Indonesia
NovelToon NovelToon
Febri Dan Laura

Febri Dan Laura

Status: tamat
Genre:CEO / Teen Angst / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:29.5k
Nilai: 5
Nama Author: NMY_YEOJA

Matahari yang bersemangat menyinari dunia ini tak mengalahkan semangat gadis yang sedang berjalan menuju cafe yang biasa dia datangi. Laura Cynthia , gadis cantik yang memiliki mata coklat dan rambut panjang sepunggung tak pernah absen untuk mendatangi kafe ini dua bulan terakhir . Dia kemari bukan hanya untuk membeli minum atau makanan , tapi untuk melihat pria yang dikaguminya .

Febri Diego, dia tampan yang mempunyai kulit berwarna putih pucat dan senior di kampusnya yang tidak bisa bersikap ramah kecuali jika berada di tempat kerjanya telah berhasil merebut hati Laura .

"Selamat siang ,Anda mau memesan ...." Febri menghentikan kalimatnya ketika menatap Laura yang sedang tersenyum.

"Raspberry Blossom frappucino dengan tambahan karamel di atasnya" lanjut Febri . Ya Febri telah hafal dengan pesanan gadis Yang setiap hari datang ke cafe ini .

Laura hanya mengangguk sambil tersenyum. ia mengambil beberapa lembar uang dari dompetnya lalu menyerahkannya pada Febri .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NMY_YEOJA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30

Selama mereka berkutat dengan pikiran masing-masing, suasana Hening menyelimuti mereka . Febri berdeham untuk memecah keheningan diantara mereka .

" Apa kamu tidak bisa memainkan lagu bahagia ? dua kali aku melihatmu bermain piano dan kau selalu menyanyikan lagu ballad."

Laura tadi sedang memainkan lagu milik Narsha yang berjudul I'm In Love .

"Semuanya tergantung pada mood ku " jawab Laura singkat .

Febri lebih mendekat pada Laura dan memeluk gadis itu . Ternyata semua tak sesuai dengan apa yang dipikirannya . Gadis itu tidak menolak pelukannya. Senyum Febri mengembang saat menyadari itu .

" Aku sangat merindukanmu Laura Chintya"

Laura tidak menjawab, Dia terdiam diperlukan Febri . Selalu begini , Laura tidak bisa marah pada Febri dan niat untuk melupakan Febri selalu menguap ketika dirinya berada di pelukan Febri seperti sekarang ini .

" Apa kamu juga akan selalu memeluk Rachel seperti ini ?"

"Tidak , aku hanya memeluk dirimu"

" Tapi kau mencium Rachel malam itu" ujar Laura pelan.

Deg!!!

Jantung febrisia akan berhenti setelah mendengar pernyataan itu. Dia tidak menyangka jika Laura akan mengatakan hal itu .

" Dia yang menciumku ."

' Apa ? Rachel yang mencium Febri? apa Wanita itu sudah gila , dia merendahkan dirinya demi membuatku patah hati dan menjauhi Febri' Laura dalam pikirannya. Sepertinya Rachel sangat menyukai Febri , sekarang Laura harus lebih berhati-hati Jika dia tidak ingin kejadian yang kemarin terulang kembali .

"Apa kamu sudah makan ?"tanya Febri saat melepaskan pelukannya .

" Belum ,tadi aku ingin mencari makanan di dapur sebelum langkahku terhenti di depan piano ini"

" Ayo kita membuat makanan sebelum kita mati kelaparan " Febri berjalan menuju dapur . Dia membuka kulkas yang ternyata tidak ada bahan makanannya . Hanya ada minuman kaleng dan susu .

Pria itu mendesah pelan teringat pesanannya pada pelayannya agar tidak membeli bahan makanan dulu untuk 4 hari ini karena Febri ada perjalanan bisnis di Jepang.

" Sepertinya pelayan belum mengisi kulkas dan mereka akan mengisinya besok pagi . Lebih baik kita membeli makanan saja"

" Febri, aku membawa beberapa mie instan tadi . Kita makan itu saja."

" Tidak ada mie instan untuk malam ini atau kapanpun Laura Chintya." ujar Febri penuh penekanan di setiap katanya .

" Hanya malam ini saja , aku berjanji tidak akan memakan makanan seperti ini lagi . Lagi pula jika memesan Makanan itu sangat membutuhkan waktu yang lumayan lama ."

" Tidak "

" Tapi aku sudah lapar"

" Aku bilang tidak ya tidak Laura Chintya !" Febri menggeram .

" Aku tetap akan memasaknya , jika kamu ingin memesan makanan ya udah pesan saja sana ."

Setelah melalui perdebatan kecil , Akhirnya Febri pun mengalah . Mereka pun memasak mie instan bersama . Laura memasak 3 bungkus mie instan untuknya dan Febri mengutamakan malam mereka malam ini.

" Ini belum 3 menit " ujar Febri saat Laura sudah mengangkat panci mie instannya .

"Berhenti selalu mengikuti aturan "Laura berjalan menuju meja makan yang diikuti oleh Febri .

" Kenapa kau tidak menambahkan telur ?"

Febri kamu tidak tahu cara menikmati mie instan . Jangan dah makan apapun untuk menikmati rasa kaldu ayamnya " Laura mengambil mie lalu meletakkannya di atas Tutup panci sebelum Memakannya.

"Di sini ada mangkuk Laura Chintya ." ke GOR Febri saat melihat Naura .

"Menikmatinya dengan cara begini terasa lebih enak, apa kau tidak pernah menonton TV . Ini sering dilakukan di drama-drama Korea "

Febri tidak bicara lagi dan mulai ikut makan mie instan bersama Laura . Mereka makan dalam keheningan, tidak ada satupun dari mereka yang bicara . Sangat berbeda ketika Febri makan bersama Rachel, dia terus bicara menanggapi Perkataan wanita itu .

Laura tersedak gua mie yang lumayan pedas hingga matanya berair . Hanya memikirkan Rachel saja dia sudah celaka. Febri dengan Sigap mengambilkan segelas air minum untuk Laura .

" Apa yang sedang kau pikirkan hingga tersedak seperti ini ?" tanya Febri tanpa basa-basi .

Laura hanya menggelengkan kepalanya sambil terus meminum air mineral itu hingga habis .

"Haaaah, ini sungguh menyakitkan."

" Laura , untuk beberapa hari ke depan, aku minta kamu berhati-hati . Dan tolong jangan terlalu sering berada di luar apartemen"

"Apa ini karena Nathan ? apa situasi sekarang benar-benar buruk?" kekhawatiran terpancar jelas dari raut wajah Laura .

" Sampai sekarang aku belum bisa menemukan keberadaan mereka . Anak buah mereka yang berhasil ditangkap oleh detektifku lebih memilih bunuh diri dengan pistolnya daripada mengatakan di mana persembunyian majikannya" Febri memijat keningnya , dia sudah lelah dengan rasa kekhawatiran dan ketakutan akan Laura celaka yang terus bersarang dibenaknya .

Perasaan Laura sedikit senang dengan fakta yang baru saja dia temukan , Febri sangat menghadirkan tentang keadaannya .

" Kamu istirahat lah ini sudah larut "

" Aku akan mencuci ini lalu pergi tidur " lanjut Laura .

" Biar pelayan yang membersihkan ini besok "

" Tidak usah aku bisa melakukannya."

" Baiklah , setelah selesai kau harus masuk ke kamarmu " perintah Febri , dia mencium kening Laura sebelum berjalan menuju kamarnya .

___

Seperti biasa , Laura bangun di saat hari masih terbilang sangat pagi . Setelah merapikan penampilannya , keris itu turun menuju dapur. Di dapur dia melihat seorang wanita berbahaya yang sedang berkutat dengan plastik-plastik belanjaan .

" Selamat pagi Bi " siapa Laura Rama .

" Laura Chintya ?"

" Bagaimana bibi mengetahui Namaku ?"

" Tuan Febri yang sudah memberitahuku kemarin. akan ada gadis bernama Laura Sintia Yang akan tinggal bersamanya ."Laura pun mengganggu paham .

" Bibi akan memasak apa ? Apa aku boleh membantu ?"

"Kamu mau membantu ? tentu saja boleh " ujar bibi. Wanita paruh baya itu menyukai Laura Sejak pertama. Laura gadis yang riang dan baik , pantas saja Febri menyukainya .

Laura dan Bibi terlihat asyik mengobrol sembari menyiapkan sarapan untuk pagi ini . mereka membicarakan banyak hal, Bibi juga menceritakan tentang masa kecil Febri yang membuat Laura terhibur .

" Laura , Tolong bangunkan Febri " ujar Bibi pada Laura yang telah selesai menata meja makan .

"A.. Aku yang akan membangunkannya ? Tidak tidak Bibi saja "

" Cepatlah, nanti dia bisa terlambat "

Laura mengangguk pada Bibi sebelum berjalan menuju ke kamar Febri . Gadis itu sudah mengetuk pintu beberapa kali , namun tidak ada jawaban . Tangannya bergerak untuk membuka pintu , sepi, tidak ada siapapun di sini.

~ Bersambung

1
auliasiamatir
jadi laura punya trauma sama rumah sakit
auliasiamatir
yah... luna wanita psikopat kah
auliasiamatir
godaan cinta pertama, hadir di sini thor
auliasiamatir: makasih
total 2 replies
auliasiamatir
ceritanya bagus thor,
auliasiamatir
di sini mungkin maksudnya , ayah pasti akan membunuhku, yah thor
Mystory: iya kak, maaf masih belepotan
total 1 replies
lina
tar jd suka lo
lina
karya baru
Mystory: makasih dukungannya kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!