Indonesia
NovelToon NovelToon
Cerita Tak Berkisah

Cerita Tak Berkisah

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Kisah cinta masa kecil / Romansa-Teen school
Popularitas:21.9k
Nilai: 5
Nama Author: fifizulfaa

Bercerita tentang seorang perempuan yang membuat janji kepada dua orang sahabatnya. Janji itu cukup tidak masuk akal dan mereka membuat penjanjian itu di umur yang masih kecil. Akankah janji itu terus berjalan hingga mereka beranjak dewasa? atau justru mereka melupakan semua dan menjadikan perjanjian itu tak berkisah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fifizulfaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gelisah

“Semisal Lo ada di posisi gue, apa yang akan Lo lakuin?” tanya Ardan tanpa menatap Daniel.

“Gue butuh penjelasan, bukan perumpamaan, Gue juga nggak ngerti apa yang ada di pikiran Lo.” Jawab Daniel, matanya tidak lepas dari Ardan yang sama sekali tidak membalas tatapannya.

Ardan mengangkat kepala, “Gue kenal sama Monica udah dari SMP dan punya hubungan sama dia udah 4 tahun ini, selama itu hubungan kita berjalan biasa, perasaan Gue juga nggak pernah berubah. Sampai akhirnya Gue kenal Kayla dan dapatin hal yang nggak Gue dapat dari Monica, anehnya Gue juga nggak tau apa itu. Rasanya nyaman bisa lihat Kayla.”

“Itu karena Monica nggak ada-”

“Nggak!” sangkal Ardan dengan cepat, “Monica selalu ada bahkan walaupun jarak jauh, dia selalu punya waktu buat Gue. Tapi bukannya perasaan itu nggak bisa dipaksa? Kita sama-sama lelaki Dan, seharusnya Lo tau kan gimana posisi Gue.”

“Pertama, Gue nggak pernah nglakuin hal yang Lo lakuin sekarang jadi jelas gue nggak tau gimana ada di posisi Lo. Kedua, Gue nggak tau apa yang Lo mau.”

“HEY! KALIAN BERDUA NGAPAIN DI SANA!” teriak salah seorang guru menyebabkan Daniel dan Ardan harus memutuskan tatapan masing-masing dan menoleh ke arah guru laki-laki yang memergoki mereka. “Buruan masuk, sebentar lagi bel bunyi.”

“IYA PAK!!” teriak Daniel dengan lantangnya.

Sebelum melangkahkan kakinya Daniel mendekat pada Ardan tepat di samping lelaki itu, “Gue mau Lo bisa selesaiin masalah ini, dan Gue harap cukup sekali ini Lo bikin masalah sama Kayla.” ujar Daniel penuh keyakinan dan melenggang pergi meninggalkan Ardan yang masih mematung di tempat.

“Ayo masuk ngapain masih di situ!”

“Iya Pak.” Ardan tersadar dan melangkah pergi melewati gurunya itu.

Saat sudah berada di dalam kelas mata Ardan tidak lepas dari wanita yang duduk di depannya. Walaupun ia hanya bisa melihat dari belakang, tapi rasanya Ardan tengah berhadapan dengan Kayla. Rasa bersalah terus saja menghantui pikiran. Waktu ia masuk kelas tadi Kayla sama sekali tidak meliriknya, jadi ia merasa enggan untuk berbicara dan sekarang hanya bisa diam.

Jarum jam terus berputar hingga jatuh tepat pukul 13.00, yaitu waktu di mana pembelajaran telah usai. Dan para guru terpaksa harus mengakhiri kelasnya. Setelah memberi salam para murid segera membereskan buku-bukunya tak terkecuali Kayla, namun berbeda dengan Ardan yang memilih hanya diam dan mengawasi setiap gerak yang dilakukan Kayla.

Hingga Kayla beranjak tanpa sepatah kata melirik pun tidak, melengos begitu saja. Tapi dengan cekatan Ardan mencekal lengan gadis itu, membuat mereka berdua akhirnya saling menatap walau hanya sekilas. Lantaran Kayla mencoba untuk melepas genggaman Ardan.

“Aku perlu bicara sama kamu, Ay.” ucap Ardan.

“Yang perlu bicara sama kamu itu Monica, bukan aku.” balas Kayla menatap lekat lelaki itu sambil melepaskan genggaman Ardan di lengannya, lantas berlalu pergi. Kayla tidak mau tercipta salah paham lagi jika harus berlama-lama dengan Ardan.

Di sisi lain Daniel sedang membereskan buku-bukunya karena sudah waktunya untuk pulang. Sesekali matanya melirik Monica yang terlihat tidak bersemangat. Tentu saja Daniel tau apa yang dirasakan gadis di sampingnya itu. “Monica.”panggilnya.

Monica hanya menoleh dan mengangkat alisnya sebagai reaksi menjawab ucapan Daniel. Sungguh dirinya sudah tidak punya semangat bahkan hanya untuk berucap.

“Pulang bareng aku sama Kayla ya.” tawar Daniel yang hanya dibalas gelengan kepala.

Monica yang biasanya harus menunggu Daniel beranjak dari duduknya untuk bisa keluar, sekarang lebih memilih untuk lewat belakang. Daniel yang tahu akan maksud Monica segera memajukan kursinya untuk memberi jalan. Ia pun bergegas untuk mengemasi barangnya dan menyusul langkah Monica.

“Ka, ayolah bareng aku aja.” tawar Daniel lagi mulai mensejajarkan langkahnya dengan Monica, namun perempuan itu malah lebih memilih untuk berhenti.

“Aku naik taksi aja atau nanti aku suruh Pak Adi buat jemput. Lagian kamu pasti mau ke Rumah Sakit kan?”

“Iya gapapa kan sekalian ganti baju dulu nanti kalau nganterin kamu. Gak enak lah tadi kamu berangkat sama aku masa pulangnya sendiri.”

“Yaudah deh.”

“Nah gitu dong, ayo.” Ucap Daniel sambil melangkahkan kakinya diikuti Monica di belakang.

Ketika akan memasuki parkiran mata Daniel terkejut kala melihat Ardan dan Kayla. Dia cepat-cepat menarik lengan Monica kemana saja, asalkan tidak melihat apa yang ia lihat tadi.

“Ikut aku dulu ya.” Daniel menarik Monica untuk mengikutinya.

"Mau kemana?" lesu Monica menghentikan langkah dan sedikit menarik tangannya yang menyebabkan Daniel juga harus menghentikan tarikannya.

Daniel mulai celingukan mencari sesuatu hal untuk menutupi kecurigaan Monica. Seperdetik kemudian matanya menangkap Pak Adam sedang berjalan dengan santainya di koridor.

"Emmm ... itu, mau ... ketemu sama Pak Adam, yah ketemu sama Pak Adam. Tadi aku disuruh nemuin beliau." ucap Daniel beralasan, "Ayo!" Daniel segera berlari dan disusul oleh Monica.

"PAK ADAM!!"

Guru BK-Nya itu akhirnya berhenti, menoleh pada Daniel lantaran merasa namanya dipanggil. "Ada apa?" tanya Pak Adam menatap Daniel dan Monica bergantian.

"Itu Pak, latihan basket kapan ya?"

"Lah, kok kamu tanya Bapak, ya guru olahraga kamu siap?" sentak Pak Adam dengan lantang. Sebenarnya Daniel paling malas jika berurusan dengan guru satu ini, tapi karena mendesak dan hanya Pak Adam yang muncul di matanya, jadi terpaksa ia harus meladeni betapa ketusnya guru BK di sekolahnya.

"Emm ... Gini lho Pak, maksud saya tanding basket terakhir dari tim saya kapan?"

"Kan udah Bapak share tadi di grup, kamu juga kok yang jawab."

"Kalau gitu tadi Pak Adam manggil saya ada apa ya?" tanya Daniel lagi yang terus mencoba mencari topik agar dia tidak terlihat seperti hanya alasan.

"Siapa yang manggil kamu tuh, Ha? Makanya kalau punya telinga ini," ucap Pak Adam sambil memegang telinga Daniel, "Didengerin!" lalu menariknya hingga seluruh kepala Daniel juga ikut tertarik.

'Buset dah nih orang susah amat diajak kompromi' gumam Daniel tanpa suara menyesal menemui gurunya ini. Dia sekilas menatap Monica yang terlihat kebingungan dengan obrolannya.

"Ada-ada aja anak ini." kesal Pak Adan sambil menggelengkan kepalanya dan berlalu pergi.

"Pak ... Pak Adam."

"Dan." lirih Monica menghentikan ucapan Daniel.

Dan Daniel hanya menoleh menatap Monica dengan risau.

"Aku tau kok."

"Tau apa?" bingung Daniel.

"Kamu coba nutupin dari aku kan, kalau ada Ardan sama Kayla tadi di parkiran."

"Emang iya?"

Monica menarik napas dan menghembuskannya secara kasar sambil terus menatap Daniel lekat. Ia yang sudah sangat muak, juga meninggalkan Daniel dengan perasaan jengkel.

1
sunflower
next kak
Nadia
hi kak aku mampir semangat
mommy dha
kak aku mampir membawa 10 like like back yah kak Lastri kembang desa.
silviaanugrah
11 like untuk karyamu thorrr, aku tunggu feedback nya yaa. semangat! 🌟
Aprilianana
wah, kasihan Monica d kasih hukuman😂

Jgn lupa mampir dan dukung karya ku Thor! Rahsia dibalik tirai.😁
Aprilianana
Jejak😁 semangat kak!

"Rahasia dibalik tirai" 😘
🤍
Lanjut lagi.. 🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
🤍
Semangat akak.. 👍
nycto°
Lanjutkan kak, semangat!! 😍
TK
next Thor 👍
mey
Semangat, Thor
nycto°
Semangat kak aku mampir!! 👍👌
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
semangat terus
Isma Aji
Semangat Thor, terimakasih, tetap saling dukung 🤗
nycto°
3 like datang kak semangat, jangan lupa mampir juga yah!! 👍
Isma Aji
semangat 🤗
Isma Aji
Sukses Thor 🤗
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
semangat
Isma Aji
Like🤗, semangat
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
semangat kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!