Tamat
semoga kalian suka dengan coretan ku kali ini.
Anissatur Rahmi diumurnya yang ke 18th dia telah dijodohkan dengan lelaki pilihan keluarganya bernama Muhammad Nabil Fayyat seorang anak dari sahabat orang tuanya Anissa.
Namun, saat niat suci dua keluarga untuk menyatukan dua keluarga besar, Anissa menemukan fakta jika calon suaminya masih mencintai mantan kekasihnya.
Dalam kekecewaan Anissa memutuskan untuk melanjutkan pernikahan, walau Anissa mengetahui fakta bahwa calon suaminya mencintai wanita lain.
Bagaiman nasib pernikahan Anissa akankah Anissa menemuka. kebahagiaan?
ikuti kisah ini dan selalu beri dukungan untuk cerita ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ria andriana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
setelah selesai kami langsung ke ruang makan karena ke dua orang tua ku yang sudah menunggu.
''sini nak duduk ajak bunda'' baik bunda jawab mas Nabil
'' ayah apa kabar ayah sehat kan'' tanyak ku
'' Alhamdulillah nak, ayah baik baik saja, kalian apa kabar'' tanyak ayah ku sebelum kami makan malam
kami pun makan malam tak ada yang berbicara karena aku sudah terbiasa untuk tidak berbicara saat akan makan.
setelah makan malam aku membantu bunda untuk cuci membantu bunda,
'' nak apa kamu bahagia'' tanya bunda
'' Anis bahagia bunda mas Nabil memperlakukan Anis dengan baik'' ucap Anis meyakinkan bunda nya
setelah mencuci piring Anis dan bunda membuat teh untuk ayah dan menantu nya.
'' nak Nabil apa selama menikahi putri ayah apa Anis menyusahkan mu'' tanya ayah
'' tidak yah tidak sama sekali, bahkan Anis adalah istri yang penurut yah '' ucap mas Nabil
aku membawa nampan berisi teh dan cemilan untuk ayah dan suami ku, aku menaruh nya di hadapan kedua pria tersebut.
'' duduk lah nak'' ucap ayah ku
aku pun duduk di samping suami ku, kemudian Ayah menasehati kami berdua, dalam berubah tangga harus saling menguatkan, sabar dalam menghadapi segala ujian Karena menyatukan dua pemikiran yang berbeda itu sangat sulit, sebagai seorang istri harus menjaga Marwah dan nama baik suami nya. bila kita pandai membawa diri maka keberkahan hidup akan kita dapat kan, begitu lah nasehat ayah pada kami berdua.
setelah berbincang bincang mas Nabil pamit karena tidak bisa menginap karena besok dia akan keluar kota.
'' ayah, Nabil mohon pamit dulu'' ucap mas Nabil pamit
'' gak nginep disini nak '' ucap bunda ku
'' bukan Nabil tidak mau Bun, tapi besok Nabil harus keluar kota karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditunda'' jelas mas Nabil
aku dan mas Nabil pun pamit untuk pulang.
'' mas kok gak bilang sih mau keluar kota besok'' tanya ku
''kan tadi udah mas bilang yank'' ucap mas Nabil
'' terus kalau mas Nabil keluar kota, Anis sendiri mas'' ucap ku yang keberatan di tinggal
'' kan ada si mbok yank'' ucap nya lagi
'' berapa hari'' tanya ku
'' mungkin seminggu'' jawab nya
perasaan ku tidak enak, karena aku termasuk orang penakut, seminggu kan lama pasti aku bakal kangen sama mas nabil'' batin ku
mobil pun memasuki halaman rumah, aku dan mas Nabil turun bersama dan masuk ke dalam rumah.
'' mas mau teh atau apa'' tanya ku
'' gak usah yank. ke kamar aja'' ajak mas Nabil
sesampai dikamar aku mengambil baju ganti dan masuk ke dalam kamar mandi.
'' mas betul seminggu pergi nya'' tanyaku
' kata Adam sih gitu yank'' jawab nya
aku pun mengambil koper didampingi lemari dan mengambil beberapa baju dan perlengkapan mandi sudah selesai '' ucap ku ada yang kurang gak y
'' mas ini koper nya udah Anis masukin baju dan perlengkapan mandi y'' ucap ku
'' iya yank pasti mas akan kangen sama kange'' ucap nya
'' masak gak percaya '' kata ku
'' mana bukti nya 'tanya ku
'' gak percaya belah dadaku '' ucap nya
sontak aku tertawa mendengar gombalan nya karena baru kali ini mas gombal biasa nya pun dia irit kalau bicara, tapi aku bahagia aku yakin perlahan lahan mas Nabil pasti mencintai ku dan aku selalu berdoa agar keluarga kami langgeng sampai maut memisahkan.
'' saat berdiri di balkon kamar nya aku menghampirinya, apa ada yang mas pikirkan '' tanya ku
'' mas hanya tidak tega meninggalkan kamu yank'' jelas mas Nabil
'' kan ada si mbok mas, mas gak usah khawatir'' jelas ku
'' apa kamu bahagia yank'' tanya nya
'' apa anis terlihat tidak bahagia mas'' tanya ku lagi
wanita akan bahagia apa bila diperlakukan secara lembut, karena perasaan wanita ibarat cermin, apabila cermin itu retak akan sulit memperbaiki nya, begitu pun dengan diriku
'' asal mas setia dan tidak macam macam Anis akan bahagia mas'' ucap ku
'' gak macam macam yank cuma satu macam aj'' dia menyentuh bibir ku
kemudian dia mengecup bibir ku dengan lembut aku pun menikmati setiap sentuhan suami ku.karena tugas istri adalah melayani suami apa bila kita melayani suami dengan ikhlas maka Allah akan memberikan pahala yang sangat besar.
Bersambung
sekses slalu....