Indonesia
NovelToon NovelToon
CEWE SAIKO

CEWE SAIKO

Status: tamat
Genre:Action / Tamat
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nadia permata

Cerita yang berbau 21+

Shera merupakan sosok perempuan yang merasa hidupnya tak bahagia, padahal Shera udah punya seorang suami dan 2 orang anak.

Suami Shera selalu memberikan gajinya untuk Shera, tapi Shera tak pernah mendapatkan kasih sayang dan batin dari suaminya.

Maka dari itu Shera sering mencari kehangatan sosok pria di luar sana, terkadang dia harus merebut pasangan orang lain.

Bisa di bilang, Shera ini punya sifat dan kelakuan seperti Psychology atau biar lebih mudah disebut nya Saiko.

Psycho atau saiko artinya gila, Shera ini tergila - gila sama setiap cowo yang ketika cowo itu memberikan perhatian. Padahal perhatiannya masih sebatas wajar, tapi Shera ini menganggapnya lebih.

Dan bagaimana caranya Shera harus mendapatkan kasih sayang dari orang itu, Shera tidak memikirkan pasangannya, yang penting dia bahagia. Orang lain marah sama dia ya bodo amat.

Terkadang Shera pun harus berantem sama orang atau pasangan orang lain, karna kelakuan Shera sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia permata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Berry yang sudah tiba di apartment Wenna segera masuk dan memeluk Wenna.

"Aku rindu kamu," ucap Berry.

"Aku juga rindu kamu," ucap Wenna.

Berry membawa Wenna ke sofa, agar bisa lebih leluasa menikmati waktu berdua yang kini akan segera menikah.

"Tadi Luki mengirim pesan untukku," ucap Wenna.

"Mana ku lihat pesannya," ucap Berry.

Wenna pun menunjukkan isi pesan dari Luki dan Berry tersenyum bahagia.

"Kenapa gak di balas?" tanya Berry.

"Buat apa di balas?" tanya Wenna.

"Iya juga sih... nanti aja di balasnya dengan kartu undangan kita," ucap Berry.

Wenna pun segera mendekati tubuh Berry dan mengecup kening Berry yang lalu turun untuk membungkam mulut Berry dengan kasih sayang yang tulus. Tangan Berry melungkarkan di pinggang Wenna, kini Berry mengangkat tubuh Wenna ke atas pangkuannya dan membawanya ke dalam kamar.

Berry membawa tubuh Wenna ke alam yang sangat indah, mereka masih terus saling membungkam. Berry mengeluarkan pedang miliknya, Wenna pun mengambil dan memegang pedang milik Berry. Berry menelusuri jalan untuk mencari sungai, karna pedang milik Berry sangatlah kotor.

Akhirnya Berry menemukan sungai yang di carinya, hanya saja sungai itu kering. Berry melihat sungai itu, namun Berry sulit menemukan titik mata air sungai itu. Kini pedang itu di tancapkan kedalam sungai, agar sungai itu mengeluarkan air. Akhirnya kini sungai itu sudah di penuhi dengan air.

Wenna dan Berry merasa lelah setelah melakukan perjalanan yang sangat jauh, kini mereka tidur di hamparan pasir berwarna putih.

"Makasih sayang, kamu selalu bisa membuatku bahagia," ucap Berry.

"Sama - sama sayang," ucap Wenna.

Wenna beranjak dari kasur yang berwarna putih itu untuk menuju kamar mandi, karena terasa panas sehingga banyak keringat yang keluar.

"Kamu akan jadi milikku seutuhnya dan kamu akan meninggalkan Luki. Luki kamu akan merasakan apa yang pernah kamu lakukan untuk Sania, aku tidak akan mudah untuk memaafkanmu dan melepaskanmu tanpa kamu merasakan sakit hati," gumam Berry dalam hati.

Wenna sudah mandi bersih dan wangi, kini giliran Berry untuk mandi. Hari ini Berry sangat lelah, rasanya tubuh ini butuh relax. Sesudah mandi, Berry langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur. Berry melewatkan makan malam, karna rasa lelah beberapa hari ini yang membuat Berry harus bekerja keras.

"Sayang... makan malam dulu yu," ucap Wenna.

Namun tak ada jawaban dari dalam kamar, Wenna pun melihat Berry yang sudah tertidur sangat pulas.

"Kamu pasti cape ya! ya udah met tidur ya sayang," ucap Wenna di hadapan Berry yang berakhir dengan kecupan di kening.

Wenna pun pergi keluar kamar untuk makan malam, setelah makan malam Wenna langsung tidur di sebelah Berry.

Berry yang terbangun karna lapar, langsung melihat Wenna yang di sampingnya. Berry langsung mengecup kening Wenna dan membelai kepala Wenna, berkali - kali Berry mengecup kening Wenna hingga Wenna terganggu tidurnya.

"Aku masih ngantuk," ucap Wenna.

"Aku lapar!" bisik Berry di telinga Wenna.

"Ish... semalam mau di ajak makan malah tidur, sekarang kau mengganggu tidurku," ucap Wenna dengan kesal.

"Lucu sekali mukamu kalau lagi cemberut," ucap Berry.

"Ya sudah mau sarapan apa?" tanya Wenna dengan mulut cemberut.

"Mau sarapan kamu," ucap Berry dengan tertawa.

"Seriusan Berry Hamdanni," ucap Wenna.

"Hey... kau tau dari mana namaku?" tanya Berry.

"Dari ibu," ucap Wenna.

"Oooh iya... pintar sekali kau mencari namaku," ucap Berry.

"Ibu yang mengatakannya," ucap Wenna.

"Aku lapar yank," ucap Berry.

"Iya mau sarapan apa?" tanya Wenna.

"Mau nasi uduk, roti bakar, mie goreng dan kopi hitam kupu - kupu," ucap Berry.

"Berapa hari gak makan?" tanya Wenna.

"Kemarin seharian gak makan, cuman makan roti coklat sama Aldi dan Alda kemarin siang," ucap Berry.

"Ish...emang gak sakit tuh perut?" tanya Wenna.

"Kemarin sih lapar, tapi setelah memakanmu dan terus mandi. Aku lupa dengan lapar, karna tubuhku lelah," ucap Berry.

"Ya udah sana mandi dulu, aku buatkan sarapan. Lagian hari ini harus bikin kartu undangan," ucap Wenna.

"Oh iya... hampir aja lupa! bagusnya tanggal berapa?" tanya Berry

"Aku bingung!" ucap Wenna.

"Aku sih ada tanggal 16 Januari 2022," ucap Berry.

"Ya udah tanggal segitu aja, itu kamu tanggal dari siapa?" tanya Wenna.

"Kemarin ngobrol sama pa ustadz, katanya bagus tanggal 16 Januari," ucap Berry.

"Ya udah tanggal segitu aja," ucap Wenna.

Akhirnya setelah perbincangan masalah tanggal nikah, Wenna segera pergi ke dapur untuk membuatkan sarapan pagi ini. Tiba - tiba ponsel Berry berbunyi dan tertera nama dokter yang mengurus dan merawat Sania selama ini.

"Halo dok, ada apa?" tanya Berry.

"Begini pa... hari ini Sania sudah dinyatakan sembuh total dan hari ini sudah bisa dijemput," ucap Dokter.

"Allhamdulilah dok... baik hari ini akan saya jemput Sania," ucap Berry.

"Baik... kami tunggu ya pa!" ucap dokter.

Berry pun segera menelepon ibunya untuk memberikan kabar bahagia yang slama ini dinantikannya.

"Assalamu'alaikum bu," ucap Berry.

"Walaikumsalam nak... ada apa?" tanya ibu.

"Ibu siap - siap ya, jam 10 Berry jemput. Kita akan menjemput Sania pulang, tadi dokter sudah menyatakan kalau Sania sembuh dan boleh pulang," ucap Berry.

"Allhamdulilah nak... iya ibu siap- siap," ucap ibu.

Ponsel pun di matikkan dan Berry segera keluar kamar dengan wajah bahagia.

"Ada apa Beb?" tanya Wenna.

"Hari ini Sania sudah bisa pulang," ucap Berry.

"Siapa Sania?" tanya Wenna.

"Oh iya aku belum cerita ya," ucap Berry.

"Belum pernah," ucap Wenna.

"Sania adalah adikku sebelum Yunita, dia mantannya Luki pacar kamu. Luki dan Sania udah pacaran selama 3 tahun, namun Luki selingkuh denganmu. Aku gak tau apakah Sania pernah melihatmu atau tidak, semenjak Sania tau kalau Luki selingkuh, Sania depresi berat hingga harus di rawat di rumah sakit jiwa. Tadinya aku mendekati kamu untuk balas dendam sama Luki, biar Luki sakit hati. Ternyata kamu sama Luki juga ingin balas dendam," ucap Berry.

"Kenapa kamu baru bilang sekarang? jadi selama ini kamu hanya memanfaatkanku?" tanya Wenna.

"Awalnya iya, tapi lama - lama jatuh cinta sama kamu, terserah kamu mau percaya atau tidak. Yang jelas aku benar - benar cinta dan sayang sama kamu, setelah kamu memiliki seluruh harta Luki, disitu aku melihat ketulusan kamu," Berry berlutut di hadapan Wenna untuk meminta maaf.

Wenna kesal tapi iya juga tidak bisa membohongi hatinya yang sudah jatuh cinta sama Berry, Wenna tidak melihat ada kebohongan di mata Berry.

"Okay aku percaya sama kamu, sekarang kita jemput ibu dan lalu jemput Sania," ucap Wenna.

"Apa kamu serius?" tanya Berry.

"Apakah aku tidak pernah serius?" tanya Wenna.

"Makasih ya sayang, udah mau ngasih aku kesempatan dan maaf kalau aku ada salah," ucap Berry sambil memeluk Wenna.

Berry pun menangis terharu karna Sania sudah bisa pulang di tambah karna kesalahan Berry yang udah diperbuat untuk Wenna.

"Udah kita sarapan dulu," ucap Wenna.

Berry dan Wenna pun sarapan pagi yang lalu bersiap - siap untuk menjemput ibu, dan segera menjemput Sania yang akhirnya pulang ke rumah.

Berry dan Wenna pergi ke rumah Berry dulu untuk mengganti motor dengan mobil, ibu Melly sudah rapih.

"Om mau kemana?" tanya Aldi.

"Om mau jemput onty Sania dulu, Aldi disini sama bunda dan Alda ya," ucap Berry.

"Aldi pengen ikut om," langsung menundukkan kepala dan menangis.

Wenna yang tak kuasa melihat Aldi seperti itu jadi bingung harus bagaimana, Ibu Melly pun sedih melihat Aldi yang menangis.

"Okay Aldi boleh ikut, tapi ijin dulu sama bunda dan bilang maaf sama Alda kalau Aldi gak bisa ajak Alda," ucap Berry.

Berry selalu mengajarkan yang baik untuk kedua keponakannya itu.

"Bunda... Aldi boleh ikut sama om Belly dan nenek gak?" tanya Aldi

"Boleh... tapi ijin sama Alda dan bilang maaf dulu," ucap bunda.

"Adek... abang pelgi dulu jemput onty Sania, maafin abang gak bisa ajak adek. Abang gak lama kok pelginya," ucap Aldi yang merasa bersalah tidak bisa membawa adiknya pergi.

"Iya abang gak apa - apa, jemput onty Sania ya. Adek tunggu disini sama bunda," ucap Alda.

Aldi langsung menangis sambil memeluk Alda dan mengecup kening Alda.

"Makasih ya dek," ucap Aldi.

"Alda jangan nangis ya... Alda mau di beliin apa?" tanya Berry.

"Alda mau loti keju sama susu mulni lasa setobeli," ucap Alda.

"Okay nanti om beliin buat Alda ya," ucap Berry sambil mengecup kening Alda.

"Kak... aku berangkat dulu ya," ucap Berry.

"Iya dek... ati - ati ya! andaikan Indra masih ada, pasti senang banget kalau adiknya udah bisa pulang ke rumah lagi," ucap Lisa.

"Ka Indra udah bahagia di surga," ucap Berry.

"Iya dek," ucap Lisa.

"Ayo Aldi cium bunda dan Alda dulu sebelum pergi," ucap Berry.

Aldi pun mencium pipi bunda dan Alda, mereka pun berangkat menjemput Sania di rumah sakit jiwa. Akhirnya mereka tiba disana, Sania sudah menunggu kedatangan orang tuanya. Aldi digendong oleh Berry dan Berry menggenggam tangan Wenna.

"Sania," ucap Ibu.

"Ibuuuu," ucap Sania sambil berlari yang lalu memeluk ibunya yang sudah lama tak bertemu.

Ibu dan Sania saling berpelukkan dan mereka menangis bahagia, akhirnya bertemu kembali.

"Dek," ucap Berry.

"Kaka... ini siapa?" tanya Sania.

"Ini Wenna pacar kaka dan ini Aldi keponakannya Sania," ucap Berry.

Sania langsung mencium tangan dan memeluk Wenna.

"Oh ini calon istri kaka," ucap Sania.

"Hai Sania... aku Wenna calon istrinya Berry dan calon kaka iparnya Sania," ucap Wenna.

"Hai kak... aku Sania adiknya ka Berry dan calon adik iparnya kaka," ucap Sania.

"Dek... ini jangan di lupain," ucap Berry sambil menunjuk Aldi.

"Hai ganteng... siapa namanya?" tanya Sania.

"Hai onty Sania... aku Aldi putla Indlatama, aku punya kembalan namanya Alda putli Indlatama tapi gak ikut," ucap Aldi yang masih susah bilang huruf R.

"Ganteng skali kamu," ucap Sania.

"Iya dong... kan aku gantengnya dali ayah Indla dan om Belly," ucap Aldi.

Sania pun berpamitan pada semua orang untuk pulang ke rumah.

1
~🌹eveliniq🌹~
dalam dari cinta online
~🌹eveliniq🌹~
mampir lg maaf baru sempet mampir salam support selalu
FollowIG👉 author Three Ono
sadar ser
FollowIG👉 author Three Ono
kok jdi gni hdup shera
FollowIG👉 author Three Ono
kesel sama shera
FollowIG👉 author Three Ono
menarik kak
Santai Dyah
keren upnya buanyak
Santai Dyah
mampir lagi
Santai Dyah
selalu hadir lnjut thor
Santai Dyah
smngat
Santai Dyah
lnjut thor
Santai Dyah
keren up dua bab
Santai Dyah
aku hadir lgi lnjut
Nulis terus✍️💪
like like like like bom like kak. semangaaaat terus ya 💪💪💪💪🤗
Sarianti
omegat 😱😱 nama abangnya Arif... aku jadi keinget dia 🤭

aku masukin ke favorit dlu yaa....
Sarianti: ingat doi kak
total 3 replies
Santai Dyah
di tunggu up nya thor
Watilaras
lanjut kak 🥰💐🙏
Watilaras
salam satu jiwa🥰🤗😬
Watilaras
semangat kak nadiaaaa
Nadia Permata: makasih kaka
total 1 replies
Fiah msi probolinggo
aku jadi Geddeg sama si sheira
Nadia Permata: masih akan banyak cerita yg shera buat...
tahan emosinya ya kaka
,😀😀😀
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!