah nah gimana tu
Damar Rizky
baguss karya nyaaa aku sukaaa
=͟͟͞͞♡ Sasya 𑁍 Dara ࣪˖ 𓂃: aw ayang 🤭
total 1 replies
fi.. 😯😊
semangat
Esbiru
siap marathon
Protocetus
min main ke novelku pengembara dari papua
www
next Thor
semnagat up nya
jgn lupa feedback TAKDIRKU..
penahitam (HIATUS)
Next up Thorr...
ditunggu kelanjutannya😉
Nami😴
Semangat dah mampir ni
Putry Asiking
next thor
Afganita Lili Wulandari
👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!