Hukum tidak berpihak pada Anggita, jadi aku yang akan jadi hukumnya. Satu misi yang menjadi tujuanku hancurkan Arvin Teriaz. Aku Nabila Azzahra, topengku sekretaris, senjataku kode. Rencana sempurna begitu sempurna sampai Galen Teriaz, dokter yang membenci darahnya sendiri, mengulurkan tangan dalam misiku.
Apakah misi mereka berhasil dalam, menghancurkan seorang Arvin Teriaz ?
Baca selengkapnya !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah Mayaddah f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30 TARGET 2
3 minggu setelah pindah ke Cisarua, Rumah Singgah Harapan Baru akhirnya punya irama. Pagi-pagi sebelum matahari naik, aula kecil udah penuh. 40 anak duduk rapi di lantai, Nabila main keyboard, Riko megang mic. Suara mereka nyanyi "Bapa Surgawi" pecah di udara dingin. Abis itu Galen yang maju pimpin doa, suaranya masih serak karena luka di bahunya belum pulih total, tapi tiap dia bilang "Dalam nama Tuhan Yesus" semua anak jawab "Amin" kompak.
Siangnya belajar, karena ada kakak rohani yang datang 2 kali seminggu buat konseling. Riko yang dulu mimpi buruk, sekarang udah bisa tidur nyenyak sambil peluk Alkitab anak bergambar. Malamnya doa keluarga dan uduk melingkar di ruang tengah. Galen baca Mazmur 23 pelan-pelan.
"Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku..." 40 suara kecil ikut mengulang.
Bu Dewi tiap hari mondar-mandir ke kantor polisi dan kantor hukum.
"Kita harus minta perlindungan khusus" Katanya.
Anggita sama Dito begadang depan laptop, mencari tahu siapa yang nyewa orang buat ngikutin. Dari luar keliatannya damai, tapi Galen tau jika amai itu mahal.
*****
Siang harinya Nabila pamit ke pasar
“Mas aku ke pasar sebentar ya” Ucap Nabila
“Jangan keluar, aku khawatir nanti kamu kenapa-napa. Aku temani yah, belanjanya” Ujar Galen
"Aku cepet kok hanya 30 menit, Cuma beli bahan makanan karena stok udah habis" Jawab Nabila
Anggita nawarin ikut.
"Bila biar aku temenin" Tawar Anggita
Nabila menggelengkan kepala
“Gak usah, kamu jagain Riko kan dia demam dari tadi malam" Jawab Nabila
Dan akhirnya Galen mengizinkan Nabila pergi sendirian, Nabila naik motor matic, helm, masker serta kantong belanjaan di gantung di kiri. Pasar Cisarua rame oleh ibu-ibu, dan tercium aroma bau ikan, bau ayam. Tapi pas pulang, di spion ada motor matic hitam yang mengikutinya terus. Nabila belok kanan ke gang kecil, motor itu ngikut, belok kiri masih ngikut. Tangannya mulai dingin, dia berhenti di depan Indomaret, pura-pura angkat telpon. Motor itu lewat pelan, mereka dua orang dengan menggunakan helm fullface dan platnya ketutup lumpur.
Jantungnya hampir copot, Nabila langsung telpon Galen.
Nabila [Sayang... ada yang ngikutin aku...]
Di rumah Galen langsung berdiri, bahunya yang masih sakit ketarik.
Galen [KAMU DIMANA?! PULANG SEKARANG! LEWAT JALAN UTAMA! TUHAN JAGA KAMU!]
Nabila [Aku sedang di indomaret, agar mereka berhenti ngikuti aku]
Galen [Kamu nyalakan GPS kamu, biar aku yang memantau kamu dari GPS dan CCTV yang ada di motor itu]
Nabila ngebut, dengan air mata jatuh di balik helm.
"Tuhan Yesus tolong..." Gumam Nabila
20 menit berkendara akhirnya sampai gerbang rumah, satpam langsung buka. Galen udah nunggu, begitu Nabila turun Galen langsung narik Nabila ke pelukan dengan hati-hati takut nyentuh lukanya.
"Udah, udah aman. Maafin aku, harusnya aku yang antar" Ucap Galen, karena Nabila sudah menangis di pelukannya
Nabila nangis di dada Galen
"Aku takut, aku takut di apa-apain sama mereka" Jawab Nabila
"Itu tidak akan terjadi, kita berdoa semua kita di beri perlidungan oleh Tuhan” Ujar Galen
Sore itu juga, mereka mengadakan rapat mendadak.
Bu Dewi nunjuk print out
"Ini bukan kebetula, ini pesan. `Target 2: Istri Galen`" Ucap Bu Dewi
"CCTV ketangkap, motor itu muter 2x di depan gerbang jam 4 sore" Ucap Anggita
"Plat palsu, kita mentok" Ucap Dito
Galen terdiam lama, lalu memukul meja pelan
"Mereka mau kita takut biar kita bubar, biar iman kita goyah" Ujar Galen
Nabila genggam tangan Galen
"Aku gak takut, tapi aku gak mau jadi celah" Kata Nabila
Galen tatap Nabila
"Kamu bukan celah, kamu alasan kita berdiri. Mulai besok, kita perkuat doa pagi dan doa malam dan ita lawan pake lutut" Jawab Galen
Lalu Galen ngumpulin anak-anak di lapangan, bahunya masih diperban tapi dia maksa jalan. "Denger ya, kalo ada orang asing kalian langsung teriak lalu lari ke pos satpam dan berdoa dalam hati karena Tuhan gak pernah ninggalin kita" Ucap Galen
Riko maju …
“Om, kalo Tante Nabila diculik gimana?" Tanya Riko
Galen tenggorokannya nyangkut
"Kakak yang akan cari sampai ujung dunia, dan Tuhan yang akan buka jalan" Jawab Galen
*****
Malamnya Nabila demam 39 derajat, karena kecapeaan dan stress. Galen jagain semalaman untuk mengompres, suapin air putih, bacain Mazmur 23 berulang-ulang.
Jam 4 pagi Nabila kebangun.
"Sayang..." Lirih Nabila
Galen mata merah, karena menangis melihat kondisi Nabila
"Iya aku di sini" Jawab Galen
"Kalo aku kenapa-kenapa..." Ujar Nabila terpotong
Galen nutup mulut Nabila
"Jangan ngomong gitu, Tuhan belum selesai sama kita. Kamu harus liat anak-anak ini lulus, kita harus liat kita tua bareng" Ucap Galen
“Sekarang kamu tidur, jangan mikir apa-apa dulu” Lanjut Galen
*****
Jumat siang kurir datang lagi, amplop coklat dan Nabila yang buka. Tangannya udah gak gemetar.
`Bagus, kamu takut. Aku liat dari jauh wajahmu pucat di pasar. 6 bulan kurang 5 bulan 23 hari, kalo mau dia selamat serahkan Rumah Singgah. Kalo enggak... aku ambil sendiri. _Bram_`
Galen langsung merobek kecil-kecil lalu membakar di halaman
“Dalam nama Yesus, kami tolak setiap rencana jahat" Ucap Galen
Nabila peluk Galen dari belakang
"Sayang..." Panggil Nabila
"Mereka mau kita pecah, dan itu gak boleh terjadi" Jawab Galen
Jam 2 hari itu juga layar CCTV gerak, ada bayangan di pagar belakang. Galen langsung teriak
"SATPAM! BELAKANG!" Teriak Galen
Sirine meraung, lampu sorot nyala terang dan bayangan itu lari. Yang ketinggalan hanya sebilah pisau nancep di pagar dan di gagangnya ada lakban yang bertuliskan `UNTUK NABILA`
Nabila lari keluar pake daster.
"Sayang!" Panggil Nabila
Galen langsung peluk
"Tuhan perisai kita, kita harus lebih cepat dari mereka" Ucap Galen
"Aku akan ke pengadilan, meminta surat perlindungan" Ucap Bu Dewi yang menghampiri Galen dan Nabila
"Kita akan hack balik, ari siapa dalangnya" Ujar Anggita
Riko dengan mata sembab
"Om Galen, aku mau ikut jaga" Ucap Riko
Galen jongkok lalu peluk Riko
"Kamu cukup jadi anak Tuhan, tugas kamu sekolah dan doa. Biar kami yang di depan" Jawab Galen
*****
Malamnya di kamar Galen dan Nabila lampu temaram, Nabila nyuapin Galen bubur.
"Kamu kurusan, mas" Ucap Nabila
"Karena mikirin kamu” Jawab Galen
Nabila diam lama
"Mas, aku mau ngomong" Ucap Nabila
“Apa ?” Tanya Galen penasaran
"2 hari ini aku mual, terus... telat"
Dunia berhenti 3 detik …
"Maksudnya kamu sedang hamil ?" Tanya Galen hati-hati
"Aku belum test, tapi itu kemungkinan aku" Jawab Nabila
Galen langsung peluk kenceng Nabila, lalu mengecup kening Nabila
"Puji Tuhan..." Ucap Galen
Nabila nangis di dada Galen
"Aku takut, ditengah semua ini..." Ujar Nabila
Galen cium kening Nabila berkali-kali
" Ini berkat, ini alasan baru kita buat menang. Kita punya anak yang harus kita lindungi, kita titipkan ke Tuhan agar menjaga anak kita, sayang" Jawab Galen
"Kalo Bram tau..." Ujar Nabila terpotong
"Biarin dia tau, kalau kita gak akan lari. Kita akan bangun benteng yang semakin kokoh” Jawab Galen
Sedangkan dii dalam lapas, Bram dapat kertas laporan dari sipir …
"Hamil?" Tanya Bram tidak percaya
Dia baca terus ketawa, ketawa yang gak ada bahagianya.
"Lebih bagus dan taruhannya makin tinggi, yaitu Galen junior" Tambah Bram
Dia coret kalender di dinding: `5 bulan 22 hari`, dia tulis di buku kecil: `Selamat ya, punya sesuatu buat aku hancurin.`