Indonesia
NovelToon NovelToon
Sign Of Zodiac: Cancer

Sign Of Zodiac: Cancer

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Epik Petualangan / Roh Supernatural / Tamat
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: PEROA

Damian, seorang informan lepas, putra bangsawan terkemuka, selalu terlibat banyak skandal. Dalam menjalani hidupnya yang penuh prahara, Damian suatu ketika bertemu dengan Altan, seorang pemburu dari suku Giyatsa. Pertemuan mereka membawa kisah baru pada penemuan jati diri Damian sebagai Pejuang Zodiak keempat, Cancer.

Buku keempat dari seri Sign of Zodiac

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PEROA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah Paham

Beberapa hari berlalu sejak Aurela mendatangi kamar Damian dan meminta bantuan. Selama itu pula Damian berusaha untuk mengacuhkan perempuan itu. Namun, Aurela rupanya lebih keras kepala dari yang diduga. Setiap hari perempuan itu menyelinap mendatangi Damian dalam berbagai kesempatan saat tidak ada orang yang memperhatikan. Damian terus dirong-rong dan lambat laun merasa khawatir jika ada pelayan yang melapor pada oang tua atau bahkan pada Titus.

Dan hal terburuk yang dipikirkan Damian akhirnya benar-benar terjadi. Suatu malam, saat Damian sedang mengganti pakaiannya menjadi baju tidur, mendadak Aurela kembali muncul. Waktu memang sudah menunjukkan tengah malam, di mana para anggota keluarga Castor biasanya sudah tidur, kecuali Damian yang memang terbiasa tidur larut.

Tanpa mengetuk pintu, Aurela masuk begitu saja mengenakan gaun tidur tipis yang tidak sepantasnya diperlihatkan pada pria lain selain suaminya. Damian benar-benar terkejut melihatnya. Ia buru-buru mengenakan pakaian tidurnya lantas berbalik untuk mengusir kakak iparnya pergi.

“Apa yang kau lakukan tengah malam seperti ini di kamar pria lain? Dengan baju seperti itu, orang akan salah paham melihatnya!” sergah Damian mendatangi Aurela sambil melotot dan berkacak pinggang.

“Kuharap kau mengerti betapa putus asanya aku sampai melakukan hal senekat ini,” ujar Aurela sungguh-sungguh.

“Aku tahu kau sinting. Tapi jangan libatkan aku dalam kegilaanmu, Aurela!” hardik Damian memanggil nama perempuan itu saking marahnya.

“Tidak bisakah kau bersikap lembut padaku seperti dulu?”

“Tentu saja tidak. Posisi kita sekarang sama sekali tidak ideal untuk membuatku harus berikikap lembut padaku. Jadi tolong pergilah. Keluar dari kamarku sebelum orang lain melihat kau ada di sini dan salah paham,” ujar Damian sembari memegang bahu Aurela dan berniat membuat tubuh perempuan itu berbalik pergi.

Tepat pada saat itulah pintu kamar Damian kembali menjeblak terbuka. Sosok Titus bersama beberapa pelayan pribadinya muncul di depan pintu dengan ekspresi marah luar biasa. Sontak Damian pun melepaskan tangannya dari bahu Aurela dan segera berusaha menjelaskan situasi.

“Aku tidak melakukan apa-apa padanya. Aku hanya sedang menyuruhnya keluar dari kamarku,” kilah Damian tanpa ditanya.

Titus yang tengah dilanda gelora amarah, seperti sengaja menulikan telinganya. Ia tidak peduli pada kata-kata Damian sama sekali, dan langsung mengarahkan kepalan tinjunya ke wajah sang adik. Damian mencoba mengelak, menangkisnya di saat yang tepat.

“Dengarkan dulu. Aku sungguh–” Belum selesai Damian bicara, Titus sudah kembali menyerangnya dengan brutal.

Perkelahian pun tak terelakkan, dan membuat Aurela berteriak-teriak ketakutan, berusaha memisahkan kakak beradik itu dengan tenaganya yang lemah. Para pelayan yang mengikuti Titus juga melakukan hal yang sama. Selama beberapa menit kekacuan yang riuh terjadi di kamar Damian, membuat orang-orang di kediaman itu pun terbangun dan langsung menyusul ke sana.

“Apa-apaan ini?!” Duke Castor, sang kepala keluarga berseru dengan suara menggelegar.

Seketika pertarungan antara Damian dan Titus pun berhenti. Marcus, sang kakak kedua, langsung bergerak di antara mereka dan memisahkan keduanya. Bahkan Nyonya Castor pun ikut bangun dan tampak sangat terkejut.

“Aku tanya sekali lagi! Apa-apaan ini?” bentak Duke Castor marah.

“Anak ini … telah menggoda istriku, Ayah. Beberapa hari terakhir aku mendapat laporan kalau Aurela sering mengunjungi kamar Damian. Jadi malam ini aku sengaja berpura-pura tidur dan mengikuti istriku yang turun dari ranjang sendirian. Dia datang ke kamar si brengsek ini dengan kakinya sendiri! Entah apa yang sudah makhluk menjijikkan ini lakukan untuk merayu istri orang lain!” terang Titus gusar.

“Itu tidak mungkin! Damian tidak mungkin melakukannya!” seru Nyonya Castor membela. Sang ibu langsung melangkah menuju sisi Damian seolah ingin melindungi anak bungsunya itu dengan menjadikan tubuhnya sebagai tameng.

Titus mendengkus marah. “Ibu benar-benar akan membelanya meski aku sudah melihatnya dengan mata kepalaku sendiri? Aku bahkan membawa beberapa pelayan sebagai saksi!” sergah Titus kasar.

“Wanita itu … pasti wanita itu yang sudah menggoda adikmu,” ujar Nyonya Castor sembari menyipit ke arah Aurela dengan penuh kebencian.

“Hentikan, Ibu. jangan membuat masalah semakin runyam,” pinta Damian lelah.

“Itu memang benar. Wanita ****** itu pasti –”

“Dia menantu keluarga Castor! Bisa-bisanya ibu memanggilnya ******?” seru Titus memotong kata-kata Nyonya Castor.

“Sudah cukup! Sekarang semuanya bubar! Kembali ke kamar masing-masing. Kita bicarakan masalah ini besok pagi,” perintah Duke Castor kemudian.

Mereka semua pun akhirnya menurut. Satu per satu orang meninggalkan kamar Damian. Ibunya memeluk pemuda itu sebelum pergi, sementara Titus masih mendelik marah padanya, lalu meraih tangan Aurela dan membawa istrinya itu pergi dari sana. Marcus mendekatinya sebelum pergi, lantas berbisik di telinga Damian.

“Berhenti bertingkah, Damian. Mulai sekarang semua orang akan mengawasimu,” ancam kakak keduanya itu.

Orang terakhir yang pergi adalah ayah Damian, sang Duke Castor, yang terus menatapnya dengan tajam tanpa bicara apa-apa. Seperti badai yang datang tiba-tiba, insiden itu pun juga berakhir sama cepatnya. Damian akhirnya ditinggalkan sendiri di kamarnya dengan lebih banyak perasaan lelah yang membebani pundaknya.

1
L A
Luar biasa
L A
Lumayan
Anjar Real
ok
Nila Candrsari
kutzo kok jadi altan ya
SizzlingTeapot
Kalau kata nak jaman sekarang sih karya thor-nim damage-nya ga nahaaaan! Alias ah duh aku kebawa suasana banget
Kang_Wah_Yoe
👍👍👍👍
sora
ditunggu update nya :) selalu senang bisa membaca karyamu :) <3
sora
Hadeh, Cinta.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!