Friska Adilla Gunawan adalah anak dari pebisnis nomor satu di Asia. Friska memiliki kulit yang putih, paras yang cantik, pintar dan juga baik hati. Suatu ketika Friska melihat penghianatan yang dilakukan oleh tunangan dan sahabatnya sendiri, akan kah takdir cinta Friska berubah bahagia atau malah sebaliknya.
Rangga Putra Arjuna anak dari seorang pensiun militer. Arjuna memiliki kulit yang putih, wajah yang tampan, pintar, tapi bersifat dingin. Karena sifatnya yang begitu dingin Arjuna tidak begitu populer dikampus nya, ditambah lagi dengan status sosialnya yang hanya anak dari seorang pensiunan militer.
Akankah takdir cinta berpihak kepada mereka berdua, atau malah sebaliknya?.
Tunggu apalagi, yuk baca kisah cinta mereka di karya terbaru ku.
HAPPY READING
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Setelah menonton film dibioskop Arjuna dan Friska memutuskan untuk pulang. Saat berada diparkirakan Friska berpapasan dengan Claudia. Tapi Friska tidak menghiraukan Claudia.
" Waah coba liat siapa ini, setelah batal menikah dia berubah jadi penguntit" ucap Claudia.
" Nggak ada gunanya gue nguntit sampah kek loe" ucap Friska.
" Alah nggak usah bohong kamu, bilang aja kamu masih mencintai Arya.
" Sorry ya, gue tidak suka memungut sesuatu yang sudah gue buang" ucap Friska sambil tersenyum mengejek.
Claudia sangat kesal mendengar ucapan Friska. Dia nggak menyangka Friska bisa bicara seperti itu.
Mobil Arjuna pun datang dan berhenti tepat didepan Friska dan Claudia. Mata Claudia pun tak berkedip melihat mobil mewah yang ada didepan matanya.
Friska masuk kedalam mobil. Arjuna memacu mobilnya meninggalkan Claudia yang masih diam mematung.
" Siapa cowok tampan yang berada didalam mobil tadi" gumam Claudia.
Sementara itu didalam mobil Arjuna dan Friska hanya diam tanpa ada yang mau memulai pembicaraan. Akhirnya Arjuna pun bertanya.
" Bukannya yang tadi itu teman kamu?" tanya Arjuna.
" Dulu, tapi sekarang sudah menjadi mantan teman" jawab Friska.
" Emang ada mantan teman?."
" Ada."
" Aku fikir cuman mantan pacar yang ada" kata Arjuna.
Mobil Arjuna pun sampai didepan pintu gerbang rumah Friska. Arjuna membunyikan klakson mobilnya. Satpam pun membukakan pintu gerbang. Arjuna melajukan mobilnya masuk kedalam rumah utama kediaman Gunawan.
Sampai didepan rumah utama, Arjuna memakirkan mobilnya.
" Aku masuk dulu ya" ucap Friska.
" Iya, met rehat."
" Kamu juga ya, hati-hati dijalan" ucap Friska.
Arjuna mendekatkan tubuhnya ke Friska, Sontak Friska memejamkan matanya.
Clak..
Terdengar bunyi seatbelt. Friska membuka matanya dan tampak Arjuna lagi tersenyum.
" Apa?" tanya Arjuna.
" Ng-nggak apa-apa" jawab Friska gugup.
Cup
Arjuna mengecup kening Friska sekilas.
" Buruan masuk udah malam" ucap Arjuna.
Friska membuka pintu mobil, tapi sebelum keluar Friska membalikkan tubuhnya dan mencium pipi Arjuna. Setelah itu kabur dan masuk kedalam rumahnya. Arjuna tersenyum melihat tingkah Friska. Arjuna melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Gunawan.
Diperjalanan Arjuna senyum-senyum sendiri mengingat tingkah lucunya Friska tadi. Arjuna memegang pipi yang dicium Friska tadi. Tak berapa lama mobil Arjuna pun sampai dirumahnya.
Arjuna memasukkan mobilnya kedalam bagasi. Arjuna pun melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah. Sampai diruang tamu Arjuna melihat Cici. Arjuna pun menghampiri Cici.
" Kok belum tidur Ci?" tanya Arjuna.
" Eh" kaget Cici.
" Kamu ngelamun ya."
" Nggak kok."
" Terus kenapa pas ditanya kamu diam aja."
" Emang Mas Juna nanya apa tadi?."
" Tuhkan nggak tau? katanya tadi nggak melamun."
" Hehehe maaf Mas."
" Emang lagi melamunin apa?" tanya Arjuna lagi.
" Nggak ngelamunin apa-apa kok Mas" jawab Cici.
" Ya udah kalau kamu nggak mau cerita. Udah malam tidur gih, kalau mau melamun juga lanjutin besok aja."
" Iya Mas."
Arjuna pun berlalu meninggalkan Cici dan pergi keatas menuju kamarnya. Sampai dikamarnya Arjuna membersihkan dirinya kekamar mandi. Setelah membersihkan diri, Arjuna membaringkan tubuhnya di atas kasur dan mulai memejamkan matanya.
Pagi Hari.
Arjuna sudah siap untuk berangkat keluar kota. Ya hari ini Arjuna mau meninjau anak cabang perusahaannya yang berada dikota J. Arjuna keluar dari kamarnya dan berjalan menuruni anak tangga.
Diruang tamu Dini sedang menyuapi Kevin karena bayi itu sudah berumur 6 bulan, jadi sudah bisa makan makanan lunak. Arjuna menghampiri Mama dan anaknya.
" Waah anak Ayah makannya lahap banget sih?."
" Iya dong kan biar cepat besar dan bisa sekolah" ucap Dini.
Arjuna sangat bahagia melihat tumbuh kembang putranya itu. Walaupun Kevin bukan darah dagingnya sendiri, tapi Arjuna sangat menyayangi putranya itu.
" Kamu nggak sarapan dulu Jun?" tanya Dini.
" Ntar lagi Ma, aku nunggu Hendra datang dulu" jawab Arjuna.
Tak berselang lama Hendra pun datang.
" Assalamualaikum" uca Hendra.
" Wa'alaikum salam" jawab Arjuna dan Dini.
" Wah panjang umur banget loe bro, baru diomongin loe udah datang."
" Emang loe lagi ngibahin gue."
" Enak aja loe bilang gue ngegibah."
" Kalau ngomongin orang lain dibelakang itu ngibah nama nya."
" Ck..gr banget loe kalau kita omongin."
" Waah ponaan Uncle lagi mamam ya."
" Lo udah sarapan belum?" tanya Arjuna.
" Belum" jawab Hendra.
" Yuk sarapan bareng gue."
Arjuna dan Hendra pun pergi keruang makan. Mereka pun sarapan sebelum pergi keluar kota. Selesai sarapan Arjuna dan Hendra pergi keruang tamu untuk berpamitan dengan mama Arjuna.
Arjuna menggendong Kevin dengan memakai gendongan. Kevin sangat senang digendong pakai gendongan. Senyum bayi itu tak pernah pudar.
" Waah cucu Oma senang banget kayak nya nih?" kata Dini.
" Tentu dong Oma, kan mau pergi keluar kota sama Ayah" ucap Arjuna.
" Kalian hati-hati dijalan" kata Dini.
" Iya Ma. Kita berangkat dulu ya Ma, Assalamualaikum."
Arjuna mencium punggung tangan Mamanya dan diikuti oleh Hendra. Mobil pun melaju meninggalkan kediaman Arjuna.
To be continue...
Happy Reading Guys... 😉😉😉