Indonesia
NovelToon NovelToon
Model Cantik Milik Bos Mafia

Model Cantik Milik Bos Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama / Wanita Karir / Model / Tamat
Popularitas:36.6k
Nilai: 5
Nama Author: kikyoo

Di balik senyum supermodel ternama, Eleonora menyimpan luka masa kecil—kehilangan sahabatnya, Alveiro, saat panti asuhan terbakar. Ia tak pernah kembali. Tapi takdir mempertemukan mereka lagi bertahun-tahun kemudian. Alveiro bukan lagi anak polos, kini ia pria berkuasa dengan masa lalu kelam dan nama baru. Pertemuan itu membangkitkan cinta lama yang terkubur, namun juga membuka luka yang belum sembuh. Kenapa ia menghilang? Kenapa tak pernah mencarinya? Di antara dunia glamor dan bayangan gelap, mereka kembali ke tempat segalanya dimulai bukan untuk bermain, tapi mengejar cinta yang sempat tertunda.

Cinta pertama tak pernah benar-benar mati. Ia hanya menunggu waktu untuk kembali hidup.
IG: @kyyywkd

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikyoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dunia yang Kuinginkan dan Pria yang Kucintai

Eleonora berdiri di ambang pintu dengan senyum lembut di wajahnya, membawa sebuah nampan yang berisi segelas susu hangat dan beberapa cemilan kecil.

“Aku tidak mau kau kelelahan,” katanya sambil berjalan mendekat.

Alveiro tersenyum kecil melihat perhatian wanita itu. Ia menutup laptopnya sejenak, lalu meraih tangan Eleonora ketika wanita itu duduk di sebelahnya di sofa yang ada di ruang kerja tersebut.

“Kau benar-benar tahu bagaimana membuatku berhenti bekerja, ya?” goda Alveiro, menarik Eleonora lebih dekat ke sisinya.

Eleonora terkikik kecil. “Tentu saja. Aku tahu kau mungkin bisa bekerja semalaman tanpa istirahat kalau aku tidak datang mengganggumu.”

Alveiro menghela napas dan meraih gelas susu hangat yang disodorkan oleh Eleonora. Ia meminumnya perlahan, menikmati kehangatan yang mengalir ke tubuhnya. Sementara itu, Eleonora menyandarkan kepalanya ke bahu pria itu, merasa nyaman berada di sisinya.

Setelah beberapa saat menikmati kebersamaan dalam keheningan, Eleonora mengangkat wajahnya dan menatap Alveiro dengan serius.

“Aku ingin membicarakan sesuatu denganmu,” ucapnya pelan.

Alveiro menoleh, menatap dalam mata Eleonora. “Apa itu?”

Eleonora menarik napas dalam, berusaha menyusun kata-katanya. “Aku sudah memutus kontrak dengan agency-ku.”

Alveiro mengerutkan keningnya. “Aku tahu. Itu keputusan yang tepat mengingat skandal yang terjadi di sana.”

Eleonora mengangguk. “Tapi sekarang aku harus memikirkan masa depanku. Aku masih ingin menjadi model”

Alveiro mengusap dagunya, berpikir. “Aku mengerti maksudmu. Tapi industri ini… tidak mudah. Ada banyak kompetisi dan juga pihak-pihak yang mungkin tidak akan senang dengan kehadiranmu.”

Eleonora tersenyum kecil. “Aku tahu, tapi aku tidak takut. Aku sudah melalui banyak hal, dan aku merasa inilah saatnya aku berdiri di atas kakiku sendiri.”

Alveiro menatapnya lama, lalu akhirnya menghela napas. “Baiklah. Aku akan membicarakan ini dengan Felix dan Zidane besok. Aku ingin melihat bagaimana peluang bisnisnya sebelum kita mengambil langkah besar.”

Eleonora mengerjapkan mata, tidak menyangka Alveiro begitu cepat mempertimbangkan idenya.

“Kau… mendukungku?” tanyanya pelan.

Alveiro mengangguk, lalu meraih dagu Eleonora dengan lembut, menatapnya dalam-dalam. “Aku akan selalu mendukungmu, apa pun yang kau inginkan.”

Hati Eleonora menghangat mendengar kata-kata itu. Ia tidak bisa menahan senyumnya, lalu tanpa berpikir panjang, ia meletakkan telapak tangannya di pipi Alveiro dan mengecup bibir pria itu dengan lembut.

Ciuman itu awalnya ringan, hanya sebuah ungkapan terima kasih. Namun, saat Alveiro membalasnya, ciuman itu berubah menjadi lebih dalam, lebih intens.

Tangan Alveiro bergerak ke pinggang Eleonora, menariknya lebih dekat ke tubuhnya. Eleonora membiarkan dirinya tenggelam dalam sentuhan pria itu, merasakan kehangatan dan rasa aman yang hanya bisa ia dapatkan dari Alveiro.

Saat mereka akhirnya melepaskan diri, Eleonora menatap pria itu dengan tatapan yang penuh kasih.

“Terima kasih, Sayang,” bisiknya.

Alveiro mengusap rambutnya dengan lembut. “Aku hanya ingin melihatmu bahagia, Eleonora.”

Eleonora tersenyum, lalu menyandarkan kepalanya kembali ke bahu Alveiro.

Di dalam ruangan itu, mereka menikmati kebersamaan yang tenang. Tidak ada kata-kata yang perlu diucapkan lagi, karena mereka berdua tahu bahwa mereka telah menemukan tempat yang tepat dalam kehidupan satu sama lain.

Setelah malam panjang yang penuh dengan pembicaraan tentang masa depan mereka, keesokan harinya, Alveiro memutuskan untuk berbicara dengan Felix dan Zidane. Ia tahu bahwa Eleonora memang ingin kembali ke dunia model, namun kali ini dia ingin memberi kebebasan pada kekasihnya untuk menentukan langkahnya sendiri tanpa tekanan. Eleonora berhak untuk mengejar kebahagiaannya, tapi Alveiro juga ingin melindunginya dan tetap menjaganya dari segala kemungkinan yang bisa mengganggu.

Pagi itu, Alveiro mengundang Felix dan Zidane ke ruang kerjanya. Mereka sudah seperti keluarga bagi Alveiro, jadi ia merasa nyaman berbicara tentang apa pun dengan mereka. Felix duduk di kursi yang biasa, sementara Zidane berdiri dengan postur tegap di samping meja besar milik Alveiro. Hawa di ruang kerja itu sedikit tegang, namun Alveiro tahu bahwa ini adalah keputusan besar.

"Kalian berdua tahu tentang Eleonora dan dunia model. Dia memang sangat berbakat, tapi aku tahu dia juga merasa tertekan. Aku ingin memberinya kebebasan untuk memilih tanpa ada beban," kata Alveiro, suaranya rendah namun penuh dengan keseriusan.

Felix mengangguk, sementara Zidane tampak merenung sejenak. Mereka berdua sudah mengenal Alveiro lama dan tahu betul bagaimana pria itu biasanya bertindak dalam bisnis. Namun, kali ini, sepertinya ada hal yang lebih besar dan lebih penting daripada sekadar keuntungan atau kesuksesan.

Zidane akhirnya berbicara, suaranya tenang dan penuh pemahaman.

"Kau memang benar, Bos. Eleonora butuh kebebasan, tapi kita juga tahu betapa besar pengaruhmu dalam hidupnya. Jadi bagaimana kalau kita beri solusi yang memungkinkan dia tetap bisa bekerja dengan passion-nya tanpa merasa tertekan? Dia bisa menjadi brand ambassador dan ikon dari perusahaanmu. Dengan begitu, dia masih bisa menjaga posisinya di dunia hiburan, tetapi tanpa tekanan dari dunia model yang sangat kompetitif itu."

Alveiro tersenyum tipis mendengar ide itu. "Brand ambassador, ya? Itu ide yang bagus. Dengan begitu, dia tetap terlibat dalam industri ini tanpa harus merasa dikuasai atau diatur oleh atasan atau agen lain. Dan tentu saja, aku akan memastikan ada tim profesional yang mengawasinya, agar dia bisa bekerja dengan tenang."

Felix menambahkan, "Eleonora juga perlu ruang untuk menolak tawaran yang tidak dia suka, tanpa merasa harus memenuhi ekspektasi orang lain. Dan jika dia ingin beristirahat, itu haknya. Kau bisa memberikan fleksibilitas itu dengan jaminan bahwa dia tetap akan mendapatkan dukunganmu."

1
pretty girl's
luar biasa
Kucing Betina: terimakasih😍
total 1 replies
Asmainiati Pelis
karya pertama ya thor
Kucing Betina: yess, jangan lupa like komen yaa.. ❤
total 1 replies
aulia abimanyu
motor kali
Kucing Betina: hai, terimakasih atas koreksinya 🙂
total 1 replies
Reni Anjarwani
doubel up thor
🍏A↪(Jabar)📍
up
🍏A↪(Jabar)📍
next
🍏A↪(Jabar)📍
👍
Kucing Betina
keren
Xyz
up lagi thor

semangat yaaa
Narimah Ahmad
lgi membaca ni ☺️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!