Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Seharga 2 Miliar

Istri Seharga 2 Miliar

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cinta Seiring Waktu / Aliansi Pernikahan / Nikah Kontrak / Romantis / Cintamanis
Popularitas:37.7k
Nilai: 5
Nama Author: Jessie

Bagaimana rasanya berbagi ranjang dengan pria yang seharusnya menjadi suamimu, tetapi ia bahkan tidak mengenalmu? Apakah itu cinta... atau hanya awal dari perpisahan?

Selama dua tahun pernikahan, Jovicca dan Alvian hidup seperti orang asing. Pernikahan mereka hanyalah buah paksaan, tanpa cinta atau kehangatan. Hingga suatu malam, pertemuan yang tak terduga mengubah segalanya. Jovicca mengira malam itu bisa menjadi awal untuk memulihkan hubungan mereka. Namun, bagi Alvian, ia hanyalah wanita asing yang hadir untuk memuaskan hasratnya.

Kenyataan pahit itu menghancurkan hati Jovicca. Ia yakin sudah waktunya mengakhiri pernikahan mereka. Bukankah itu yang diinginkan Alvian selama ini? Tetapi saat Jovicca setuju untuk bercerai, Alvian melakukan hal yang tak terduga. Ia menolak melepaskannya.

Apa yang sebenarnya ada di pikiran Alvian? Apakah dia mulai menyadari arti kehadiran Jovicca, atau ini hanya permainan ego yang baru? Di antara cinta, kebencian, dan rasa sakit, takdir membawa mereka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jessie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

Selamat malam 🌙

Semoga suka sama ceritanya 🥰

*

*

Setelah memarkirkan mobilnya di basement, Alvian turun dan langsung berjalan cepat untuk naik ke lantai apartemennya.

"Iyaa bener banget. Aku juga kemarin kayak gitu, padah-"

"Jordan, sedang apa kau di apartemen saya?" Alvian baru saja sampai, lalu pria itu langsung berjalan mendekati Jordan dan Jovicca di ruang tengah.

"Al, kamu pulang lebih awal hari ini? Aku belum masak lohh," balas Jovicca yang tidak di respon oleh Alvian.

"Al? Kau sudah pulang?" Alvian diam, lelaki itu hanya menatap dingin dua orang di depannya.

Melihat situasi yang tidak baik, Jovicca mencoba mencairkan suasana. "Al, kotak bekal kamu sama Xellan mana? Kamu gak bawa?"

"Tidak."

"Kenapa gak di bawa? Ehh, ini gak di bawa turun dari mobil, apa emang gak di jemput ke kantor Xellan?" tanya Jovicca lagi.

"Saya tidak ke kantor Xellan."

"Tumben, biasa mah kamu suka banget ke tempat Xellan, lah ini malah lupa. Yaudah aku mau masak dulu, terus jemput kotak bekal ke apartemen Xellan. Kamu mandi gih, nanti aku letakan baju tidurnya di kasur kaya biasa," ucap Jovicca panjang lebar, wanita itu berdiri lalu melangkahkan kakinya ke dapur.

"Kamu juga tunggu sampai makan malam ya, Jo. Biar aku masakin sekalian. Nanggung juga, ntar lagi udah makan malam." Jordan hanya menganggukkan kepalanya, tanda dia menyetujui perkataan Jovicca.

Masakan Jovicca terlalu saya untuk di tolak.

"Asik ngobrolnya?" sindir Alvian yang masih setia berdiri, sedangkan Jordan asik mengotak-atik ponselnya.

"Heum ... hobi dan kesukaan kami sama, jadi kalau cerita yahh nyambung aja. Lagian Jovicca anaknya bawel, gak ada habiskan ngobrol sama dia," balas Jordan santai. Mata pria itu fokus menatap layar ponselnya.

"Walaupun dia istri orang?"

"Kenapa kalau dia istri orang? Toh gak ada yang keberatan bukan?"

"Kau ingin mendekati istri sahabatmu sendiri?"

"Al, aku lagi gak minat untuk bertengkar denganmu. Kalau dia istrimu kenapa? Kau juga gak peduli sama dia kan? Apa salahnya aku yang nemenin dia? Lagian kau sendiri yang bilang, kalau aku tertarik sama dia aku boleh deketin dia." Jordan mengangkat kepalanya, menatap sinis pria dingin itu. Sedangkan Alvian sedari tadi menatap tajam tepat di kedua bola matanya Jordan.

"Dia istri saya, dan dia milik saya."

Jordan menaikkan sebelah alisnya, melihat Alvian dengan pandangan mengejek. "Istri? Kau menganggapnya istri? Bukankah kau yang lebih dulu memiliki hubungan dengan Xellan? Lalu, kau masih bisa mengatakan Jovicca milikmu? Apa kau masih memiliki urat malu?"

"Dia tetap istri saya." Jordan berdiri dan melangkah mendekati Alvian.

"Al, jangan lupakan kekasih masa kecilmu," bisik Jordan tepat di depan telinga Alvian.

Saat melihat Jovicca, Jordan berbalik dan kembali duduk di tempatnya. "Lohh, Al. Kamu belum mandi? Aku kirain udah masuk kamar dari tadi, ini aku mau siapin baju kamu."

"Lanjutkan aja kerjaan kamu, kata Alvian dia bisa menyiapkannya sendiri," sahut Jordan mewakili sahabatnya yang masih diam sedari tadi.

"Benarkah?" tanya Jovicca memastikan, Jordan mengangguk sebagai balasan.

"Yasudah kalau begitu. Aku mau lanjut masak dulu. Agak ribet soalnya, maap ya Al." Jovicca berbalik dan melanjutkan lagi acara memasaknya.

Alvian geram, ingin rasanya menghajar wajah Jordan yang terlihat sangat menjengkelkan di matanya. Tapi itu tidak mungkin, karena perkataan pria itu benar adanya.

Mau tidak mau Alvian masuk kamar masih dengan wajah datar yang selalu dia perlihatkan.

Jangan harap kau bisa bersatu dengan Jovicca, Jordan.

Setelah selesai mandi, Alvian keluar kamar sudah rapi dengan kaos hitam dan kemeja abu-abu sebagai luarannya, pria itu juga mengenakan celana panjang berwarna hitam. Jovicca yang melihat itu mengernyitkan dahinya.

"Kamu kenapa pake kayak gitu? Bukannya biasa kamu langsung pake baju tidur ya? Apa karena ini masih sore?" tanya Jovicca bingung. Pasalnya dia selalu melihat Alvian mengenakan pakaian rumah setelah mandi. Kenapa sekarang setelan pria itu berbeda?

"Saya akan mengantarmu ke apartemen Xellan."

"Aku bisa sendiri, lagian aku juga mau nginep di rumah Xellan," tolak Jovicca halus. Dia tidak ingin menyusahkan orang lain. Selain itu, dia juga sudah mulai hapal jalanan kota Jakarta.

Cuma naik bus doang. Apa susahnya? Kalaupun nyasar kan bisa naik bus lagi, terus turun di halte yang benar. Jovicca memang pinter.

"Aku yang nganter juga gak papa. Jalannya searah sama rumahku," ujar Jordan menawarkan diri.

"Saya tidak menerima penolakan," jawab Alvian cuek, pria itu berjalan ke meja makan untuk bergabung dengan istri dan sahabatnya.

"Dan lagi, tidak ada menginap."

"Al, aku udah janjian sama Xellan mau nginep," rengek Jovicca dengan wajah yang memelas.

"Besok ke rumah mama." Renata memang menghubungi mereka agar besok Alvian datang ke rumah bersama Jovicca.

"Aku bisa berangkat dari rumah Xellan."

"Tidak, sama saya."

Jovicca mendengus mendengar perkataan Alvian. Lelaki itu selalu membuat Jovicca kesal. Walaupun begitu, Jovicca tetap menyiapkan makanan Alvian seperti biasa.

"Ini makanannya, Tuan," ucap Jovicca dengan wajah cemberutnya.

Jordan yang melihat wajah masam Jovicca, hanya tertawa kecil.

"Kamu mau aku ambilkan juga nasinya?"

"Dia punya tangan," sindir Alvian, pria itu tengah mengunyah makanan yang ada di mulutnya.

"Makan, makan aja. Nanti keselek baru tahu rasa," ucap Jordan membalas sindiran sahabatnya.

Jordan mengambil makanannya sendiri. Mereka makan dalam diam, hanya terdengar suara sendok dan piring yang saling bersentuhan.

***

Alvian dengan Jovicca sudah sampai di depan pintu apartemen Xellan. Wanita sudah menekan bell dan menunggu si pemilik apartemen membukakan pintu.

"Lalan, sahabatmu yang lucu nan imut ini sudah datang." Teriak Jovicca setelah melihat sahabatnya yang membuka pintu.

"Dasar toa. Ayo masuk."

Saat melihat wajah Xellan, Alvian teringat akan perkataan wanita itu beberapa hari yang lalu. Perkataan yang membuat Alvian sempat tidak percaya, dan menyangkalnya beberapa kali. Tapi sekarang dia yakin kalau Xellan tidak berbohong.

"Ehh Alvian ikut?" tanya Xellan saat melihat pria dingin yang berdiri di belakang Jovicca.

"Hooh, katanya mau ikut nganterin. Lan, bilangin sama pacar kamu tuh, masa aku gak di bolehin nginep di sini." Jovicca masuk ke apartemen Xellan di ikuti Alvian dari belakang.

"Semalem doang, masa gak boleh?" tanya Xellan yang hanya di balas gelangan oleh Jovicca.

Xellan mengalihkan pandangannya ke Alvian. Pria itu dengan santai duduk di sofa ruang tengah. "Al, nginep semalem doang. Boleh ya?"

"Besok kami harus ke rumah mama, Lan. Jadi gak bisa," balas Alvian santai.

"Besok aku yang antar ke rumah tante Renata deh. Pagi-pagi cepat, bujuk Xellan dengan wajah memelas sama seperti Jovicca.

"Kalau kami berangkatnya gak bareng, apa kata mama sama papa? Aku bakal kena marah sama mereka."

Xellan menghela napasnya, bujukan kali ini tidak mempan. "Jadi gak boleh? Satu malam aja?" Alvian tetap menggelengkan kepalanya.

"Dasar pelit," sindir Jovicca.

Alvian tidak membalas, pria itu mengambil ponsel dan membalas pesan sahabat-sahabatnya di grup, mengabaikan dua wanita yang asik dengan pembicaraan mereka.

***

Alvian dan Jovicca turun dari mobil dan langsung masuk ke rumah mewah bercat putih di depan mereka.

"Selamat pagi Tuan Alvian dan Nona Jovicca," sapa pelayan yang di balas senyuman oleh Jovicca, sedangkan Alvian tidak merespon dia hanya memperlihatkan wajah datar seperti biasa.

"Om Remon sama tante Renata di mana, Bi?" tanya Jovicca dengan ramah.

"Ada di ruang tengah Non, mereka sudah menunggu dari tadi." Jovicca mengangguk. Dia berjalan masuk ke rumah dengan Alvian di sampingnya.

Di ruang tamu terlihat Remon, Renata dan satu pria. Jovicca tidak mengenal orang asing yang duduk bersama mertuanya, tetapi Alvian mengenal pasti siapa pria itu.

Kak Zean? Dia masih hidup? Lalu kemana dia selama ini?

*

*

Terimakasih sudah mampir 😇

Jangan lupa tinggalkan jejak 👣👣

1
Anyelir
ceritanya gk jelas, pemrn utama xallen at alvian🤮🤮🤮ang ang
Rey
hahaha 😆
Anonim
Maksudnya si Xellan nih lesbong apa gmn sih ?
Jesllynne: Xellan lesbiola
total 2 replies
marrydiana
màmpir sampai sini dulu y thor, nanti lanjut lagii😁
Jesllynne
Terimakasih kakak
marrydiana
mampir thor, mampir juga di karya aku (Suamiku Preman)
suka menulis 。⁠◕⁠‿⁠◕⁠。
saya akan baca cerita nya pelan setiap partnya
suka menulis 。⁠◕⁠‿⁠◕⁠。
saya sudah mampir di cerita kakak, cerita kakak sangat bagus kali
Rey
Veron milih amannya aja😁
Jesllynne: Anaknya gak suka ribet
total 1 replies
Rey
rencana apa yang di maksud Xellan?
semakin menarik 🤗
Rey
Alvian jujur aja alasanmu gak mau cerai, karena terlanjur cinta sama Jovicca 😁
Jesllynne: Biasalah cowo /Shhh/
total 3 replies
marrydiana
mampir thor, mampir juga di karya aku (Suamiku Preman)😅
Jesllynne: Baik kakak, terimakasih yaa
total 1 replies
Rey
hai kak aku mampir 🤗.
ayo saling mendukung kak, saling membaca setiap part'nya, saling berbalas like serta komen 🤗
Rey: kembali kasih kak🤗
total 2 replies
Linechoco
Sudah baca lima kali tapi tetap tergila-gila sama cerita ini ❤️
Jesllynne: Terimakasih kakak sudah baca ceritaku, ditunggu update selanjutnya yaa ^•^
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!